
7 Juli 2025 – Bursa saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Senin, seiring meningkatnya ketegangan pasar menjelang pengiriman surat tarif oleh Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa surat pemberitahuan tarif akan mulai dikirim siang ini, serta mengancam akan menerapkan tarif tambahan 10% bagi negara-negara yang dianggap berpihak pada kebijakan “Anti-Amerika BRICS.”
Indeks Topix turun 0,6% ke level 2.811,72, sementara Nikkei 225 juga melemah 0,6% menjadi 39.587,68. Saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. menjadi penekan utama Topix dengan penurunan 2,3%. Saham sektor ekspor, termasuk peralatan listrik dan transportasi, ikut tertekan bersama sektor keuangan, menyusul kekhawatiran atas arah kebijakan perdagangan global.
Di tengah ketidakpastian, Kepala Negosiator Perdagangan Jepang, Ryosei Akazawa, melakukan dua kali komunikasi via telepon dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, untuk menegaskan kembali sikap masing-masing terkait tarif. Sementara itu, Perdana Menteri Shigeru Ishiba menegaskan kesiapan Jepang untuk bersikap tegas demi melindungi kepentingan nasionalnya.
Jika tidak tercapai kesepakatan, tarif AS atas produk Jepang diperkirakan kembali naik menjadi 24% mulai 9 Juli, termasuk bea masuk 25% untuk mobil dan suku cadang serta 50% untuk baja dan aluminium. Ishiba menyatakan dukungannya terhadap penghapusan tarif kendaraan.
Ketegangan perdagangan terjadi bersamaan dengan fokus pasar dalam negeri menjelang pemilihan majelis tinggi Jepang pada 20 Juli mendatang. Rieko Otsuka dari MCP Asset Management Japan menilai, sektor otomotif dan pertanian menjadi isu sensitif yang tidak mudah dikompromikan menjelang pemilu.
Selain faktor eksternal, perhatian investor juga tertuju pada awal musim laporan keuangan. Yaskawa Electric Corp. memangkas proyeksi laba operasional tahunannya, yang menyebabkan sahamnya anjlok 10% — penurunan harian terbesar sejak April.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar