
Rabu, 23 Juli 2025 – Harga minyak dunia bergerak stabil di sesi Eropa setelah mengalami tekanan selama tiga hari sebelumnya. Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke arah perkembangan terbaru dalam negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan mitra utama, yang menjadi penentu utama arah pasar energi.
Brent crude diperdagangkan sedikit di bawah $69 per barel, sementara WTI bertahan di sekitar $65,18. Sebelumnya, pernyataan Presiden Donald Trump mengenai tercapainya kesepakatan dengan Jepang dan Filipina berhasil mendorong reli di pasar saham Asia dan berjangka AS.
Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan rencana pembicaraan lanjutan dengan Tiongkok di Stockholm pekan depan. Agenda tersebut kemungkinan akan mencakup isu yang lebih luas, termasuk pembelian minyak oleh Beijing dari negara-negara yang terkena sanksi seperti Rusia dan Iran.
Sepanjang Juli, harga minyak cenderung bergerak dalam rentang sempit, berbanding terbalik dengan gejolak di bulan Juni akibat konflik Iran-Israel. Brent masih mencatat penurunan sekitar 8% secara tahunan, dipengaruhi oleh kekhawatiran bahwa kebijakan tarif AS bisa mengurangi permintaan global, ditambah meningkatnya pasokan dari negara-negara OPEC+.
“Kini fokus tertuju pada tenggat 1 Agustus, di mana AS bisa mulai menerapkan tarif balasan,” ujar Harry Tchilinguirian dari Onyx Capital Group. “Setelah kesepakatan dengan Jepang, pertanyaannya adalah: apakah Uni Eropa akan jadi berikutnya?”
Sementara itu, data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan sedikit penurunan stok minyak mentah AS, meskipun persediaan sulingan justru meningkat. Data resmi dari pemerintah AS dijadwalkan akan dirilis hari ini, dan berpotensi memicu volatilitas lanjutan di pasar energi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar