Selasa, 08 Juli 2025

Dolar AS Menguat Setelah Trump Tegaskan Tidak Akan Tunda Tarif



9 Juli 2025 – Dolar Amerika Serikat menguat terhadap seluruh mata uang utama negara G10, didorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan tidak akan memperpanjang masa tenggang tarif khusus untuk negara mitra, yang dijadwalkan berlaku awal Agustus.

Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1%, mencerminkan peningkatan permintaan terhadap dolar sebagai respons atas sikap keras Trump dalam kebijakan perdagangan.

Nilai tukar USD/JPY naik 0,4% ke level 147,13, seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah sempat terkoreksi akibat penyesuaian harga di pasar Tokyo.

Trump juga mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 50% pada impor tembaga, serta pajak impor hingga 200% bagi perusahaan farmasi yang tidak memindahkan produksinya ke AS mulai tahun depan.

Sementara itu, dolar Selandia Baru sempat menguat setelah bank sentral (RBNZ) mempertahankan suku bunga di 3,25%, dan memproyeksikan inflasi mendekati batas atas target 1–3% pada akhir 2025. Namun, penguatan NZD berbalik arah setelah RBNZ mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga.

“Potensi munculnya lebih banyak berita terkait tarif dalam waktu dekat bisa mendorong penguatan dolar dalam jangka pendek,” tulis Peter Dragicevich, analis mata uang dari Corpay. “Namun secara jangka menengah, prospek ekonomi AS yang melemah akibat ketidakpastian, kenaikan biaya impor, pelemahan pasar tenaga kerja, serta potensi suku bunga lebih rendah, bisa menjadi tekanan bagi USD.”

Pasangan NZD/USD tercatat turun 0,3% menjadi 0,5979, setelah sempat menyentuh 0,6014 sesaat usai keputusan suku bunga diumumkan.


Sumber : News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders

Tidak ada komentar:

Posting Komentar