Senin, 29 April 2024

BI Rate Naik Jadi 6,25%, BNI Ungkap Strategi Jaga Likuiditas

PT. Equityworld Futures Manado - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menjelaskan strateginya dalam menghadapi era suku bunga tinggi. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk meningkatkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6,25%.

Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada dua pilar utama, yakni menjaga likuiditas yang kuat dan mengoptimalkan alokasi aset dan pendanaan.

Dalam menjaga likuiditas, kata dia, BNI konsisten memprioritaskan peningkatan dana murah (CASA) dengan mengoptimalkan layanan digital seperti BNI Mobile Banking untuk nasabah retail dan BNI Direct untuk nasabah korporasi.

"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan transaksi nasabah dan menghimpun current account saving account yang berkelanjutan," ujar Novita saat paparan kinerja BNI kuartal I-2024 secara virtual, Senin (29/4/2024).

Selain itu, BNI juga akan terus menjaga rasio likuiditas diantaranya rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR), dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di level yang sehat. Novita mengungkapkan rasio LCR BNI per Maret 2024 mencapai 176% dan rasio NSFR BNI mencapai 139%. Tingkat rasio tersebut jauh di atas ketentuan regulator.

Di sisi lain, lanjut Novita, bank pelat merah itu memfokuskan pada optimalisasi portfolio aset dan pengelolaan pendanaan dengan strategi terukur sehingga dapat mencapai pertumbuhan kredit 2024. Pengelolaan portfolio aset dilakukan dengan proaktif, sehingga meningkatkan bisnis yang sehat di setiap lini industri dengan tetap menjaga kualitas aset sehingga menghasilkan yield yang optimal.

Novita mengatakan BNI juga akan mengadaptasi pricing pendanaan dengan strategi yang kompetitif dan juga tetap menarik bagi nasabah, guna menjaga margin pendapatan dalam tingkat yang wajar.

"Dengan strategi yang fokus pada penguatan likuiditas, alokasi aset yang optimal, pricing pendanaan yang strategis, BNI meyakini bahwa kinerja akan tetap terus terjaga stabil dalam menghadapi tantangan sekaligus dapat mengoptimalkan peluang untuk memberikan nilai terbaik bagi nasabah dan juga stakeholder," ujarnya.

 

cnbcindonesia.com/market

Simak, Investor Kakap Dunia BlackRock Beri Warning Mengerikan

PT. Equityworld Futures Manado - BlackRock Investment Institute (BII) yang merupakan salah satu investor raksasa asal Amerika Serikat (AS) masih mencermati perkembangan geopolitik global. Berdasarkan keterangan resminya, risiko geopolitik di Timur Tengah berdampak pada imbal hasil investasi saat ini.

"Risiko geopolitik telah meningkat di Timur Tengah. Memanasnya ketegangan di wilayah ini dan kejatuhan pasar yang singkat menggarisbawahi bahwa kekuatan-kekuatan besar mempengaruhi imbal hasil saat ini," tulis keterangan resminya, Selasa (30/4).

Blackrock berpendapat, pertikaian antara Israel dan Iran yang mempengaruhi respons pasar merupakan salah satu contoh bagaimana kekuatan besar mempengaruhi imbal hasil saat ini.

"Fragmentasi geopolitik adalah salah satu dari lima kekuatan besar yang kami lacak," sebutnya.

Blackrock melihat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sebagai tanda bahwa kita berada dalam rezim geopolitik yang baru. Serangan langsung pertama antara Israel dan Iran secara struktural meningkatkan risiko di wilayah tersebut, dalam pandangan kami.

Serangan ini terjadi ketika Iran telah menggunakan serangan proksi oleh pemberontak Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah sebagai tanggapan terhadap perang di Gaza. Serangan-serangan ini menjungkirbalikkan rantai pasokan, mengalihkan sebagian besar barang dari Terusan Suez ke Tanjung Harapan. Lihat bagan.

Sejak serangan dimulai, biaya pengiriman dari China masih naik sekitar 75% dari akhir tahun lalu, data LSEG Datastream menunjukkan. Kendala pasokan yang terus-menerus yang membuat inflasi dan suku bunga di atas tingkat sebelum pandemi adalah hasil dari pandangan kekuatan besar kami.

"Diskusi Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini tentang dampak pertumbuhan dari tantangan struktural seperti risiko geopolitik dan kekuatan besar lainnya mencerminkan pemikiran yang serupa dengan kami," imbuhnya.

Selain itu, faktor yang mempengaruhi imbal hasil investasi adalah guncangan komoditas memperkuat alasan mengapa pemerintah memprioritaskan keamanan dan keterjangkauan energi di samping dekarbonisasi. Peristiwa baru-baru ini menunjukkan bahwa energi tradisional masih memiliki tempatnya, bahkan dalam transisi rendah karbon dan dapat menjadi penyangga terhadap risiko geopolitik.

Selanjutnya, Blackrock juga menyoroti penuaan populasi yang menjadi contoh lain dari kendala pasokan yang terjadi secara nyata. Menyusutnya populasi usia kerja di pasar negara maju membatasi produktivitas dan output.

"Lonjakan imigrasi yang tak terduga di AS dan negara-negara besar lainnya mengimbangi dampak berkurangnya tenaga kerja domestik untuk saat ini. Namun kami menemukan bahwa efek ini harus bertahan selama beberapa waktu untuk mengatasi dampak demografi yang merugikan. Kami melihat data penggajian AS minggu ini untuk melihat tanda-tanda bahwa imigrasi masih mendukung pasar tenaga kerja," jelasnya.

Pasar saat ini memperkirakan kurang dari dua kali penurunan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2024, atau turun dari tujuh kali di awal tahun ini. Suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dapat terus menekan deposito bank, di mana suku bunga telah tertinggal dari suku bunga kebijakan The Fed - tidak seperti imbal hasil dana pasar uang.

"Ditambah lagi, bank-bank menghadapi peraturan yang lebih ketat. Kami lebih menyukai kredit swasta di mana tingkat gagal bayar telah turun tiga kuartal berturut-turut - daripada kredit publik dengan jangka waktu lima tahun atau lebih," sebutnya.

 

cnbcindonesia.com/market

Jumat, 26 April 2024

Beda Nasib dengan Emas, Harga Tembaga Tembus Level tertinggi 2 Tahun

PT. Equityworld Futures Manado - Harga komoditas tembaga berjangka terus mencatatkan kenaikan yang signifikan mendekati level US$10.000 per metrik ton. Hingga perdagangan kemarin Kamis (25/4/2024) harga tembaga berjangka di London Metal Exchange (LME) ditutup di level US$9.768,65 per metrik ton atau sekitar Rp 158,25 juta per ton (US$1- Rp 16.205).  Sepanjang tahun ini, tembaga sudah terbang 13%.

Sebelumnya harga tembaga sempat menyentuh level tertinggi pada perdagangan intraday Senin (22/4/2024) di level US$9.900 per metrik ton, mendekati level psikologis US$10.000 per metrik ton yang pernah disentuh pada bulan Maret 2022 atau lebih dari lebih dari dua tahun.

Harga tembaga terus melanjutkan tren kenaikannya pada karena para pelaku pasar mengejar harga tembaga lebih tinggi setelah tawaran pengambilalihan oleh BHP untuk Anglo American, yang menurut para analis terfokus pada tembaga.

BHP Group, perusahaan pertambangan terbesar di dunia, telah mengusulkan pengambilalihan saingannya Anglo American, dalam sebuah kesepakatan yang berpotensi mengguncang industri di saat permintaan tembaga melonjak.

BHP mengatakan pada hari Kamis (25/4/2024) bahwa mereka telah mendekati Anglo dengan tawaran senilai 31,1 miliar pound, atau US$39 miliar, yang merupakan salah satu kesepakatan paling signifikan dalam industri ini selama bertahun-tahun. Jika berhasil, akuisisi ini akan menciptakan salah satu penambang tembaga terbesar di dunia pada saat meningkatnya permintaan global terhadap logam tersebut, yang penting bagi transisi energi ramah lingkungan.

Anglo membenarkan bahwa mereka telah menerima proposal penggabungan yang tidak diminta, tidak mengikat, dan sangat bersyarat dari BHP.

Baca : Nasib Emas Berubah Drastis: Harga Jatuh 2%, Pemiliknya Spot Jantung

Dewan direksi kini sedang meninjau tawaran tersebut dengan para penasihatnya. BHP, yang berkantor pusat di Melbourne, Australia, menawarkan kepada pemegang saham Anglo lebih dari £25 per saham, lebih dari 10% di atas harga penutupan saham pada Rabu (24/4/2024).

Anglo, yang berbasis di London, memiliki operasi tembaga besar di Chile dan Peru, serta 85% De Beers Group, perusahaan berlian terkemuka di dunia. Perusahaan ini dipandang sebagai target pengambilalihan yang potensial bagi para penambang terbesar di dunia, terutama setelah penurunan laba tahunan sebesar 94% dan serangkaian penurunan nilai pada Februari 2024.

"Berita BHP tentu saja memberikan perhatian tambahan terhadap tembaga. Jika BHP menginginkan tembaga, maka saya yakin para pedagang dan investor juga menginginkannya," ujar Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank di Kopenhagen, kepada Reuters.

Sementara, di China, premi Yangshan yang dinilai oleh SMM SMM-CUYP-CN telah turun ke nol untuk pertama kalinya dalam sejarah, yang menunjukkan lemahnya keinginan untuk mengimpor tembaga ke China, konsumen logam terbesar di dunia.

Analis Goldman Sachs memperkirakan pasar tembaga olahan global kemungkinan akan menunjukkan defisit sebesar 428.000 ton pada tahun 2024 dan mereka memperkirakan harga tembaga di London Metal Exchange (LME) akan mencapai US$12.000 per metrik ton dalam 12 bulan ke depan.

Berbeda dengan pasar tembaga yang optimis terhadap kenaikannya, kini komoditas emas harus mencatatkan koreksi setelah menyentuh penutupan tertinggi sepanjang masa pada perdagangan 19 April 2024 di level US$ 2.390,4517 per troy ons dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada perdagangan intraday 12 April 2024 di level US$ 2.431,53 per troy ons.
Dalam sepekan ini, harga emas telah mencatatkan penurunan sebesar 2,45% hingga perdagangan kemarin Kamis (25/4/2024) di level US$2.331,78 per troy ons. Namun secara year to date harga emas masih mencatatkan positif 13%.

Jim Wyckoff, senior analis di Kitco Metals mengatakan kepada Reuters, "Fokus pasar kembali pada laporan ekonomi dan The Fed. Jika kita melihat data inflasi yang panas, maka akan lebih sulit bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga dan emas bisa turun hingga di bawah US$ 2.200 per troy ons."

Pada Kamis malam (25/4/2024) Amerika Serikat (AS) merilis data perekonomiannya.

Perekonomian AS diketahui hanya tumbuh sebesar 1,6% secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2024, dibandingkan dengan 3,4% pada kuartal sebelumnya dan di bawah perkiraan sebesar 2,5%.Ini merupakan pertumbuhan terendah sejak kontraksi pada paruh pertama 2022 lalu.

Perlambatan ekonomi ini bisa menjadi sinyal jika dampak pengetatan suku bunga sudah terasa di ekonomi AS. Namun, data lain berbicara sebaliknya. Salah satunya, tercermin dari data klaim pengangguran mingguan yang turun lagi jadi 207.000 untuk pekan yang berakhir pada 20 April 2024, dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 212.000 klaim.

Klaim pengangguran yang turun ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih ketat. Hal ini kemudian semakin mengurangi harapan bahwa bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan mulai memangkas suku bunga tahun ini.

James St. Aubin, kepala investasi di Sierra Mutual Funds di California mengatakan "Angka PDB jelas memberikan perubahan pada paradigma bahwa pasar bergantung pada ekuitas dalam hal pertumbuhan yang tinggi, dan jika Anda tidak memiliki pertumbuhan yang tinggi, hal itu akan menghasilkan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan."

Menurut alat FedWatch, para pelaku pasar saat ini memperkirakan penurunan suku bunga pertama The Fed akan terjadi, kemungkinan besar pada bulan September. Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dalam jangka panjang, harga emas akan semakin meningkat, dimana tahun 2024 yang merupakan tahun pemilihan umum, konflik geopolitik yang terus berlanjut, dan peningkatan utang AS, menurut Jonathan Rose, CEO Genesis Gold Group.

 

CNBC Indonesia Research

research@cnbcindonesia.com

 

 

Harga Emas Dunia Mulai Bangkit, Awas! AS Bisa Rusak Pesta

PT. Equityworld Futures Manado - Harga emas dunia mulai bangkit setelah rilis  data ekonomi Amerika Serikat (AS).

Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis (25/4/2024) harga emas dunia menguat 0,69% ke posisi US$ 2.331,78 per troy ons. Apresiasi ini akhirnya menghentikan tren pelemahan emas selama tiga hari beruntun.

Beralih ke hari ini, Jumat (26/4/2024) hingga pukul 06.35 WIB, harga emas terpantau kembali terkoreksi tipis, 0,07% menuju US$ 2330,09 per troy ons.

Penguatan harga emas kemungkinan besar berkat adanya ketidakpastian yang mencuat lagi akibat sejumlah data Amerika Serikat (AS) yang rilis semalam tak sesuai prediksi pasar.

Mulai dari perekonomian AS untuk kuartal I-2024 yang hanya tumbuh sebesar 1,6% secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2024, dibandingkan dengan 3,4% pada kuartal sebelumnya dan di bawah perkiraan sebesar 2,5%. Ini merupakan pertumbuhan terendah sejak kontraksi pada paruh pertama 2022 lalu.

Perlambatan ekonomi ini bisa menjadi sinyal jika dampak pengetatan suku bunga sudah terasa di ekonomi AS. Dengan fakta tersebut, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) diharapkan bisa memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Baca : Nasib Emas Berubah Drastis: Harga Jatuh 2%, Pemiliknya Spot Jantung

Namun, data lain berbicara sebaliknya.

Salah satunya, tercermin dari data klaim pengangguran mingguan yang turun lagi jadi 207.000 untuk pekan yang berakhir pada 20 April 2024, dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 212.000 klaim.

Klaim pengangguran yang turun ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih ketat. Selanjutnya, pelaku pasar akan mengalihkan fokus pada data inflasi (PCE) atau pengeluaran pribadi warga AS untuk periode Maret 2024 yang akan rilis malam ini.

PCE price index yoy diperkirakan masih berada di angka 2,6% sementara core PCE price index yoy diperkirakan cenderung lebih rendah dibandingkan Februari 2024 yang tercatat 2,8%.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja, hingga inflasi PCE merupakan tolak ukur utama yang dipakai The Fed dalam memutuskan kebijakan suku bunga. Jika PCE kembali menguat atau di luar ekspektasi maka harapan pelaku pasar melihat pemangkasan suku bunga akan semakin menjauh.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

Rabu, 24 April 2024

Harga Emas Makin Nelangsa, Jatuh ke Level Terendah 3 Minggu

PT. Equityworld Futures Manado -  Harga emas dunia belum juga membaik bahkan terancam melandai terus.

Melansir data Refinitiv, pada perdagangan Selasa (23/4/2024) harga emas berakhir di US$ 2.321,81 per troy ons, melemah 0,19% dibandingkan sehari sebelumnya. Posisi penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 4 April 2024 atau hampir 3 minggu.

Harga emas mulai membaik pada hari ini. Rabu (24/4/2024) hingga pukul 07.02 WIB terpantau menguat 0,09% menuju US$ 2.322,79 per troy ons. 

Harga emas yang mendingin dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mulai mereda setelah Iran meremehkan serangan Israel di wilayahnya minggu lalu dan mengatakan pihaknya tidak berencana untuk menanggapinya.

Emas adalah aset aman sehingga dicari saat ketegangan geopolitik meningkat, seperti yang terjadi di Timur Tengah pekan lalu.

Baca : The Fed Gak Ngaruh! Harga Emas Dunia Melesat 1%

"Risiko terkait ketidakpastian di Timur Tengah sudah mereda. Kondisi ini membuat pasar ramai-ramai menjual emas. Pertanyaannya, harga emas melemah sampai kapan?" tutur analis dari TD Securities, Daniel Ghali dikutip dari Reuters.

Harga emas juga tetap melandai meski dolar Amerika Serikat juga melemah. Pelemahan dolar pada umumnya akan meningkatkan pembelian emas karena konversi harga yang lebih murah. Permintaan naik maka hargapun terkerek.

Indeks dolar akhirnya kembali ke level 105 yakni 105,68 pada perdagangan kemarin setelah bergerak di level 106 atau tertinggi lima bulan.

Dolar melemah sebagai respon data PMI Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan aktivitas bisnis melambat pada April ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Ini menunjukkan adanya pelemahan permintaan yang potensi mendorong inflasi semakin melandai.

Inflasi yang diharapkan melandai bisa membuat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga. Dolar AS biasanya melemah begitu The Fed melonggarkan kebijakan.

Sebagai catatan, harga emas sudah mencetak rekor berkali-kali sepanjang bulan ini. Rekor tertinggi yang dicetak harga emas ada di posisi US$2.390,45 per troy ons pada Jumat lalu (19/4/2024)

Pada perdagangan intraday, harga emas bahkan sempat menembus US$2.400 per troy ons.

Harga emas juga disebut masih memiliki peluang menanjak lagi jika bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve mulai memangkas suku bunga.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

Harga Emas Antam Hari Ini Diskon Lagi Rp 5000, Jadi Rp 1,32 Juta

PT. Equitywordl Futures Manado - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Rabu (24/4/2024) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung turun Rp5.000 menjadi Rp1.320.000.

Penyusutan harga ini terjadi selama tiga hari beruntun setelah harga emas antam menembus level All Time High pekan lalu. Dalam tiga hari, harga emas Antam sudah turun Rp 27.000 per gram.

Begitu pula untuk harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) turun Rp5.000 dibandingkan satu hari sebelumnya ke Rp1.218.000 per gram.

Harga emas antam yang lanjut koreksi seiring dengan harga emas dunia yang kemarin juga menyusut. 

Baca : The Fed Gak Ngaruh! Harga Emas Dunia Melesat 1%

Melansir data Refinitiv, pada perdagangan Selasa (23/4/2024) harga emas berakhir di US$ 2.321,81 per troy ons, melemah 0,19% dibandingkan sehari sebelumnya. Posisi penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 4 April 2024 atau hampir 3 minggu.

Harga emas yang mendingin dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mulai mereda setelah Iran meremehkan serangan Israel di wilayahnya minggu lalu dan mengatakan pihaknya tidak berencana untuk menanggapi-nya.

Emas adalah aset aman sehingga dicari saat ketegangan geopolitik meningkat, seperti yang terjadi di Timur Tengah pekan lalu.

"Risiko terkait ketidakpastian di Timur Tengah sudah mereda. Kondisi ini membuat pasar ramai-ramai menjual emas. Pertanyaannya, harga emas melemah sampai kapan?" tutur analis dari TD Securities, Daniel Ghali dikutip dari Reuters.


