Kamis, 30 November 2023

Harga Batu Bara Turun, BUMI Kantongi Laba US$ 58,3 Juta

PT. Equityworld Futures Manado - Perusahaan batu bara milik Grup Bakrie dan Grup Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melaporkan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 82% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 58,3 juta.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), capaian laba anjlok karena pendapatan BUMI merosot 24% yoy, menjadi US$ 4,76 miliar.

Pendapatan BUMI merosot disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya, harga batu bara yang turun tajam dibandingkan dengan patokan harga tahun lalu, ketidakpastian pasar batu bara, serta situasi dan kondisi geopolitik dan ekonomi global.

Sementara itu beban pokok pendapatan turun 2% yoy menjadi US$ 4,32 miliar dari periode yang saham tahun lalu sebesar US$ 4,42 miliar. Dengan demikian, laba bruto tergerus 76% yoy menjadi US$ 438,8 juta.

Baca Juga : Harga Emas Jatuh Setelah Terbang 5 Hari, Sanggup Bangkit?

"Perseroan juga harus membayar loyalti sebesar 32% dari pendapatan, pajak, subsidi harga domestik, tingginya harga bahan bakar, tinggi persediaan dan produksi di India, Tiongkok, dan Indonesia," ujarnya, Jumat (1/12).

Beban usaha turun 14% menjadi US$ 173,1 juta dari US$ 201,9 juta, sehingga laba usaha terpangkas 84% menjadi US$ 265,7 juta dari US$ 1,63 miliar. Pada periode yang sama margin usaha anjlok menjadi 5,6% dari 26,2%.

Selanjutnya laba sebelum pajak terkikis 85% yoy menjadi US$ 225,6 juta dari US$ 1,46 miliar. Akan tetapi produksi dan penjualan meningkat 5% dari tahun lalu.

"Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, penjualan yang meningkat ternetralisir oleh turunnya realisasi harga batu bara sebesar 28% menjadi US$85,2/t (vs US$118,7/t tahun lalu)," tulinya.

"Prioritas BUMI tetap konsisten memenuhi kewajiban DMO. Sedangkan optimisasi biaya, digitalisasi, bauran energi yang akan dikerjakan, dan upaya untuk mengerjakan bauran energi, menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar dan inventori yang rendah guna mengoptimalkan modal kerja menjadi prioritas utama perseroan saat ini," pungkasnya.

 

 

cnbcindonesia.com/market

 

OPEC Beri Sinyal Buruk, Harga Minyak Mentah Anjlok 3%

PT. Equityworld Futures Manado - Harga minyak mentah dunia dibuka beragam pada perdagangan hari ini Jumat (1/12/2023) setelah meeting OPEC+ selesai.

Harga minyak mentah WTI dibuka lebih rendah 0,49% di posisi US$75,59 per barel, sementara harga minyak mentah brent dibuka menguat 0,46% ke posisi US$80,76 per barel.

Pada perdagangan Kamis (30/11/2023), harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 2,44% di posisi US$75,96 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent ditutup terjun 3% ke posisi US$80,39 per barel.


Harga minyak turun lebih dari 2% pada perdagangan Kamis setelah produsen OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak secara sukarela untuk kuartal pertama tahun depan yang jauh dari ekspektasi pasar.


Arab Saudi, Rusia, dan anggota OPEC+ lainnya, yang memproduksi lebih dari 40% minyak dunia, menyetujui pengurangan produksi sukarela mendekati 2 juta barel per hari (bph) pada kuartal pertama tahun 2024.


Setidaknya 1,3 juta barel per hari dari pemotongan tersebut merupakan perpanjangan dari pembatasan sukarela yang sudah dilakukan Arab Saudi dan Rusia. Sebelumnya, para delegasi mengatakan pengurangan tambahan baru yang sedang dibahas adalah sebesar 2 juta barel per hari.

Baca Juga : Harga Emas Jatuh Setelah Terbang 5 Hari, Sanggup Bangkit?


"Untuk saat ini, hasilnya tidak sesuai dengan harapan dalam beberapa hari terakhir," ujar Callum MacPherson, kepala komoditas di Investec.
Sifat sukarela dari pemotongan tersebut membuat investor bingung.


"Dari apa yang kami lihat sejauh ini, angka ini tampak seperti angka yang sangat tipis yaitu sekitar 600.000-700.000 barel per hari (bpd) vs tingkat yang direncanakan pada Kuartal 4 tahun 2023," ucap James Davis dari FGE.


"Ini bisa saja merupakan pengurangan aktual sekitar 500.000 barel per hari dibandingkan dengan kuartal keempat. Ini mungkin hanya cukup untuk menjaga keseimbangan pasar di kuartal pertama saja."


Arab Saudi, Rusia, Kuwait, Kazakhstan dan Aljazair termasuk di antara produsen yang mengatakan pengurangan produksi akan dibatalkan secara bertahap setelah kuartal pertama, jika kondisi pasar memungkinkan.


Pertemuan tersebut, yang diadakan pada hari yang sama dengan pertemuan para pemimpin global di Dubai untuk menghadiri konferensi iklim PBB, awalnya dijadwalkan pada minggu lalu tetapi ditunda karena ketidaksepakatan mengenai kuota produksi untuk produsen di Afrika.


OPEC+ juga mengundang Brasil, yang merupakan 10 produsen minyak terbesar, untuk menjadi anggota kelompok tersebut. Menteri Energi negara tersebut mengatakan pihaknya berharap dapat bergabung pada bulan Januari.


Sementara itu produksi minyak mentah di AS, produsen utama dunia, terus tumbuh, naik 1,7% pada bulan September ke rekor bulanan 13,24 juta barel per hari, menurut Badan Informasi Energi (EIA).


Produksi minyak mentah di Texas turun 0,1% menjadi 5,57 juta barel per hari, terendah sejak Juli dan penurunan produksi pertama di negara bagian itu sejak April, menurut EIA.

 

 

cnbcindonesia.com/market

Asuransi Dayin Mitra (ASDM) Stock Split, jadi Rp125 per Saham

 Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

PT. Equityworld Futures Manado - PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) berencana melakukan pemecahan nominal saham atau stock split dengan rasio 1:2.

Keputusan ini telah disetujui oleh para pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 21 November. Hasil dari RUPSLB menunjukkan bahwa nilai nominal saham ASDM akan berubah menjadi Rp 125 dari sebelumnya Rp 250.

"Menyetujui perubahan anggaran dasar pasal 4 ayat 1 dan ayat 2 sehubungan dengan pemecahan nilai nominal saham (stock split)," ungkap Sekretaris Perusahaan, Purnama Hadiwidjaja, dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis, (30/11/2023).

Baca Juga : Harga Emas Tetap Trengginas Meski Investor Harap-Harap Cemas

Dengan stock split ini, modal dasar perusahaan menjadi Rp 190 miliar, terdiri dari 1,52 miliar saham. Sebelum stock split, modal dasar ASDM mencapai 760 miliar saham.

Purnama menyampaikan, seiring dengan stock split, pemegang saham juga telah menyetor uang tunai penuh sebesar Rp 48 miliar, setara dengan 384 juta saham.

Seiring berita tersebut, ASDM berada di level harga Rp1.005 per saham dan bergerak stagnan pada perdagangan sesi satu hari ini. Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp191,07 miliar.

 

cnbcindonesia.com/market/

POWR Mau Bagi Dividen Interim Rp465,81 M, Cek Jadwalnya

 Dok.Cikarang Listrindo

PT. Equityworld Futures Manado - Emiten pembangkit listrik PT Cikarang Listrindo Tbk. (POWR) akan segera membagikan dividen interim dengan nilai total US$30 juta atau setara dengan Rp465,81 miliar.

Mellaui keterbukaan informasi publik pada 30 November 2023, pembagian dividen ini disepakati dewan komisaris pada 28 November 2023. Total nilai dividen mencapai US$30 juta, setara dengan dividen per saham sebesar Rp29,47.

Keputusan ini didasarkan pada laporan keuangan per 30 September 2023, yang menunjukkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk POWR sebesar US$76,81 juta, dengan dividend payout ratio mencapai 39,05%.

Baca Juga : Harga Emas Tetap Trengginas Meski Investor Harap-Harap Cemas

Pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan pada 20 Desember 2023, dengan cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 7 Desember 2023.

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen POWR:

• Cum dividen di pasar reguler & pasar negosiasi: 7 Desember 2023
• Ex dividen di pasar reguler & pasar negosiasi: 8 Desember 2023
• Cum dividen di pasar tunai: 11 Desember 2023
• Ex dividen di pasar tunai: 12 Desember 2023
• Recording date: 11 Desember 2023, pukul 16.15 WIB.
• Pembayaran dividen interim : 20 Desember 2023

 

 

cnbcindonesia.com/market

Rabu, 29 November 2023

Naik 3 Hari Beruntun, Rupiah Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan

PT. Equityworld Futures Manado Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sikap menunggu hasil Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) malam hari ini serta masih tertariknya asing terhadap pasar keuangan domestik.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat di angka Rp15.390/US$ atau terapresiasi 0,26%. Penguatan terjadi selama tiga hari beruntun sejak 27 November 2023 dan merupakan yang terkuat sejak 22 September 2023 atau lebih dari dua bulan.

Sementara indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14.57 WIB naik tipis 0,01% menjadi 102,76. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan Selasa (28/11/2023) yang berada di angka 102,74.

Rupiah ditutup menguat hari ini (29/11/2023) di tengah sikap wait and see para pelaku pasar perihal hasil Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang akan dihadiri oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perry dijadwalkan akan menyampaikan pencapaian BI selama setahun terakhir serta target-target tahun depan mulai dari sasaran inflasi serta kebijakan makro-prudensial serta upaya menjaga stabilitas rupiah.

Perry juga akan menjabarkan kebijakan BI untuk tahun depan dan jangka menengah, terutama peran BI dalam ikut mendorong pertumbuhan.

Menarik disimak apa yang akan disampaikan Presiden Jokowi dalam PTBI hari ini, terutama pandangannya mengenai kebijakan suku bunga BI. Dalam beberapa PTBI sebelumnya, Jokowi kerap menyampaikan pandangannya mengenai suku bunga.
Jokowi juga diperkirakan akan menyampaikan pesan khusus mengenai inflasi pangan serta situasi ekonomi global saat ini.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2023, kinerja dan prospek ekonomi perkenonomian nasional tetap solid meskipun di tengah ketidakpastian global. Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia tetap terjaga dan pemulihan ekonomi terus berlanjut, dengan inflasi yang terkendali hingga akhir tahun. Pertumbuhan ekonomi juga tetap baik ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan eratnya sinergi kebijakan ekonomi nasional yang konsisten dan terukur.

Baca Juga :  Emas Rekor Tertinggi 6 Bulan, Harganya Masih Bisa Terbang!

Kendati demikian, tantangan global seperti fragmentasi geopolitik, ketidakpastian pasar keuangan akibat pengaruh respons kebijakan bank sentral negara maju seiring masih tingginya inflasi yang dihadapi, ancaman perubahan iklim, dan berbagai tantangan lainnya perlu dihadapi ke depan. Oleh karena itu, penting untuk terus mempererat sinergi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Di samping itu, penguatan mata uang Garuda terjadi disaat capital inflow terjadi belakangan ini ke pasar keuangan domestik.

Direktur Segara Research Institute Piter Abdullah menilai derasnya aliran modal yang masuk ke Indonesia belakangan ini ditopang oleh sejumlah faktor internal dalam negeri. Kondisi perekonomian yang stabil, kata dia, ditambah imbal hasil SBN yang masih relatif tinggi, serta banyaknya aset saham yang relatif murah mendorong dana itu masuk ke Indonesia.

Derasnya dana asing yang masuk ke domestik tetap menjadi perhatian Piter. Piter mewanti-wanti bahwa dana yang masuk ke Indonesia saat ini adalah hot money. Artinya, begitu muncul tanda-tanda kondisi pasar tidak sesuai ekspektasi, maka dana itu akan dengan cepat keluar dari Indonesia. "Itu harus diwaspadai," kata dia.

Global Markets Economist Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai masuknya dana asing ke Indonesia disebabkan oleh ekspektasi terhadap sikap The Fed yang mulai mengendur. Data inflasi dan tenaga kerja AS, kata dia, mengalami penurunan sehingga diproyeksikan The Fed akan menahan suku bunga acuannya hingga akhir tahun.

Di sisi lain, Myrdal melihat imbal hasil antara obligasi di Indonesia dan Amerika Serikat untuk tenor 10 tahun terpaut jauh di atas 200 basis poin. Perekonomian yang solid dan valuasi aset investasi di Indonesia yang relatif murah membuat investor asing kepincut masuk ke pasar Tanah Air.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Dividen Jumbo Tahun Lalu, Ini Bocoran Dividen UNTR 2023

PT. Equityworld Futures Manado -  PT United Tractors Tbk (UNTR) membocorkan proyeksi dividen yang akan dibagikan atas kinerja tahun buku 2023.

Direktur UNTR Iwan Hadiantoro mengatakan nilai dividen tahun ini akan mengalami penyesuaian. Namun, diharap porsinya dapat bertahan di level 40-50% dari laba bersih.

"Kami pertahankan historically dividen dalam range 40-50%," ujar Iwan dalam Public Expose 2023 secara virtual, Selasa, (29/11/2023).

Ia memberi sinyal bahwa dividen di tahun 2022 nilainya besar karena didukung harga kenaikan baru bara yang tinggi mencapai US$ 400 dolar per ton. Selain itu, mereka pun belum banyak berinvestasi di bisnis baru.

 Baca Juga : Emas Rekor Tertinggi 6 Bulan, Harganya Masih Bisa Terbang!

"Mungkin kondisi ini tidak akan terjadi tahun ini. Karena kita berusaha sisihkan untuk belanja modal inovasi unit usaha," papar Iwan.

Mengingatkan saja, beum lama ini UNTR melalui entitas usahanya yaitu PT Danusa Tambang Nusantara telah melakukan penandatanganan dengan Nickel Industries Limited, yaitu Perjanjian Pengambilan Bagian (Subscription Agreement). UNTR merogoh Rp 9,39 triliun untuk mencaplok 20% Tambang Nikel Australia tersebut.

Diketahui, UNTR telah membagikan dividen sebesar Rp 6.185 per lembar saham atau total Rp 22,5 triliun dari laba tahun buku 2022.

Payout dividen UNTR tersebut sebesar 121% atau lebih tinggi dari laba bersih UNTR 2022 yang sebesar Rp21 triliun. Dividen yang lebih besar dari laba bersih ini didukung oleh profitabilitas yang sangat kuat dari UNTR. Dimana variabel terbesar dari komoditas batu bara.

Berdasarkan laporan keuangannya, UNTR tercatat memiliki saldo laba dicadangkan sebesar Rp71,1 triliun di akhir 2022. Jumlah saldo laba dicadangkan ini naik 25,94% dibanding tahun 2021 yang sebesar Rp 56,4 triliun.

 

cnbcindonesia.com/market

 

Minggu, 26 November 2023

Trading Jangan Emosional, Ini Efek Ngerinya

 Professional Trader, Dennis SLL memberikan pemaparan dalam acara Kelas Cuan bersama Finex di ALILA SCBD, Jakarta, Sabtu (25/11/2023). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PT. Equityworld Futures Manado - Bagi Anda pemula yang ingin menjadi investor jangka pendek atau yang sering dikenal dengan trader jangan pernah mengedepankan emosi. Salah kalkulasi, dana Anda bisa boncos alih-alih cuan berlimpah.

"Kalau kamu lagi emosi karena kalau main game, mending nggak usah trading dulu, lagi bete, nggak usah trading dulu, mending istirahat dulu satu hari, dua hari, seminggu baru trading lagi," ungkap Dennise SLL, Professional Trader, dalam acara Kelas Cuan CNBC Indonesia dan Finex "Jalan Ninja Jadi Sultan Lewat Trading Forex", di Jakarta, (25/11/2023).

Sebab, jika menjadi trading dalam kondisi emosional kemungkinan besar pasti akan banyak loss-nya dibanding untung. Apalagi kalau kita berbicara angka investasi yang sudah dua atau tiga digit, tentunya akan sangat berisiko jika emosional dalam trading.

Baca Juga : Pesta! Pesta! Harga Emas Bertahan di US$ 2.000, Diramal Naik!

"Kalau kalian mau coba-coba, ah pengen cuan dikit-dikit, mending lupakan. Karena nggak mungkin sehari dua hari langsung jago. Tapi kalau kamu punya mimpi trading for living, dedikasikan waktu, effort dan jangan pernah puas belajar," lanjut Dennise.

Pemahaman ini berlaku untuk semua jenis investasi, termasuk forex. Karena dalam berinvestasi tidak yang namanya kaya dalam waktu singkat atau cara instan.

Menurut Dennise, mentor juga penting. Namun yang lebih utama selain ada mentor yang bagus adalah kemauan dan persiapan yang matang. Jangan pernah berpikir bisa cuan hanya bermodal nekat.

"Bahaya banget, tidak ada jalan instan untuk jadi sultan. Tapi kalau kamu mau tahu jalan ninja-nya, ya banyak belajar, jangan ikut-ikutan dan tahu batasannya," tutup Dennise.

 

 

cnbcindonesia.com/market

 

Sepekan Rupiah Loyo, Bagaimana Kabar Hari Ini?

 Petugas menghitung uang  dolar di tempat penukaran uang Dolarindo, Melawai, Blok M, Jakarta, Senin, (7/11/ 2022)

PT. Equityworld Futures Manado - Sepanjang pekan lalu, pergerakan rupiah melawan dolar Amerika Serikat (AS) malah loyo padahal banyak sentimen positif yang mengalir ke Tanah Air,

Melansir data Refinitiv, sepanjang minggu yang berakhir Jumat (24/11/2023), mata uang Garuda melemah 0,46% ke posisi Rp15.560/US$. Pelemahan ini membuat rupiah mengakhiri tren penguatan yang sudah terjadi selama tiga minggu beruntun.

Kendati pekan lalu melemah, sebenarnya tren besar rupiah sepanjang November ini masih dalam penguatan. Bulan ini mencatatkan tren penguatan yang cukup pesat sejak rupiah anjlok paling dalam di akhir bulan lalu nyaris ke Rp16.000/US$.

Tren penguatan rupiah bulan ini juga sejalan dengan sentimen makro yang positif mengalir ke Tanah Air. Pertama dari global, dolar AS sudah mulai melandai, terlihat dari data kemarin, Jumat (25/11/2023), indeks DXY turun ke posisi 103,40, nilai ini menyusut dibandingkan posisi hari sebelumnya sebesar 103,77.

Baca Juga : Pesta! Pesta! Harga Emas Bertahan di US$ 2.000, Diramal Naik!

Pelemahan dolar AS terjadi lantaran efek inflasi yang melandai lebih baik dari perkiraan dan mendinginnya kondisi pasar tenaga kerja. Data terbaru hingga Oktober 2023, menunjukkan arah inflasi sudah semakin melandai ke posisi 3,2% secara tahunan (yoy). Nilai tersebut lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,7% (yoy) dan proyeksi pasar yang melandai di 3,3% (yoy).

Sementara dari sisi pasar tenaga kerja yang mendingin tercermin dari data pekerjaan yang tercatat di luar sektor pertanian atau non-farm payroll hingga Oktober 2023 berada di angka 150.000, menyusut dari bulan sebelumnya sebesar 297.000 dan lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 180.000. Tingkat pengangguran juga sudah naik ke angka 3,9% dari sebelumnya 3,8%.

Kedua indikator tersebut menjadi kesatuan yang cukup memungkinkan prospek kebijakan moneter akan melunak paling tidak hingga akhir tahun ini. Menurut alat pemeringkat FedWatch Tool, peluang pemangku kebijakan dalam bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan kembali menahan suku bunga pada rapat FOMC 13 Desember 2023 mendatang sudah berada di 95,50%.

Beralih ke domestik, Bank Indonesia (BI) diketahui mempertahankan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate, sebagai hasil rapat dewan gubernur pada 22-23 November 2023. BI rate dipertahankan di level 6%, sama seperti level saat kenaikan bulan lalu sebesar 25 basis points (bps) pada 19 Oktober 2023.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan ini tetap konsisten dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pencegahan untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor atau imported inflation. Dengan demikian diharapkan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3,0±1% pada 2023 dan 2,5±1% pada 2024.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, tren besar rupiah masih dalam penguatan. Saat ini support terdekat rupiah berada di Rp15.545/US$. Posisi ini bertepatan dengan garis rata-rata selama 50 jam dan 100 jam atau Moving Average (MA) 50 dan 100. Jika posisi ini bisa ditembus ke bawah penguatan rupiah bisa lanjut ke level psikologis Rp15.500/US$.

Kendati demikian, pelaku pasar perlu mencermati area resistance di sekitar Rp15.615/US$ sebagai antisipasi apabila rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Sebagai informasi, posisi resistance tersebut didapatkan dari high 16 November 2023.

Pergerakan rupiah melawan dolar AS

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Rabu, 22 November 2023

Ada Kabar Baru Soal Suku Bunga AS, RI Bisa Kena Getahnya!

 Perry Warjiyo

PT. Equityworld Futures Manado - Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan kemarin, Selasa (21/11/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi, rupiah menguat, dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) meningkat.

Pergerakan pasar keuangan hari ini rawan koreksi terutama dengan perkembangan sentimen dari Amerika Serikat (AS). Selengkapnya mengenai sentimen pasar hari ini akan dibahas pada halaman 3 artikel ini. Para investor juga dapat mengintip agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini baik dalam negeri dan luar negeri pada halaman 4 serta kinerja bursa saham Amerika Serikat (AS) sebagai ekonomi terbesar dunia pada halaman 2.

IHSG pada perdagangan kemarin, Selasa (21/11/2023), ditutup melemah 0,47% ke posisi 6.961,79. IHSG pada perdagangan kemarin turun sehingga membuat bursa domestik gagal menembus level psikologis 7.000, meski menyentuh level psikologis tersebut pada awal pembukaan perdagangan.

Sebanyak 225 saham bergerak naik, 297 bergerak turun dan 339 tidak berubah dengan transaksi turnover Rp 9 triliun dengan 22,29 miliar saham. Penurunan juga terjadi seiring investor asing mencatat net sell sebesar Rp 338,26 miliar.

Pelemahan IHSG dikontribusikan terbesar oleh penguatan sektor utilitas yang terkoreksi 6,92%, kesehatan 0,78%, bahan dasar 0,53%. Sementara, penguatan terjadi pada sektor teknologi 0,89%, energi 0,39%, dan konsumen siklikal 0,10%. 

Baca Juga : Harga Emas Jatuh Tertekan Kenaikan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS

Koreksi IHSG pada perdagangan kemarin mematahkan tren penguatan dua hari perdagangan, menjadikan indikator pasar modal domestik belum mampu menembus level 7.000.

Sentimen penurunan IHSG didukung oleh Bank Indonesia (BI) yang merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan transaksi berjalan pada kuartal III-2023. NPI pada kuartal III-2023 mengalami defisit US$ 1,5 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada kuartal sebelumnya sebesar US$ 7,4 miliar.

Penurunan ini ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan dan transaksi modal dan finansial yang membaik. BI juga mencatat, neraca transaksi berjalan membaik ditopang oleh perbaikan kinerja neraca perdagangan barang dan jasa yang tetap solid.

Pada kuartal III-2023, transaksi berjalan mencatat defisit US$ 900 juta atau 0,2% dari PDB, jauh menurun dibandingkan dengan defisit US$ 2,2 miliar atau 0,6% dari PDB pada triwulan sebelumnya.

Kemudian pada Kamis pekan ini, BI juga akan mengumumkan keputusan suku bunga acuan terbarunya. Diprediksi, BI akan menahan suku bunga acuannya kali ini.

Selain itu, penurunan IHSG besar diakibatkan oleh emiten energi baru dan terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang malah berbalik arah menjadi bottom movers IHSG kemarin, yakni turun 20,34 indeks poin atau ditutup melemah 7,72% menjadi Rp 6.275 per saham.

Penurunan saham BREN menjauhkan kapitalisasi pasarnya yang sedang mengejar saham Bank Central Asia (BBCA) sebagai kapitalisasi pasar terbesar. Valuasi saham BREN tersisa Rp 839 triliun.

Koreksi ini terjadi seiring dengan pasar yang mulai melakukan aksi penjualan menjelang cum date pembagian dividen hari ini. Selain kapitalisasi pasarnya yang sudah 'pepet' BBCA, harga saham BREN sejak IPO telah melesat 700% dari harga IPO-nya di Rp 780/saham.

Prospek EBT sendiri sejatinya cenderung positif karena pemerintah saat ini berupaya untuk mengurangi ketergantungan akan energi fosil dan upaya untuk mengurangi perubahan iklim yang sudah ekstrim.

Namun, valuasi emiten ini jauh terlalu mahal dengan rasio valuasi yang sudah jauh dari harga wajar dan rata-rata industri. Penurunan ini mengindikasikan pelaku pasar yang khawatir dengan valuasi tidak wajarnya dengan pertumbuhan kinerja yang timpang.

Penurunan ini memungkinkan gelembung 'bubble' saham BREN sudah akan meletus. Pada dasarnya, pergerakan harga saham akan kembali mengacu pada kinerja riil fundamental sebagai landasan jangka panjang.

Beralih ke mata uang Garuda, Refinitiv mencatat rupiah ditutup menguat di angka Rp 15.435/US$ atau terapresiasi tipis 0,03% dan merupakan posisi terkuat sejak 25 September 2023. Penguatan ini juga melanjutkan kenaikan di hari sebelumnya yang juga terapresiasi sebesar 0,32%.

Indeks dolar AS mencapai titik terendah yang sejak akhir Agustus.

Indeks, yang mengukur the greenback terhadap enam mata uang asing, mencatat level terendah di 103,18. Itu menandai level termurah bagi indeks tersebut sejak 31 Agustus, ketika mencapai 103,009.

Tren penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum berdampak pada antusiasme masyarakat untuk membeli mata uang negara Paman Sam tersebut. Dua money changer atau jasa penukaran uang asing di kawasan Jakarta Selatan nampak sepi ketika CNBC Indonesia menyambangi kedua lokasi itu pada Selasa pagi (21/11/2023).

Kemarin, BI telah merilis data transaksi berjalan dan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang keduanya menunjukkan defisit pada kuartal III-2023. Artinya kondisi ini melanjutkan tren defisit yang juga terjadi pada kuartal II-2023.

Transaksi berjalan pada kuartal III-2023 mengalami defisit US$900 juta atau 0,2% dari PDB. Bank sentral mengklaim defisit ini jauh menurun dibandingkan dengan defisit US$ 2,2 miliar atau 0,6% dari PDB pada triwulan sebelumnya.

Dari pasar obligasi Indonesia, Surat Berharga Negara (SBN) mengalami penurunan harga yang tercermin dari kenaikan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun ke level 6,662% pada perdagangan Selasa, dibandingkan perdagangan sebelumnya berada di 6,643%.

Yield berlawanan arah dari harga, sehingga naiknya yield menunjukkan harga obligasi yang sedang turun demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%. Ketika yield naik, mengindikasikan investor sedang menjual SBN.

 

 

cnbcindonesia.com/research

 

 

UMP Naik 3,6%, Belum Cukup Buat Hidup Layak di Jakarta

 Sejarah Kenaikan UMP Jakarta, Tertinggi Era Sutiyoso Tahun 1999

PT. Equityworld Futures Manado - UMP DKI Jakarta 2024 menjadi sebesar Rp5.067.381. UMP tahun 2024 hanya naik 3,6% atau Rp 165.583 dari UMP tahun 2023. Apakah dengan UMP tersebut bisa memenuhi Kebutuhan Hidup Layak di Jakarta?

KHL hingga 2020 menjadi komponen perhitungan UMP, namun pada tahun selanjutnya dihilangkan. KHL adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja atau buruh lajang untuk dapat hidup layak, baik secara fisik, non-fisik, maupun sosial. Acuannya adalah standar kebutuhan seseorang selama satu bulan.

Menurut Komponen dan Jenis Kebutuhan Hidup Layak 2020, terdapat 64 komponen sebagai standar hidup layak. Peraturan ini oleh Tim Riset CNBC Indonesia menjadi acuan untuk membandingkan dengan UMP DKI Jakarta 2024.

Menurut perhitungan, KHL DKI Jakarta dengan Komponen dan Jenis Kebutuhan Hidup Layak 2020 adalah sebesar Rp4.686.138. Artinya masih akan ada sisa sekitar Rp300.000 lebih dari UMP yang diterima dengan catatan yang diperhitungkan adalah kebutuhan wajib yang keluar tiap bulannya kecuali sandang dan kebutuhan lain yang masa pakainya lebih dari sebulan atau tidak dibeli tiap bulan.

Baca Juga : Harga Emas Jatuh Tertekan Kenaikan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS

Akan tetapi angka tersebut tampaknya belum mencerminkan seutuhnya pola kebutuhan masyarakat. Misalnya saja tidak memasukkan konsumsi makan. Kemudian juga penggunaan transportasi yang digunakan adalah transportasi umum bukan kendaraan bermotor pribadi. Ukuran sarana kesehatan pun tampaknya jauh dari cukup untuk konsumsi sebulan.

Jika menggunakan asumsi yang disesuaikan maka KHL DKI Jakarta adalah Rp5.135.818 per bulan. Tentunya menggunakan harga saat ini belum termasuk inflasi 2024.

KHL menjadi standar namun tampak belum ideal. Sebab ini baru kebutuhan lain seperti dana darurat pribadi, investasi, dan sosial belum termasuk. Adapun tabungan, hiburan, dan asuransi. Begitu juga dengan anggaran untuk membayar hutang atau cicilan.

Jadi bisa dikatakan kenaikan UMP tidaklah selaras dengan kebutuhan ideal masyarakat DKI Jakarta sebagai kota metropolitan. UMP hanya cukup untuk membayar kebutuhan sehari-hari saat ini tanpa memikirkan masa depan.



 cnbcindonesia.com/research

Senin, 20 November 2023

Rupiah Masih Perkasa, Dolar Tembus ke Rp 15.410

PT. Equityworld Futures ManadoRupiah langsung menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penantian investor menunggu data  Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu dini hari waktu Indonesia.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ada di posisi Rp15.410/US$ atau terapresiasi 0,19% pada pukul 09:14 WIB. Penguatan ini memperpanjang tren positif rupiah yang juga menguat pada perdagangan Senin (20/11/2023)di mana mata uang Garuda menguat 0,32% dan merupakan posisi terkuat sejak 25 September 2023. Penguatan ini juga melanjutkan kenaikan di hari sebelumnya yang juga terapresiasi sebesar 0,32%.

