
Rabu, 30 Juli 2025 – Harga perak (XAG/USD) kembali melemah, diperdagangkan di sekitar $38,10 per troy ounce, memperpanjang penurunan selama dua sesi sebelumnya. Logam mulia yang biasanya berperan sebagai safe haven ini tertekan karena pelaku pasar cenderung wait and see menjelang pengumuman kebijakan suku bunga terbaru dari Federal Reserve (The Fed) malam ini.
Mayoritas analis memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level 4,25%–4,50%, dengan probabilitas 97% menurut data CME FedWatch. Suku bunga yang tinggi umumnya menekan permintaan terhadap perak, mengingat logam mulia ini tidak menawarkan imbal hasil seperti aset berbunga.
Selain keputusan suku bunga, pasar juga menanti rilis data inflasi PCE kuartal II dan laporan Nonfarm Payrolls Juli, yang dapat memberikan petunjuk penting terkait arah kebijakan moneter selanjutnya.
Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif sekunder 100% terhadap Rusia, jika dalam 10–12 hari tidak ada kemajuan berarti dalam pembicaraan damai terkait Ukraina.
Sementara itu, ketidakpastian meningkat setelah negosiasi dagang AS–Tiongkok di Stockholm berakhir tanpa kesepakatan perpanjangan gencatan senjata tarif. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pembicaraan akan dilanjutkan, namun keputusan final tetap berada di tangan Trump. Kondisi ini membuat minat investor terhadap aset berisiko maupun safe haven, termasuk perak, ikut tertekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar