Senin, 14 Juli 2025

Pernyataan Trump Soal Rusia Picu Pergerakan Harga Minyak Dunia

 


Pernyataan Trump Soal Rusia Picu Pergerakan Harga Minyak Dunia

Senin, 14 Juli 2025 – Harga minyak dunia dibuka menguat tipis awal pekan ini, menyusul reli lebih dari 2% yang terjadi pada akhir pekan lalu. Sentimen pasar didorong oleh kekhawatiran terhadap potensi sanksi baru dari Amerika Serikat terhadap Rusia yang dapat mengganggu stabilitas pasokan global. Di sisi lain, peningkatan produksi minyak oleh Arab Saudi membatasi ruang kenaikan harga lebih lanjut.

Minyak mentah Brent naik 21 sen atau 0,3% ke level $70,57 per barel pada pukul 06.51 GMT, melanjutkan kenaikan 2,51% pada hari Jumat. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) bertambah 20 sen ke $68,65 per barel, setelah menguat 2,82% pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengirim sistem pertahanan rudal Patriot ke Ukraina, serta dijadwalkan memberikan pernyataan penting terkait kebijakan terhadap Rusia. Tekanan geopolitik juga meningkat seiring pembahasan RUU sanksi bipartisan di Kongres AS dan rencana Uni Eropa untuk meluncurkan paket sanksi ke-18, termasuk revisi batas harga untuk ekspor minyak Rusia.

Namun, lonjakan pasokan dari Arab Saudi turut menjadi faktor penyeimbang. Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan produksi Saudi pada Juni melampaui kuota OPEC+ sebesar 430.000 barel per hari. Selain itu, impor minyak Tiongkok tercatat tumbuh 7,4% secara tahunan, menambah kompleksitas pada sisi permintaan.

Meski permintaan minyak global diperkirakan tinggi sepanjang musim panas, para analis dari ANZ dan J.P. Morgan memperingatkan bahwa tingginya stok minyak di Asia dapat menimbulkan tekanan harga dalam beberapa pekan ke depan.


News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders

Tidak ada komentar:

Posting Komentar