
4 Juli 2025 – Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat pagi, dipicu oleh meredanya kekhawatiran geopolitik menyusul komitmen Iran terhadap perjanjian nuklir, serta ekspektasi pasar bahwa OPEC+ akan meningkatkan produksi akhir pekan ini.
Harga minyak mentah Brent turun 22 sen atau 0,32% ke level $68,58 per barel pada pukul 04.45 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 12 sen atau 0,18% menjadi $66,88 per barel. Aktivitas perdagangan dilaporkan cenderung sepi akibat libur nasional Hari Kemerdekaan di AS.
Sentimen pasar mendapat dorongan dari laporan Axios yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat akan kembali menggelar perundingan nuklir dengan Iran pekan depan. Menlu Iran, Abbas Araqchi, juga menegaskan bahwa Teheran tetap berpegang pada prinsip nonproliferasi dan masih bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), meski sebelumnya sempat mengesahkan undang-undang pembatasan kerja sama tersebut.
Menurut Vandana Hari, analis dari Vanda Insights, kabar mengenai rencana negosiasi ulang antara AS dan Iran serta klarifikasi dari pihak Iran telah menurunkan risiko konflik yang sempat membayangi pasar minyak. Namun, ia menambahkan bahwa arah harga kemungkinan akan terlihat lebih jelas pada awal pekan depan, saat libur panjang di AS berakhir dan OPEC+ mengumumkan keputusan produksinya.
Empat sumber dari OPEC+ mengonfirmasi kepada Reuters bahwa kelompok tersebut akan menaikkan produksi hingga 411.000 barel per hari untuk bulan Agustus, sebagai bagian dari strategi mengembalikan pangsa pasar global.
Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan perdagangan AS kembali muncul menjelang berakhirnya masa tenggang tarif impor. Pemerintah AS dilaporkan mulai mengirimkan surat kepada 10 negara terkait penerapan tarif baru sebesar 20% hingga 30% atas sejumlah barang ekspor ke AS, menggantikan pendekatan kesepakatan bilateral yang sebelumnya dijanjikan Presiden Donald Trump.
Trump juga menyampaikan kesediaannya untuk bertemu dengan pejabat Iran jika diperlukan, setelah sebelumnya menerima kunjungan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, guna membahas upaya de-eskalasi kawasan.
Di tengah dinamika geopolitik dan prospek peningkatan pasokan, Barclays menaikkan proyeksi harga minyak Brent sebesar $6 menjadi $72 per barel untuk 2025 dan sebesar $10 menjadi $70 per barel untuk 2026, seiring ekspektasi pemulihan permintaan global.
News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders
Tidak ada komentar:
Posting Komentar