Hari ini, Bank Indonesia akan mengumumkan data NPI dan transaksi berjalan kuartal III-2023. Kedua data ini akan menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia dari kekuatan ekspor, pasokan dolar, serta investasi langsung dan investasi portofolio yang mencerminkan minat investor asing dalam menanamkan modal di Indonesia.
Publik juga menunggu apakah Indonesia masih akan mencatat twin deficit pada kuartal III-2023 setelah membukukan twin deficit pada transaksi berjalan dan finansial pada kuartal II-2023.

Baca Juga :Harga Emas Loyo, Investornya Deg-Degan Tunggu Data The Fed

Seperti diketahui, transaksi berjalan tercatat defisit sebesar US$1,9 miliar atau 0,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II-2023. Defisit ini adalah yang pertama sejak kuartal II-2021.

Defisit tersebut diperburuk dengan rapor merah di neraca transaksi finansial yang membukukan defisit sebesar US$ 4,97 miliar, berbanding terbalik dengan surplus US$ 3,68 pada kuartal sebelumnya.

Neraca transaksi finansial yang merekam investasi langsung dan portofolio membukukan defisit sebesar US$ 4,97 miliar pada April-Juni 2023, berbalik arah dari surplus US$ 3,68 miliar pada Januari-Maret 2023. Neraca investasi portofolio mencatatkan defisit sebesar US$ 2,59 miliar pada kuartal II-2023, berbalik arah dari surplus US$ 3,03 miliar pada kuartal I-2023.

Besarnya defisit pada transaksi berjalan serta investasi portofolio membuat, secara keseluruhan, NPI mencatat defisit sebesar US$ 7,37 miliar pada kuartal II-2023. Defisit ini adalah yang pertama sejak kuartal III-2022.

Bank sentral AS Teh Federal Reserve (The Fed) juga akan merilis risalah FOMC malam nanti atau Rabu dini hari waktu Indonesia. Risalah tersebut diharapkan bisa memberi arah kemana kebijakan The Fed ke depan.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

4 Tips & Langkah Praktis Menuju Kesejahteraan Finansial

PT. Equityworld Futures ManadoKesejahteraan finansial menjadi harapan banyak orang demi memenuhi segala kebutuhan di masa tua. Bagaimana tidak, dengan kesejahteraan finansial seseorang bisa memiliki kekayaan yang mencukupi tanpa bergantung pada orang lain.

Sayangnya, berdasarkan hasil riset tSurvey.id dan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI), indeks kesejahteraan finansial masyarakat Indonesia berada di angka 53,1% pada 2023. Indeks tersebut disusun berdasarkan tiga indikator, yakni kerentanan finansial, keterbatasan finansial, dan kapabilitas finansial. Semakin tinggi indeksnya, maka semakin sehat kondisi keuangan masyarakat.

Menanggapi hal ini, Perencana Keuangan Independen dan Senior Financial Advisor at AAM and Associates, Bareyn Mochaddin mengatakan jika berdasarkan angka tersebut, masyarakat Indonesia masih jauh dari ideal.

"Hal ini tercermin dari kejadian-kejadian yang ada di lapangan seperti, banyaknya masyarakat yang memiliki produk keuangan tetapi tidak memahami fungsi dari produk keuangan tersebut. Selain itu, banyaknya masyarakat yang terjerat pinjaman online," jelas Bareyn kepada CNBC Indonesia, Senin (2/10/2023).

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesejahteraan finansial dan menuju kesejahteraan finansial, menurut Bareyn ada sebuah prinsip yang bisa dilakukan yang disebut sebagai "LARI" yang terdiri dari Literasi keuangan, Aksi, Regulasi, dan Inklusi keuangan.

Dia merinci, literasi keuangan dibutuhkan jika ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena seseorang perlu tau bagaimana caranya, produk keuangan apa yang dapat digunakan, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut bisa didapatkan dengan cara literasi keuangan. 

Baca Juga :Harga Emas Loyo, Investornya Deg-Degan Tunggu Data The Fed

Ditambah lagi, tidak cukup hanya mengetahui cara untuk mencapai kesejahteraan finansial. Tapi juga perlu aksi atas pengetahuan yang didapat melalui literasi. Oleh karena itu disebut "aksi". Sebab, jika hanya berdiam dan mengetahui saja maka semua hanya akan jadi mimpi.

"Sedangkan regulasi akan memberikan kepastian dari sisi aturan, rasa tenang, dan rasa nyaman bagi para pelaku di industri keuangan. Dengan adanya regulasi juga memungkinkan adanya inovasi yang memungkinkan bertumbuhnya peluang baru yang akan berdampak pada kesejahteraan banyak orang," jelas Bareyn.

Terakhir, inklusi keuangan adalah ketersediaan akses akan berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan formal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanpa adanya hal ini, agaknya sulit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Selain itu, rasanya semua setuju bahwa meningkatkan indeks kesejahteraan itu bukan pekerjaan satu pihak saja. Perlu banyak pihak yang turun tangan. Entah itu pemerintah, pelaku industri, juga masyarakat. Semua perlu mengambil peran, berkolaborasi dan punya visi yang sama yaitu meningkatkan kesejahteraan di Indonesia," tegas Bareyn.

Lalu bagaimana langkah yang tepat saat seseorang, ingin memulai investasi? Bareyn menyebutkan empat langkah untuk memulai investasi demi mencapai kesejahteraan finansial.

 

1. Sisihkan Penghasilan

Investasilah saat menerima gaji, potong di depan, hiduplah dari sisa setelah investasi. Hal ini penting dilakukan untuk mencapai kesejahteraan finansial di masa yang akan datang.

2. Pelajari Dunia Investasi Sebelum Memulai

Berinvestasilah pada produk keuangan yang dipahami karakter dan risikonya, hindari berinvestasi karena ikut-ikutan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir potensi adanya kerugian karena ketidakpahaman mengenai instrumen investasi.

3. Biasakan Investasi Meski Nilainya Kecil

Jika baru bisa investasi 100 ribu, nggak masalah, baru bisa 500 ribu? nggak masalah pelan-pelan buat kebiasaan dan tingkatkan seiring dengan waktu.

4. Jangan Pernah Menunda Investasi

Salah satu kunci sukses dalam berinvestasi itu adalah waktu. Dengan waktu yang panjang, potensi investasi akan semakin berkembang sangat besar. Jadi jangan nunggu nanti dan menunda-nunda investasi.

"Anak muda saat ini tentu memiliki banyak keuntungan dan keunggulan, terutama dari segi waktu. Karenanya berinvestasilah mulai dari sekarang dan jangan ditunda tunda," pungkas Bareyn. 

 

 

cnbcindonesia.com

 

Investor Wall Street Diam-diam Tinggalkan Produk ESG, Kenapa?

 Komit ESG, Pertamina Turunkan Emisi Karbon 3 Ribu Ton per Tahun Dari PLTS Badak LNG

PT. Equityworld Futures Manado - Sejumlah nama besar di Wall Street diam-diam menutup dana atau menghapus nama mereka dari investasi berkelanjutan Atau Environment Social Governance (ESG) setelah investor kabur dari investasi tersebut.

Hilangnya miliaran dolar investasi di sektor ESG ini menimbulkan tanda tanya karena kontradiktif dengan visi masa depan hijau. Pasalnya, Wall Street beberapa tahun lalu sangat menggencarkan pertumbuhan investasi berkelanjutan demi mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

Melansir Wall Street Journal, cabutnya investor dari pasar ESG terjadi setelah pengawasan peraturan yang diperketat, suku bunga yang lebih tinggi yang berdampak buruk pada saham-saham energi ramah lingkungan, dan reaksi negatif yang menjadikan investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan sebagai target politik.

"Ini benar-benar akibat dari terlalu banyak manajer yang ingin mengambil keuntungan dari meningkatnya kesadaran dan permintaan akan investasi ESG," kata Tony Turisch, wakil presiden senior di Calamos Investments.

Kuartal ketiga adalah pertama kalinya lebih banyak dana berkelanjutan yang melikuidasi atau menghapus kriteria ESG dari praktik investasi mereka dibandingkan dengan yang ditambahkan, menurut Morningstar. Hal ini merupakan kebalikan dari apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu, ketika perusahaan-perusahaan melakukan rebranding untuk menguangkan miliaran dolar yang mengalir ke produk-produk investasi berkelanjutan.

Pada tahun 2021, Hartford Funds memasukkan kata "berkelanjutan" ke dalam nama produk obligasi intinya dan kemudian investor menggelontorkan $100 juta ke dalamnya. Namun setelah gagal memenuhi target kinerjanya tahun lalu, Hartford kembali mengubah kebijakannya.

Akhir bulan ini, dana obligasi tersebut akan dikenal sebagai Dana Pendapatan Tetap Inti dan berpotensi menjual beberapa kepemilikan di bidang ESG-nya ketika beralih ke strategi investasi konvensional, menurut pengajuan perusahaan. Hartford menolak berkomentar mengapa mereka melakukan rebranding terhadap dana tersebut.

Baca Juga : Harga Emas Pekan Ini: Mungkinkah Naik ke US$ 2.000?

Setidaknya lima dana lainnya juga mengumumkan bahwa mereka akan membatalkan mandat ESG mereka tahun ini, sementara 32 dana berkelanjutan lainnya akan ditutup, menurut data yang dikumpulkan oleh Morningstar dan The Wall Street Journal.

Kemunduran ini terjadi setelah investor menarik lebih dari US$14 miliar (Rp224 triliun) dana berkelanjutan tahun ini, sehingga menyisakan $299 miliar (Rp4.784 triliun), menurut Morningstar. Dana konvensional juga merugi, namun dampaknya lebih parah terhadap iklim dan produk tematik lainnya yang terkena dampak suku bunga tinggi dan faktor lainnya.

Ron Rice, wakil presiden pemasaran di Pacific Financial, mengatakan perselisihan hukum mengenai peraturan Departemen Tenaga Kerja yang membiarkan manajer dana pensiun mempertimbangkan faktor-faktor ESG mungkin telah membebani popularitas produk berkelanjutan perusahaannya.

"Kami menemukan bahwa permintaan investasi ESG, oleh para profesional keuangan yang bekerja dengan peserta program pensiun, lebih terbatas dari yang kami perkirakan," katanya.

Awal tahun ini, Pacific Financial menghapus nama keberlanjutan dari tiga reksa dana yang saat itu memiliki nilai lebih dari $187 juta. Ketiga dana tersebut kemudian mengalami lonjakan aset yang dikelola, kata Rice.

Tekanan politik juga bisa menjadi faktor penyebab perubahan ini. Kandidat presiden dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy, merupakan kritikus ESG yang vokal. Tahun lalu, Florida mengatakan pihaknya menarik US$2 miliar asetnya yang dikelola oleh BlackRock sebagian karena dukungan perusahaan terhadap ESG.

Sementara itu, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) meningkatkan pengawasannya dan baru-baru ini mengadopsi aturan untuk mencegah penamaan yang menyesatkan. Dana tersebut memiliki waktu sekitar dua hingga tiga tahun untuk dipatuhi, tergantung pada ukurannya.

SEC sudah mengawasi situasi ini dengan lebih ketat. Pada bulan September, cabang investasi Deutsche Bank, DWS Investment Management Americas, setuju untuk membayar US$19 juta untuk menyelesaikan penyelidikan atas dugaan greenwashing yang dilakukan perusahaan tersebut karena melebih-lebihkan bagaimana perusahaan tersebut memasukkan data ESG ke dalam keputusan investasi.

Pada akhir bulan, DWS akan melikuidasi reksa dana yang berganti nama menjadi ESG pada 2019. DWS mengatakan pihaknya telah membahas masalah ini dengan SEC dan memutuskan untuk melikuidasi dana tersebut karena ukurannya yang kecil.

Meskipun ada penutupan, dana ESG baru terus bermunculan. Tahun lalu, Calamos Investments yang berbasis di Naperville, Illinois mengatakan akan menutup dana ekuitas berkelanjutan senilai US$4 juta yang tertinggal dari benchmark sejak awal, menurut pengajuan perusahaan.

 

 

cnbcindonesia.com/market

 

Dana Asing Mengalir Lagi ke RI, Rupiah Sumringah

 Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Dolar Asia, Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa, (3/10). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Bank Indonesia (BI) merilis data capital flow pekan lalu dan sikap bank sentral AS (The Fed) yang diekspektasikan dovish.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat di angka Rp15.440/US$ atau terapresiasi 0,32% dan merupakan posisi terkuat sejak 25 September 2023. Penguatan ini juga melanjutkan kenaikan di hari sebelumnya yang juga terapresiasi sebesar 0,32%.

Sementara indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14.55 WIB turun 0,21% menjadi 103,69. Angka ini lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (17/11/2023) yang berada di angka 103,91.

Penguatan rupiah seiring dengan dana investor asing yang kembali mengalir ke pasar keuangan domestik. Tercatat asing beli neto Rp7,33 triliun (beli neto Rp2,49 triliun di pasar SBN, beli neto Rp0,87 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp3,97 triliun di SRBI).

Baca Juga : Harga Emas Pekan Ini: Mungkinkah Naik ke US$ 2.000?

Hal ini berkebalikan dengan data transaksi 6-9 November 2023, dimana net sell asing sebesar Rp1,27 triliun. Mereka keluar dari pasar domestik baik di pasar SBN maupun di pasar saham.

Catatan net buy sebesar Rp7,33 triliun pada pekan ini adalah yang tertinggi sejak pekan pertama Mei 2023 atau lebih dari enam bulan terakhir.

Di samping itu, optimisme pasar perihal suku bunga bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan akan ditahan pada Desember 2023 menjadi salah satu faktor terjadinya apresiasi pada mata uang Garuda.

Pada Rabu (22/11/2023) pagi hari, Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) diproyeksikan akan menghasilkan nada dovish yang datang dari The Fed.

Mengingat inflasi Negeri Paman Sam kembali turun pada bulan Oktober lalu, pelaku pasar akan mencari sinyal lebih lanjut bahwa siklus kenaikan suku bunga mungkin akan segera berakhir

Fokus pasar pada risalah FOMC pekan ini adalah apakah The Fed berada di jalur yang tepat dengan target inflasi 2%, pelaporan lapangan kerja, menghindari resesi, atau apakah perekonomian AS sedang lesu.

Namun, beberapa ahli memperkirakan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada paruh pertama tahun 2024, bukan pada paruh kedua.

Untuk diketahui, perangkat CME FedWatch berekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunganya dalam dua FOMC ke depan dan 48,2% pelaku pasar meyakini The Fed akan memangkas suku bunga pada Mei 2024.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

Kamis, 16 November 2023

Emiten Batu Bara Low Tuck Kwong (MYOH) Caplok Transkon Jaya

PT. Equityworld Futures Manado -  Emiten penyedia jasa penambangan PT Samindo Resources Tbk. (MYOH) telah meneken perjanjian jual beli bersyarat dengan para pemegang saham pengendali emiten penyewa kendaraan PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA). Perjanjian atau conditional sale purchase agreement (CSPA) itu ditandatangani pada tanggal 14 November 2023 lalu.

"Dalam CSPA tersebut telah disepakati syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para pihak dalam proses pengambilalihan saham TRJA, sebelum pengambilalihan diselesaikan sepenuhnya," ujar Corporate Secretary MYOH Ahmad Zaki Natsir dalam keterbukaan informasi yang dikutip, Jumat (17/11/2023).

Ia merincikan MYOH akan mengakuisisi saham TRJA milik PT Damai Investama Sukses dan PT MSJ Investama Abadi yang telah dan akan dimiliki. Jumlahnya sebanyak 1.238.364.000 saham.

Ahmad mengatakan tujuan akuisisi saham TRJA ini adalah salah satu dari strategi pengembangan bisnis MYOH.

"Akuisisi yang dilakukan akan mendiversifikasi layanan perseroan dan akan memperkuat posisi perseroan pada industry jasa pertambangan," ujarnya.

Mengingatkan saja, MYOH dikendalikan ST International Corporation asal Korea Selatan atau Samtan. Sebelumnya, Samindo Resources bernama PT Myoh Technology Tbk.

Mengacu pada RTI Business per 31 Oktober 2023, saham perusahaan yang dulunya bergerak di bidang teknologi ini dipegang oleh ST International Corporation atau dulu Samtan Co Ltd, asal Korsel sebesar 59,03%, sementara taipan Low Tuck Kwong (pemilik PT Bayan Resources Tbk.) sebesar 14,18%, dan publik 26,79%.

Baca Juga : Investor Ramai-Ramai Borong Emas! Harganya Terbang 1% Lebih

Terpantau, saham MYOH pun terbang 23,39% ke harga 2.110 pada pukul 10.08 WIB sesi I perdagangan Jumat (17/11/2023). Sementara itu saham TRJA naik 3,55% ke harga 292 pada pukul 10.08 WIB sesi I perdagangan hari ini.

PT Damai Investama Sukses yang mencapai nilai Rp9,98 miliar.

Pekan lalu, Damai Investama selaku pemegang saham pengendali TRJA menyerok saham dalam dua tahap, yaitu pada 7 dan 10 November 2023. Adapun nilainya mencapai total 36,3 juta saham dengan harga rata-rata Rp275 per saham.

Pada 7 November 2023, Damai Investama membeli 14,5 juta saham, diikuti oleh serokan sebanyak 21,8 juta saham pada 10 November. Dengan begitu, transaksi ini mengakumulasi nilai sebesar Rp9,98 miliar.

Pasca-transaksi, kepemilikan Damai Investama di TRJA mengalami peningkatan mencolok, mencapai 607.089.000 saham atau setara 40,2%. Sebelumnya, pemegang saham pengendali hanya memiliki 570.789.000 saham atau 37,8%.

"Tujuan dari transaksi adalah investasi," sebagaimana disebutkan Sekretaris Perusahaan TRJA Alexander Syauta, dikutip Selasa, (14/11/2023).

 

 

cnbcindonesia.com

 

Tunda Bayar Bunga Obligasi, BEI Kembali Suspensi Saham WSKT

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara perdagangan saham atau memberikan suspensi kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) yang tercatat di pemantauan khusus terkait dengan penundaan pembayaran bunga obligasi.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, suspensi diberikan terkait dengan Penundaan Pembayaran Bunga Ke-18 Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B (WSKT03BCN4).

"Dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien, maka Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara Perdagangan Efek PT Waskita Karya (Persero) Tbk. di Seluruh Pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek tanggal 16 November 2023, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," tulis manajemen BEI, Jumat (17/11).

Selanjutnya, BEI meminta kepada seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mencatat rugi bersih sebesar Rp 2,83 triliun pada kuartal III/2023 dari sebelumnya meraup untung sebesar Rp 425,29 juta pada tahun lalu. Sementara rugi per saham tercatat mencapai Rp 98,39 per lembar.

Mengutip laporan keuangan per akhir September 2023, kerugian tersebut karena pendapatan yang turun 24,14% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 7,81 triliun dari sebelumnya Rp 10,3 triliun.

Baca Juga : Investor Ramai-Ramai Borong Emas! Harganya Terbang 1% Lebih

Rincian pendapatan perseroan berasal dari segmen konstruksi yang turun 29,68% yoy menjadi Rp 6,31 triliun, pendapatan dari bunga jasa konstruksi juga turun sebesar 3,7% yoy menjadi Rp 45,36 miliar, dan pendapatan properti turun 24,88% secara tahunan menjadi Rp 134,01 miliar.

Pendapatan dari penjualan precast naik 21,95% yoy secara tahunan menjadi Rp 372,69 miliar, pendapatan jalan tol naik 23,15% yoy menjadi Rp 830,77 miliar, dan pendapatan hotel naik 30,82% yoy menjadi Rp 64,94 miliar

Selain itu, pendapatan lain dari segmen penjualan infrastruktur tercatat juga tergerus 27,58% yoy menjadi Rp 45,38 miliar, serta sewa gedung dan alat mencapai Rp 7,43 miliar.

Pendapatan yang turun juga membuat beban pokok pendapatan Waskita ikut turun sebesar 24,4% yoy menjadi Rp 7,04 triliun. Hal ini karena mayoritas beban pokok yang berasal dari jasa konstruksi mengalami penurunan.

Saldo arus kas setara kas sampai dengan akhir periode September 2023 tercatat anjlok 85,89% menjadi hanya Rp 1,51 triliun secara tahunan dari posisi sebelumnya Rp 10,72 triliun.

 

cnbcindonesia.com/market

 

Rabu, 15 November 2023

Coldplay Konser Keliling Dunia, Segini Harta Chris Martin

 BUENOS AIRES, ARGENTINA - OCTOBER 25: Chris Martin of Coldplay performs during the first of ten shows as part of 'Music Of The Spheres World Tour' at Estadio Mas Monumental Antonio Vespucio Liberti on October 25, 2022 in Buenos Aires, Argentina. (Photo by Santiago Bluguermann/Getty Images)

PT. Equityworld Futures Manado - Band ternama asal Inggris Coldplay dipastikan akan tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) hari ini, Rabu (15/11/2023). Penantian panjang pun berakhir atas konser bertajuk 'Music of the Spheres World Tour' yang sudah ditunggu-tunggu para pecinta musik di Indonesia.

Sejak Maret 2022, Coldplay telah sibuk dengan 'Music of the Spheres Tour'. 2022. Tur ini sangat sukses sehingga band ini memutuskan untuk memperpanjang jadwal hingga tahun 2024 dan bermain di lokasi yang belum pernah mereka kunjungi selama hampir dua dekade, dan ke tempat-tempat yang belum pernah mereka kunjungi.

Mengutip The Times, tur ini diperpanjang karena telah menghasilkan ratusan juta dolar. Sejauh ini, lebih dari US$500 juta (Rp7,75 triliun) dan diproyeksikan menghasilkan pendapatan yang sama besarnya tahun depan.

Jika hal ini benar terjadi, kekayaan bersih Coldplay tidak hanya akan meningkat tetapi setiap anggota band akan mengalami peningkatan kekayaan bersih mereka juga.

Coldplay secara keseluruhan bernilai sekitar US$450 juta (Rp6,97 triliun). Tetapi kekayaan bersih individu vokalis Chris Martin diperkirakan mencapai US$160 juta (Rp2,48 triliun).

Baca Juga : Pengumuman! Pemilik Emas, Silahkan Pesta! Harga Bisa U$2.100

Anggota Coldplay lainnya, seperti gitaris Jonny Buckland, bassis Guy Berryman, dan drummer Will Champion, memiliki karier dan kolaborasi musik yang sukses, yang berkontribusi terhadap kekayaan bersih band dan kekayaan mereka masing-masing. Kekayaan bersih mereka masing-masing berkisar sekitar US$100 juta (Rp1,55 triliun).

Kekayaan bersih Martin mengungguli rekan bandnya di Coldplay karena eksposur dan popularitasnya sebagai penyanyi utama band. Ini mungkin juga karena terkadang Coldplay terasa seperti band-nya Chris Martin.

