Kamis, 29 Februari 2024

10 Saham Ini Kompak Dibuang Asing Kala IHSG Balik ke Level 7.300

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada perdagangan Rabu (28/2/2024), menjadi penguatan selama dua hari berturut-turut. Sebelumnya, indeks sempat merah selama empat hari beruntun.

IHSG ditutup menguat 0,59% ke posisi 7.328,64. Indeks pun kembali menyentuh level psikologis 7.300 pada hari ini.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp10,75 triliun dengan melibatkan 25,09 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,29 juta kali. Sebanyak 260 saham naik, 267 saham turun, dan 246 saham cenderung mendatar.

Baca juga : AS Beri Kabar Penting Hari Ini, Harga Emas Bikin Dag Dig Dug

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih yang terbilang mini, yakni sebesar Rp23,66 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp186,41 miliar di pasar reguler. Di samping itu, investor asing juga melakukan penjualan bersih sebesar Rp162,75 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Maka, saham-saham apa saja yang kompak dilepas oleh asing kala IHSG menguat? Mengutip RTI Business, berikut net foreign sell perdagangan kemarin!

1. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp166,0 miliar

2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp30,4 miliar

3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp21,9 miliar

4. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp19,7 miliar

5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp19,0 miliar

6. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp15,7 miliar

7. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp14,9 miliar

8. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp13,3 miliar

9. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp12,0 miliar

10. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) - Rp10,5 miliar

 

cnbcindonesia.com/market/

Pelaku Pasar Nantikan 2 Data Penting AS Ini, Bagaimana Nasib Rupiah?

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah masih tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Pada penghujung Februari ini ada sejumlah data ekonomi seperti inflasi PCE hingga klaim pengangguran AS yang bakal mempengaruhi gerak mata uang Garuda lebih volatile .

Melansir dari Refinitiv, rupiah berakhir di posisi Rp15.680/US$, melemah 0,29% secara harian pada kemarin, Rabu (28/2/2024). Pelemahan rupiah ini melanjutkan depresiasi yang terjadi pada satu hari sebelumnya yang melemah sebesar 0,06%, serta mencatatkan kembali penyusutan selama empat hari beruntun.

Nyaris seminggu rupiah sudah keok terhadap dolar AS di tengah berbagai sentimen defisit yang terjadi belakangan ini serta proyeksi potensi defisit yang semakin melebar ke depan.

Sebagai informasi, pada kuartal IV-2023 tercatat transaksi berjalan Indonesia mengalami pelebaran defisit menjadi US$ 1,3 Miliar sementara secara keseluruhan tahun 2023 defisitnya mencapai US$1,6 Miliar atau 0,1% dari produk domestik bruto (PDB).

Di sisi lain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 defisit sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65% dari PDB.
Twin defisit yang terjadi ini menyebabkan perspektif investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia kurang baik. Alhasil depresiasi rupiah tak terhindarkan.

Ekonom CIMB Niaga, Mika Martumpal mengatakan twin deficit kerap berdampak negatif ke pasar keuangan RI, meski faktor suku bunga dan prospek pertumbuhan global turut mempengaruhi stabilitas pasar.

Beralih pada hari ini, Kamis (29/2/2024), tepat bulan Februari berakhir akan ada sejumlah data rilis terutama dari AS, seperti data inflasi PCE hingga klaim pengangguran mingguan.

Baca juga : AS Beri Kabar Penting Hari Ini, Harga Emas Bikin Dag Dig Dug

Konsensus pasar dalam Trading Economics memperkirakan inflasi PCE Negeri Paman Sam pada Januari 2024 turun menjadi 2,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan naik menjadi 0,3% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Sedangkan inflasi PCE inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, diperkirakan naik menjadi 2,9% (yoy) dan 0,4% (mtm).

Data ini akan dipantau ketat oleh pelaku pasar, terutama bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), mengingat inflasi PCE merupakan salah satu ukuran inflasi yang akan menjadi pertimbangan bagi kebijakan The Fed ke depan.

Jika pembacaan PCE mirip dengan pembacaan inflasi harga konsumen dan produsen baru-baru ini, hal ini dapat memaksa The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat saat ini lebih lama dari perkiraan pasar.

Selain data inflasi PCE, Negeri Paman Sam juga akan merilis data klaim pengangguran mingguan untuk periode pekan yang berakhir 24 Februari 2024.

Konsensus pasar Trading Economics memperkirakan klaim pengangguran mingguan kali ini akan kembali naik menjadi 210.000, dari sebelumnya pada pekan yang berakhir 17 Februari lalu di angka 201.000 klaim.

Jika angka klaim pengangguran kembali naik, maka bisa dikatakan bahwa data tenaga kerja mulai mendingin. Namun, hal ini tidak dapat disimpulkan secara langsung, mengingat masih ada data tenaga kerja lain yang menjadi tolak ukur, seperti non farm payroll hingga tingkat pengangguran secara keseluruhan.

Pasar tenaga kerja juga salah satu faktor yang menjadi penentu kebijakan the Fed. Oleh karena itu, rilis setiap data yang menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja AS patut diperhatikan.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal pergerakan rupiah mulai terpantau ada pembalikan arah, dari sideways menuju pelemahan. Saat ini rupiah sedang menguji resistance di posisi Rp15.680/US$ yang berasal dari garis horizontal berdasarkan high candle intraday pada 7 Februari 2024.

Jika posisi tersebut ditembus, ada potensi pelemahan berlanjut ke resistance selanjutnya di Rp15.729 atau terdekat level psikologis di Rp15.700.

Sementara itu, untuk posisi support terdekat atau potensi penguatan jika ada pembalikan arah bisa dicermati pada posisi Rp15.650/US$, nilai ini didapatkan dari garis rata-rata selama 50 jam atau moving average 50 (MA50).

Pergerakan rupiah melawan dolar AS 
Foto: Tradingview
Pergerakan rupiah melawan dolar AS

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

Rabu, 28 Februari 2024

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS ke Rp 15.655

PT. Equityworld Futures Manado - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini. Pelemahan ini memperpanjang tre negatif rupiah yang juga melemah pada tiga hari perdagangan sebelumnya.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,13 % di angka Rp15.655/US$ pada Rabu (28/2/2024) pukul 09.04 WIB. Pada perdagangan kemarin, rupiah juga melemah 0,06%.

Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini akan dibayangi oleh rilis data Amerika Serikat (AS), minat investor asing ke Surat Berharga Negara (SBN), serta rancangan awal Anggaran dan Pendapatan Negara (APBN) 2025.

Dari AS, Negara Paman Sam akan merilis data perkiraan kedua dari pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) pada kuartal IV-2023.

Konsensus pasar dalam Trading Economics memperkirakan PDB AS pada perkiraan kedua secara basis kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) mencapai 3,3%, lebih rendah dari posisi kuartal III-2023 yang mencapai 4,9%.

Sebelumnya pada Selasa (27/2/2024), Departemen Perdagangan AS melaporkan pesanan barang tahan lama turun lebih besar dari perkiraan pada Januari lalu, dengan faktor utamanya adalah penurunan besar dalam permintaan transportasi.

Pesanan barang tahan lama anjlok 6,1% pada bulan lalu, lebih buruk dari penurunan 0,3% yang direvisi ke bawah pada Desember 2023 dan estimasi Dow Jones yang memperkirakan penurunan sebesar 5%.

Sebelumnya, data keyakinan konsumen AS menunjukkan indeks turun menjadi 106,7 pada Februari 2024, dari 110,9 pada Januari ataupun ekspektasi pasar yakni 115.1.

Fakta-fakta di atas mencerminkan adanya perlambatan ekonomi AS yang bisa berimbas kepada kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga : Kepada Pemilik Emas: Ini Bocoran Kapan Harga Bisa Rekor Lagi

Jika ekonomi AS makin melemah maka ada harapan The Fed memangkas suku bunga dalam waktu dekat. 
Kondisi ini akan menguntungkan rupiah karena investor bisa melepas dolar AS dan membeli instrumen lain seperti rupiah.

Sentimen rupiah lain akan datang dari dalam negeri yakni rancangan APBN dan lelang SBN.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menetapkan rancangan defisit APBN pada 2025 sebesar 2,48%-2,8%. Angka defisit itu melebar dari yang ditetapkan untuk APBN 2024 sebesar 2,29%. Seperti diketahui, APBN 2025 akan menjadi pedoman presiden berikutnya. Melihat data real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), APBN tersebut akan digunakan Prabowo Subianto.

Rancangan defisit itu diiringi dengan target pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,3%-5,6%. Di atas target pertumbuhan 2024 sebesar 5,2% dan realisasi pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 5,05%.

Pelebaran defisit yang tidak bisa dijaga juga bisa berdampak besar kepada keyakinan pasar keuangan yang bisa melemahkan nilai tukar rupiah.

Sejauh ini, investor asing masih memandang positif Indonesia seperti tercermin dari lelang Surat Utang Negara (SUN).

Pemerintah melaksanakan lelang SUN pada kemarin, Selasa (27/2/2024) untuk tujuh seri obligasi, yakni seri SPN12240529 (reopening), SPN12250213 (reopening), FR0101 (reopening), FR0100 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Adapun total hasil penawaran (incoming bids) dari semua seri yang ditawarkan cukup atraktif mencapai Rp61,04 triliun. Dari nilai tersebut, pemerintah menyerap (awarding bids) sebanyak Rp24 triliun.

Terkhusus untuk investor asing minat yang masuk terpantau melonjak cukup signifikan mencapai Rp10,40 triliun, dengan serapan sebesar Rp3,63 triliun. Nilai tersebut terbilang di atas dua kali lipat dari raihan lelang sebelum dan menjadi yang tertinggi sejak akhir Januari lalu.

Masuknya asing menjadi kabar baik bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingat investor asing sempat meninggalkan lelang SBN pada dua pekan lalu.

 

 cnbcindonesia.com/market

Bursa Pelototin Perdagangan Empat Emiten Ini, Kenapa?

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat empat emiten yang pergerakan sahamnya terjadi di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) pada 27 Februari 2024. Keempat emiten itu adalah PT Ricky Putra Globalindo Tbk. (RICY), PT Wira Global Solusi Tbk. (WGSH), PT Kedaung Indah Can Tbk. (KICI), dan PT Citra Putra Realty Tbk. (CLAY).

RICY, yang merupakan emiten produsen tekstil, masuk radar bursa karena adanya indikasi pola transaksi tidak wajar. Mengutip RTI Business, saham RICY terkoreksi 1,96% sepanjang sepekan terakhir, dan saat ini berada di posisi harga 100.

Demikian pula dengan emiten perdagangan IT, WGSH. Saham WGSH tercatat bergerak melemah 47,84%, dan terakhir berada di posisi 61 per saham.

Sementara itu, emiten produsen alat rumah tangga KICI masuk radar bursa karena mengalami peningkatan harga yang di luar kebiasaan. Tercatat, KICI naik 59,81% ke harga 171 dalam sepekan terakhir.

Baca Juga : Kepada Pemilik Emas: Ini Bocoran Kapan Harga Bisa Rekor Lagi

Sama halnya dengan emiten property dan perhotelan CLAY yang dalam sepekan terakhir terapresiasi 12,24% ke posisi 220. Bahkan, dalam sebulan terakhir, emiten milik OSO Group itu melesat 155,81%.

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas keempat saham tersebut, BEI menyampaikan saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi keempatnya.

"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," kata Bursa dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/2/2024).

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk: a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; c. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS; d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Seluruh keterbukaan informasi terkait Emiten dipublikasikan melalui website Bursa (www.idx.co.id).

 

cnbcindonesia.com/market

 

Senin, 26 Februari 2024

Robert Kiyosaki: Saya Akan Jadikan Perak Sebagai Uang!

 Robert Kiyosaki

PT. Equityworld Futures Manado - Lagi-lagi, penulis buku Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mengingatkan kembali seputar ancaman perang dan krisis ekonomi. Namun hal yang mengejutkan adalah pendapatannya seputar perak.

"Tolong berhati-hatilah, krisis perbankan sudah semakin memburuk. Ancaman perang meningkat. Bank sentral akan mendorong penggunaan uang digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) untuk memata-matai kita. Saya akan terus membeli Bitcoin dan koin perak. Perak adalah penawaran terbaik. Saya akan menggunakan perak layaknya uang, tidak seperti dolar palsu Amerika Serikat," demikian cuitan Robert Kiyosaki di akun pribadi X miliknya, (25/2/2024).

Bicara soal investasi logam mulia, logam mulia yang cukup populer dan umum dibeli masyarakat Indonesia adalah emas. Harga perak memang cenderung lebih murah ketimbang emas, dan Anda pun bisa membelinya di butik Antam yang juga menjual emas.

Sehari sebelumnya, Kiyosaki juga mengunggah cuitan tentang dirinya yang sering mendapat pertanyaan terkait potensi hancurnya harga Bitcoin di pasar. Kiyosaki malah mengatakan kalau dirinya sangat menyambut hal tersebut.

Baca Juga : Harga Emas Nggak Kemana-Mana, Tunggu Kabar Penting dari AS

"Saya sering ditanya, 'apa yang terjadi jika Bitcoin hancur?' Jawaban saya tetap sama untuk Bitcoin, emas atau perak. Jawaban saya, 'saya akan bahagia, dan saya akan membelinya dalam jumlah yang lebih banyak, saat kehancuran (penurunan harga) itu selesai (mencapai batas bawah).' Semua kehancuran yang ada di pasar, terjadi karena ada diskon terhadap aset-aset, diskon adalah hal yang saya sukai," ucap Kiyosaki di X (24/2/2024).

Seperti diketahui pada pukul 09.40 di hari ini, pasar kripto relatif bergerak di zona hijau pada hari ini (27/2/2024) diikuti kenaikan stablecoin yang telah mencapai US$140 miliar pada bulan ini.

Merujuk dari CoinMarketCap hari ini pukul 07:14 WIB, pasar kripto kompak menguat. Harga Bitcoin selama tujuh hari (sepekan) naik hingga hari ini (11.40 WIB) naik 8,16% ke US$55.999,11. Sementara itu performa Ethereum dalam sepekan terpantau naik 10,1% di waktu dan periode yang sama.

Bagi para pemula, aset kripto merupakan salah satu aset yang bisa menghasilkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat namun berbanding lurus dengan risikonya. Dengan pasar yang terbuka selama 24 jam, dan tidak adanya auto reject atas maupun bawah seperti saham, potensi kerugian juga terbilang cukup tinggi.

Mengutip pernyataan Ryan Filbert dalam CNBC Indonesia Investment Expo 2023 pada September lalu, analisis kuantitatif bisa dilakukan untuk menyortir aset kripto mana yang layak investasi. Pemilihan bisa dilakukan untuk aset kripto yang telah eksis selama 5 tahun terakhir, market cap, dan faktor teknikal lainnya.

Filbert juga sempat mengatakan bahwa agar kita terhindar dari kripto yang abal-abal, disarankan untuk melakukan pengecekan di bursa perdagangan kripto.

 

 

cnbcindonesia.com/mymoney

Beban Bunga Bengkak, Laba Bank Panin Turun 16,77% Jadi Rp 2,5 T

PT. Equityworld Futures Manado - PT Bank Panin Tbk. (PNBN) membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik sebesar Rp 2,53 triliun per Desember 2023, turun 16,77% secara tahunan (yoy). 

Bila dirinci pendapatan bunga bank masih tumbuh 4,95% yoy menjadi Rp 14,59 triliun. Akan tetapi beban bunga melesat 36,96% yoy menjadi Rp 5,33 triliun.

Dengan demikian pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) merosot 7,49% yoy menjadi Rp 9,27 triliun. 

Tertekannya Bank Panin atas beban bunga yang melesat juga tercermin dalam rasio net interest margin (NIM) yang turun 60 basis poin (bps) menjadi 4,93%.

Baca Juga : Harga Emas Nggak Kemana-Mana, Tunggu Kabar Penting dari AS

Alhasil rasio profitabilitas bank pun ikut turun. Tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) merosot 34 bps menjadi 1,57% dan tingkat pengembalian modal atau return on equity (ROE) turun lebih dalam, yakni 147 bps ke level 5,42%.

Sementara itu dana pihak ketiga (DPK) bank pada periode yang sama tumbuh 2,38% yoy menjadi Rp 145,22 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh tabungan yang naik 5.48% yoy menjadi Rp 53,75 triliun.   

Kemudian giro turun 4,29% yoy menjadi Rp 12,01 triliun, sedangkan deposito naik 1,43% yoy menjadi Rp 79,45 triliun. Alhasil rasio dana murah atau current account savings account (CASA) bank naik jadi 45,3% dari sebelumnya 44,8%.

Dari sisi fungsi intermediasi, emiten bersandi PNBN menyalurkan kredit kepada pihak ketiga Rp 148,49 triliun, naik 8,4% yoy. Capaian ini mendorong aset perusahaan tumbuh 4,51% yoy menjadi Rp 222,01 triliun.

 

cnbcindonesia.com/market

Minggu, 25 Februari 2024

Mau Kaya dari Trading Saham? Pahami Ini

 Ilustrasi pasar saham

PT. Equityworld Futures Manado - Trading saham bisa diartikan sebagai kegiatan jual-beli saham dalam jangka pendek yang mirip dengan berbelanja di pasar. Saat melakukan trading saham, kita membeli saham dengan harga rendah dan menjualnya saat harganya naik.

Bagi pemula yang ingin menjadi trader saham handal, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, adalah dengan memahami tujuan dari trading saham itu sendri.

Baca juga : Harga Emas Terancam Naik Turun Kaya Roller Coaster

Jika investasi saham bertujuan untuk menambah aset dalam jangka panjang, trading saham bertujuan untuk menambah pemasukan setiap bulannya. Berikut adalah hal yang harus Anda lakukan sebelum Anda memulai trading saham.

Kuasai analisis teknikal

Kuasailah analisis teknikal untuk mengidentifikasi saham dengan potensi kenaikan harga. Analisis ini melibatkan melihat grafik historis dan volume transaksi untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

Selain itu, penting juga untuk memahami manajemen risiko dalam trading. Ini termasuk penggunaan stop loss untuk melindungi modal dari kerugian yang lebih dalam. Gunakan uang dingin yang tidak dialokasikan untuk kebutuhan jangka pendek, dan lakukan diversifikasi dengan menyebar modal ke beberapa saham di sektor yang berbeda.

Dengan memahami dan mengimplementasikan langkah-langkah ini, seorang pemula dapat menjadi trader saham yang lebih handal dan terampil dalam mengelola risiko serta investasi mereka.

 

cnbcindonesia.com/mymoney

Stop Impulsive Buying, Yuk Rencanakan Masa Depan dengan Bijak

 Ilustrasi Kakeibo (Freepik) 

PT. Equityworld Futures Manado - Tidak bisa dimungkiri masa depan yang cerah harus dimulai dan direncanakan sejak dini. Perencanaan keuangan masa depan merupakan hal penting dalam mencapai financial freedom. Sayangnya, hal ini kerap terkendala dengan perilaku impulsive buying.

Tidak banyak manfaatnya, Impulsive buying merupakan sebuah perilaku ketika seseorang cenderung membeli sesuatu hanya berdasarkan keinginan dan tanpa pikir panjang. Biasanya barang yang dibeli bukanlah barang yang dalam kategori sangat dibutuhkan.

Apalagi saat ini aktivitas belanja online semakin mudah sehingga tren impulsive buying semakin berkembang. Lewat berbagai embel-embel promo dan diskon serta sale, tak jarang orang yang terjerat dengan budaya konsumerisme ini. Imbasnya, selain pemborosan dari sisi finansial, ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan aktivitas impulsive buying.

Penumpukan Barang Tidak Terpakai

Kebiasaan belanja secara impulsif bisa menyebabkan banyak barang menumpuk di rumah. Karena belanja yang hanya didasarkan pada keinginan semata, barang-barang yang sudah dibeli bisa jadi tidak dibutuhkan atau hanya terpakai sekali sehingga barang yang lainnya akan mubazir.

Rentan Terjerat Pinjaman

Perilaku belanja impulsif bisa mendorong pelakunya untuk mengambil jalan pintas dengan pinjaman. Apabila dilakukan secara terus menerus dan kemampuan finansial tidak mencukupi, bukan tidak mungkin pelaku impulsive buying ini bisa terjerat pinjaman atau kredit.

Sulit Merencanakan Keuangan untuk Masa Depan

Belanja secara impulsif ini cenderung membuat pelakunya semakin boros. Mereka rela menghabiskan uang untuk belanja hal-hal tidak penting yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan. Hal inilah yang pada akhirnya membuat pengeluaran utama harus rela dikorbankan demi keinginan sesaat. Tak heran, perilaku ini pun membuat pelakunya akan kesulitan mengalokasikan dana untuk masa depan.

Baca juga : Harga Emas Terancam Naik Turun Kaya Roller Coaster

Lalu bagaimana dengan rencana keuangan untuk masa depan?

Peran Investasi dalam Membendung Impulsive Buying

Anda tentu saja harus menghindari perilaku impulsive buying agar kondisi finansial Anda tetap terjaga dan stabil. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan memahami kembali definisi keinginan (wants) dan kebutuhan (needs). Dengan demikian, Anda bisa membedakan apakah belanja yang Anda lakukan atas dasar kebutuhan atau hanya keinginan semata.
Untuk itulah, penting bagi Anda untuk menyusun skala prioritas sebelum melakukan pembelian barang. Anda bisa menggunakan skala perencanaan keuangan dengan alokasi 40%, 30%, 20% dan 10%.

Porsi 40% dapat dialokasikan untuk jenis kebutuhan rutin, akomodasi dan kebutuhan pokok lainnya. Sebanyak 30% dari dana Anda bisa dialokasikan untuk cicilan atau kredit dengan porsi kredit produktif harus lebih dari 15%. Sebanyak 20% dari dana Anda bisa digunakan untuk proteksi dan investasi. Sementara itu, 10% sisanya dapat Anda gunakan untuk dana sosial atau bantuan lainnya.

Adapun untuk porsi 20% yang dialokasikan untuk proteksi dan investasi, Anda dapat menggunakan instrumen investasi yang ditawarkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI). Sebagai salah satu lembaga keuangan tepercaya di Indonesia, hadir dengan sejumlah instrumen investasi melalui Layanan Wealth Management BRI.

Melalui layanan keuangan ini, BRI menyediakan kemudahan dalam pengelolaan aset, termasuk konsultasi perencanaan keuangan dan investasi, proteksi, serta dana pensiun.
Layanan Wealth Management BRI ini menyediakan beberapa produk investasi yang bisa Anda pertimbangkan untuk membantu merencanakan keuangan Anda di masa depan. Berikut beberapa instrumen investasi yang tersedia di Wealth Management BRI.

• Reksa Dana

Reksa dana merupakan produk investasi yang dirancang untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi (MI).

Beberapa jenis reksa dana yang tersedia pada layanan BRI Prioritas antara lain reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, reksa dana terproteksi, dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).

• Obligasi Ritel

Obligasi Ritel (ORI) adalah Surat Berharga Negara (SBN) merupakan obligasi dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui agen penjual di pasar perdana dengan volume minimum yang telah ditentukan. Obligasi Ritel (ORI) yang tersedia dalam layanan ini adalah Obligasi Ritel seri ORI025-T3 dan ORI025-T6 yang memang merupakan seri terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah. Kedua jenis Obligasi Ritel ini mulai dibuka penawarannya sejak 29 Januari 2024 hingga 22 Februari 2024.

 

cnbcindonesia.com/mymoney

Jumat, 23 Februari 2024

IHSG Balik Lagi Ke 7.200-an, 8 Saham Big Cap Ini Jadi Penekan

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali melemah pada perdagangan sesi I Jumat (23/2/2024), meski pergerakan bursa saham global cenderung positif

Hingga pukul 11:30 WIB, IHSG merosot 0,88% ke posisi 7.275,24. Setelah beberapa hari bertahan di level psikologis 7.300, IHSG kembali terkoreksi ke 7.200 pada hari ini.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi I hari ini mencapai sekitar Rp 4,4 triliun dengan melibatkan 9 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 690.209 kali.

Secara sektoral, sektor keuangan menjadi pemberat terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 1,16%.

Beberapa saham turut memperberat (laggard) IHSG pada sesi I hari ini. 

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI -20,37 6.075 -2,80%
Bank Mandiri (Persero) BMRI -9,10 7.000 -1,41%
Astra International ASII -6,73 5.125 -2,84%
Chandra Asri Pacific TPIA -5,39 4.460 -3,67%
Sumber Alfaria Trijaya AMRT -3,71 2.670 -2,91%
Bank Negara Indonesia (Persero) BBNI -2,72 5.875 -1,26%
Barito Renewables Energy BREN -1,94 5.525 -0,90%
Telkom Indonesia (Persero) TLKM -1,17 4.080 -0,24%

Sumber: Refinitiv

Saham perbankan raksasa kedua di Indonesia yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penekan terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 20 indeks poin.

IHSG terpantau melemah meski bursa saham global cenderung bergairah pada hari ini dan kemarin. Di bursa Asia-Pasifik, indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,05%, Shanghai Composite China menguat 0,49%, ASX 200 Australia bertambah 0,43%, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,13%. Sedangkan Straits Times Singapura menemani IHSG, yakni juga ambles 1,11%.

Sedangkan kemarin, bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street juga berakhir cerah bergairah. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melesat 1,18%, S&P 500 melejit 2,11%, dan Nasdaq Composite terbang 2,96%.

Baca juga : Harga Emas Akhirnya Jatuh Juga Setelah Terbang 6 Hari Beruntun

IHSG yang kembali melemah sepertinya diakibatkan oleh aksi ambil untung atau profit taking, di mana pada pekan lalu, tepatnya sehari setelah Pemilu 2024, kenaikan IHSG cukup signifikan, sehingga menggundang aksi profit taking investor.

Di lain sisi, IHSG melemah meski data dari dalam negeri cenderung positif. Kemarin, Bank Indonesia (BI) merilis data transaksi berjalan yang defisit serta Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mengalami surplus.

Transaksi berjalan Indonesia tercatat mengalami defisit sebesar US$1,3 miliar (0,38% dari Produk Domestik Bruto/PDB) pada kuartal IV-2023, meningkat dibandingkan dengan defisit US$ 1,0 miliar (0,3% dari PDB) pada kuartal III-2023.

Transaksi berjalan Indonesia jika dilihat secara setahun penuh, maka 2023 mengalami defisit US$1,6 miliar (0,1% dari PDB). Ini adalah kali pertama transaksi berjalan mengalami defisit sejak 2020 atau dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini juga berbanding terbalik jika dibandingkan akhir 2022, ketika transaksi berjalan RI mencatat surplus US$13,2 miliar.

Data transaksi berjalan yang defisit ini pada dasarnya cukup memberatkan mata uang Garuda karena perspektif investor asing akan menjadi kurang baik.

Kendati demikian, data NPI tercatat mengalami surplus US$8,6 miliar pada kuartal IV-2023 dan surplus sebesar US$6,3 miliar sepanjang 2023. Bila dirupiahkan dengan kurs per Kamis (22/2/2024) yakni Rp15.585/US$1 maka angkanya mencapai Rp134,03 triliun untuk kuartal IV dan Rp98,19 triliun.

Surplus NPI ini ditopang oleh kuatnya kinerja transaksi modal dan finansial, terutama karena asing sudah mulai masuk kembali ke investasi portofolio.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

Emiten Jusuf Kalla Bikin Anak Usaha Baru di Timur Tengah

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equittyworld Futures Manado - Emiten Jusuf Kalla, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) mendirikan anak perusahaan bersama entitas anak usaha lainnya, yaitu PT Bukaka Mega Investama pada tamggal 20 Februari 2024.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), anak perusahaan baru tersebut bernama Bukaka International LLC, yang berkedudukan di Oman. Anak usaha tersebut bergerak di bidang perbaikan pengelasan, perbaikan dan pemeliharaan produk logam struktural, kegiatan jasa yang berhubungan dengan ekstraksi minyak bumi dan gas alam, tidak termasuk survei.

Serta, pembuatan struktur prefabrikasi untuk kilang minyak dan unit industri, Kegiatan kantor Ekspor dan Impor.

"Bukaka International LLC adalah Anak Perusahaan yang didirikan dalam rangka pengembangan bisnis Perseroan di bidang penyediaan alat pendukung kegiatan pertambangan (Oil & Gas Equipment) di Wilayah Negara-Negara Timur Tengah," sebutnya.

Baca juga : Harga Emas Akhirnya Jatuh Juga Setelah Terbang 6 Hari Beruntun

Adapun modal dasar pembentukan usaha baru tersebut senilai 3 juta Omani Riyal (OMR) atau setara dengan Rp 122.036.046.540, terbagi atas 3.000 saham, masing-masing saham bernilai nominal OMR 1.000.

Susunan pemegang saham perseroan sebanyak 2.850 saham atau sebesar OMR 2.850.000 atau setara Rp 115.934.244.213 setara 95% dari keseluruhan modal ditempatkan dan disetor.

Sedangkan PT Bukaka Mega Investama, sebanyak 150 saham atau sebesar OMR 150.000 atau setara Rp 6.098.801.916 setara dengan 5% dari keseluruhan modal ditempatkan dan disetor.
Pendirian anak perusahaan baru Bukaka International.

Manajemen menyebut, nantinya LLC akan memberikan dampak berupa potensi tambahan pendapatan dan laba bagi Perseroan sebagai pemegang saham.

 

 cnbcindonesia.com/market

 

Kamis, 22 Februari 2024

Ekonomi Lesu, Tapi Bursa Jepang Malah Terbang Usai 'Tidur' 34 Tahun

 People walk by an electronic stock board of a securities firm in Tokyo, Monday, Dec. 2, 2019. Asian stock markets have risen after Chinese factory activity improved ahead of a possible U.S. tariff hike on Chinese imports. Benchmarks in Shanghai, Tokyo and Hong Kong advanced. 
(AP Photo/Koji Sasahara)

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa saham Jepang terpantau kembali mencetak rekor pada perdagangan Kamis (22/2/2024), di tengah lesunya perekonomian Jepang pada tahun lalu.

Bahkan, kinerja Nikkei dalam setidaknya sepanjang tahun ini cenderung lebih baik dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan hari ini sekitar pukul 11:40 WIB, salah satu indeks saham acuan Jepang yakni Nikkei 225 terpantau kembali melonjak 1,55% menjadi 38.855,6. Bahkan, Nikkei sempat mencetak rekor terbarunya di 39.029 sekitar pukul 10:30 WIB.

Nikkei masih berada di level psikologis 38.000, menjadi level psikologis ini menjadi yang tertinggi sejak lebih dari 30 tahun terakhir. 

Sentimen positif bursa Jepang hari ini datang dari paparan kinerja keuangan pembuat chip AS Nvidia yang penjualannya meningkat lebih dari tiga kali lipat yang ikut membantu Nikkei menguat hari ini.

Tokyo Electron, yang membuat peralatan manufaktur semikonduktor, naik lebih dari 5% pada perdagangan Kamis dan telah naik 44% tahun ini. Investor teknologi SoftBank Group juga naik lebih dari 5% pada hari ini dan telah mencatatkan reli 40% tahun ini berkat anak perusahaannya Arm, sebuah perusahaan desain chip yang diperkirakan akan mendapat manfaat dari permintaan AI.

Baca Juga : Lagi-Lagi! Harga Emas Ditolong Oleh Perang

Jika dibandingkan dengan IHSG, maka kinerja Nikkei dalam beberapa hari terakhir cenderung lebih baik. Hal ini karena Nikkei secara tren masih membentuk penguatan. Berbeda dengan IHSG yang sempat mencetak rekor, tetapi pergerakannya cenderung sideways. Nikkei pun sudah beberapa kali mencetak rekornya, sedangkan IHSG baru dua kali dari awal tahun ini.

Sebagai informasi, IHSG pada hari ini sempat kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masanya, meski pada hari ini masih bersifat sementara.

Di sisi lain rekor bursa Jepang ini merupakan pengingat bagi investor berapa lama pasar dapat bertahan dalam kondisi lesu. Sebagai catatan, Nikkei membutuhkan lebih dari 34 tahun untuk memulihkan rekor tertingginya pada 1989. Sementara itu pada waktu yang sama kala indeks Jepang lesu, salah satu indeks acuan AS Dow Jones Industrial Average naik 14 kali lebih tinggi dari 1989 hingga tahun ini.

Interval 34 tahun ini merupakan salah satu interval terpanjang dalam sejarah pasar saham global untuk memulihkan rekor tertinggi. Dow Jones Industrial Average membutuhkan waktu 25 tahun untuk memulihkan ATH yang dicapai pada tahun 1929 sebelum pasar saham meledak pada tahun itu.

Ekonomi Jepang Lesu

Nikkei yang terus mencetak rekor terjadi meski perekonomian Jepang sedang tidak baik-baik saja. Sebelumnya pada kuartal IV-2023, Jepang yang pernah menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, melaporkan kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Ekonomi turun 0,4% secara tahunan (year-on-year/yoy), setelah melaprkan kontraksi atau minus (-) 3,3% pada kuartal III-2023.

Laporan produk domestik bruto (PDB) terbaru itu jauh meleset dari perkiraan pertumbuhan 1,4% dalam jajak pendapat para ekonom Reuters. Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), PDB turun 0,1%, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,3% dalam jajak pendapatReuters.

Sepanjang tahun 2023, PDB nominal Jepang tumbuh 5,7% dibandingkan tahun 2023. Ini sekitar 591,48 triliun yen (Rp 61.673 triliun).

Bahkan kemarin, Jepang melaporkan bahwa neraca perdagangannya pada Januari lalu kembali mengalami defisit yakni mencapai 1.758 triliun yen. Meski begitu, angka ini cenderung membaik dari periode sebelumnya pada Desember 2023 yang mengalami defisit 1.925 triliun yen.

Hal ini karena impor Jepang yang kembali lesu, meski ekspor Jepang mengalami kenaikan. Impor Jepang pada bulan lalu menyusut 9,6%, lebih besar dari ekspektasi penurunan sebesar 8,4% dan mempercepat penurunan 6,8% yang terlihat di bulan Desember.

Sedangkan ekspor Jepang pada bulan lalu justru mengalami kenaikan yakni naik tumbuh 11,9% secara tahunan (year-on-year/yoy), jauh lebih besar dari ekspektasi kenaikan 9,5% dan angka bulan sebelumnya sebesar 9,8%. Angka tersebut juga merupakan laju pertumbuhan ekspor tercepat di Jepang sejak November 2022.

Tak hanya itu saja, data awal dari aktivitas manufaktur Jepang periode Februari 2024 yang dirilis pagi hari ini juga kembali berkontraksi. Data manufaktur yang tergambarkan pada Purchasing Manager's Index (PMI) versi Jibun Bank pada bulan lalu kembali turun menjadi 47,2, dari sebelumnya pada Januari lalu di angka 48.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi.

Dengan ini maka sejatinya ekonomi Jepang sedang tidak baik-baik saja. Bahkan kini, Jepang tidak lagi menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Meski perekonomian Jepang sedang lesu, tetapi pasar sahamnya justru bergerak sebaliknya, yakni terus mencetak rekor.

Hal ini karena adanya reformasi tata kelola perusahaan baru-baru ini yang didorong oleh Bursa Efek Tokyo, di mana reformasi tata kelola tersebut telah menyebabkan perusahaan-perusahaan Jepang berupaya meningkatkan keuntungan pemegang saham melalui pembelian kembali saham (buyback) dan pembayaran dividen yang lebih tinggi.

Pelemahan yen, yang berada pada level terendah sejak tahun 1990-an, juga telah meningkatkan keuntungan perusahaan dan membuat saham-saham Jepang yang sudah murah menurut standar internasional, memiliki valuasi yang lebih baik.

Di bawah dorongan "kapitalisme baru" Perdana Menteri Fumio Kishida, Tokyo juga berupaya mendorong peralihan dari menabung ke investasi, dengan meluncurkan kembali program Nippon Individual Savings Account (NISA), dengan batas investasi tahunan yang lebih tinggi dan periode pembebasan pajak yang diperpanjang.

Ada juga tanda-tanda bahwa perekonomian Jepang akhirnya mulai keluar dari spiral deflasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan para pekerja tahun lalu mengalami kenaikan upah terbesar sejak awal tahun 1990-an.

Sementara menurut Ryota Abe, ekonom di pasar global dan unit treasury Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), mengatakan ekspektasi bahwa pertumbuhan upah akan terus meningkat telah menjadi pendorong terbesar dari beberapa pendorong reli pasar saham.

"Peristiwa baru-baru ini menunjukkan bahwa apa yang paling banyak berubah dalam masyarakat adalah para pemimpin bisnis di Jepang mulai mempertimbangkan dengan lebih serius perlunya pertumbuhan upah yang konstan mengingat situasi inflasi dan perusahaan," kata Abe, dikutip dari Al Jazeera.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

PGEO Tetapkan Harga MESOP Tahap I Rp 648 Per Saham

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Entitas anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) akan melakukan Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu untuk program Management and Employee Stock Option Program (MESOP).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perkiraan jumlah hak opsi pelaksanaan program MESOP Tahap I sebanyak 252.159.200 saham.

"Hak opsi yang belum dilaksanakan dapat dilaksanakan pada periode pelaksanaan berikutnya," tulis manajemen, Kamis (22/2).

Baca Juga : Lagi-Lagi! Harga Emas Ditolong Oleh Perang

Adapun periode pelaksanaan program MESOP adalah 30 hari bursa terhitung sejak tanggal 24 Februari 2024 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 648 per saham

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan IPO, perseroan akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak-banyaknya 630.398.000 saham untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan

Melalui MESOP, nantinya manajemen dan karyawan PGE dapat memiliki saham baru perseroan. Harga pelaksanaan program MESOP akan ditetapkan sesuai ketentuan yakni minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan.

 

 

cnbcindonesia.com/market/

Selasa, 20 Februari 2024

Wall Street Loyo, Bursa Asia Kebakaran!

 Investors look at computer screens showing stock information at a brokerage house in Shanghai, China September 7, 2018. REUTERS/Aly Song

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Asia-Pasifik terpantau cenderung melemah pada perdagangan Rabu (21/2/2024), mengekor bursa saham Amerika Serikat (AS) yang berjatuhan kemarin.

Per pukul 08:30 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,1%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,52%, Shanghai Composite China terkoreksi 0,69%, Straits Times Singapura terpangkas 0,23%, ASX 200 Australia tertekan 0,66%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,22%.

Dari Jepang, data perdagangan periode Januari 2024 telah dirilis pada hari ini. Hasilnya, neraca perdagangan Jepang kembali mengalami defisit yakni sebesar 1.758 triliun yen. Angka ini cenderung membaik dari periode sebelumnya pada Desember 2023 yang mengalami defisit 1.925 triliun yen.

Hal ini karena impor Jepang yang kembali lesu, meski ekspor Jepang mengalami kenaikan. Impor Jepang pada bulan lalu menyusut 9,6%, lebih besar dari ekspektasi penurunan sebesar 8,4% dan mempercepat penurunan 6,8% yang terlihat di bulan Desember.

Sedangkan ekspor Jepang pada bulan lalu justru mengalami kenaikan yakni naik tumbuh 11,9% secara tahunan (year-on-year/yoy), jauh lebih besar dari ekspektasi kenaikan 9,5% dan angka bulan sebelumnya sebesar 9,8%. Angka tersebut juga merupakan laju pertumbuhan ekspor tercepat di Jepang sejak November 2022.

Baca Juga : Tunggu Hasil Rapat The Fed, Harga Emas Malah Lari Kencang

Angka tersebut menunjukkan bahwa eksportir utama Jepang kemungkinan akan terus mendapatkan keuntungan dari peningkatan permintaan luar negeri dan melemahnya yen dalam jangka pendek, sehingga memberikan dukungan pada perekonomian Jepang. Pemulihan pariwisata juga berkontribusi pada penguatan ekspor.

Namun, memburuknya impor menandakan bahwa kondisi perekonomian lokal kemungkinan akan tetap lemah. Jepang secara tak terduga memasuki resesi teknikal pada kuartal IV-2023.

Di lain sisi, bursa Asia-Pasifik yang cenderung melemah terjadi di tengah lesunya bursa saham AS, Wall Street kemarin, karena terbebani oleh saham-saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutupturun 0,17%, S&P 500 melemah 0,6%, dan Nasdaq Composite merosot 0,92%.

Saham Nvidia memimpin depresiasi sektor teknologi menjelang laporan pendapatan produsen chip tersebut.Nvidia yang akan melaporkan pendapatan pada Rabu nanti tercatat turun hampir 4,4%.

Kendati diperkirakan Nvidia akan membukukan hasil yang mengesankan, investor telah menyatakan kekhawatirannya mengenai valuasinya yang sangat tinggi.

Sedangkan saham Amazon turun 1,4%, sedangkan saham Microsoft dan Meta masing-masing kehilangan sekitar 0,3%.

Sepanjang tahun ini, sektor teknologi telah naik 6%, menjadikannya sektor dengan keuntungan tertinggi ketiga, kalah dibandingkan layanan komunikasi dan layanan kesehatan.

Di lain sisi, investor di Wall Street cenderung wait and see menanti risalah dari pertemuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pada Januari lalu.

The Fed akan merilis FOMCMinutes atau risalah rapat mereka pada bulan lalu Kamis besok. Risalah ini diharapkan bisa menjadi petunjuk bagi pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga ke depan.

Seperti diketahui, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada Januari 2024 di level 5,25-5,50%. Namun, mereka membuat pelaku pasar kecewa karena mengisyaratkan belum akan memangkas suku bunga pada Maret mendatang. Artinya, suku bunga The Fed yang masih tinggi bisa bertahan lebih lama lagi.

Perangkat CMEFedWatchmenunjukkan bahwa 55,1% pelaku pasar berekspektasi The Fed akan memangkas suku bunganya untuk pertama kalinya sebesar 25 basis poin (bp) pada Juni 2024. Sedangkan pada pertemuan Maret dan Mei, pelaku pasar berekspektasi The Fed masih akan menahan suku bunganya di 5,25-5,5%.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, Cek 3 Saham Ini

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,77% ke posisi 7.352,6. Dengan demikian IHSG kembali ke level psikologis 7.300 setelah sebelumnya sempat turun di bawah level tersebut. Posisi ini juga merupakan yang tertinggi sejak 4 Januari 2024 atau sekitar 1,5 bulan terakhir.

Nilai transaksi IHSG kemarin mencapai sekitar Rp10 triliun dengan melibatkan 14,5 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,34 juta kali. Sebanyak 274 saham menguat, 245 saham melemah, dan 243 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor keuangan menjadi penopang IHSG pada akhir perdagangan kemarin, yakni sebesar 1,24%. Selain itu, beberapa saham juga turut menjadi penopang IHSG pada akhir perdagangan kemarin.

Baca Juga : Tunggu Hasil Rapat The Fed, Harga Emas Malah Lari Kencang

Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen yang akan menggerakkan pasar keuangan hari ini, baik dari dalam negeri ataupun luar negeri.

Sentimen dalam negeri akan datang dari keputusan bank sentral Indonesia atau Bank Indonesia terkait suku bunga serta hasil pemilihan umum dan pemilihan presiden (pilpres).

Adapun berikut rekomendasi saham yang menarik untuk dicermati hari ini, Rabu (21/2/2024).

PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk

WEHA saat ini membentuk candle doji dengan potensi penembusan area resistance terdekat yang didukung dengan volume yang mulai meningkat dan stochastic yang masih menguat. Saat ini, MTDL memiliki rasio Price to Book (PB) sebesar 1.1x yang menunjukkan posisi valuasi overvalue, karena berada di atas Mean PB standar deviasi selama lima tahun terakhir, yaitu sebesar 0.9x.

Buy: 174
Take Profit: 182
Stop Loss: 169

PT Midi Utama Indonesia Tbk

MIDI berpotensi menembus area resistance yang didukung oleh kenaikan volume untuk menguat ke area classic resistance. Hal ini didukung oleh stochastic yang masih menguat ke area overbought. Saat ini, MIDI memiliki rasio Price Earnings (PE) sebesar 30x yang menunjukkan posisi valuasi overvalue, karena berada di atas Mean PE standar deviasi selama lima tahun terakhir, yaitu sebesar 23.7x.

Buy: 432
Take Profit: 466
Stop Loss: 402

PT Sarana Menara Nusantara Tbk

TOWR berpotensi menembus area bearish trendline yang disertai dengan kenaikan volume untuk menguat ke area classic resistance terdekat yang didukung oleh stochastic. Saat ini, TOWR memiliki rasio Price Earnings (PE) sebesar 14.2x yang menunjukkan posisi valuasi undervalue, karena berada di bawah Mean PE standar deviasi selama lima tahun terakhir, yaitu sebesar 17.7x.

Buy: 925
Take Profit: 990
Stop Loss: 865

 




cnbcindonesia.com/market

 

 

Tok! Emiten Prajogo CUAN Sah Jadi Pengendali PTRO

PT. Equityworld Futures Manado - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) telah resmi menjadi pemegang saham pengendali PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui proses akuisisi yang telah disahkan.

Robertus Maylando Siahaya, Sekretaris Perusahaan CUAN mengatakan, Dalam proses akuisisi ini, salah satu entitas anak PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, yaitu PT Kreasi Jasa Persada ("KJP"), berhasil menyelesaikan pembelian sebanyak 342.925.700 saham dari PT Caraka Reksa Optima ("CRO").

Jumlah saham tersebut mewakili 34% dari modal disetor dan ditempatkan di dalam PT Petrosea Tbk. Dengan transaksi ini, KJP secara resmi menjadi pemegang saham pengendali baru di dalam PTRO.

Informasi mengenai proses akuisisi ini telah diungkapkan oleh Petrindo Jaya Kreasidalam beberapa Keterbukaan Informasi Perseroan, yang pertama kali diumumkan pada tanggal 5 Januari 2024. Perubahan dan tambahan informasi terkait dengan proses akuisisi tersebut juga telah diungkapkan pada tanggal 5 dan 7 Februari 2024.

Baca Juga : Timur Tengah Kembali Memanas, Emas pun Berkilau Lagi

"Tujuan dari pengendalian adalah untuk menambah aset Perseroan, memperluas jaringan usaha serta bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang Perseroan untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa yang terintegrasi," ungkap Robertus, dikutip dari keterbukaan informasi pada Selasa, (20/2/2024).

Sebelumnya, Emiten Prajogo Pangestu ini mengabarkan telah terjadi negosiasi akuisisi 34% saham PT Petrosea Tbk (PTRO) pada November lalu.

Diketahui, CRO merupakan perusahaan milik Robert Nitiyudo Wachjo atau dikenal sebagai Haji Romo. Dia mengumumkan menjadi pemegang saham Petrosea (PTRO) lewat kepemilikan secara langsung pada Rabu, (23/8/2023).

Sebelumnya, Haji Romo diketahui telah lebih dahulu mengakuisisi saham Petrosea lewat kendaraan investasi miliknya, Caraka Reksa Optima.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Haji Romo diketahui menyerok 19.178.701 lembar saham PTRO pada Kamis, (10/8/2023). Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp 3.600 per lembar.

Dengan demikian aksi itu meliputi pergerakan dana sebesar Rp 69,04 miliar. Kepemilikan saham Haji Romo pun meningkat dari sebelumnya 0% menjadi 1,901%.

 

cnbcindonesia.com/market

Pertemuan Bank Indonesia Dimulai, Akankah Mendongkrak Rupiah Hari Ini?

PT. Equityworld Futures Manado - Pada hari ini, Selasa (20/2/2024) hingga besok, Rabu (21/2/2024) pasar keuangan Tanah Air akan dipengaruhi pertemuan Bank Indonesia (BI) yang sudah dimulai, ini diharapkan bisa menjadi pemanis rupiah setelah melemah beberapa hari.

Melansir dari Refinitiv, pada sepanjang perdagangan kemarin, Senin (19/2/2024) rupiah terpantau melemah tipis 0,06% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke posisi Rp15.625/US$. Posisi ini semakin memperpanjang tren pelemahan yang telah terjadi sejak 15 Februari 2024.

Depresiasi mata uang Garuda terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY) belakangan ini.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto memastikan perkembangan terakhir masih dipengaruhi sentimen global khususnya dolar AS, di mana DXY di minggu sebelumnya sempat melemah, namun di pekan lalu agak menguat kembali.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya capital outflow khususnya dari pasar obligasi Indonesia.

Berdasarkan data transaksi 12 - 15 Februari 2024, investor asing di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp4,07 triliun terdiri dari jual neto Rp0,98 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), beli neto Rp6,03 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp0,98 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Per 16 Februari 2024, yield SBN 10 tahun stabil di 6,62%.

Tidak sampai di situ, tekanan terhadap rupiah juga hadir pasca data inflasi AS khususnya dari sisi konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang menunjukkan di atas ekspektasi pasar.

Baca Juga : Timur Tengah Kembali Memanas, Emas pun Berkilau Lagi

Untuk diketahui, inflasi AS yang masih berada di level 3,1% (year on year/yoy) membuat ekspektasi terhadap penurunan level Fed Funds Rate melemah dan mungkin baru bisa terealisasi di semester II-2024. Bagi Indonesia kondisi ini bisa berdampak ke kebijakan BI Rate dan posisi nilai tukar rupiah

Beralih ke domestik, RDG BI akan dilaksanakan hari ini hingga besok (21/2/2024) untuk membahas banyak hal termasuk suku bunga acuan.

Pelaku pasar dan analis memprediksi BI akan kembali menahan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini, yakni kembali ditahan di level 6%.

Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga menunjukkan bahwa suku bunga acuan masih tidak akan mengalami perubahan sejak terakhir kali dinaikkan 25 bps pada Oktober 2023.

BI diproyeksi menahan suku bunga karena melihat kondisi suku bunga bank sentral AS (The Fed) yang masih ditahan dalam pertemuan terakhir. Apalagi, The Fed diprediksi belum akan memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Untuk diketahui, pada pertemuan Januari lalu, BI memutuskan untuk menahan suku bunga di 6% karena sebagai langkah konsistensi BI menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan, di tengah masih bergejolaknya ketidakpastian ekonomi global. Seiring dengan upaya untuk menjaga kinerja pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun ini.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, pergerakan rupiah masih dalam tren sideways dalam rentang support Rp15.600/US$ sampai resistance terdekat di Rp15.650/US$.

Sebagai catatan, resistance atau potensi pelemahan terdekat didasarkan pada garis horizontal yang sudah pernah diuji dari high candle secara intraday pada kemarin (19/2/2024).

Sementara untuk support atau area penguatan terdekat didasarkan level psikologis sekaligus garis horizontal yang pernah diuji pada low candle 15 Februari 2023 lalu.

Pergerakan rupiah melawan dolar AS 
Foto: Tradingview
Pergerakan rupiah melawan dolar AS
 
 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Minggu, 18 Februari 2024

IHSG Lagi Naik Kencang, Asing Malah Lepas 10 Saham Ini

 Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'ngegas'. Indeks tercatat melesat 1,22% sepanjang pekan lalu.

Pada hari Jumat (16/2/2024), IHSG ditutup 0,44% ke posisi 7.335,54. Penguatan ini terjadi ketika perdagangan hanya aktif selama empat hari karena pada Rabu (14/2/2024) merupakan tanggal merah karena gelaran pemilihan umum (pemilu).

Investor asing pun tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) jumbo sepanjang pekan lalu. Tercatat, asing memborong sebesar Rp8,22 triliun di seluruh pasar dengan rincian sebesar Rp7,25 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp968,06 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Baca Juga : Harga Emas Tetap Berkilau, Sanggup Bertahan Pekan Ini?

Tentunya, asing juga melakukan penjualan bersih terhadap sejumlah saham. Mengutip RTI Business, berikut net foreign sell sepanjang pekan lalu!

1. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp237,7 miliar

2. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp147,7 miliar

3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp96,9 miliar

4. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) - Rp78,7 miliar

5. PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) - Rp39,8 miliar

6. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) - Rp33,5 miliar

7. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp25,3 miliar

8. PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) - Rp11,1 miliar

9. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp9,5 miliar

10. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) - Rp3,8 miliar


cnbcindonesia.com/market/

 

Rupiah Lesu Usai Pemilu, BI Buka Suara

 Uang dolar AS dan Rupiah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PT. Equityworld Futures Manado - Mata uang Garuda alias rupiah dibuka melemah 0,1% di angka Rp15.630/US$. Posisi ini semakin memperpanjang tren pelemahan yang telah terjadi pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hasil quick count telah menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dengan perolehan suara di atas 57%. Begitupun dengan hasil real count sementara yang menempatkan keduanya di posisi pertama dengan suara 58% dari sekitar 70% suara yang masuk.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menghijau selama pekan lalu. Sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'ngegas'. Indeks tercatat melesat 1,22% sepanjang pekan lalu. Pada hari Jumat (16/2/2024), IHSG ditutup 0,44% ke posisi 7.335,54. Sayangnya, nasib baik tidak memihak rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto memastikan perkembangan terakhir masih dipengaruhi sentimen global khususnya USD, dimana indeks dolar (DXY) di minggu sebelumnya sempat melemah, namun di pekan lalu agak menguat kembali.

Baca Juga : Harga Emas Tetap Berkilau, Sanggup Bertahan Pekan Ini?

Mata uang Garuda alias rupiah dibuka melemah 0,1% di angka Rp15.630/US$. Posisi ini semakin memperpanjang tren pelemahan yang telah terjadi pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hasil quick count telah menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dengan perolehan suara di atas 57%. Begitupun dengan hasil real count sementara yang menempatkan keduanya di posisi pertama dengan suara 58% dari sekitar 70% suara yang masuk.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menghijau selama pekan lalu. Sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'ngegas'. Indeks tercatat melesat 1,22% sepanjang pekan lalu. Pada hari Jumat (16/2/2024), IHSG ditutup 0,44% ke posisi 7.335,54. Sayangnya, nasib baik tidak memihak rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto memastikan perkembangan terakhir masih dipengaruhi sentimen global khususnya USD, dimana indeks dolar (DXY) di minggu sebelumnya sempat melemah, namun di pekan lalu agak menguat kembali.

 

 

cnbcindonesia.com/market

Kamis, 15 Februari 2024

Saham Konsumer Mulai Bergairah, Tersengat Prabowo Unggul Quick Count?

PT. Equityworld Futures Manado - Sepuluh saham konsumer terpantau bergerak di zona hijau pada perdagangan sesi I Kamis (15/2/2023), setelah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dalam hitung cepat atau quick count Pilpres 2024.

Per pukul 11:45 WIB, terpantau delapan saham konsumer sudah melesat lebih dari 2% hingga lebih dari 5%, sedangkan dua sisanya menguat kurang dari 2%.

Saham rokok PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,71% ke level Rp 925. Kemudian diikuti oleh saham emiten produsen susu dan produk turunannya yakni PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) naik 4,94% ke posisi Rp 4.250/saham.

Tak hanya CMRY, ada saham produsen susu lainnya yakni PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ) yang melonjak 3,7% menjadi Rp 1.820/saham. Selain itu Kino Indonesia (KINO) tercatat menguat 3,85% ke level Rp 1.350.

Berikut pergerakan saham konsumer pada perdagangan sesi I hari ini per pukul 11:00 WIB.

Saham Kode Saham Harga Terakhir Perubahan
H.M Sampoerna HMSP 925 5,71%
Cisarua Mountain Dairy CMRY 4.250 4,94%
Gudang Garam GGRM 20.675 3,89%
Kino Indonesia KINO 1.350 3,85%
Ultra Jaya Milk Industry ULTJ 1.820 3,7%
Unilever Indonesia UNVR 2.900 3,57%
Indofood CBP Sukses Makmur ICBP 11.700 2,86%
Mayora Indah MYOR 2.370 2,16%
Indofood Sukses Makmur INDF 6.450 1,57%
Garudafood Putra Putri Jaya GOOD 428 0,47%

Sumber: RTI

Sementara itu, paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran terpantau masih ungguli poling quick count. Hingga pukul 10:30 WIB, Prabowo unggul dengan rata-rata 58%. Adapun total data yang masuk sudah mencapai sekitar 90%.

Baca Juga : Jatuh ke Bawah US$ 2,000, Harga Emas Diramal Masih Sulit Naik

Jika nantinya data real count atau perhitungan aslinya tidak jauh dari quick count, maka dapat dipastikan Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024.

Dengan demikian, nyaris dapat dipastikan Pilpres tahun ini hanya akan berlangsung satu putaran, sehingga investor cenderung optimistis pada perdagangan hari ini.

Di lain sisi, ada beberapa program yang dijelaskan Prabowo-Gibran saat masa kampanye dan debat pilpres, di mana salah satunya yakni makan siang dan susu gratis. Program tersebut diharapkan mendongkrak kualitas gizi anak sekolah, memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), hingga menggerakkan ekonomi nasional.

Dalam hitungan tim Prabowo, memperkirakan anggaran makan siang dan susu gratis untuk anak sekolah akan menghabiskan dana sekitar US$ 30 miliar (Rp 471 triliun). Anggaran tersebut dengan mempertimbangkan asumsi Indeks $ 1 per makan seperti UN WFP.

Anggaran sebesar itu tentu saja tidak sedikit. Bila dibandingkan dengan belanja negara 2024 yang mencapai Rp 3.325,1 triliun maka makan gratis Prabowo akan menghabiskan 14,16% dari belanja negara.

Namun, tim Prabowo meyakini anggaran sebesar US$ 30 miliar diyakini bisa menghasilkan multiplier ekonomi 1,5x dan memberi tambahan dampak pertumbuhan ekonomi sekitar 3%.

Dari pertumbuhan ekonomi tersebut, tentunya didorong dari sektor-sektor yang berperan dalam program paslon nomor urut 2, di mana salah satunya yakni sektor konsumer.

Program makan gratis tentunya akan menggunakan jasa dan barang dari sektor consumer goods (untuk makanan olahan seperti bumbu dapur dan pendukungnya), sektor produk susu olahan, dan sektor non-cyclical (produksi beras).

Hal ini tentunya dapat menggairahkan kembali kinerja emiten konsumer, baik dari sahamnya maupun kinerja keuangannya. Apalagi sebelum hari puncak Pemilu 2024, saham-saham konsumer terpantau masih bergerak mendatar atau sideways.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

Harga EMas Antam Hari Ini Naik Tipis Setelah Ambruk Rp15.000

 Logam Mulia Antam. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT. Equityworld Futures Manado - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Kamis (15/2/2024) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung naik Rp1.000 menjadi Rp1.115.000.

Begitu juga dengan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.007.000 per gram, naik Rp1.000.

Harga emas Antam menguat tipis setelah jatuh Rp15.000 pada perdagangan kemarin.

Pada perdagangan Rabu (14/2/2024) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,08% di posisi US$ 1992,39 per troy ons. Harganya menguat tipis 0,01%. Kendati menguat, harga emas bertahan di bawah level US$2.000 per troy ons.

Baca Juga : Jatuh ke Bawah US$ 2,000, Harga Emas Diramal Masih Sulit Naik

Harga emas bertahan di bawah level kunci US$2.000 per troy ons pada perdagangan Rabu setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong investor menurunkan taruhan terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) lebih awal.

"Emas diperdagangkan lebih rendah karena panasnya data inflasi. Akan sulit bagi emas untuk menguat karena sebagian dari kenaikannya di atas US$2.000 disebabkan oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang akan dilakukan lebih cepat," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Berjangka, kepadaReuters.

Katalis bagi tren emas yang lebih rendah lagi adalah konfirmasi bahwa The Fed mungkin tidak dapat menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, tambahnya.

 

CNBC Indonesia Research

Selasa, 13 Februari 2024

BEI Kompak Buka Suspensi 4 Emiten Ini, Ada Milik Taipan RI

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka gembok perdagangan saham 4 emiten usai mendapat suspensi atau perdagangan sahamnya dihentikan sementara.

4 emiten tersebut di antaranya, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), saham & waran seri I PT Pulau Subur Tbk. (PTPS & PTPS-W), saham & waran seri I PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI & HUMI-W), dan saham PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, kebijakan tersebut merujuk pada pengumuman bursa Peng-SPT-00014/BEI.WAS/02-2024 tanggal 7 Februari 2024 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi).

Baca Juga : Pemilik Emas Banyakin Doa Ya! Kabar dari AS Bisa Buat Harga Emas Jatuh

Sehingga, ke-4 saham tersebut dapat mulai perdagangan sesi I tanggal 13 Februari 2024 di pasar reguler dan pasar tunai. Artinya, para investor dapat kembali melakukan transaksi jual-beli ke-4 saham tersebut.

Sebagai informasi, mengutip RTI, saham SRAJ telah meroket 187,11% dalam sebulan terakhir, saham PTPS melejit 106,15%, dan saham FORU meroket 171,11%. Sementara saham HUMI merosot 62,99%.

 

cnbcindonesia.com/market

 

Sinyal Pemangkasan Suku Bunga, Emas Tetap Jadi Pilihan Investasi

PT. Equityworld Fututres Manado - Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed pada Kamis dini hari waktu Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga di level 5,25-5,50%. Keputusan ini menjadi yang keempat kalinya sejak terakhir menaikkan suku bunganya pada Juli 2023 sebesar 25 basis poin (bps).

Meski demikian, The Fed diperkirakan memiliki sinyal memangkas suku bunga acuannya sebanyak tiga kali tahun ini. Bank Sentral yang dikomando Jerome Powell ini diproyeksikan mulai menurunkan bunga acuannya pada semester II-2024.

Bank Indonesia pun memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunganya sebanyak tiga kali di paruh kedua tahun ini, dengan total sekitar 75 basis poin. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sinyal penurunan suku bunga oleh The Fed lebih terprediksi.

Sinyal penurunan suku bunga ini membuat potensi cerah bagi instrumen safe haven, emas, yang semakin menarik di mata investor. Meski di awal tahun ini The Fed masih menahan suku bunga, harga emas dipercaya tetap naik pelan tapi pasti.

World Gold Council (WGC) yang merupakan kumpulan dari perwakilan industri yang bergerak di komoditas emas pun memproyeksikan harga instrumen ini bakal mengikuti rekor yang pernah terjadi di 2024.

Analis DFCX Futures Lukman Leong menilai sinyal pemangkasan suku bunga menjadi set back bagi harga emas untuk memulai rally baru.

Baca Juga : Pemilik Emas Banyakin Doa Ya! Kabar dari AS Bisa Buat Harga Emas Jatuh

"Saya melihat emas walau sekarang pun masih akan naik meski perlahan. Investor memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada Mei, sehingga saya melihat harga emas akan mulai naik paling lambat April," ungkap dia kepada CNBC Indonesia, belum lama ini.

Dia menilai, emas tetap prospektif sebagai instrumen investasi dan sebagai aset safe haven bagi investor di tengah ketidakpastian ini.

Dalam kesempatan terpisah, Financial Expert CNBC Indonesia Aulia Akbar juga menyebut umumnya investor akan beralih ke emas ketika terjadi krisis dan ketidakpastian. Pasalnya, emas biasanya menjadi instrumen aman dan aset safe haven dengan harga yang konsisten naik.

"Outlook emas ke depannya, saya rasa korelasi emas ke suku bunga The Fed itu kalau memang ketika suku bunga naik, dolar menguat, maka permintaan emas bisa turun. Tapi kalau suku bunga rendah, yield treasury turun, emas justru terlihat menarik," ujar Akbar.

Lebih lanjut, Akbar mendorong para investor yang tertarik melakukan diversifikasi ke instrumen emas, untuk menjadikan investasi ini sebagai komitmen jangka panjang. Selain itu, diimbau kepada para investor untuk membeli emas sesuai dengan kapasitas keuangan mereka.

"(Bisa melakukan) Pembelian bertahap. Bisa misalkan per bulan 1 gram atau bisa juga tunggu harga agak turun dan beli banyak. Horizon investasi emas itu (direncanakan) di 10 tahunan," pungkas dia.

Di samping sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, harga emas juga menguat efek ketegangan Timur Tengah yang makin meluas setelah terjadi pemboman di Iran. Hal ini memicu pembelian aset-aset safe haven, seperti emas.

Untuk diketahui dua ledakan bom terjadi di Iran pada Rabu (3/1/2024) yang menewaskan sedikitnya 84 orang di selatan negara itu. Peristiwa ini juga menghancurkan kerumunan orang yang sedang memperingati jenderal Garda Revolusi Qassem Soleimani empat tahun setelah kematiannya dalam serangan AS.

Kedua ledakan itu disebut sebagai "serangan teroris" oleh media pemerintah dan otoritas regional yang terjadi di tengah tingginya ketegangan di Timur Tengah terkait perang Israel-Hamas di Gaza dan pembunuhan seorang pemimpin senior Hamas di Lebanon pada hari Selasa.

 

cnbcindonesia.com/mymoney

 

Senin, 12 Februari 2024

BBRI Cetak Rekor Lagi di Rp 6.000, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp 900 T

PT. Equityworld Futures Manado - Saham emiten perbankan berkapitalisasi pasar terbesar kedua di Indonesia yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau melesat dan kembali mencetak rekor tertinggi barunya pada sesi II Senin (12/2/2024).

Per pukul 14:40 WIB, saham BBRI melonjak 2,56% ke posisi harga Rp 6.000/unit. Bahkan, saham BBRI kembali mencetak rekor tertinggi barunya (all time high/ATH). Adapun terakhir BBRI mencetak ATH yakni pada perdagangan 12 Januari lalu di Rp 5.850/unit.

Sejatinya pada sesi I hari ini, BBRI sempat menembus ATH sementaranya di Rp 5.925/unit. Namun pada sesi II, penguatan BBRI semakin kencang dan ATH terkini sementara berada di Rp 6.000/unit.

Saham BBRI sudah ditransaksikan sebanyak 17.189 kali dengan volume sebesar 112,88 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 670,05 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 909,35 triliun. Tinggal sedikit lagi kapitalisasi pasar BBRI menyentuh Rp 1.000 triliun.

Hingga pukul 14:40 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 5.950/unit, menjadi antrean beli paling banyak di sesi II hari ini, yakni mencapai 69.503 lot atau sekitar Rp 41 miliar.

Sementara itu, di order offer atau jual dengan harga Rp 6.000/unit, menjadi antrean jual terbanyak pada sesi I hari ini, yakni mencapai 262.279 lot atau sekitar Rp 157 miliar.

Melesatnya saham BBRI terjadi karena investor masih menganalisis kinerja keuangan sepanjang 2023 yang mencetak rekor.

BBRI kembali memecah rekor dengan mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp 60,2 triliun sepanjang tahun 2023. Perolehan tersebut tumbuh 17,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari perolehan tahun 2022 sebesar Rp 51,40 triliun.

Baca Juga : Bukan Pilpres 2024, Pemilik Emas Lebih Deg-Degan Menunggu Kabar Ini

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari penyaluran kredit BRI yang tercatat sebesar Rp 1.266,4 triliun, tumbuh 11,2% yoy pada periode Desember 2023. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM tercatat sebesar Rp 1.068 triliun, atau menyumbang komposisi sebesar 84,4%.

Kualitas kredit pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 3,12% dan NPL net sebesar 0,76% per Desember 2023. BRI juga mencatatkan NPL coverage sebesar 229,09%.

Pada penghimpunan dana, BRI berhasil mencatatkan total dana pihak ketiga sebesar Rp1.358,3 triliun, tumbuh 3,9% yoy. Komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebesar 64,4%.

Dengan begitu, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) BRI sebesar 84,2% per akhir tahun 2023.

Aset BRI pun tercatat meningkat 5,3% menjadi Rp1.965 triliun pada akhir tahun 2023.

Di lain sisi, investor juga menanti kebijakan pembagian dividen perseroan untuk tahun buku 2023.

CNBC Indonesia Research memproyeksikan dividen yang akan dibagikan investor pada tahun ini berdasarkan laba bersih tahun buku 2023 lalu dengan asumsi rata-rata selama tiga tahun Dividend Payout Ratio (DPR) atau alokasi laba yang sudah dikurangi porsi laba ditahan.

Secara nominal, potensi dividen BBRI mencapai Rp 304 per lembar. Sebelumnya, BBRI telah membagikan dividen interim sebanyak Rp 84 per lembar, sehingga jika dikurangi porsi dividen interim, BBRI potensi membagikan dividen sebesar Rp 280 per lembar.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

Data Inflasi AS Dinanti Pasar, Dolar Ditutup Kuat Rp15.590

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang perilisan data inflasi AS esok hari (13/2/2024).

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,26% di angka Rp15.590/US$. Posisi ini merupakan yang terkuat sejak 16 Januari 2024 atau hampir satu bulan terakhir.

Sementara DXY pada pukul 14.51 WIB melemah di angka 103,99 atau turun 0,12%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (9/2/2024) yang berada di angka 104,11.

Adapun saat ini, pesta demokrasi sedang berada di masa tenang selama tiga hari (Minggu-Selasa), setelah ramainya masa kampanye lalu. Sebagaimana telah disebutkan, masa tenang akan berlangsung selama tiga hari.

Dalam kurun waktu tersebut, tidak boleh ada seorangpun yang berkepentingan untuk melakukan kampanye. Masa tenang dilaksanakan pada periode 11 Februari 2024-13 Februari 2024.

Pekan masa tenang menjelang terlaksananya pesta demokrasi akan memiliki pengaruh pada pasar keuangan, meskipun dapat dilihat dari dua perspektif. Pelaku pasar dapat bereaksi dengan menahan investasi sembari dengan kepastian dari politik. Di sisi lain, investor juga dapat mulai mengambil posisi terlebih dahulu dengan harapan tren positif pasar keuangan pada tahun politik.

Baca Juga : Bukan Pilpres 2024, Pemilik Emas Lebih Deg-Degan Menunggu Kabar Ini

Sikap wait and see pelaku pasar pun terjadi di tengah data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk periode Januari 2024.

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Iinflasi AS mencapai 3,4% (yoy) pada Desember 2023, naik dari 3,1% pada November 2023. Secara bulanan (mtm), tingkat inflasi AS mencapai 0,3%, meningkat dari 0,1% pada bulan sebelumnya.

Hasil data inflasi AS periode Januari 2024 diharapkan akan menjadi penentu arah pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS.

Jika inflasi dapat melandai dibandingkan periode sebelumnya, maka bukan tidak mungkin bank sentral AS (The Fed) kembali menunjukkan sikap dovish dan mempercepat jadwal pemangkasan suku bunga untuk pertama kalinya.

Apabila hal ini benar terjadi, maka DXY akan mengalami depresiasi dan tekanan terhadap rupiah dapat semakin kecil.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Kamis, 08 Februari 2024

Menang PKPU Lawan Budi Said, Tato M Antam Bakal Dicabut Bursa

PT. Equityworld Futures Manado - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah memenangkan atas gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Budi Said. Hal tersebut telah dinyatakan dalam persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Pusat).

Majelis Hakim telah membacakan pertimbangan yang intinya menyatakan bahwa Permohonan PKPU bersifat tidak sederhana, karena diduga berkaitan erat dengan perkara pidana yang sedang berlangsung.

"Dengan dibacakannya penetapan (hukum), maka Perkara Aquo antara Antam dengan Budi Said telah selesai," kata Kuasa hukum Antam Fernandes Raja Saor di restoran GIOI Jakarta, Rabu (7/2).

Fernandes mengatakan, pencabutan permohonan PKPU terhadap Antam ini juga berarti notasi khusus "M" pada bursa efek akan dihapus. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada Surat Edaran BEI nomor SE- 00023/BEI/12-2021 tanggal 30 Desember 2021. Notasi ini akan dihapus dari bursa kemungkinan besar pada minggu depan.

"Dicabutnya permohonan PKPU terhadap Antam ini juga sebaiknya dijadikan sebagai momentum untuk memastikan penegakan hukum mengenai putusan yang diajukan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau anak perusahaan BUMN yang semakin banyak terjadi," jelasnya.

Baca Juga : Arah The Fed Bikin Bingung, Harga Emas Jadi Nggak Kemana-Mana

Menurutnya, tidak jarang permohonan PKPU yang diajukan terhadap BUMN tersebut berdasarkan pada klaim utang yang bermasalah, atau bahkan tidak berdasar. "(Misalnya) pada kasus Pertamina Foundation, PT PP (Persero), Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero), Tbk," imbuhnya.

Fernandes berharap kepada seluruh kreditor-kreditor dari BUMN lain, agar menagihkan piutangnya dengan tetap pada koridor dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik secara formil maupun materiil.

"Perhatian khusus ini kami sampaikan kepada funder-funder lain dari Eksi Anggraeni yang menyatakan bahwa Antam memiliki utang karena adanya skema harga diskon, kami berharap agar penyelesaian masalah tersebut tidak diselesaikan melalui upaya hukum PKPU dan atau kepailitan," tegasnya.

Ia menegaskan bahwa penetapan tersebut tidak ada kaitannya dengan kegiatan politik yang sedang berjalan saat ini, termasuk namun tidak terbatas pada Pemilihan Umum 2024.

"Sehingga kami mohon agar penetapan pencabutan Permohonan PKPU ANTAM tidak dikaitkan dengan kegiatan politik apapun dan ANTAM menghormati keputusan yang diambil oleh Mahkamah Agung tersebut," pungkasnya.

 

 

cnbcindonesia.com/market

 

Pendapatan Naik, Laba BTPS Turun Jadi Rp 1,08 T

PT. Equityworld Futures Manado - PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) melaporkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp 1,08 triliun, turun 38,9% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan 2022 yang sebesar Rp 1,77 triliun.

Pada periode yang sama, pendapatan setelah distribusi bagi hasil BTPS naik 4,5% yoy menjadi Rp 5,25 triliun sepanjang 2023.

Akan tetapi beban pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) naik dari Rp 945,05 miliar pada 2022 menjadi Rp 1,89 triliun pada 2023 atau naik dua kali lipat. Beban operasional lainnya juga membengkak dari Rp 2,74 triliun menjadi Rp 3,88 triliun.

Meningkatnya beban pemulihan aset keuangan tercermin dalam pembiayaan bermasalah atau nonperforming financing (NPF) naik dari 2,65% menjadi 2,94%. Sementara itu, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif naik jadi 5,99% dari sebelumnya 3,96%.

Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan di tengah tantangan sepanjang 2023, perusahaan tetap konsisten melanjutkan berbagai program yang digulirkan untuk segmen ultra mikro.

Baca Juga : Arah The Fed Bikin Bingung, Harga Emas Jadi Nggak Kemana-Mana

Salah satu program unggulan yang dimiliki BTPS saat ini salah satunya adalah Bestee, yang ditujukan untuk membuat usaha nasabah lebih berkembang. Bestee melibatkan ribuan mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat inklusi dengan pendampingan dan berbagai pelatihan.

"Bank memberikan program pendampingan yang naik kelas melalui program Bestee yang melibatkan mahasiswa. Sejauh ini, sudah lebih dari 49 ribu ibu-ibu nasabah yang mendapatkan pendampingan dari 1.821 mahasiswa dalam memajukan usahanya di lebih dari 827 kecamatan di Indonesia," ungkap Fachmy, dikutip Kamis (8/2/2024).

Selain itu, Bank juga memberikan berbagai program reward di mana salah satunya nasabah akan mendapatkan insentif jika rutin hadir di kumpulan atau Pertemuan Rutin Sentra (PRS).

Semua program tersebut merupakan upaya bank agar masyarakat inklusi bertahan dan tetap tumbuh di tengah kondisi yang masih menantang seperti sekarang. Adapun, berbagai program pemberdayaan BTPN Syariah ini telah berdampak langsung terhadap ibu-ibu nasabah.

Seiring dengan hal tersebut penyaluran pembiayaan BTPS senilai Rp11,38 triliun. Seiring dengan penyaluran pembiayaan ini, aset BTPN Syariah tercatat Rp21,43 triliun, naik 1,29% secara tahunan (yoy).

 

cnbcindonesia.com/market

 

Rabu, 07 Februari 2024

BI Pastikan RI Punya Cadangan Devisa Kuat, Dolar Turun ke Rp15.630

 Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Luxury Valuta Perkasa, Blok M, Jakarta, Kamis, 21/7. Rupiah tertekan pada perdagangan Kamis (21/7/2022) (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan data cadangan devisa (cadev) yang masih cukup kuat.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,6% di angka Rp15.630/US$. Penguatan ini merupakan apresiasi terkuat sejak 23 Januari 2023 dan mematahkan tren pelemahan dua hari beruntun.

Sementara DXY pada pukul 14.50 WIB melemah di angka 104,03 atau turun 0,18%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 104,21.

BI telah merilis data cadev yang menurun pada akhir Januari 2024 dibandingkan Desember 2023.

Tercatat posisi cadev Indonesia pada akhir Januari 2024 tetap tinggi sebesar US$145,1 miliar. Cadangan devisa ini turun US$1,3 miliar dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2023 sebesar US$ 146,4 miliar.

Baca Juga : Harga Emas Bangkit Tapi Masih Bikin Deg-Degan

Erwin Haryono, Kepala Departemen Komunikasi BI, mengatakan penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi jatuh tempo pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Erwin.

Dengan cadev yang masih cukup tinggi, maka hal ini akan menjadi angin segar bagi mata uang Garuda karena cadev dapat dimanfaatkan sebagai bantalan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Kendati terjadi penguatan, namun pasar masih menunggu pekan terakhir kampanye pemilihan presiden (pilpres) sebelum masa tenang di 11-13 Februari 2024.

Jika situasi politik semakin memanas, maka hal ini akan dapat berdampak buruk bagi perspektif investor asing melihat kondisi di Tanah Air.

Alhasil, tekanan jual di pasar keuangan domestik dapat terjadi yang berujung pada pelemahan rupiah.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Dear Investor, Kenali 2 Hal Sebelum Investasi Emas

 Ilustrasi Emas Digital. (Dok. Freepik)

PT. Equityworld Futures Manado - Financial Expert FEB UI, Rahmat Aryo Baskoro mengatakan kasus hukum antara PT Aneka Tambang (ANTM) Tbk dengan Budi Said terkait perkara penipuan jual beli emas, bisa menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat yang mau berinvestasi.

Rahmat mengingatkan masyarakat agar memahami dahulu setidaknya 2L dalam berinvestasi, yaitu logis dan legal. Logis setidaknya mencakup apakah harganya masih masuk akal? Kalau terlalu rendah menurut Rahmat justru patut dicurigai.

"Legal juga harus diperhatikan, karena di Indonesia seringkali terjadi transaksi yang ilegal karena literasi masyarakat belum terlalu tinggi," ungkap Rahmat kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/2/2024).

Selain itu, Rahmat juga mengingatkan kalau dalam setiap investasi selalu ada risiko, dan hal itu juga harus dipahami.

"Jangan mau investasi dengan untung besar saja, tapi tidak memikirkan risikonya," tegas Rahmat.

Di sisi lain, dalam kasus Antam-Budi Said, Rahmat mengatakan masyarakat memiliki kepercayaan yang besar kepada Antam. Apalagi dia menyebutkan, secara perusahaan Antam adalah perusahaan dengan proses bisnis end to end dari awal hingga akhir.

"Antam adalah BUMN pertambangan dengan komoditas emas dan demi kepentingan publik. Tentu kita sepakat ketika kepercayaan sudah menjadi hal yang sangat melekat di masyarakat jika ada masalah yang terjadi pada Antam bukan hanya berdampak pada Antam, tapi produsen emas lain bahkan ekonomi Indonesia," pungkas Rahmat. 

Baca Juga : Harga Emas Bangkit Tapi Masih Bikin Deg-Degan

Managing Partner Fernandes Partnership, Fernandes Raja Saor, yang juga kuasa hukum Antam mengingatkan agar tidak tergiring dalam investasi yang too good too be true.

"Penting untuk mengidentifikasi, soal perizinan dan juga cost struktur bisnis perusahaan," ungkap Nandes.

Adapun untuk kasus Antam, dia menyebut jika saat ini Negara sudah duduk di posisi yang benar.

"Antam bukan tidak mau ikut putusan Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu. Tapi kami yakin bahwa kebenaran akan menemukan jalannya dan MA akan menerapkan kebijaksanaannya. Upaya hukum untuk menemukan kebenaran," kata dia.

Untuk diketahui, kasus Antam dan Budi saat berawal saat Budi Said membeli ribuan kilogram emas melalui Eksi Anggraeni selaku oknum yang mengaku sebagai marketing Antam cabang Surabaya senilai Rp3,5 triliun.

Diketahui, pembelian emas dengan nilai jumbo tersebut diikuti dengan janji diskon pembelian hingga mencapai 20% oleh Eksi Anggraeni. Dari 7.071 kilogram emas yang dijanjikan Eksi Anggraeni kepada Budi Said, emas batangan yang diterima hanya sebanyak 5.935 kilogram atau sesuai dengan faktur pembelian yang sah.

Dalam dua putusan pengadilan sebelumnya, Budi Said sempat menang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Namun Budi Said kalah di tingkat banding. Budi kemudian mengajukan kasasi ke MA.

Transaksi pembelian 7 ton emas batangan Antam ini sendiri sarat dengan kejanggalan. Pada Maret 2018, Budi Said bertemu dengan Eksi Anggraeni di Kantor Butik Emas Logam Mulia (BELM) Surabaya 01 Antam. Transaksi ini dihadiri tiga mantan karyawan Antam yakni Endang Kumoro, Misdianto, dan Ahmad Purwanto.

Eksi Anggraeni menyatakan, dirinya dapat memberikan harga diskon kepada Budi Said dengan sistem bayar terlebih dahulu dan Budi dapat menerima emasnya 12 hari kemudian. Namun, Antam menegaskan tidak pernah memberikan harga diskon karena emas yang dijual sesuai dengan yang dipublikasikan di website logam mulia Antam.

Di sisi lain, ANTM menjalankan transaksi dengan sistem cash and carry.

Kemudian, Budi Said tetap melakukan pembelian 7 ton emas dengan skema yang diduga sebagai berikut. Budi mengirimkan uang ke rekening Antam dengan harga diskon. Lalu mantan karyawan mencatatkan pengiriman uang sebagai pembelian biasa (tanpa diskon) sehingga di sistem Antam dan faktur yang diterbitkan menggunakan harga resmi.

Tentu jika Budi Said membayar dengan harga diskon, ada selisih emas yang tidak terbayar. Untuk menutup sisa itu, Eksi bersama mantan karyawan diduga mengeluarkan emas tanpa faktur.

Lantas, setelah 73 kali transaksi, Budi Said hanya mendapatkan 5.935 kg emas (sesuai faktur dan harga resmi). Namun sesuai dengan 'harga diskon' yang dijanjikan Eksi, Budi Said mendapatkan 7.071 kg emas.

"Maka itu kekurangan 1.136 kg diduga bukan merupakan kekurangan, melainkan klaim yang dugaannya berasal dari penipuan," tegas Fernandes Raja Saor, Kuasa Hukum PT Aneka Tambang Tbk, kepada CNBC Indonesia, Rabu (3/1/2023).

Endang Kumoro lalu menerbitkan surat keterangan tanggal 16 November 2018 yang menyatakan Antam berhutang 1.136 kg kepada Budi Said.

"Padahal Endang Kumoro tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan surat demikian sehingga seharusnya surat tersebut tidak berkekuatan hukum," jelasnya.

 

 cnbcindonesia.com/mymoney