CNBC INDONESIA RESEARCH

Senin, 22 April 2024

IHSG Galau Jelang Putusan MK, 5 Saham Ini Jadi Penahannya

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau cenderung mendatar pada perdagangan sesi I Senin (22/4/2024), di tengah sedang berlangsungnya sidang pembacaan putusan sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Pada pembukaan sesi I hari ini, IHSG dibuka menguat 0,23% ke posisi 7.103,27. Namun per pukul 09:43 WIB, IHSG cenderung turun tipis 0,04% ke 7.084,14.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 2,4 triliun dengan melibatkan 6,3miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 351.556 kali.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penahan koreksi IHSG pada sesi I hari ini, yakni mencapai 1,15%.

Beberapa saham juga menjadi penopang IHSG di sesi I hari ini. Berikut daftar sahamnya.

 Baca : Harga Emas Mulai Dingin, Jadi Segini Harganya!

Saham petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 3,2 indeks poin.

Diperkirakan pergerakan IHSG pada hari ini cenderung volatil di tengah pembacaan putusan sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2024 akan digelar pada hari ini mulai pukul 09.00 WIB.

Ada dua putusan yang akan dibacakan Mahkamah Konstitusi (MK) yakni terhadap permohonan dari Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud. Sidang tersebut akan dilakukan pada ruangan yang sama.

Selain itu, investor juga akan memantau rilis data dari dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data perdagangan internasional Indonesia periode Maret 2024.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 10 lembaga memperkirakan surplus neraca perdagangan pada Maret 2024 akan mencapai US$ 1,54 miliar.

Surplus tersebut naik tipis dibandingkan Februari 2024 yang mencapai US$ 0,87 miliar. Jika neraca perdagangan kembali mencetak surplus maka Indonesia sudah membukukan surplus selama 47 bulan beruntun.

Investor juga masih memantau perkembangan dari ketegangan di Timur Tengah. Melansir ABC News, pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengatakan Israel meluncurkan rudal sebagai serangan balasan terhadap Iran pada Jumat dini hari lalu.

Menanggapi masalah ini, Iran mengaktifkan sistem pertahanan udaranya di beberapa kota untuk mengantisipasi serangan rudal balasan atas serangan drone dan rudal tanpa awak yang dilancarkan oleh negara tersebut pada Sabtu lalu.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

Emiten Grup Kresna (DMMX) Digembok Bursa, Sahamnya Anjlok 46,54%

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara terhadap saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX) dan membuka penghentian sementara terhadap PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO) pada perdagangan Senin (22/4/2024).

Adapun DMMX, yang merupakan emiten platform digital trade Grup Kresna, disuspensi karena terjadi penurunan harga yang signifikan. Sebagai perlindungan bagi investor, bursa mensuspensi DMMX di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan 22 April 2024 sampai pengumuman lebih lanjut.

Mengutip RTI Business, DMMX ambles 7,61% ke harga 85 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (19/4/2024). Dalam seminggu terakhir, saham DMMX terkoreksi 14,14%. Bahkan, dalam sebulan terakhir saham DMMX tercatat ambrol 46,54%.

Baca : Harga Emas Mulai Dingin, Jadi Segini Harganya!

Sementara itu, saham EURO, yang merupakan perusahaan produsen kosmetik dan perlengkapan rumah tangga sempat disuspensi pada tanggal 19 April 2024 karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Langkah tersebut dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, khususnya pemegang saham EURO.

Mengutip RTI, saham EURO meroket 85,32% selama sebulan terakhir dan naik 33,77% selama sepekan terakhir.

Usai dibuka dari suspensi, saham EURO sempat melambung ke posisi 222 pada perdagangan sesi I Senin (22/4/2024). Namun, per pukul 10.18 WIB, EURO ambles 0,99% ke posisi 200.

 

cnbcindonesia.com/market

 

Jumat, 19 April 2024

Rupiah Ambruk Lagi, Ada Bank Siap Beli Dolar Rp16.275

PT. Equityworld Futures Manado - Setelah berhasil menguat, nilai tukar rupiah ambruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Jumat (19/4/2024). Mengutip Refinitiv pada Jumat (19/4/2024) pada pukul 13.00 WIB, mata uang rupiah menyentuh Rp16.280 per dolar AS atau melemah 0,68%.

Mata uang Garuda hari ini ambruk karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi pasar yang mulai pudar akan pemangkasan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).

Baca : The Fed Gak Ngaruh! Harga Emas Dunia Melesat 1%

Lantas, berapa kurs dolar AS di big bank RI hari ini? Berikut kurs dolar AS di bank nasional Indonesia per Jumat (19/4/2024).

BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menetapkan per Jumat (19/4/2024) pukul 13.22 WIB:

E-Rate

-Beli: Rp16.270

-Jual: Rp16.290

TT Counter

-Beli: Rp16.135

-Jual: Rp16.435

Bank Notes

-Beli: Rp16.135

-Jual: Rp16.435

Bank Mandiri

Bank pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menetapkan per pukul 10.24 WIB:

Special Rate

-Beli: Rp16.235

-Jual: Rp16.255

TT Counter

-Beli: Rp16.100

-Jual: Rp16.425

Bank Notes

-Beli: Rp16.100

-Jual: Rp16.425

BNI

Bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan per 07.00 WIB:

Special Rates

-Beli: Rp16.268

-Jual: Rp16.268

TT Counter

-Beli: Rp16.165

-Jual: Rp16.395

Bank Notes

-Beli: Rp16.165

-Jual: Rp16.395

BRI

Bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan per 13.06 WIB:

Special Rate

-Beli: Rp16.268

-Jual: Rp16.293

TT Counter

-Beli: Rp16.205

-Jual: Rp16.355

CIMB Niaga

Bank swasta PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) menetapkan per 13.30 WIB:

Indicative Rate

-Beli: Rp16.155

-Jual: Rp16.170

Permata Bank

Bank swasta PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menetapkan per 13.30 WIB:

Bank Notes

-Beli: Rp16.275

-Jual: Rp16.290

UOB Indonesia

Bank asal Singapura PT UOB Indonesia menetapkan per 08.47 WIB:

Bank

-Beli: Rp15.893

-Jual: Rp16.708



cnbcindonesia.com/market

Iran-Israel Panas Bikin Harga Minyak Mendidih, Apa Kabar Saham Energi?

PT. Equityworld Futures Manado - Harga energi global terpantau bergairah dalam beberapa hari terakhir, merespons dari panasnya kembali geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Jumat (19/4/2024), harga minyak mentah dunia terpantau menguat. Per pukul 14:02 WIB, harga minyak jenis Brent melesat 1,13% ke posisi US$ 88,09 per barel, sedangkan harga minyak jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) melonjak 1,18% menjadi US$ 83,81 per barel.

Sementara untuk harga batu bara pada perdagangan Kamis kemarin ditutup melompat 1,5% menjadi US$ 141 per ton.

Meski harga energi global cenderung bergairah, tetapi saham-saham di RI justru mengalami koreksi. Hanya beberapa yang 'tersengat' naiknya harga minyak dan batu bara.

Di sebelas saham minyak dan gas bumi (migas) beserta transportasinya, terpantau hanya empat yang berhasil menguat, dengan saham PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) menjadi yang paling kencang penguatannya yakni mencapai 3,67% ke Rp 1.555/saham.

Baca : The Fed Gak Ngaruh! Harga Emas Dunia Melesat 1%

Sedangkan di saham batu bara RI, dari 20 saham, hanya tiga yang mampu menghijau yakni saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menguat 0,13% ke Rp 19.100/saham, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) yang melonjak 1,4% menjadi Rp 436/saham, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang melompat 1,47% ke Rp 2.770/saham,

Dalam perkembangan terbaru, pejabat Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi Israel telah meluncurkan serangan ke Iran. Pemerintah Negeri Paman Sam telah diberi tahu sebelumnya.

Melansir laporan The Guardianyang mengutip pejabat tersebut, Israel telah memperingatkan pemerintahan Joe Biden pada Kamis kemarin bahwa serangan akan datang pada 24-48 jam mendatang.

Sementara itu, menurut CNN International, Israel meyakinkan rekan-rekan mereka di AS bahwa fasilitas nuklir Iran tidak akan menjadi sasaran.

Adapun media pemerintah Iran hanya mengonfirmasi bahwa pertahanan udara melepaskan tembakan ke drone di provinsi Isfahan, dan menjatuhkannya.

Ada juga laporan Iran mengenai pertahanan udara yang telah aktif di sekitar Tabriz.

Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan kepada ABC News, CBS News, dan CNN bahwa Israel telah meluncurkan serangan balasan ke Iran.

Adapun hingga saat ini belum ada konfirmasi langsung dari pihak Iran maupun Israel.

"kami tidak punya komentar untuk saat ini,"kata militer Israel kepadaAssociated Press (AP)dan AFP

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Kamis, 18 April 2024

Airlangga: Pelemahan Rupiah Tak Seburuk Baht, Ringgit & Yuan

 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers terkait Perkembangan Isu Perekonomian Terkini di Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pada Kamis (18/4/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT. Equityworld Futures Manado - Pemerintah memastikan pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami rupiah. Dolar Amerika Serikat (AS) begitu perkasa sehingga memaksa hampir seluruh mata uang di dunia bertekuk lutut.

Pasca libur Lebaran, rupiah melemah hingga menembus Rp16.250 per dolar AS. Rupiah dibandingkan negara setara, masih cukup baik.

"Jadi dibandingkan peer country, kita lebih aman," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Kamis (18/4/2024)

Negara yang dimaksud Airlangga antara lain Thailand dengan mata uang Baht, Malaysia Ringgit dan China Yuan.

Baca : Rehat Dulu, Harga Emas Dunia Melemah Usai Terus Cetak Rekor 

"Turunnya Indonesia tidak sedalam yang lain jadi kita walau turun di atas China, Thailand maupun Malaysia," ujarnya.

Pelemahan rupiah disebabkan oleh situasi global yang memburuk. Antara lain dari Amerika Serikat (AS). Data terbaru menunjukkan, inflasi belum kembali sesuai target bank sentral yakni di kisaran 2%. Hal ini membuat keraguan adanya penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS Federal Reserve (the Fed).

Masalah yang membuat gejolak di pasar keuangan adalah ketegangan di Timur Tengah. Situasi ini akan meningkatkan ketidakpastian global sehingga investor menahan diri atau memilih instrument aset aman atau safe haven.

 

 

cnbcindonesia.com/market

Selasa, 16 April 2024

Dolar Tembus Rp 16.000, Eks Menkeu Beberkan Opsi Terbaik Buat RI

 Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro buka suara mengenai kemungkinan Bank Indonesia (BI) menaikan tingkat suku bunga BI Rate di tengah harga dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp 16.000/US$.

Bambang mengatakan BI harus benar-benar memperhitungkan dampak dari kenaikan suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Apa yang bisa dilakukan Bank Indonesia? Tentunya kalau menaikan tingkat bunga terlalu cepat itu harus kita hitung dampaknya terhadap ekonomi kita sendiri," kata Bambang dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, dikutip Rabu (17/4/2024).

Dia mengatakan jangan sampai kenaikan suku bunga BI itu menjadi tindakan yang sia-sia. Sebab, kata dia, saat ini dolar AS memang tengah dalam kondisi yang sangat kuat terhadap mata uang lainnya.

"Jangan sampai peningkatan suku bunga itu seperti menggarami air laut, artinya tidak berdampak karena yang lagi kuat adalah pihak dolar-nya," kata dia.

Baca : Nggak Ngaruh! Walau Fed Galak, Emas Dunia Diramal Tembus US$2.400/onz

Bambang menilai masih ada opsi selain menaikkan suku bunga untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah. Opsi itu adalah menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar.

"BI otomatis menggunakan cadangan devisa untuk memastikan kalaupun ada fluktuasi itu relatif bisa lebih stabil, artinya tidak terlalu liar dan diupayakan ada penguatan sedikit dari pelemahan yang sedang terjadi," kata dia.

Sebelumnya, mata uang Rupiah mengalami nasib buruk karena mencapai posisi terendah sejak pandemi Covid-19. Dilansir dari Refinitiv, rupiah pada Selasa (16/4/2024) ditutup di angka Rp16.170/US$ yang merupakan posisi terendah sejak 6 April 2020 atau sekitar empat tahun terakhir. Hal ini diikuti oleh kenaikan indeks dolar AS (DXY) pada 14:54 WIB sebesar 0,1% ke angka 106,31.

Selain karena sentimen suku bunga tinggi The Fed dan konflik Iran-Israel, Rupiah memiliki kecenderungan pelemahan setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri yang memiliki durasi lebih dari satu minggu. Dalam 10 tahun sejak 2014, rupiah menguat satu hari setelah libur hanya pada 2016,2019, dan 2023.

Pelemahan nilai tukar Rupiah ini serta ancaman inflasi dikhawatirkan akan membuat BI berbalik arah kembali kepada pengetatan. BI sendiri akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 April 2024 atau pekan depan.

Ekonom Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, memperkirakan ada peluang 70% jika BI menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 6,25% pada pekan depan. Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi alasan utama dari kemungkinan kenaikan tersebut.

"Rupiah bisa terus terekspos jika inflasi AS dan data tenaga kerja SS masih kuat hingga pemilihan presiden AS November mendatang," tutur Satria dalam analisanya.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan akan berkomitmen untuk terus melakukan stabilisasi pergerakan rupiah di pasar keuangan. Perry mengatakan BI juga bisa melakukan intervensi di pasar spot, hingga non-delivery forward atau NDF.

"BI selalu ada di pasar dan kami akan memastikan nilai tukar akan terjaga gitu, kita lakukan intervensi baik melalui spot maupun non delivery forward (NDF)," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Istana Kepresidenan Jakarta, seperti dikutip Rabu (17/4/2024).

"Kami jajakan koordinasi dengan pemerintah, dengan fiskal, bagaimana jaga moneter dan fiskal. Kami pastikan kami di pasar untuk melakukan langkah stabilisasi," tegas Perry.

 

 

cnbcindonesia.com/market/

 

Gegara 5 Saham Big Cap Ini, IHSG Berhasil Bangkit

 Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (1/4/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari zona koreksi pada perdagangan sesi I Rabu (17/4/2024), setelah kemarin ditutup ambruk lebih dari 1% bahkan nyaris 2%.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,46% ke posisi 7.197,64. Selang sekitar satu jam setelah sesi I dibuka, penguatan IHSG makin meningkat yakni menjadi 0,53% ke 7.202,55. Bahkan, IHSG sempat nyaris melesat 1% sekitar pukul 09:10 WIB.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini mencapai sekitar Rp 3,5 triliun dengan melibatkan 6,6miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 498.627 kali.

Selain itu, beberapa saham juga terpantau menjadi penopang IHSG di sesi I hari ini. Berikut daftarnya.

Saham perbankan raksasa yang kemarin menjadi penekan IHSG, pada hari ini menjadi penopang IHSG, dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penopang terbesar di saham perbankan raksasa yakni mencapai 14,8 indeks poin.

Namun, saham BBRI bukanlah menjadi penopang utama, di mana saham energi baru terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penopang utama IHSG di sesi I yakni mencapai 16,6 indeks poin.

Baca : Nggak Ngaruh! Walau Fed Galak, Emas Dunia Diramal Tembus US$2.400/onz

Sepertinya kemarin, investor cenderungpanicsellingdi mana saat libur Lebaran Idul Fitri 1445 H, sentimen pasar global kembali memburuk terutama diakibatkan oleh panasnya situasi di Timur Tengah.

Periode libur panjang lebaran di RI berlangsung selama tanggal 8-15 April 2024, sehingga penyesuaian pasar baru terjadi kemarin dan membuat sentimen dari global cenderung mengalamilaggingdi dalam negeri.

Bursa Efek Indonesia (BEI) pun telah buka suara kemarin soal ambruknya IHSG yang mencapai lebih dari 2% pada pembukaan perdagangan Selasa kemarin.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy mengatakan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pergerakan IHSG kemarin. Salah satunya adalah faktor global.

"Di antaranya, terjadinya peningkatan tensi politik antara negara-negara Timur Tengah pasca serangan lebih dari 300dronedan rudal oleh Iran ke Israel pada Sabtu lalu waktu setempat dan kenaikan US Treasuryyieldseiring peningkatan inflasi AS dan dinamika geopolitik," ungkap Irvan kepada wartawan, Selasa, (16/4/2024).

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

 

Emas Dunia Rekor, Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp6.000/Gram

PT. Equityworld Futures Manado - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Selasa (16/4/2024) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung melonjak Rp6.000 menjadi Rp1.321.000. Posisi ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Begitu juga dengan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.215.000 per gram.

Pergerakan harga yang didorong oleh geopolitik, yang mungkin terkait dengan pernyataan pasukan pertahanan Israel bahwa sesuatu akan terwujud di sini, kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Iran meluncurkandronedan rudal berbahan peledak pada Sabtu (13/4/2024) malam yang merupakan serangan pertama terhadap Israel oleh negara lain dalam lebih dari tiga dekade, memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Baca : Rekor Lagi! Kepada Pemilik Emas, Silahkan Berpesta Pora

Akan tetapi, DXY melonjak tinggi pada empat perdagangan terakhir dan mencapai posisi 106,205 pada Senin (15/4/024). Posisi ini sekaligus tertinggi sejak November 2023.

Menyusul imbal hasil 10 tahun Treasury mencapai level tertinggi dalam lima bulan setelah data menunjukkan penjualan ritel AS meningkat lebih dari perkiraan pada Maret, bukti lebih lanjut bahwa perekonomian telah mengakhiri kuartal pertama dengan solid.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch memperkirakan suku bunga acuan The Fed tetap dipertahankan di 5,25% - 5,5% hingga September 2024, mundur dari keyakinan sebelumnya pada Juni.

Namun, "dalam jangka pendek, harga emas bisa turun menuju US$2.200 karena premi geopolitik hilang," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

 

CNBC Indonesia Research

 

Harga Buyback Emas Antam Rekor Tertinggi, Jual Emas Bisa Cuan 155%

PT. Equityworld Futures Manado - Harga jual emas hari ini mencapai yang tertinggi sepanjang masa. Posisi tersebut efek dari harga emas dunia yang mencatatkan rekor tertinggi karena tensi geopolitik Iran-Israel yang mendidih.

Baca : Rekor Lagi! Kepada Pemilik Emas, Silahkan Berpesta Pora 

Pada perdagangan Selasa (16/4/2024) harga buyback atau jual kembali emas Antam tercatat Rp1.215.000 per gram. Lantas berapa keuntungan yang didapatkan jika menjual investasi emas saat ini?


 

Jika investasi emas atau memiliki emas sejak 15 tahun lalu maka keuntungan yang bisa didapatkan sebesar 155,79% atau Rp740.000.

Harga emas Antam berkisar Rp475.000 per gram jika membeli pada pada 15 tahun lalu, tepatnya pada Maret 2009. Sementara harga jual emas dengan harga buyback pada hari ini (2/4/2024) senilai Rp1.215.000 per gram.

Jika memiliki emas batangan selama 10 tahun, keuntungan yang bisa dikantongi sebesar Rp644.000 per gram atau 112,78%.

Bahkan jika membeli emas pada awal tahun yakni Rp1.129.000 per gram, maka jika dijual sudah untung Rp86.000. Kemudian bagi investor membeli emas pada tahun lalu sudah untung Rp147.000 per gram

Berikut tabel keuntungan yang didapatkan dari investasi emas untuk beberapa lini waktu.

Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor pada karena permintaan safe haven yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah.

Menurut data Refinitiv pada Senin (15/4/2024) harga emas dunia di pasar spot US$2.382,51 per troy ons, menguat 1,67% dibandingkan hari sebelumnya. Ini merupakan harga penutupan tertinggi sepanjang sejarah emas.



CNBC INDONESIA RESEARCH

Kamis, 04 April 2024

Sempat Melesat 1% Lebih, IHSG Tutup Sesi I Dengan Penuh Gairah

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah ke zona hijau pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (4/4/2024), di mana IHSG juga sempat melesat 1%.

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG menguat 0,84% ke posisi 7.226,99. IHSG bahkan sempat melesat 1% sekitar pukul 10:00 WIB.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 5,4 triliun dengan melibatkan 6 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 510.322 kali. Sebanyak 314 saham menguat, 271 saham melemah, dan sisanya yakni 196 saham stagnan.

Saham-saham perbankan raksasa menjadi penopang IHSG pada sesi I hari ini, dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesarnya yakni mencapai 20,8 indeks poin. Saham BBCA senditi berhasil melonjak 3,15% ke posisi Rp 9.825/unit.

Baca : Sejarah Baru! Harga Emas Rekor Lagi, Tembus US$ 2.300

IHSG menguat karena rupiah yang sebelumnya menjadi bebannya, pada hari ini juga menguat. Per pukul 12:50 WIB, rupiah menguat 0,12% ke Rp 15.896/US$.

Penguatan rupiah tak terlepas dari turunnya indeks dolar Amerika Serikat (AS). kemarin DXYturun 0,54% dan 0,19% pada 2 April 2024.

Dolar melemah karena para pelaku pasarmenganggap pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell sebagai pernyataan yang meyakinkan tentang kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini sambil menunggu pembacaan pasar tenaga kerja AS terbaru.

Powell menyampaikan pernyataan yang seimbang dengan menyatakan bahwa pembuat kebijakan akan dipandu oleh data ekonomi.

Investor berfokus pada pandangannya bahwa angka-angka terbaru tidak mengubah pandangannya secara luas, dan pengingatnya bahwa "sebagian besar peserta FOMC melihat hal ini sebagai hal yang tepat untuk mulai menurunkan suku bunga kebijakan pada suatu saat di tahun ini."

"Pidato tersebut secara luas menegaskan bahwa The Fed berada di jalur yang tepat untuk menurunkan suku bunganya tahun ini, dengan data yang menentukan waktunya. Kami pikir pada bulan Juli, (Fed) kemungkinan akan memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mulai menurunkan suku bunganya," kata analis di ANZ.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Ini Penyebab IHSG Berhasil Rebound & Sempat Melesat 1%

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah ke zona hijau pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (4/4/2024), di mana IHSG juga sempat melesat 1%.

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG menguat 0,84% ke posisi 7.226,99. IHSG bahkan sempat melesat 1% sekitar pukul 10:00 WIB.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 5,4 triliun dengan melibatkan 6 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 510.322 kali. Sebanyak 314 saham menguat, 271 saham melemah, dan sisanya yakni 196 saham stagnan.

Ada beberapa penyebab IHSG berhasil rebound pada sesi I hari ini. Pertama, saham-saham perbankan raksasa yang tentunya menjadi penggerak utama IHSG, pada sesi I hari ini secara mayoritas bergerak menghijau, berlawanan dengan beberapa hari lalu yang terkoreksi.

Baca : Sejarah Baru! Harga Emas Rekor Lagi, Tembus US$ 2.300

Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesarnya yakni mencapai 20,8 indeks poin. Saham BBCA senditi berhasil melonjak 3,15% ke posisi Rp 9.825/unit.

Kedua, yakni menguatnya rupiah. Beberapa hari sebelumnya, rupiah yang terus tertekan membuat IHSG ikut tertekan. Alhasil saat rupiah berhasil rebound, IHSG pun mengekor.

Rupiah berhasil menguat karena turunnya indeks dolar Amerika Serikat (AS). kemarin DXYturun 0,54% dan 0,19% pada 2 April 2024.

Ketiga, sepertinya investor mulai mengoleksi kembali saham-saham RI, terutama saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) dan mereka menilai bahwa saham-saham tersebut sudah terkoreksi cukup dalam, sehingga ada level bottom sementara.

Keempat, yakni cenderung membaiknya sentimen pasar global, setelah Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mulai meyakinkan pasar tentang kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini sambil menunggu pembacaan pasar tenaga kerja AS terbaru.

Powell menyampaikan pernyataan yang seimbang dengan menyatakan bahwa pembuat kebijakan akan dipandu oleh data ekonomi.

Investor berfokus pada pandangannya bahwa angka-angka terbaru tidak mengubah pandangannya secara luas, dan pengingatnya bahwa "sebagian besar peserta FOMC melihat hal ini sebagai hal yang tepat untuk mulai menurunkan suku bunga kebijakan pada suatu saat di tahun ini."

"Pidato tersebut secara luas menegaskan bahwa The Fed berada di jalur yang tepat untuk menurunkan suku bunganya tahun ini, dengan data yang menentukan waktunya. Kami pikir pada bulan Juli, (Fed) kemungkinan akan memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mulai menurunkan suku bunganya," kata analis di ANZ.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

Selasa, 02 April 2024

Nggak Bosan Buat Rekor! Harga Emas Pagi Ini Tertinggi dalam Sejarah

PT. Equityworld Futures Manado - Harga emas mengawali perdagangan pekan ini dengan kembali menguat dan mencetak rekornya lagi hari ini.

Pada perdagangan Senin (1/4/2024) per pukul 05:28 WIB, harga emas di pasar spot menguat 0,41% di posisi US$ 2.241,55 per troy ons. Harga tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang masa sementara. Harga emas masih bisa terbang atau melemah menjelang penutupan nanti malam.

Pada perdagangan Kamis pekan lalu (28/3/2024), harga emas ditutup di posisi US$ 2.232,38 per troy ons. Harganya terbang 1,75%.
Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sepanjang masa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, emas juga ditutup di level US$ 2.200 di harga penutupan.
Sebelumnya, pada 21 Maret 2024, emas memang menyentuh level US$ 2.200 tetapi hanya terjadi di intraday.

Sepanjang Maret 2024, rekor harga emas sudah terpatahkan sebanyak 10 kali karena harga terus melonjak.

Sepanjang pekan lalu, harga emas dunia terpantau melonjak 3,15% secara point-to-point. Sedangkan selama sebulan terakhir, harga emas dunia sudah melejit 9,26%.

Baca : Harga Emas Meledak, Waktunya Jual atau Tetap Simpan?

Harga emas yang mencapai rekor tanpa adanya indikasi data signifikan membuat pelaku pasar bertanya-tanya. Commerzbank mengatakan bahwa tingginya kenaikan harga emas pada Maret masih menjadi misteri. Terlebih, harga emas naik di tengah masih hawkishnya pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Commerzbank mencatat bahwa kenaikan logam tersebut sejak awal bulan, sekitar 5-8%, masih menjadi misteri. Di sisi lain, Commerzbank memandang bahwa ada potensi terbatas untuk keuntungan lebih lanjut.

"Sulit untuk menemukan penjelasan yang meyakinkan untuk kemajuan ini. Harapan pemotongan suku bunga AS, yang telah menjadi pendorong utama harga emas selama setahun setengah terakhir, sedikit meningkat di paruh pertama Maret, tetapi tidak cukup untuk menjelaskan besarnya pemulihan emas," tulis para analis yang dikutip dari Reuters.

Bagaimana Emas Pekan Ini?

Harga emas kembali terbang pada pagi hari ini karena data inflasi AS yang sesuai harapan. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) -  tidak termasuk makanan dan energi- pada Februari 2024 tercatat 2,8% secara tahunan dan naik 0,3% dari bulan lalu. Kedua angka tersebut sesuai dengan perkiraan Dow Jones.

Termasuk biaya pangan dan energi yang berfluktuasi, angka utama PCE menunjukkan kenaikan sebesar 0,3% pada bulan ini dan 2,5% pada tingkat 12 bulan, dibandingkan perkiraan sebesar 0,4% dan 2,5%.

Meskipun The Fed mempertimbangkan kedua ukuran tersebut ketika membuat kebijakan, mereka menganggap inflasi inti sebagai ukuran yang lebih baik untuk mengukur tekanan inflasi jangka panjang. The Fed menargetkan inflasi tahunan sebesar 2%, sementara inflasi PCE inti belum pernah berada di bawah level tersebut dalam tiga tahun.

Pergerakan harga emas akan mendapat tantangan dari data-data tenaga kerja AS pekan ini, di mana salah satunya yakni data penggajian non-pertanian (non-farm payroll/NFP).

Pada Selasa besok, AS akan merilis pembukaan lapangan kerja JOLTS periode Februari 2024.

Konsensus pasar dalam Trading Economics memperkirakan pembukaan lapangan kerja JOLTS akan cenderung menurun menjadi 8,79 juta lapangan kerja, turun dari Januari lalu sebanyak 8,86 juta lapangan kerja.

Jika data tersebut benar demikian, maka sektor tenaga kerja di AS cenderung mulai mendingin, meski data tenaga kerja lainnya masih berpotensi panas.

Kemudian pada Jumat mendatang, AS juga akan merilis data tenaga kerja lainnya yakni data penggajian non-pertanian (non-farming payroll/NFP) periode Maret 2024.

Konsensus pasar Trading Economics memperkirakan NFP AS cenderung menurun menjadi 200.000, dari sebelumnya pada Februari lalu sebesar 275.000.

Jika benar demikian, maka ini menjadi terendah dari rata-rata tiga bulan terakhir sebesar 265.000.

Namun, jika kedua data tenaga kerja tersebut sesuai dengan prediksi pasar, maka hal ini menandakan data tenaga kerja AS mulai bervariasi. Tetapi, secara menyeluruh data tenaga kerja AS masih cukup panas.
Data tenaga kerja akan menjadi pertimbangan Teh Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.

erdasarkan perangkat CME FedWatch, trader melihat peluang 70% bahwa The Fed akan memulai siklus pelonggarannya pada pertemuan Juni.

Di lain sisi, harga emas kembali bergairah di tengah melandainya indeks dolar AS pada hari ini. Per pukul 05:40 WIB, indeks dolar AS melandai tipis 0,07% ke posisi 104,47.

Turunnya dolar AS membuat harga emas semakin menarik karena pembeliannya dikonversi dalam dolar. Dengan dolar AS yang semakin murah, maka masyarakat bisa membelinya, meski harga emas saat ini masih cukup tinggi

CNBC INDONESIA RESEARCH

Rekor Harga Emas Bikin Kantong Warga RI Tekor

PT. Equityworld Futures Manado - Kenaikan harga emas yang telah menyentuh angka rekor sepanjang masa dalam beberapa waktu ini turut berpengaruh terhadap harga-harga di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga emas turut memberikan andil yang tidak sedikit terhadap inflasi bulan Maret 2024.

BPS mencatat inflasi Indonesia secara month to month (mtm) pada Maret mencapai 0,52%. Inflasi ini didorong oleh seluruh komponen terutama, komponen harga bergejolak.

"Inflasi secara month to month menurut komponen inflasi pada Maret 2024 sebesar 0,52% didorong oleh seluruh komponen terutama komponen harga bergejolak," kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin, (1/4/2024).

Amalia mengatakan komponen inflasi inti mencapai 0,23% dan memberikan andil sebesar 0,15% pada inflasi bulan Maret. "Komoditas yang dominan memberikan inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan, minyak goreng dan nasi serta lauk," kata dia

Baca : Harga Emas Meledak, Waktunya Jual atau Tetap Simpan?

Amalia melanjutkan inflasi yang terjadi pada emas perhiasan tersebut tentu sangat berkaitan dengan harga emas dunia yang terus naik. Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, harga emas hari ini di pasar spot menguat 0,41% di posisi US$ 2.241,55 per troy ons. Harga tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang masa sementara. Harga emas masih bisa terbang atau melemah menjelang penutupan nanti malam.

Amalia berkata terbangnya harga emas global itu disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya ekspektasi terhadap suku bunga acuan Amerika Serikat, lalu pinjaman perbankan dan kondisi geopolitik yang memanas.

"Permintaan pada investasi yang aman meningkat di tengah ketidakpastian global," kata dia.

Amalia mengakui kenaikan harga emas bulan Maret memang relatif lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Meski demikian, dia mengatakan inflasi akibat emas perhiasan pernah mencapai rekor pada Maret 2022, yaitu 4,04%.

"Jadi tentunya harga emas perhiasan ini sangat dipengaruhi oleh emas global," kata dia.

 

cnbcindonesia.com/news