
Kamis, 31 Juli 2025 – Harga emas kembali menguat karena investor mencari perlindungan di aset safe haven, sementara ketegangan perdagangan meningkat menjelang tenggat tarif yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump pada 1 Agustus.
Harga emas spot naik 0,6% ke level $3.294,66 per ons, sementara emas berjangka AS sedikit melemah 0,2% menjadi $3.347,80. Menurut Peter Grant, Wakil Presiden dan Strategis Senior Logam di Zaner Metals, meningkatnya ketidakpastian perdagangan mendorong permintaan emas, dengan area kunci berada di sekitar $3.312/ons.
Pada hari Rabu, Trump mengumumkan tarif baru untuk impor tembaga serta sejumlah produk dari Brasil dan Korea Selatan, menambah tekanan pasar menjelang kenaikan tarif yang lebih luas. Inflasi AS juga tercatat meningkat pada Juni, dengan Indeks PCE naik 0,3%, seiring dampak awal dari kebijakan tarif tersebut.
Sementara itu, Federal Reserve mempertahankan suku bunga, dan pernyataan Ketua Jerome Powell melemahkan ekspektasi pemangkasan biaya pinjaman pada September. Kondisi ini membuat emas tetap diminati, karena logam mulia cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data Nonfarm Payrolls AS pada Jumat untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Di pasar logam lainnya, perak anjlok 1,8% ke $36,48 per ons, level terendah sejak 7 Juli, platinum turun 1,7% ke $1.290,05, dan paladium melemah 1% menjadi $1.193,72. Menurut Jim Wyckoff, Analis Senior di Kitco Metals, tekanan jual pada perak turut dipicu aksi jual mengikuti koreksi tajam harga tembaga, yang turun lebih dari 20% di bursa COMEX setelah pengumuman tarif baru Trump.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar