Selasa, 26 Maret 2024

OJK Bocorkan Banyak Merger Bank Tahun Ini

PT. Equityworld Futures Manado - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk memperkuat bank perekonomian rakyat (BPR). Dalam hal ini, otoritas menargetkan dapat mengurangi jumlah BPR menjadi 1.000 pada tahun 2027.

Sepanjang tahun ini, OJK telah menutup sebanyak 7 BPR. Semuanya bangkrut akibat fraud dari para pengurusnya.

Di samping itu, OJK juga mendorong konsolidasi dalam rangka memangkas jumlah BPR. Dian mengatakan tahun ini akan ada aksi penggabungan atau merger antara BPR.

"Akan ada tentu. Akan ada, cukup lumayan banyak [jumlahnya]," kata Dian di Gedung DPR, Selasa (26/3/2024) saat ditanya mengenai aksi merger BPR tahun ini.

Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mendapat anggaran untuk menyelamatkan sebanyak 12 Bank Perekomian Rakyat (BPR) tahun ini. Lantas, kemungkinan masih ada sekitar 5 BPR lagi yang akan ditutup.

 Baca : Gak Lama Lagi Harga Emas Diramal Bisa Tembus US$ 2.300

Namun begitu, Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan itu tergantung dengan keadaan, bisa saja lebih sedikit atau banyak yang akan jatuh. Belum lagi, ada program konsolidasi BPR dari OJK.

"Di anggaran kita 5 lagi, kita dianggarkan kan 12 [BPR] karena dari tahun ke tahun biasanya 7-8 per tahun. Ini ada program semacam konsolidasi, jadi kita dapat angka dari OJK sekitar 12 waktu itu, ya. Tapi mungkin juga akan bergeser bisa lebih bisa kurang. Kita tunggu perkembangan yang ada," ujar Purbaya usai Rapat Kerja Komisi XI dengan Ketua DK LPS, Selasa (26/3/2024).

Mengingatkan saja, tahun lalu telah terjadi merger besar-besaran atas 10 BPR yang dipimpin oleh PT Modern Multiartha (MMA).

Adapun 10 BPR adalah PT BPR Modern Express, PT BPR Irian Sentosa, PT BPR Palu Lokadana Utama, PT BPR Modern Express Jateng, PT BPR Modern Express NTT, PT BPR Modern Express Sultra, PT BPR Modern Express Sulawesi Selatan, PT BPR Modern Express Papua Barat, PT BPR Modern Express Maluku Utara, dan PT BPR Modern Express Sulut. Kesepuluh BPR tersebut tersebar di 10 provinsi yang berbeda.

Semua BPR tersebut akan merger menjadi satu entitas dimana yang akan menerima penggabungan adalah BPR Modern Express. Setelahnya, PT Modern Multiartha akan menjadi pemegang saham pengendali BPR hasil merger ini dengan kepemilikan sebesar 91,4%.

 

cnbcindonesia.com/market

 

Minyak Dibayangi Serangan Ukraina ke Rusia, WTI & Brent di Zona Merah

PT. Equityworld Futures Manado - Harga minyak mentah melemah, terkoreksi selama dua hari berturut-turut. Pelemahan terjadi seiring investor meninjau ulang dampak yang diakibatkan serangan kilang minyak Rusia oleh Ukraina baru-baru ini.

Pada awal perdagangan hari ini Rabu (27/3/2024), harga minyak mentah WTI dibuka melemah 0,64% ke posisi US$81,1 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent berada di zona merah atau turun 0,63% di posisi US$85,7 per barel.

Harga minyak mengalami penurunan setelah pemerintah Rusia memerintahkan perusahaan untuk memangkas produksi pada kuartal kedua untuk memenuhi target 9 juta barel per hari (bph) sesuai perjanjian dengan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC+).

Rusia, salah satu dari tiga produsen minyak terbesar di dunia dan salah satu eksportir produk minyak terbesar, juga sedang menghadapi serangkaian serangan baru-baru ini terhadap kilang minyaknya oleh Ukraina. Rusia pun telah melancarkan sendiri terhadap infrastruktur energi Ukraina.

Kapasitas pemurnian minyak Rusia yang ditutup akibat serangan telah mencapai 14% dari total kapasitas negara tersebut, menurut perhitungan Reuters menunjukkan pada Selasa kemarin.

"Bahan bakar minyak mendapat dukungan dari ketersediaan yang berkurang di pasar global dari ekspor Rusia yang dibatasi yang telah tersaring ke Amerika Serikat," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

Baca juga : Harga Emas Naik Pelan-Pelan. Tunggu Aba-Aba The Fed untuk Terbang

Analisis Facts Global Energy (FGE) mengatakan mereka memperkirakan penurunan struktural dalam operasi kilang minyak Rusia dan terlihat masih sulit untuk mencapai level 2023 bahkan di paruh kedua tahun ini.

Adapun perdagangan agak sepi menjelang data yang dapat memberikan wawasan tentang kapan bank sentral mungkin mulai melakukan pemangkasan suku bunga, yang sering meningkatkan permintaan minyak.

Pembacaan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) periode Februari, pengukur inflasi pilihan Federal Reserve AS, dijadwalkan pada hari Jumat, ketika pasar tutup untuk libur Jumat Agung.

"Federal Reserve telah menjanjikan pemangkasan ini tetapi tidak ada jaminan bahwa itu akan disampaikan segera, jadi pasar bertransaksi dengan hati-hati," kata Frank Monkam, manajer portofolio senior Antimo LLC.

Sementara itu, dolar AS yang sedikit melemah memberikan sedikit dukungan bagi harga minyak. Dolar yang lemah biasanya membuat minyak lebih murah bagi pembeli minyak yang memiliki mata uang lain.

OPEC+ kemungkinan tidak akan membuat perubahan kebijakan produksi minyak sampai pertemuan penuh menteri pada Juni, tiga sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters menjelang pertemuan menteri minggu depan yang tidak diharapkan membuat rekomendasi kebijakan.

Ketidakpastian geopolitik yang meningkat karena konflik Israel-Gaza terus berlanjut juga diharapkan mempertahankan tingkat harga. Militan Houthi yang didukung Iran pada Selasa mengatakan mereka telah melancarkan enam serangan terhadap kapal di Teluk Aden dan Laut Merah dalam 72 jam terakhir.

Persediaan minyak mentah dan distilat AS naik pekan lalu, sementara persediaan bensin turun, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute.

Stok minyak mentah naik sebesar 9.3 juta barel dalam minggu yang berakhir pada 22 Maret, kata sumber-sumber itu dengan syarat anonimitas. Persediaan bensin turun sebesar 4.4 juta barel, dan stok distilasi naik sebesar 531.000 barel. 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

research@cnbcindonesia.com

 

 

Ada Sidang Perdana MK Anies Baswedan, IHSG di Buka Galau

 Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka cenderung naik tipis atau galau pada perdagangan sesi I Rabu (27/3/2024), menjelang sidang perdana sengketa hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

IHSG dibuka naik tipis 0,04% ke posisi 7.368,57. Selang lima menit setelah dibuka, IHSG cenderung mendatar di sekitar posisi 7.368.

Nilai transaksi indeks pada awal perdagangan sesi I hari ini mencapai sekitar Rp 204,79 miliar dengan melibatkan 265 juta saham yang berpindah tangan sebanyak 14.098 kali.

IHSG cenderung menguat meski masih tipis-tipis menjelang sidang perdana sengketa atau perselisihan hasil pemilu (PHPU) 2024di MK.

Hal tersebut dituangkan dalam Peraturan MK Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tahapan, Kegiatan, dan Jadwal PHPU 2024. Beleid itu diteken Ketua MK Suhartoyo tertanggal 18 Maret 2023.

"Pemeriksaan pendahuluan, memeriksa kelengkapan, dan kejelasan materi permohonan serta memeriksa dan mengesahkan alat bukti pemohon," bunyi beleid tersebut.

Baca juga : Harga Emas Naik Pelan-Pelan. Tunggu Aba-Aba The Fed untuk Terbang

Ada dua sidang PHPU terkait pilpres yang digelar pada hari ini. Sidang pertama adalah pemeriksaan pendahuluan untuk tim pasangan calon (paslon) nomor urut 1 presiden-wakil presiden (wapres) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

Sedangkan sidang kedua untuk tim paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dijelaskan, MK mempunyai waktu maksimum 14 hari kerja untuk memeriksa sengketa Pemilu 2024 sebelum membacakan putusan.

Meskipun sidang perdana digelar pada 27 Maret, tetapi argo 14 hari kerja itu sudah terhitung sejak 25 Maret. Sebab, tanggal tersebut ditetapkan sebagai tanggal registrasi perkara.

Meski begitu, dalam sidang sengketa Pilpres 2024 nanti, Anwar sendiri sudah dinyatakan tidak boleh terlibat. Hal itu sesuai dengan bunyi Putusan Majelis Kehormatan MK yang menjatuhkan sanksi pencopotan atas Anwar Usman sebagai Ketua MK pada 7 November 2023.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran secara resmi mendaftar menjadi pihak terkait gugatan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang diajukan oleh kubu Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud ke Mahkamah Konstitusi (MK)pada Sabtu lalu.

Tim Pembela Hukum Prabowo-Gibran yang diketuai Yusril Ihza Mahendra siap menghadapi gugatan yang diajukan Anies-Muhaimin dan Ganjar Mahfud.

Sidang MK diharapkan sudah ketok palu pada 22 April mendatang.

Sidang perdana sengketa Pilpres di MK potensi memberikan tekanan bagi pasar lantaran tensi politik dalam negeri kembali meningkat.

CNBC Indonesia Research

 

 

Senin, 25 Maret 2024

Harga Lagi Anjlok, Ada yang Borong Saham Emiten Prajogo Pangestu

PT Equityworld Futures Manado - Dua petinggi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melaporkan pembelian saham perusahaan. Terbaru, Komisaris Utama Erwin Ciputra memborong 300.000 lembar saham. 

Transaksi tersebut dilakukan pada 21 Maret 2023 dalam tiga kali tahap. Sebanyak 100.000 lembar dibeli dengan harga Rp 4.860, 100.000 lembar lainnya Rp 4.950, dan terakhir pada harga Rp 5.050. Dengan demikian, setidaknya Erwin telah mengeluarkan Rp 1,49 miliar dalam aksinya. 

Sebelum transaksi, kepemilikan saham Erwin Ciputra di Petrindo Jaya Kreasi yakni 900 ribu lembar saham. Setelah transaksi, Direktur Utama Chandra Asri Pacific ini meningkat jadi 1,2 juta saham setara 0,01% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan perseroan.

Baca : Gak Lama Lagi Harga Emas Diramal Bisa Tembus US$ 2.300

Tujuan dari transaksi yaitu untuk investasi dengan status kepemilikian langsung," kata Sekretaris Perusahaan CUAN, Robertus Maylando Siahaya dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (27/3). 

Pada 19 Januari 2024, Erwin juga sempat menambah 100.000 saham CUAN miliknya pada harga Rp 8.850. Dengan demikian, sepanjang tahun ini Erwin telah belanja saham CUAN senilai Rp 2,37 miliar.

Sementara itu, sebelum Erwin, Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael juga mengakumulasi saham CUAN miliknya. Dia membeli 2.000 lembar saham CUAN pada harga Rp 4.650 dan 36.000 saham pada harga Rp 5.050. Transaksi dilakukan pada 20 Maret 2024 dan 21 Maret 2024. 

Michael pada awal tahun ini juga sempat memborong 21.800 saham CUAN dengan harga Rp 8.850 pada 19 Januari 2024. Dengan demikian sepanjang tahun berjalan, hingga 27 Maret 2024, Michael telah merogoh kocek senilai Rp 384,03 juta.

Adapun sepanjang tahun ini, hingga perdagangan kemarin, Rabu (26/3/2024), saham CUAN telah mengalami koreksi 62,38%. Pada awal Januari 2024, saham emiten Prajowo Pangestu ini sempat diperdagangkan dengan harga Rp 13.425.

 

 

 cnbcindonesia.com/market

 

Jumat, 22 Maret 2024

BI Catat Uang Beredar di RI Saat Pilpres 2024 Tembus Rp 8.739,6 T

PT. Equityworld Futures Manado - Bank Indonesia (BI) likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2024 tumbuh positif. Posisi M2 pada Februari 2024 tercatat sebesar Rp8.739,6 triliun atau tumbuh 5,3% (yoy).

Erwin Haryono, Kepala Departemen Komunikasi BI, mengatakan posisi M1 ini relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 5,4% (yoy).

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 5,2% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,3% (yoy)," ujar Erwin, Jumat (22/3/2024).

Baca : Harga Emas Mulai Turun Usai Cetak Rekor, Kehabisan Tenaga?

Perkembangan M2 pada Februari 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. Penyaluran kredit pada Februari 2024 tumbuh sebesar 11,0% (yoy), relatif terjaga dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,5% (yoy).

Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 2,3% (yoy), setelah tumbuh sebesar 4,8% (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) terkontraksi sebesar 1,0% (yoy), setelah tumbuh sebesar 1,9% (yoy) pada Januari 2024.

Lebih lanjut, penghimpunan DPK pada Februari 2024 tercatat sebesar Rp 8.193 triliun atau tumbuh 5,4%. Ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya, yakni 5,8% (yoy). 

"Perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi sebesar 8,6% (yoy) dan perorangan 3,2% (yoy)," kata Erwin.

 

cnbcindonesia.com/market

Saham BBTN Tiba-Tiba Terbang 8% Setelah Cum Date Dividen

PT. Equityworld Futures Manado - Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mendadak terbang 8,1% pada sesi II perdagangan hari ini, Jumat (22/3/2024).

Hingga pukul 14.56 WIB saham BBTN tembus 1.540 dari sebelumnya dibuka pada level 1.425.

Tercatat ada 367.617 lot antrean dalam kolom beli dan 138.702 lot antrean dalam kolom jual. Dalam antrean beli, harga 1.510 menjadi yang paling tebal dengan jumlah 28.590 lot, sedangkan antrean jual terbanyak pada harga 1.550 dengan jumlah 32.951 lot. 

Kenaikan saham BBTN terjadi setelah tanggal cum dividen bank berakhir pada 20 Maret 2024. Lazimnya, saham menurun setelah melewati cum date atau batas akhir pembelian dengan hak menerima dividen. 

Baca : Harga Emas Mulai Turun Usai Cetak Rekor, Kehabisan Tenaga?

Adapun rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BTN memutuskan untuk membagikan 20% laba bersih tahun buku 2023 sebagai dividen. 

Dengan demikian emiten bersandi BBTN tersebut akan menebar dividen senilai Rp 700,19 miliar atau setara Rp49,9 per saham.

Adapun sebesar 80% atau Rp 2,8 triliun ditetapkan sebagai saldo ditahan untuk pengembangan usaha perusahaan.

Rasio dividen yang diputus dalam RUPST BTN, Rabu (6/3/2024) sama dengan tahun lalu. Pada 2023 BTN memutuskan rasio dividen sebesar 20% atau setara Rp 609 miliar dari laba bersih tahun buku 2022 sebesar Rp 3,04 triliun.

Adapun BTN sepanjang 2023 mencetak laba Rp 3,5 triliun sepanjang 2023, naik 14,94% secara tahunan (yoy).

Berdasarkan laporan keuangan BTN yang dipublikasikan di media massa, perolehan laba tersebut tidak terlepas dari pendapatan bunga bersih yang naik 9,2% yoy menjadi Rp28,27 triliun pada periode yang berakhir Desember 2023. Seiring dengan peningkatan tersebut, beban bunga membengkak 36,31% yoy menjadi Rp 20,05 triliun.

Pada fungsi intermediasi, BTN tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp 296,58 triliun, meningkat 11,25% yoy pada tahun 2023. Seiring dengan peningkatan tersebut, kualitas kredit juga terjaga dengan nonperforming loan (NPL) net turun menjadi 3,01% dari setahun sebelumnya sebesar 3,38%.

Pertumbuhan kredit pun ikut mendorong aset BTN naik 9,1% yoy menjadi Rp438,75 triliun dari periode akhir Desember 2022 sebesar Rp302,15 triliun.

 

cnbcindonesia.com/market

Kamis, 21 Maret 2024

Wall Street Kembali Reli, Pasar Berekspetasi Ekonomi AS "Soft Landing"

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kompak dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, penguatan tersebut melanjutkan reli pada perdagangan sebelumnya setelah para pelaku pasar menerima jawaban bahwa The Federal Reverse (The Fed) Amerika Serikat (AS) kembali menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50% untuk kelima kalinya secara beruntun.

Pada perdagangan Kamis (21/3/2024), Dow Jones dibuka menguat 0,38% di level 39.661,03, begitu juga dengan S&P 500 dibuka lebih tinggi atau naik 0,58% di level 5.254,78, dan Nasdaq ikut dibuka melesat 0,90% di level 16.517,24.

Pasar saham AS yang berada pada rekor tertinggi menerima pesan yang menggembirakan dari The Fed, setelah bank sentral tersebut tetap mempertahankan proyeksi penurunan suku bunganya pada tahun 2024 meskipun pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari perkiraan.

 Baca : Breaking! Harga Emas Kembali Cetak Rekor, Tembus Level Baru US$ 2.200

Selama berminggu-minggu, bukti pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang tinggi telah mengurangi ekspektasi pasar mengenai seberapa besar bank sentral AS akan memangkas suku bunga tahun ini, bahkan ketika harga saham terus meningkat.

Namun pada hari Rabu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bukti kekuatan ekonomi tidak mengubah ekspektasi The Fed bahwa tekanan harga akan terus berkurang. Meskipun bank sentral secara substansial meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonominya, bank sentral tidak mengubah proyeksi penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin pada tahun 2024, sebuah sinyal yang meyakinkan bagi investor yang berinvestasi pada saham karena ekspektasi "soft landing" ekonomi pada tahun 2024. Dimana The Fed mampu mengendalikan inflasi tanpa mengganggu pertumbuhan.

"Ini adalah kebijakan The Fed yang ingin menurunkan suku bunga dan percaya bahwa inflasi sedang turun dan akan terus turun," ujar Jason Draho, kepala alokasi aset Amerika untuk UBS Global Wealth Management, kepada Reuters.

Meskipun tidak semua investor yakin The Fed akan mampu mewujudkan proyeksi penurunan suku bunganya, reaksi pasar pada hari Rabu kemarin hingga hari ini berjalan positif.

 

 cnbcindonesia.com/market

DBS Kasih Fasilitas Kredit Rp 1 T ke PNM

PT. Equityworld Futures Manado - PT Bank DBS Indonesia menyalurkan dana sosial uncommited revolving credit facility senilai Rp 1 triliun kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM). 

Fasilitas kredit tersebut akan dimanfaatkan PMN untuk program Mekaar (Membina ekonomi keluarga sejahtera) yang fokus menyalurkan pembiayaan kepada perempuan produktif.

Acara penandatangan ini dihadiri oleh Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie dan Direktur Operasional, Digital dan Teknologi Informasi PT PNM Sunar Basuki.

Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengatakan bahwa hal itu sejalan dengan bentuk komitmen dari dukungan bank terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya kalangan wanita.

Baca : Breaking! Harga Emas Kembali Cetak Rekor, Tembus Level Baru US$ 2.200

"Seperti yang sering dibicarakan bahwa prinsip wanita mendukung wanita (women empowering women), telah terbukti berhasil dalam skema pendanaan berkelompok yang dimiliki PNM," kata Kunardy, dikutip Kamis (21/3/2024).

Selain itu, tingkat NPL PNM yang hanya 0,5 persen menunjukkan bahwa prinsip wanita yang bekerja sama dengan wanita lain dalam komunitasnya berdampak positif pada kinerja pinjaman kredit.

Direktur Operasional, Digital dan Teknologi Informasi PT PNM Sunar Basuki mengatakan pendanaan dari Bank DBS Indonesia akan menunjang program Mekaar yang diinisiasi oleh PNM yang menargetkan jutaan wanita, khususnya mereka yang bergerak di sektor ultra UMKM dan berasal dari kalangan keluarga pra-sejahtera.

Sementara itu, menurut data Kemenkop, terdapat 37 juta UMKM di Indonesia dengan pengusaha wanita memiliki proporsi yang lebih besar. Kendati demikian, sebagian besar wanita masih menghadapi hambatan dalam akses permodalan usaha, yang timbul dari pengecualian sosial, keterbatasan pengalaman dalam sistem perbankan formal, kesulitan mendapatkan pinjaman, dan kurangnya kemampuan keuangan secara keseluruhan.

Selain itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 49,6 persen, dengan target OJK untuk literasi keuangan sebesar 65 persen pada tahun 2027. OJK juga mencatat bahwa kesenjangan dalam keterampilan keuangan dan inklusi di Indonesia masih tinggi, sekitar 35 persen.

 

 

cnbcindonesia.com/market

Rabu, 20 Maret 2024

Top Aset Dunia! Nilainya Jutaan Triliun, Emas Jadi Raja

 INFOGRAFIS, 5 Mata Uang Crypto yang Gerogoti Emas Hingga Saham

PT. Equityworld Futures Manado - Aset emas dan bitcoin (BTC) kompak mencetak All Time High baru atau posisi tertinggi sepanjang masa pada awal 2024. Daya tarik emas dan BTC saat ini memiliki nilai tersendiri bagi para investornya.

Emas menjadi instrumen investasi yang terbilang cukup aman dan tahan terhadap inflasi, emas masih mempertahankan posisi pertamanya dalam Top Aset dengan market cap terbesar di dunia mencapai U$14.555 triliun menurut data Companies Market hingga perdagangan Kamis (14/03/2023). Bila dirupiahkan maka nilainya menembus Rp226,69 juta triliun.

Sementara,BTC kini masuk di urutan ke sembilan dalam Top Aset dengan market cap terbesar di dunia dengan berada di atas Meta Platforms (Facebook).BTC kini tercatat market cap sebesar US$1.392 triliun atau sekitar Rp 21,68 juta triliun.

Emas global di pasar spot berhasil mencetak kenaikan tertinggi pada 11 Maret 2024 di posisi US$ 2.182,47 per troy ons. Emas berkali-kali mencetak rekor pada Maret tahun ini.

Baca : Hati-Hati! Harga Emas Bak Roller Coaster Jelang Pengumuman The Fed

Harga emas terus mengalami kenaikan juga karena didukung oleh melemahnya dolar, serta para investor tetap berharap akan adanya penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) pada bulan Juni mendatang meskipun laporan inflasi AS sedang panas. Dan meningkatnya ketegangan geopolitik membuat permintaan safe-haven emas batangan tetap utuh.

Sementara Bitcoin (BTC) mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan intraday Kamis (14/3/2024) di posisi US$ 73.803,25 atau setara Rp1,15 miliar rupiah per koin (Rp 15.575/US$1).

Momentum Spot BTC ETF meningkatkan sentimen pasar. Ketika kapitalisasi pasar BTC mencapai titik tertinggi sepanjang masa, sentimen investor berubah menjadi "keserakahan ekstrim," yang diukur dengan indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto.

Meskipun terdapat hambatan makro, harga BTC terus melonjak lebih tinggi, dengan volatilitas dan minat terbuka yang meningkat.

 


CNBC Indonesia Research

research@cnbcindonesia.com

Harga Emas Antam Hari Ini Jalan di Tempat, Mepet Rp 1,2 Juta

Antam

PT. Equityworld Futures Manado - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada pukul 08.30 WIB Rabu (20/3/2024) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung terpantau tidak berubah, masih berada di angka Rp1.199.000 per gram, seperti hari sebelumnya.

Begitu juga dengan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.091.000 per gram atau tidak bergerak dari perdagangan hari sebelumnya.

Baca : Hati-Hati! Harga Emas Bak Roller Coaster Jelang Pengumuman The Fed

Sementara dari pasar spot, pada perdagangan Selasa (19/3/2024) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,13% di posisi US$2.157,22 per troy ons.

Harga emas melemah pada perdagangan Selasa karena menguatnya dolar sehari sebelum The Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal sikap suku bunganya pada akhir pertemuan kebijakan dua hari bank sentral Amerika Serikat (AS).

 

CNBC Indonesia Research

research@cnbcindonesia.com

 

Selasa, 19 Maret 2024

Harga Minyak Rekor Tertinggi 4 Bulan, Irak & Arab Turunkan Ekspor

 ladang minyak Nahr Bin Omar di Irak

PT. Equityworld Futures Manado - Harga minyak mentah kompak bergerak lebih tinggi pada awal perdagangan hari ini, melanjutkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya. Hal ini pun menjadikan minyak naik ke level tertinggi dalam empat bulan didorong penurunan ekspor Irak dan Arab Saudi.

Pada awal perdagangan hari ini Selasa (19/3/2024), harga minyak mentah WTI dibuka menguat 0,16% ke posisi US$82,85 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent bergerak lebih tinggi atau naik 0,07% di posisi US$86,95 per barel.

Pada perdagangan Senin (18/3/2024), harga minyak mentah WTI ditutup melesat 2,07% di posisi US$ 82,72 per barel, begitu juga dengan harga minyak mentah brent terapresiasi 1,82% di posisi US$ 86,89 per barel.

Harga minyak naik sekitar 2% ke level tertinggi dalam empat bulan pada hari Senin karena ekspor minyak mentah yang lebih rendah dari Irak dan Arab Saudi serta tanda-tanda permintaan yang lebih kuat dan pertumbuhan ekonomi di China dan Amerika Serikat (AS).

Baca : Harga Emas Mulai Bangkit Tapi Jangan Senang Dulu……

Hal ini mendorong kedua minyak acuan tersebut ke area overbought secara teknis dengan Brent ditutup pada level tertinggi sejak 31 Oktober dan WTI ditutup pada level tertinggi sejak 27 Oktober.

Dari sisi pasokan, Irak, produsen terbesar kedua OPEC, mengatakan akan mengurangi ekspor minyak mentah menjadi 3,3 juta barel per hari (bph) dalam beberapa bulan mendatang sebagai kompensasi atas kelebihan kuota OPEC+ sejak Januari. Hal tersebut akan mengurangi pengiriman sebesar 130.000 barel per hari sejak bulan lalu.

Pada bulan Januari dan Februari, Irak memproduksi minyak secara signifikan lebih banyak daripada target produksi yang ditetapkan pada bulan Januari ketika beberapa anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya seperti Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, setuju untuk mendukung harga pasar.

Di Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, ekspor minyak mentah turun untuk bulan kedua berturut-turut, turun menjadi 6,297 juta barel per hari di bulan Januari dari 6,308 juta barel per hari di bulan Desember.

Sementara itu di Rusia, serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi telah menghentikan sekitar 7% kapasitas penyulingan pada kuartal pertama.

Pelaku pasar mengatakan penghentian kilang akan mendorong Rusia untuk meningkatkan ekspor minyak melalui pelabuhan baratnya pada bulan Maret sebesar hampir 200.000 barel per hari menjadi sekitar 2,15 juta barel per hari.

Dari AS, produksi minyak dari wilayah penghasil serpih terbesar akan meningkat pada bulan April ke level tertinggi dalam empat bulan, menurut perkiraan energi federal.

Adapun tanda-tanda permintaan meningkat dari negeri tirai bambu. China sebagai negara importir minyak terbesar di dunia, produksi pabrik dan penjualan ritelnya melampaui ekspektasi pada periode Januari-Februari, menandai awal yang baik untuk tahun 2024 dan memberikan sedikit keringanan kepada para pembuat kebijakan bahkan ketika pelemahan di sektor properti masih menjadi hambatan bagi perekonomian negara tersebut.

Produksi minyak mentah China pada periode Januari dan Februari naik 3% dibandingkan dengan dua bulan yang sama tahun sebelumnya karena kilang negara tersebut meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yang tinggi terhadap bahan bakar transportasi selama periode perjalanan Tahun Baru Imlek.

 

cnbcindonesia.com/market

Rupiah Anjlok 4 Hari Beruntun, Dolar Jadi Rp 15.690

 Uang dolar AS dan Rupiah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PT. Equityworld Futures Manado - Pada awal perdagangan hari ini, rupiah dibuka melemah, melanjutkan tren perdagangan sebelumnya. Pelemahan rupiah tersebut seiring dengan rencana sejumah bank sentral, seperti The Federal Reserve atau The Fed mengumumkan kebijakan suku bunga.

Selain itu kebijakan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan Reserve Bank of Australia (RBA) yang akan diumumkan hari ini diprediksi dapat mempengaruhi pergerakan dolar terhadap beberapa mata uang asing.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (19/3/2024), rupiah dibuka melemah 0,03% terhadap dolar AS di posisi Rp15.690/US$. Hal ini mendorong penurunan rupiah menjadi empat hari beruntun.

Sementara melansir dari data Refinitiv, rupiah ditutup anjlok pada perdagangan Senin (18/3/2024) 0,61% di posisi Rp15.685/US$1. Penurunan ini menjadi penurunan terbesar sejak Februari 2024.

Dolar terus mengalami penguatan dengan bertahan di level psikologis 103, jelang keputusan suku bunganya melalui rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Selasa-Rabu (20/3/2024). The Fed akan mengumumkan kebijakan pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Konsensus saat ini menilai bahwa The Fed akan kembali menahan suku bunganya di level 5,25-5,5% karena data ekonomi AS yang tercatat masih cukup panas.

Baca : Harga Emas Mulai Bangkit Tapi Jangan Senang Dulu……

Selain itu, pelaku pasar juga menunggu data suku bunga yang akan dirilis BI pada Rabu pekan ini.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 11 lembaga/institusi memperkirakan secara absolute bahwa BI akan menahan suku bunga acuan (BI rate) di level 6,00%.

Suku bunga Deposit Facility kini berada di posisi 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Jika BI rate benar-benar kembali ditahan di level 6%, maka ini menjadi kali kelima BI menahan di level tersebut setelah terakhir kali menaikkan suku bunganya pada Oktober 2023 sebesar 25 basis poin (bps) dari 5,75% ke level 6%.

Adapun, Bank of Japan (BoJ) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari ini Selasa (19/3/2024), bersamaan dengan Reserve Bank of Australia (RBA).

BoJ adalah satu-satunya bank sentral yang mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar. Suku bunga di Jepang tetap stabil di -0,1% sejak tahun 2016. Para pengambil kebijakan mengklaim kenaikan upah yang lambat dan keraguan terhadap inflasi yang sehat dan berkelanjutan memerlukan kehati-hatian yang berkelanjutan.

Untuk menjaga suku bunga tetap tertekan, BoJ juga memperkenalkan Kontrol Kurva Hasil (YCC) pada bulan September 2016, karena inflasi masih berada di bawah target.
Keputusan suku bunga BoJ diperkirakan akan berbeda pada periode ini.

Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan dalam beberapa minggu terakhir bahwa berakhirnya suku bunga negatif akan bergantung pada negosiasi para pembuat kebijakan, dan pengumuman terbaru ini memicu spekulasi bahwa BoJ pada akhirnya akan mempertahankan suku bunga negatif.

Diketahui inflasi inti di Jepang turun selama tiga bulan berturut-turut di bulan Januari ke level terendah dalam hampir dua tahun. Indeks Harga Konsumen (CPI) inti, yang tidak termasuk makanan segar, naik lebih lambat sebesar 2%, sesuai dengan target bank sentral. Pada saat yang sama, CPI Tokyo naik 2,6% (YOY) dari 1,8% di bulan Januari, sedangkan CPI inti naik 2,5%, sesuai dengan ekspektasi.

Angka-angka tersebut dapat memicu kekhawatiran mengenai penundaan lagi dari BoJ, meskipun inflasi di Jepang diperkirakan akan meningkat pada bulan Februari seiring dengan memudarnya dampak subsidi bahan bakar pemerintah. Jepang akan melaporkan IHK bulan Februari pada Jumat (22/3/2024), dan IHK tahunan inti diperkirakan sebesar 2,8%.


CNBC Indonesia Research

research@cnbcindonesia.com

 

 

Senin, 18 Maret 2024

IHSG Loyo Lagi, 6 Saham Big Cap Ini Biang Keladinya

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan Senin (18/3/2024), setelah sepanjang perdagangan hari ini cenderung volatil karena investor cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga beberapa bank sentral utama di global dan Bank Indonesia (BI).

IHSG ditutup melemah 0,35% ke posisi 7.302,449. IHSG makin mendekati level psikologis 7.200, di mana level psikologis ini terakhir dicetak IHSG pada penutupan perdagangan 5 Maret lalu.

Nilai transaksi indeks pada akhir perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp 9,5 triliun dengan melibatkan 18 miliaran saham yang diperdagangkan sebanyak 1,2 juta kali. Sebanyak 266 saham naik, 256 saham turun, dan 252 saham stagnan.

Baca Juga : Harga Emas Terkoreksi Walau Sempat Cetak Rekor, Ini Penyebabnya

Beberapa saham terpantau menjadi penekan (laggard) IHSG pada hari ini. Berikut saham-saham yang menjadi laggard IHSG.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Bank Mandiri (Persero) BMRI -20,48 7.175 -3,04%
Barito Renewables Energy BREN -14,53 5.175 -6,76%
Telkom Indonesia (Persero) TLKM -5,85 3.920 -1,26%
Barito Pacific BRPT -1,62 960 -2,54%
Charoen Pokphand Indonesia CPIN -1,22 5.150 -1,44%
Semen Indonesia SMGR -1,22 5.700 -2,56%

Sumber: Refinitiv

Saham perbankan raksasa terbesar keempat di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasarnya yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi penekan terbesar IHSG di akhir perdagangan hari ini, yakni mencapai 20,5 indeks poin.

IHSG kembali melemah setelah sepanjang perdagangan hari ini cenderung volatil. Hal ini karena investor cenderung wait and see menanti kebijakan terbaru dari suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve/The Fed dan Bank Indonesia (BI) pada pekan ini.

Untuk diketahui, The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di level 5,25%-5,5%. Pertanyaan yang lebih besar adalah sinyal kebijakan ke depan, termasuk apakah mereka akan menurunkan suku bunga pada Juni (seperti yang diperkirakan pasar saat ini), dan berapa banyak pemotongan yang diperkirakan terjadi pada tahun 2024.

Tak hanya The Fed saja, BI juga akan menggelar pertemuan atau Rapat Dewan Gubernur pada Selasa dan Rabu pekan ini serta hasilnya akan diumumkan pada Rabu pekan ini.

Konsensus pasar yang dihimpunCNBC Indonesiadari 11 lembaga/institusi memperkirakan secara absolute bahwa BI akan menahan suku bunga acuan (BI rate) di level 6,00%.

Jika BI rate benar-benar kembali ditahan di level 6%, maka ini menjadi kali kelima BI menahan di level tersebut setelah terakhir kali menaikkan suku bunganya pada Oktober 2023 sebesar 25 basis poin (bps) dari 5,75% ke level 6%.

Diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Februari 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

Asing Diam-Diam Jual Saham Ini Saat IHSG 2x ATH Pekan Lalu

PT. Equitywold Futures Manado - Pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor all time high (ATH) atau tertinggi sepanjang masa pada 14 Maret 2024 mencapai 7.433,32 indeks poin. Tetapi, setelah dua hari berturut-turut ditutup di zona hijau, indeks ambrol pada akhir pekan.

Adapun, IHSG ditutup ambles 1,42% ke posisi 7.328,05, Jumat (15/3/2024). Nilai transaksi mencapai Rp17,85 triliun dengan volume transaksi sebanyak 25,69 miliar saham. Sebanyak 226 saham naik, 312 turun, dan 230 stagnan.

Sementara itu, sepanjang pekan lalu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih jumbo, yakni sebesar Rp10,71 triliun. Rinciannya, sebanyak Rp4,56 triliun di pasar reguler dan sebanyak Rp6,15 triliun di pasar negosiasi dan tunai.

Baca Juga : Harga Emas Terkoreksi Walau Sempat Cetak Rekor, Ini Penyebabnya

Tentunya, ada pula sejumlah saham yang kompak dilepas asing yang menekan pergerakan IHSG. Mengutip RTI Business, berikut net foreign sell perdagangan pekan lalu!

1. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) - Rp80,1 miliar

2. PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) - Rp59,7 miliar

3. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp42,1 miliar

4. PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) - Rp41,5 miliar

5. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp38,8 miliar

6. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp13,9 miliar

7. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp9,5 miliar

8. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) - Rp9,2 miliar

9. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp6,3 miliar

10. PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) - Rp6,1 miliar

 

cnbcindonesia.com/market

 

Kamis, 14 Maret 2024

Emiten Ini Mau Minta Restu Stock Split 1:4

 Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - PT Asuransi Ramayana Tbk. (ASRM) hendak meminta restu untuk melakukan stock split atau pemecahan saham. Rencananya perusahaan yang dikendalikan oleh Syahril akan melakukan aksi korporasi tersebut dengan rasio 1:4.

Baca Juga : Harga Emas Bisa Kayak Roller Coaster, Ada Kabar Super Penting dari AS

Dengan demikian jumlah saham setelah stock split akan menjadi 1,22 miliar dari sebelumnya 304,28 juta lembar. Harga nominal akan terpangkas menjadi Rp 125 dari sebelumnya Rp 500.

 

 

cnbcindonesia.com/market

Single Stock Futures Meluncur, Cek Daftar Saham, Kelebihan dan Caranya

 Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan produk derivatif terbarunya yaitu Single Stock Futures (SSF) pada 25 Maret 2024 mendatang. Lantas, apa pengertian, kelebihan, hingga cara investasi Single Stock Futures (SSF)? Berikut penjelasannya.

Baca Juga : Harga Emas Bisa Kayak Roller Coaster, Ada Kabar Super Penting dari AS

Sebagai informasi, SSF merupakan Perjanjian atau kontrak antara dua belah pihak untuk menjual atau membeli suatu saham. Dengan kata lain, yang menjadi underlying SSF nantinya adalah saham.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menyebut, 15 seri tersebut merupakan produk dari underlying saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

 

cnbcindonesia.com/market

IHSG Belum Bosan Cetak Rekor, Tembus 7.436! 7 Saham Ini Pahlawannya

 Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali menguat pada perdagangan sesi I Kamis (14/3/2024) dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa barunya pada hari ini.

Per pukul 09:39 WIB, IHSG menguat 0,21% ke posisi 7.436,95.Ini menjadi rekor tertinggi sementaranya di IHSG pada hari ini.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 2,2 triliun dengan melibatkan 4 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 287.782 kali.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penopang IHSG pada sesi I hari ini yakni mencapai 1,04%.

Selain itu, beberapa saham juga menjadi penopang atau movers IHSG di sesi I. Berikut daftar sahamnya.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Bank Central Asia BBCA 8,60 10.200 2,00%
Chandra Asri Pacific TPIA 7,18 6.375 2,41%
GoTo Gojek Tokopedia GOTO 6,24 71 5,97%
Telkom Indonesia (Persero) TLKM 2,33 3.940 1,03%
Astra International ASII 2,26 5.200 0,97%
Bank Mandiri (Persero) BMRI 2,25 7.300 0,34%
Barito Renewables Energy BREN 1,93 6.175 0,41%

Sumber: RTI & Refinitiv

Saham perbankan paling jumbo di Indonesia yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 8,6 indeks poin.

IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sementaranya setelah kemarin mencetak rekor lagi di 7.421,21. IHSG kembali menguat di tengah sikap investor yang menanti rilis data ekonomi penting di dalam negeri dan luar negeri.

Pertama, akan ada rilis data klaim pengangguran mingguan yang akan semakin melengkapi kondisi pasar tenaga kerja di AS secara keseluruhan.

Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran di AS diproyeksi naik jadi 218 ribu untuk pekan yang berakhir pada 9 Maret 2024, dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 217 ribu.

Angka dari jumlah klaim pengangguran yang meningkat akan menjadi sentimen baik. Karena dipandang menjadi 'pelicin' bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menurunkan suku bunga segera.

Baca Juga : Tahan Banting! Harga Emas Bangkit Lagi Setelah Jatuh 1%

Pada pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell dalam pidatonya kepada anggota parlemen AS memperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya pada tahun ini. Namun secara tepat kapan turun masih belum bisa dipastikan.

"Jika perekonomian berkembang secara luas seperti yang diharapkan, kemungkinan akan tepat untuk mulai menarik kembali pembatasan kebijakan pada suatu waktu di tahun ini," kata Powell dalam pidatonya yang disiapkan untuk disampaikan pada sidang di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR.

"Tetapi prospek ekonomi masih belum pasti, dan kemajuan menuju sasaran inflasi 2% masih belum terjamin," tegasnya.

Berikutnya, pada nanti malam juga akan rilis data mengenai inflasi produsen di AS yang diproyeksi meningkat. Ini mengikuti rilis inflasi konsumen atau CPI pada kemarin lusa

Melansir data Trading Economic, price producer index (PPI) diproyeksikan tumbuh lebih tinggi pada Februari 2024 sebesar 1,1% secara tahunan (yoy) dibandingkan pada Januari sebesar 0,9% yoy.

Kendati begitu, untuk indeks harga produsen inti atau core PPI pada Februari 2024 diperkirakan tetap bisa melandai dengan pertumbuhan 1,9% yoy dibandingkan bulan sebelumnya 2% yoy.

Kemudian ada rilis data juga terkait penjualan ritel di AS untuk periode yang sama. Konsensus Trading Economic memproyeksikan penjualan ritel di negeri Paman Sam ini bisa merangkak naik 1% yoy.

Sebagai informasi, pada bulan sebelumnya penjualan ritel AS jatuh ke 0,6% yoy. Ini menjadikannya sebagai pertumbuhan terendah sejak Mei 2020 lalu.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

 

Jelang RUPS Hari Ini, Saham BBCA Cetak Rekor Lagi

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Emiten perbankan paling 'jumbo' di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau kembali menguat dan kembali menyentuh rekor tertinggi setelah stock split pada perdagangan sesi I Kamis (14/3/2024).

Per pukul 09:49 WIB, saham BBCA terpantau melonjak 2,25% ke posisi Rp 10.225/unit. Saham BBCA pun kembali mencetak rekor tertinggi (all time high/ATH) pasca stock split pada sesi I hari ini. Adapun terakhir BBCA mencetak rekor tertinggi pasca stock split pada perdagangan Jumat pekan lalu di Rp 10.150/unit.

Adpaun saham BBCA pada sesi I hari ini sudah ditransaksikan sebanyak 5.290 kali dengan volume sebesar 19,74 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 199,97 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 1.260,49 triliun.

Hingga pukul 09:49 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 10.000/unit, menjadi antrean beli paling banyak di sesi I hari ini, yakni mencapai 38.413 lot atau sekitar Rp 38 miliar

Sedangkan di order offer atau jual, di harga Rp 10.250/unit, menjadi antrean jual terbanyak pada sesi I hari ini, yakni mencapai 43340 lot atau sekitar Rp 44 miliar.

Saham BBCA kembali mencetak rekor sementaranya menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang rencananya akan digelar hari ini.

Baca Juga : Tahan Banting! Harga Emas Bangkit Lagi Setelah Jatuh 1%

Salah satu agenda rapat adalah penetapan penggunaan laba bersih BCA tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 atau tahun buku 2023.

"Penggunaan laba bersih perseroan akan diusulkan untuk disisihkan sebagai dana cadangan, pembagian dividen tunai, dan sisa laba bersih yang tidak ditentukan penggunaannya akan ditetapkan sebagai laba ditahan," mengutip Pengumuman Pemanggilan RUPST BCA dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/2/2024).

Penggunaan laba bersih sesuai keterangan resmi perseroan akan diusulkan untuk disisihkan sebagai dana cadangan, pembagian dividen tunai, dan sisa laba bersih yang tidak ditentukan penggunaannya akan ditetapkan sebagai laba ditahan.

Sebelumnya, BBCA mencatatkan laba bersih terkonsolidasi pada 2023 mencapai Rp 48,6 triliun atau tumbuh 19,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) ditopang meningkatnya jumlah penyaluran kredit.

Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja melihat perekonomian domestik tetap tangguh dan stabil di tengah sejumlah tantangan berupa tekanan inflasi global serta peningkatan tensi geopolitik.

Penyaluran kredit ke segmen UKM dan konsumer yang naik signifikan per Desember 2023. Peningkatan volume kredit BCA tumbuh dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Per 31 Desember 2023, kredit korporasi tumbuh 15% mencapai Rp 368,7 triliun, sedangkan kredit komersial naik 7,5% mencapai Rp 126,8 triliun.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

Selasa, 12 Maret 2024

Batu Bara Diramal Suram, Begini Prediksi Kinerja di 2024

 Tambang batu bara di  Ahmedabad, India

PT. Equityworld Futures Manado - Harga batu bara sepanjang tahun 2023 mengalami penurunan. Permasalahan rantai pasok yang mulai teratasi dan kebijakan suku bunga tinggi yang menahan sisi permintaan membuat harga batu bara ambruk.

Tercatat harga turun 64,85%. Batu bara menjadi US$ 136,95 per ton pada akhir 2023.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi pendorong turunnya harga batu bara sepanjang tahun 2023, yakni:

• Pengendalian inflasi melalui pengetatan suku bunga yang mengerem permintaan.

• Ambruknya harga batu bara masih disebabkan sejumlah faktor semakin lesunya ekonomi China. Tanda-tanda lesunya ekonomi China semakin jelas dalam data perdagangan mereka yang terlihat dari anjloknya impor China sepanjang tahun 2023.

• Musim dingin Eropa yang lebih hangat pada periode Oktober hingga Desember 2023, membuat penurunan permintaan terhadap batu bara sebagai bahan baku listrik untuk penghangat ruangan.

Namun, penurunan harga batu bara global pada tahun 2023 masih dibatasi oleh beberapa sentiment positif, yakni:

• Pada periode Juli hingga Agustus 2023, harga batu bara sempat mengalami tren kenaikan seiring dengan gelombang panas (heatwaves) menyebabkan permasalahan energi China. Ini akhirnya harus kembali bergantung ke batu bara.

Gelombang panas yang terjadi sebelumnya tidak hanya menyebabkan lonjakan permintaan, tetapi juga menyebabkan kekeringan yang mengganggu pasokan air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Salah satu faktor suhu panas yang terjadi juga turut disebabkan oleh adanya El-Nino.

CNBC Indonesia Research 
Foto: CNBC Indonesia Research

• Perang Israel-Hamas (7 Oktober 2023)

Sentimen kenaikan harga komoditas energi juga masih disokong oleh risiko geopolitik perang Israel dan Hamas yang sedang berlangsung. Kekhawatiran sisi pasokan terjadi seiring Timur Tengah yang erat kaitannya sebagai pemasok minyak dunia yang akan mengalami gangguan sisi pasokan.

Baca Juga : Breaking News! Harga Emas Anjlok 1%, Patahkan Kenaikan 9 Hari Beruntun

Hal ini mempengaruhi kenaikan harga minyak dan gas alam yang dapat mempengaruhi harga batu bara sebagai substitusinya. Anjloknya harga batu bara global tentunya berdampak pada kinerja produsen-produsen batu bara, tidak melainkan produsen dari dalam negeri.

Kinerja Keuangan Perusahaan Batu Bara 2023

Dari beberapa perusahaan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merilis kinerja keuangannya hingga akhir tahun 2023. Dapat terlihat penurunan harga batu bara global sangat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan-perusahaan batu bara yang ada di Indonesia.

Dari enam emiten yang telah merilis kinerja keuangannya pada tahun 2023 mencatatkan penurunan laba bersih jika dibandingkan dari laba bersih tahun 2022. Berikut grafisnya:

Pergerakan Harga Saham Batu Bara 2023

Penurunan kinerja keuangan perusahaan batu bara tentu akan mendorong penurunan pada kinerja harga sahamnya.

Estimasi Total Dividen dari Tahun Buku 2023

Meskipun kinerja beberapa perusahaan batu bara mengalami penurunan, namun diprediksi perusahaan-perusahaan batu bara tetap akan membagikan dividen dari hasil laba tahun buku 2023. Walaupun tentunya dividen tahun 2023 akan jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Proyeksi Batu Bara 2024

Menurut Analis Industri Pertambangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Ahmad Zuhdi kepada CNCB Indonesia, harga batu bara 2024 diperkirakan akan kembali mengalami penurunan untuk rata-rata sepanjang tahun. Kisaran harga berada di titik US$117 per ton.

Nilai tersebut lebih rendah dibanding rata-rata-rata sepanjang 2023 yang berada di US$ 172,05 per ton. Tidak hanya itu, perkiraan tersebut terhitung sebagai yang terendah sejak 8 Juni 2021. Proyeksi harga yang masih berada di level tinggi dibanding pra pandemi didasarkan oleh kemungkinan kebijakan pelonggaran keuangan ke depan.

Zuhdi menjelaskan bahwa kebijakan pengetatan suku bunga lebih berdampak pada demand side daripada supply side, dan keadaan saat ini lebih dipengaruhi oleh supply shock pasca pandemi.

Seiring dengan adanya inisiatif dari dua negara konsumen batu bara terbesar, China dan India, untuk melakukan stockpiling atau penimbunan, walaupun ekonomi China dan India masih recovery. Sehingga harga batu bara diproyeksikan akan kembali menurun pada tahun 2025.

Zuhdi memperkirakan bahwa akan ada pembentukan equilibrium harga baru sekitar US$ 80-100 per ton pada 2025. Penurunan ini diperkirakan dapat terjadi, khususnya jika produksi dari negara eksportir seperti Indonesia dan Australia meningkat lebih cepat dari permintaan. Semakin tinggi persediaan yang tidak diimbangi permintaan, harga akan cenderung menurun, begitu juga sebaliknya.

Forecast Kinerja Saham Batu Bara 2024

Berdasarkan data forecast refinitiv, kinerja beberapa perusahaan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengalami penurunan. Hal ini sejalan dengan forecast harga batu bara global tahun 2024 yang juga diprediksi mengalami penurunan.

 

 

cnbcindonesia.com/research

Tak Sesuai Prediksi, Inflasi AS Kembali Memanas!

 Ilustrasi Dollar Rupiah

PT. Equityworld Futures Manado - Inflasi Amerika Serikat (AS) di luar dugaan kembali memanas pada Februari 2024. Pelaku pasar patut was-was efek dominonya bisa membuat pasar keuangan bergerak volatil.

Melansir data Biro Statistik Tenaga Kerja AS, tingkat inflasi secara tahunan melonjak 3,2% dibandingkan bulan sebelumnya dan konsensus pasar sebesar 3,1%.

Sementara itu, tingkat inflasi bulanan naik menjadi 0,4% dari 0,3% sudah sesuai dengan perkiraan, dengan harga tempat tinggal dan bensin menyumbang lebih dari 60% kenaikan tersebut.

Baca Juga : Breaking News! Harga Emas Anjlok 1%, Patahkan Kenaikan 9 Hari Beruntun

Di sisi lain, inflasi inti yang tidak termasuk barang-barang bergejolak seperti makanan dan energi turun menjadi 3,8% dari 3,9%, masih lebih panas dibandingkan perkiraan sebesar 3,7%.

Sementara dalam basis bulanan, inflasi inti naik 0,4% pada Februari 2024. Nilai tersebut sama seperti bulan sebelumnya dan di atas ekspektasi pasar sebesar 0,3%.

Indeks yang meningkat pada bulan Februari meliputi tempat tinggal, tarif penerbangan, asuransi kendaraan bermotor, pakaian jadi, dan rekreasi. Indeks perawatan pribadi dan indeks perabot dan operasional rumah tangga termasuk di antara indeks yang mengalami penurunan selama sebulan.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

Minggu, 10 Maret 2024

Saham Bank Jumbo Gendong IHSG Cetak Rekor Baru di 7.381,91

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri akhir pekan ini dengan parkir di zona hijau dan juga kembali mencetak rekor tertinggi barunya, setelah kemarin juga mencetak rekor tertinggi.

Pada penutupan perdagangan Jumat (8/3/2024) hari ini, IHSG naik 0,11% ke posisi 7.381,907. IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa barunya (all time high/ATH) pada hari ini. Adapun terakhir IHSG mencetak ATH yakni perdagangan kemarin di 7.373,96.

Nilai transaksi indeks pada akhir perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp 13 triliun dengan melibatkan 14 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,1 juta kali. Sebanyak 244 saham naik, 273 saham turun, dan 252 saham cenderung stagnan.

Beberapa saham turut menjadi penopang IHSG pada akhir perdagangan hari ini. Berikut saham-saham yang menopang IHSG pada perdagangan hari ini.

EmitenKode SahamIndeks PoinHarga TerakhirPerubahan Harga
Bank Rakyat Indonesia (Persero)BBRI14,656.3502,01%
Bank Negara Indonesia (Persero)BBNI4,556.1002,09%
Bayan ResourcesBYAN2,8219.5000,91%
Bank Mandiri (Persero)BMRI2,267.1250,35%
Bank Central AsiaBBCA1,7310.1500,25%
Merdeka Copper GoldMDKA1,412.3702,16%
Sumber Alfaria TrijayaAMRT1,402.7901,09%
Bank Syariah IndonesiaBRIS1,342.6004,84%

Sumber: Refinitiv

Saham perbankan raksasa mendominasi penggerak IHSG pada akhir perdagangan hari ini, dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penopang terbesar IHSG yakni mencapai 14,6 indeks poin.

IHSG kembali menguat disinyalir berkat respon positif pelaku pasar dari rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS) terbaru yang mulai mendingin, surplus neraca dagang China, hingga cadangan devisa RI yang masih memadai.

Pada Kamis malam, Biro Ketenagakerjaan AS merilis data pekerjaan terbaru yang dapat menjadi perhitungan dalam memprediksi pemangkasan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran di AS adalah 217.000 pada pekan yang berakhir 2 Maret 2024, tidak berubah dari tingkat revisi minggu sebelumnya dan di atas ekspektasi pasar sebesar 215 ribu.

Baca Juga : Pemilik Emas Makin Happy, Harga Emas Pecah Rekor Lagi!

Level minggu sebelumnya direvisi naik 2.000 dari 215.000 menjadi 217.000. Sementara itu, klaim pengangguran berkelanjutan naik sebesar 8 ribu menjadi 1906 ribu pada minggu sebelumnya, tertinggi sejak November, dan di atas ekspektasi pasar sebesar 1889 ribu. Rata-rata pergerakan 4 minggu turun 750 menjadi 212,25 ribu

Angka dari jumlah klaim pengangguran yang meningkat akan menjadi sentimen baik karena dipandang menjadi 'pelicin' The Fed untuk menurunkan suku bunga segera.

Berikutnya, ada sentimen positif juga dari China terkait dengan surplus neraca dagang yang melonjak. Sepanjang Januari - Februari 2024, neraca dagang sang Naga Asia ini tercatat surplus US$ 1215,16 miliar.

Nilai tersebut melonjak signifikan dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 103,8 miliar dan melampaui perkiraan pasar sebesar US$ 103,7 miliar.

Surplus neraca dagang China disinyalir karena ekspor meningkat lebih besar dibandingkan impor. Ekspor tumbuh sebesar 7,1%, mengalahkan ekspektasi pertumbuhan 1,9%, sementara impor naik 3,5%, dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 1,5%

Posisi China sebagai partner dagang RI terbesar, pertumbuhan baik dari sisi ekspor-impor tentu akan menguntungkan. Pasalnya, siklus perdagangan menjadi lebih lancar dan memberikan inflow ke RI.

Dari sisi domestik, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2024 sebesar US$ 144 miliar. Realisasi ini turun dibandingkan posisi pada akhir Januari 2024 sebesar US$ 145,1 miliar.

Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia (BI), Kamis (7/3/2024) kemarin, penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

Kamis, 07 Maret 2024

Asing Terciduk "Jauhi" Saham Ini Saat IHSG Bangkit ke 7.300

PT. Equityworld Futures Manado - Setelah selama empat hari sebelumnya tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terbang pada perdagangan Rabu (6/3/2024).

Indeks ditutup melesat 1,14% ke posisi 7.329,8. IHSG berhasil kembali ke level psikologis 7.300 pada akhir perdagangan kemarin, setelah kemarin terkoreksi ke level psikologis 7.200.

Nilai transaksi indeks pada akhir perdagangan kemarin mencapai sekitar Rp9,52 triliun dengan melibatkan 21,79 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,3 juta kali. Sebanyak 270 saham terapresiasi, 239 saham terdepresiasi, dan 258 saham cenderung stagnan.

Baca Juga : Emas Ukir Rekor Baru, Harga Sentuh US$ 2.152 per Troy Ons

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp86,06 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp315,05 miliar di pasar reguler. Di samping itu, investor asing juga melakukan penjualan sebesar Rp228,99 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Jadi, saham-saham apa saja yang dilepas oleh investor asing yang menekan pergerakan kemarin? Mengutip RTI Business, berikut net foreign sell perdagangan Rabu!

1. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp29,5 miliar

2. PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) - Rp21,4 miliar

3. PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) - Rp20,6 miliar

4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp19,9 miliar

5. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp19,5 miliar

6. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp19,2 miliar

7. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) - Rp14,0 miliar

8. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp12,4 miliar

9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp9,2 miliar

10. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp9,2 miliar

 

cnbcindonesia.com/market

Powell Beri Kabar Bahagia Buat RI, Dolar Turun ke Rp15.650

 Penukaran uang rupiah di Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer, Menteng, Jakarta, Rabu (11/10/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah ketua bank sentral AS (The Fed) mempertegas potensi penurunan suku bunganya di tahun ini. Alhasil hal ini memberikan angin segar bagi mata uang Garuda.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,29% di angka Rp15.650/US$. Penguatan ini terjadi dalam dua hari beruntun di mana kemarin (7/3/2024) menguat sebesar 0,44%.

Sementara DXY pada pukul 15:57 WIB naik ke angka 103,27 atau melemah 0,09%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 103,37.

Pernyataan ketua The Fed, Jerome Powell kemarin ditengarai menjadi pendorong penguatan rupiah hari ini.

Powell mengungkapkan bahwa ia memperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya pada tahun ini, namun secara tepat kapan turun masih belum bisa dipastikan.

Baca Juga : Emas Ukir Rekor Baru, Harga Sentuh US$ 2.152 per Troy Ons

Kendati belum dapat dipastikan waktunya serta berapa besar suku bunga The Fed dipangkas, namun hal ini sudah direspon oleh pergerakan DXY yang melemah dan diikuti dengan apresiasi mata uang Garuda.

Powell dalam pidatonya mengatakan bahwa jika perekonomian berkembang secara luas seperti yang diharapkan, kemungkinan akan tepat untuk mulai menarik kembali pembatasan kebijakan pada suatu waktu di tahun ini

Secara keseluruhan, pidato tersebut tidak memberikan landasan baru terhadap kebijakan moneter atau prospek ekonomi The Fed. Namun, komentar tersebut mengindikasikan bahwa para pejabat tetap khawatir agar tidak kehilangan kemajuan yang telah dicapai terhadap inflasi dan akan mengambil keputusan berdasarkan data yang masuk, bukan berdasarkan arah yang telah ditetapkan.

"Kami yakin bahwa suku bunga kebijakan kami kemungkinan akan mencapai puncaknya dalam siklus pengetatan ini. Jika perekonomian berkembang secara luas seperti yang diharapkan, mungkin akan tepat untuk mulai mengurangi pembatasan kebijakan pada tahun ini," kata Powell dalam komentarnya. "Tetapi prospek perekonomian masih belum pasti, dan kemajuan menuju sasaran inflasi 2% masih belum terjamin."

Untuk diketahui, inflasi AS saat ini berada di angka 3,1% year on year/yoy atau 1,1 percentage point lebih tinggi dibandingkan target 2%.

Lebih lanjut, Powell pun menegaskan bahwa penurunan yang tergesa-gesa akan berisiko kalah melawan inflasi. Dengan kata lain inflasi AS berpotensi kembali merangkak naik jika waktunya tidak tepat.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Rabu, 06 Maret 2024

Gandeng Raksasa India, Emiten Batu Bara Ini Bangun Pabrik Hidrogen

PT. Equityworld Futures Manado - Emiten perdagangan batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) memulai tahap pembangunan pabrik hidrogen peroksida (H2O2) terbesar miliknya. Pada Selasa (4/3/2024), SGER menandatangani perjanjian Kontrak Rekayasa, pengadaan, dan konstruksi alias engineering-procurement-construction (EPC) dengan menggandeng perusahaan kontraktor asal India, Nuberg Industries Limited

Total nilai investasi pembangunan pabrik hidrogen peroksida ini mencapai US$50 juta (Rp787,18 miliar). Kontrak ini mencakup pekerjaan turnkey basis dan fixed price dengan lump sum basis, sehingga bisa menekan risiko terjadinya kelebihan anggaran (cost overrun).

"Pengerjaan dimulai pada Maret 2024 dengan estimasi lama pengerjaan selama 22 bulan," kata Direktur Utama Sumber Global Energy Welly Thomas dalam keterangan resminya, Selasa (5/3/2024).

Adapupun SGER melalui PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI) akan membangun pabrik hidrogen peroksida dengan kapasitas 20.000 metrik ton (100% konsentrasi) atau 40.000 metrik ton (50% konsentrasi ) per tahun. Pabrik ini akan dibangun di daerah Merak, Banten, bermitra dengan PT Sulfindo Adiusaha, dengan kepemilikan saham 10%.

Kapasitas tersebut menjadikan pabrik Hidrogen Peroxida Indonesia sebagai pabrik H2O2 kedua terbesar di Indonesia setelah PT Evonic Peroxide.

Baca Juga : Harga Emas Catat Rekor Demi Rekor, Ini 5 Faktor Pemicunya

Welly mengatakan, pembangunan pabrik tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan Indonesia akan H2O2. Permintaan hidrogen peroksida di Asia Tenggara diperkirakan akan terus pulih, terutama permintaan dari sektor tekstil dan kimia.

Belum lagi, permintaan hydrogen peroxide dari Asia Tenggara diperkirakan akan tumbuh hingga 4,5% per tahun hingga tahun 2030, di atas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) regional sebesar 4,0% pada periode yang sama.

 

Untuk diketahui, hidrogen peroksida adalah bahan kimia ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari pulp and paper, tekstil, hingga pertambangan. Di pertambangan emas misalnya, hydrogen peroxide digunakan untuk memastikan konsentrasi oksigen terlarut dalam meningkatkan efisiensi pencucian emas. Selain emas, hydrogen peroxide juga digunakan dalam produksi pertambangan uranium dan logam lainnya.

H2O2 juga dapat digunakan sebagai pengolahan air karena hidrogen peroksida tidak menambahkan kandungan bahan kimia ke dalam air.

Dengan beroperasinya pabrik ini, Welly berharap SGER dapat mendiversifikasikan bisnisnya di luar segmen trading batubara.

"Dengan prospek industri yang baik, operasional pabrik ini tentunya bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi SGER di masa depan," pungkas dia.

 

 cnbcindonesia.com/market

IHSG Berhasil Bangkit, 8 Saham Big Cap Ini Jadi Penopangnya

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan sesi I Rabu (6/3/2024), setelah selama empat hari beruntun tertekan.

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG menguat 0,4% ke posisi 7.276,39. Meski berhasil menguat, tetapi IHSG belum mampu untuk kembali ke level psikologis 7.300 dan kini masih bertahan di level psikologis 7.200.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi I hari ini mencapai sekitar Rp 4 triliun dengan melibatkan 12 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 752.529 kali.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penopang IHSG pada perdagangan sesi I hari ini, yakni sebesar 1,84%.

Beberapa saham juga menjadi penopang (movers) IHSG pada sesi I hari ini. Berikut saham-saham yang menjadi movers IHSG.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
GoTo Gojek Tokopedia GOTO 10,42 68 7,94%
Bank Mandiri (Persero) BMRI 4,56 7.075 0,71%
Barito Renewables Energy BREN 3,88 6.000 1,69%
Bank Central Asia BBCA 3,44 9.850 0,51%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 2,94 6.150 0,41%
Chandra Asri Pacific TPIA 2,88 4.830 1,90%
Astra International ASII 2,26 5.150 0,98%
Sumber Alfaria Trijaya AMRT 1,87 2.760 1,47%

Sumber: Refinitiv

Sejalan dengan sektor teknologi yang menjadi penopang terbesar IHSG, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga menjadi top movers IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 10,4 indeks poin.

Selain itu, beberapa saham perbankan raksasa juga menjadi movers IHSG, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 4,6 indeks poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 3,4 indeks poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 2,9 indeks poin.

Baca Juga : Harga Emas Catat Rekor Demi Rekor, Ini 5 Faktor Pemicunya

IHSG berhasil menguat, setelah empat hari sebelumnya tertekan karena minimnya sentimen positif di global dan investor cenderung wait and see.

Meski IHSG berhasil menguat, tetapi investor masih menanti rilis data ekonomi dan agenda penting di global pada pekan ini.

Investor menanti pernyataan ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell perihal ekonomi AS dan suku bunga.

Sebagai catatan, beberapa bulan terakhir telah terjadi perubahan dinamika antara pasar keuangan dan The Fed mengenai kecepatan serta waktu perkiraan penurunan suku bunga tahun ini.

Pasar harus menyesuaikan pandangan kolektif mereka dari bank sentral yang sangat akomodatif menjadi bank sentral yang lebih hati-hati dan penuh pertimbangan.

Pasar saat ini cenderung sedang mengumpulkan informasi kapan The Fed akan mulai melakukan penurunan suku bunga dan berapa banyak penurunan suku bunganya.

Mereka juga menanti tindakan The Fed selanjutnya terkait pandangan terhadap inflasi dan bagaimana Powell akan mengungkapkan hal tersebut.

Lebih lanjut, malam nanti juga akan dirilis data yang bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan suku bunga The Fed, yakni data pembukaan lowongan baru.

Berdasarkan konsensus Trading Economics pembukaan lowongan pekerjaan pada Januari akan melandai ke 8,9 juta dari 9,03 juta.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

Minggu, 03 Maret 2024

Mana yang Buat Anda Cepat Kaya dari Saham? Growth atau Value Investing

 Lo Kheng Hong/Dok Pribadi

PT. Equityworld Futures Manado - Dalam investasi saham, ada dua strategi yang umum digunakan para investor dan cukup sering dibahas oleh para influencer maupun praktisi pasar modal. Strategi itu adalah value dan growth investing.

Jika dibilang mana yang lebih baik di antara kedua strategi ini, setiap investor tentu memiliki penilaian yang berbeda-beda. Begitu pula dengan potensi imbal hasil maupun risikonya.

Bila Anda penasaran dan ingin memahami kedua strategi ini dengan baik, maka berikut adalah pembahasan lebih lanjut seputar dua strategi tersebut.

Baca Juga : Usai Pecahkan Rekor, Harga Emas Masih Melesat Hari Ini

Value Investing

Value investing adalah strategi memilih saham dengan melihat nilai intrinsik sebuah perusahaan. Intinya adalah mencari perusahaan yang dinilai pasar dengan harga murah dengan kinerja bisnis yang solid.

Seperti kata investor kenamaan Indonesia Lo Keng Hong, cari saham spek Mercy seharga Avanza. Para investor yang menganut strategi ini percaya bahwa pasar bereaksi berlebihan terhadap kabar buruk dari suatu perusahaan sehingga harga sahamnya turun.

Ada beberapa metrik untuk mendapatkan nilai intrinsik suatu saham. Nilai intrinsik sendiri adalah kombinasi penggunaan analisis keuangan seperti mempelajari kinerja keuangan perusahaan, pendapatan, pendapatan, arus kas, dan keuntungan serta faktor fundamental, termasuk merek perusahaan, model bisnis, target pasar, dan keunggulan kompetitif.

Adapun beberapa metrik yang bisa dipakai untuk menilai suatu saham perusahaan meliputi:

  • Price-to-book (P/B) atau nilai buku, yang mengukur nilai aset perusahaan dan membandingkannya dengan harga saham. Jika harganya lebih rendah dari nilai aset, saham tersebut dinilai terlalu rendah, dengan asumsi perusahaan tidak dalam kesulitan keuangan.

  • Price-to-earnings (P/E), yang menunjukkan rekam jejak perusahaan untuk pendapatan untuk menentukan apakah harga saham tidak mencerminkan semua pendapatan atau undervalued.

  • Free Cash Flow (FCF) , yaitu uang tunai yang dihasilkan dari pendapatan atau operasi perusahaan setelah biaya pengeluaran dikurangi. Arus kas bebas adalah sisa uang tunai setelah biaya dibayarkan, termasuk biaya operasi dan pembelian besar yang disebut pengeluaran modal , yang merupakan pembelian aset seperti peralatan atau peningkatan pabrik. Jika sebuah perusahaan menghasilkan FCF, ia akan memiliki sisa uang untuk diinvestasikan di masa depan bisnis, melunasi hutang, membayar dividen atau hadiah kepada pemegang saham, dan menerbitkan pembelian kembali saham.

    Growth Investing

    Growth investing adalah strategi yang menitikberatkan pemilihan saham kepada perusahaan yang skalanya masih belum besar sehingga masih ada ruang pertumbuhan yang tinggi.

    Apalagi jika perusahaan tersebut memiliki tingkat pendapatan dan laba di atas rata-rata industrinya.

    Investor yang menerapkan strategi growth investing biasanya mencari investasi di industri yang berkembang pesat (atau bahkan seluruh pasar) di mana teknologi dan layanan baru sedang dikembangkan.

    Investor mencari keuntungan melalui apresiasi modal yaitu, keuntungan yang akan mereka capai saat menjual saham mereka (berlawanan dengan dividen yang mereka terima saat mereka memilikinya).

    Faktanya, sebagian besar perusahaan saham pertumbuhan menginvestasikan kembali pendapatan mereka ke dalam bisnis daripada membayar dividen kepada pemegang saham mereka.

    Perusahaan-perusahaan ini cenderung kecil, perusahaan muda dengan potensi yang sangat baik. Mereka mungkin juga perusahaan yang baru saja memulai perdagangan publik. Idenya adalah bahwa perusahaan akan makmur dan berkembang, dan pertumbuhan pendapatan atau pendapatan ini pada akhirnya akan menghasilkan harga saham yang lebih tinggi di masa depan.

    Oleh karena itu, saham pertumbuhan dapat diperdagangkan dengan rasio harga/pendapatan (P/E) yang tinggi . Mereka mungkin tidak memiliki penghasilan saat ini tetapi diharapkan di masa depan. Ini karena mereka mungkin memegang paten atau memiliki akses ke teknologi yang menempatkan mereka di depan orang lain di industri mereka.

    Agar tetap berada di depan para pesaing, mereka menginvestasikan kembali keuntungan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baru lagi, dan mereka berusaha mendapatkan hak paten sebagai cara untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang.

    Karena investor berusaha memaksimalkan keuntungan modal mereka , investasi pertumbuhan juga dikenal sebagai strategi pertumbuhan modal atau strategi apresiasi modal.

     

     

     cnbcindonesia.com/mymoney

Rekor Baru! Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 1,164 Juta

 Logam Mulia Antam. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT. Equityworld Futures Manado - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk menembus rekor baru pada Minggu (2/3//2024) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung senilai Rp1.164.000. Harga tersebut melonjak Rp 22.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Rekor hari ini mematahkan catatan sebelumnya yakni pada 2 Februari 2024 yang menyentuh Rp 1.151.000/gram.

Begitu juga dengan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.057.000 per gram atau naik Rp 22.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga : Usai Pecahkan Rekor, Harga Emas Masih Melesat Hari Ini

 Lonjakan harga emas Antam sejalan dengan emas global yang juga memecah rekor.
Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Jumat pekan ini (1/3/2024). Harga emas terbang setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) melemah sehingga meningkatkan optimisme mengenai pemangkasan suku bunga di AS.

Merujuk pada Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.083,39 per troy ons pada Jumat (1/3/2023). Harga sang logam mulia terbang 1,96%. Posisi penutupan kemarin adalah yang tertinggi sepanjang masa.

Rekor tersebut mengalahkan catatan sebelumnya yakni US$ 2.077,16 per troy pada 27 Desember 2023.
Harga emas sudah pecah rekor sebanyak tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir yakni pada pada awal Desember 2023 di US$ 2.070,9 per troy ons kemudian pada 27 Desember 2023 dan perdagangan kemarin.


cnbcindonesia.com/mymoney

Jumat, 01 Maret 2024

Inflasi AS Sesuai Ekspektasi, Rupiah Melemah ke Rp15.715/US$

 Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Dolar Asia, Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa, (3/10). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru setelah data inflasi AS yang sesuai ekspektasi dan sikap wait and see pelaku pasar perihal data inflasi Indonesia hari ini.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka melemah tipis 0,03% di angka Rp15.715/US$. Pelemahan rupiah ini sejalan dengan depresiasi yang terjadi kemarin (29/2/2024) yang melemah sebesar 0,19% serta merupakan penurunan yang terjadi selama enam hari beruntun.

Sementara DXY pada pukul 08:56 WIB turun di angka 104,08 atau turun 0,07%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 104,15.

Semalam, AS telah melaporkan data inflasi (Personal Consumption Expenditure) pada Januari 2024 tercatat 2,4% secara tahunan (yoy) dan mencapai 0,3% secara bulanan (mtm). Angka bulanan lebih tinggi dari periode Desember 2023 yang tumbuh 0,1%, namun secara tahunan lebih rendah dari Desember 2023 yang tumbuh 2,6%.

Baca Juga : Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi Sebulan, Ada Kabar Baik dari AS

Angka PCE sejalan dengan ekspektasi pasar, yang memperkirakan inflasi PCE tumbuh 0,3% (mtm) dan 2,4% (yoy).

Inflasi PCE inti,yang mengeluarkan harga makanan dan energi yang bergejolak, tercatat 0,4% (mtm) dan 2,8% (yoy) yang tentunya sudah sesuai dengan ekspektasi pasar.

Data inflasi PCE yang sejalan ekspektasi pasar ini meningkatkan optimisme pasar jika bank sentral AS (The Fed) bisa memangkas suku bunga secepatnya.

Laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja pada hari ini menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran negara naik 13.000 menjadi 215.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 24 Februari. Para ekonom memperkirakan 210,000 klaim untuk minggu terakhir.

Selain itu, hari ini juga pelaku pasar masih memasang sikap wait and see perihal data inflasi Indonesia yang akan dirilis hari ini.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 11 institusi memperkirakan inflasi Februari 2024 akan mencapai 0,25% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm). Hasil polling juga memperkirakan inflasi (year on year/yoy) akan berada di angka 2,63% pada Februari. Inflasi inti (yoy) diperkirakan mencapai 1,7% (yoy).

Sebagai catatan, inflasi pada Januari 2024 tercatat 2,57% (yoy) dan 0,04% (mtm) sementara inflasi inti mencapai 1,68% (yoy).

Untuk diketahui, secara historis inflasi Indonesia akan mencapai puncak pada Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Bila harga pangan belum juga turun maka inflasi Maret bisa semakin melonjak.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

IHSG Loyo Jelang Weekend, 6 Saham Big Cap Ini Jadi Beban

 Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan Jumat (1/3/2024), meski sentimen pasar global cenderung membaik.

IHSG ditutup turun tipis 0,06% ke posisi 7.311,91. IHSG bertahan di level psikologis 7.300 pada hari ini.

Nilai transaksi indeks pada akhir perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp 11 triliun dengan melibatkan 15 miliaran saham yang diperdagangkan sebanyak 1,2 juta kali. Sebanyak 231 saham naik, 285 saham turun, dan 242 saham cenderung mendatar.

Beberapa saham terpantau menjadi penekan (laggard) IHSG pada hari ini. Berikut saham-saham yang menjadi laggard IHSG.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Telkom Indonesia (Persero) TLKM -9,37 3.920 -2,00%
GoTo Gojek Tokopedia GOTO -4,15 69 -2,82%
Bank Negara Indonesia (Persero) BBNI -3,64 5.900 -1,67%
Bank Central Asia BBCA -3,45 9.825 -0,51%
Merdeka Battery Materials MBMA -1,41 5.150 -3,28%
Sumber Alfaria Trijaya AMRT -1,40 2.720 -1,09%

Sumber: Refinitiv

Emiten Telekomunikasi BUMN yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi penekan terbesar IHSG di akhir perdagangan hari ini, yakni mencapai 9,4 indeks poin.

IHSG melemah meski sentimen pasar dari luar negeri cenderung positif. Sepertinya koreksi IHSG terjadi karena investor masih melakukan aksi profit taking.

Sentimen pasar global sedikit membaik setelah dirilisnya data inflasi belanja personal (personal consumption expenditure/PCE) Amerika Serikat (AS) periode Januari 2024 yang sesuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya.

Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS melaporkan inflasi PCE pada Januari lalu naik tercatat 2,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan mencapai 0,3% secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka bulanan lebih tinggi dari periode Desember 2023 yang tumbuh 0,1%, namun secara tahunan lebih rendah dari Desember 2023 yang tumbuh 2,6%.

Angka ini juga sudah sesuai dengan ekspektasi pasar, yang memperkirakan inflasi PCE tumbuh 0,3% (mtm) dan 2,4% (yoy).

Baca Juga : Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi Sebulan, Ada Kabar Baik dari AS

Data inflasi PCE yang sudah sesuai prediksi membuat pasar dapat sedikit bernafas lega, meski dinilai masih cukup panas.

Selain itu, laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja pada hari ini menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran negara naik 13,000 menjadi 215,000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 24 Februari. Para ekonom memperkirakan 210,000 klaim untuk minggu terakhir.

Dengan ini, maka sentimen pasar di global cenderung sedikit membaik, karena data terbaru yang dirilis cenderung sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sementara dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi yang mengalami kenaikan di atas ekspektasi pasar yakni sebesar 2,75% (year-on-year/yoy), namun masih dalam rentang target pemerintah yakni 1,5-3,5%.

BPS mengemukakan inflasi pada Februari ini disebabkan oleh kelompok bahan makanan, a.l. beras, cabai merah, daging ayam, tomat, dan bawang putih, serta gula pasir. Di luar makanan dan minuman, BPS mencatat emas perhiasan, angkutan udara dan kontrak rumah rumah turut memberikan andil signifikan.

"Sebaran inflasi tahunan wilayah, seluruh provinsi terjadi. Tertinggi di Papua selatan 4,61% sedang terendah di Papua Barat Daya inflasi 1,81%," ujar M. Habibullah, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Jumat (1/3/2024).

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com