Paparazzi bahkan menjual tanda tangan Martin secara online, membuktikan bahwa anggota lain sering kali dibayangi oleh popularitas dan ketenaran Martin.

Selain menjadi wajah Coldplay, yang mempromosikan sebagian besar album band, Martin juga memiliki beberapa proyek solo. Dia telah menulis lagu untuk berbagai artis selama bertahun-tahun dan telah banyak berkolaborasi dengan artis seperti Nelly Furtado, Jay-Z, Kanye West, Avicii, The Chainsmokers, dan Dua Lipa.

Dia juga bermain sendiri di beberapa film dan serial televisi. Dia telah muncul di Brüno, Shaun of the Dead, Ricky Gervais' Extras, Modern Family, Curb Your Enthusiasm, dan The Simpsons.

 

 

cnbcindonesia.com

 

Waskita Garap Tol Akses Pelabuhan Patimban Paket II Rp873 M

 Ilustrasi waskita. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PT. Equityworld Futures Manado - Emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mendapatkan kontrak untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Proyek Konstruksi Jalan Tol Akses Patimban Paket 2 dengan nilai kontrak Rp 873 miliar. Proyek tersebut untuk mendukung konektivitas arus logistik menuju mega proyek Pelabuhan Patimban yang terletak di Subang, Jawa Barat.

"Jalan Tol ini diharapkan dapat menjadi penghubung kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat," kata Direktur Utama Waskita Karya Mursyid dalam keterangan resminya, Rabu (15/11).

Direktur Operasi II Dhetik Ariyanto menjelaskan, Jalan Tol ini akan menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan Jalan Tol Trans Jawa ruas Cikopo-Palimanan, Jawa Barat dan juga sebagai dukungan pengembangan untuk wilayah-wilayah di sekitarnya.

"Tujuan dibangunnya Jalan Tol Akses Patimban untuk meningkatkan konektivitas di Jawa Barat dan memperlancar arus logistik maupun aktivitas ekspor impor yang bersumber dari kawasan industri Cikarang-Cibitung-Karawang hingga Cikampek menuju Pelabuhan Patimban," jelasnya.

Jalan Tol Akses Patimban memiliki total panjang 37,05 km dimana sepanjang 14,11 km akan dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan sepanjang 22,94 km akan dibangun oleh Pemerintah dan Waskita akan mengerjakan sepanjang 6,2 Km.

 Baca Juga : Pengumuman! Pemilik Emas, Silahkan Pesta! Harga Bisa U$2.100

Pekerjaan joint operation yang dilakukan Waskita bersama Brantas Abipraya dengan porsi Waskita 60% sementara Abipraya 40%.

Proyek dengan sumber pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) ini membutuhkan waktu pengerjaan konstruksi selama 700 hari atau 23 bulan dengan skup pekerjaan meliputi konstruksi jalan, jembatan, overpass, box pendestrian dan box cu/vert.

Sebagai informasi sebelumnya Waskita telah mengerjakan pekerjaan Paket 5 Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban pada Desember 2022 lalu dengan nilai kontrak Rp3,7 triliun.

Proyek ini dikerjakan dengan joint venture (TWWHA), yaitu TOA 60% (Jepang), Waskita 16%, Wakachiku 10% (Jepang), HK 8%, Abipraya 6%, dimana Waskita sebagai leader kontraktor Indonesia dan TOA sebagai leader kontraktor Jepang.

Pelabuhan Patimban digadang-gadang oleh Pemerintah sebagai pelabuhan strategis untuk masa depan. Pasalnya Pelabuhan tersebut akan menjadi salah satu pelabuhan yang mengedepankan penggunaan teknologi dan sistem digital dalam pengoperasiannya. Semua sistem nantinya akan terintegrasi secara digital dan dapat diakses secara real time sehingga proses logistik bisa lebih efisien dan tidak terjadi penumpukan.

 

cnbcindonesia.com

 

Minggu, 12 November 2023

META Buka Suara Alasan Delisting, Ini Manfaat Bagi Investor

PT. Equityworld Futures Manado -  Grup Salim PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) buka suara dan menjelaskan terkait rencananya untuk keluar dari pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau delisting.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, manajemen memaparkan sejumlah alasan perseroan dalam mengajukan rencana go private. Perseroan mempertimbangkan aksi korporasi tersebut dengan beberapa pertimbangan.

Pertama, setelah Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau Rights Issue di tahun 2010 dan 2018, perseroan tidak melakukan penggalangan dana (capital raising) dari pasar modal dan tidak ada rencana untuk melakukannya di masa depan.

Selanjutnya, kinerja keuangan per 30 Juni 2023 dan 30 September 2023 perseroan merugi. Selain itu, perseroan tidak memberikan dividen kepada pemegang sahamnya setelah tahun buku 2018, serta terdapat rencana pengembangan di anak usaha sektor jalan tol yang membutuhkan pendanaan besar (capital
intensive).

Adapun karakteristik usaha tersebut membutuhkan periode yang lama untuk menghasilkan imbal balik investasi (return on investment) dan sebagai akibatnya dapat menambah jangka waktu lebih panjang lagi untuk dapat memberikan dividen kepada pemegang sahamnya.

Baca Juga : Sikap Powell, Bikin Investor Emas Ketar-Ketir

Dengan rencana go private, pemegang saham akan memiliki kesempatan untuk menjual kepemilikan saham dengan harga yang wajar dengan tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.

Manajemen juga mengungkapkan sejumlah manfaat-manfaat rencana go private kepada pemegang saham publik. Diantaranya, investor memiliki kesempatan untuk menjual kepemilikan saham dengan harga wajar yang lebih tinggi dari harga rata-rata saham

"Para pemegang saham memiliki kesempatan untuk menjual kepemilikan sahamnya pada perseroan dengan harga wajar yang lebih tinggi dari harga rata-rata saham dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private pada tanggal 10 November 2023," tulis manajemen, Senin (13/11).

Sebelumnya, Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, bagi perusahaan yang akan delisting akan diproses sesuai dengan aturan tang berlaku.

"Kita tentu lakukan sesuai dengan prosedur yang ada dalam hal 24 bulan sudah masuk pada voluntary delisting maka akan kita proses," ucapnya.

Nyoman menjelaskan, salah satu peraturan yang harus dilakukan bagi perusahaan delisting adalah dengan memenuhi kewajiban pembelian saham kembali (buyback) saham. Hal itu dilakukan untuk melindungi para investor pasar modal yang menggenggam saham tersebut.

"Karena pada saat melakukan voluntary delisting keluar dari public arena kita pastikan saham-saham yang beredar di masyarakat itu dibeli kembali di buyback dengan harga yang tentunya harga yang wajar," jelasnya.

Pada proses delisting, kata Nyoman, bursa akan memastikan bahwa pihak-pihak yang ditunjuk dipastikan oleh regulasi itu dapat melaksanakan kewajibannya. "Dalam rangka investor protection kita pastikan bahwa setiap saham yang beredar di publik itu dibeli kembali," katanya.

Sebagai informasi rencana untuk melakukan go private dan voluntary delisting kepada Bursa telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang akan dilaksanakan pada 19 Desember 2023.

 

 cnbcindonesia.com

Daftar 5 Orang Terkaya RI Terbaru, Nomor 1 Bikin Kaget

 Orang Terkaya ke-3 Prajogo Pangestu (Ist Barito-Pasific.com)

PT. Equityworld Futures Manado - Harta kekayaan orang selalu menjadi hal yang menarik perhatian. Ternyata, terdapat 5 warga negara Indonesia yang menduduki jajaran daftar orang terkaya di dunia.

Mengutip data orang terkaya di dunia versi Forbes realtime per November, peringkat pertama kini ditempati oleh pemilik Grup Barito Pacific, Prajogo Pangestu. Ia menggeser posisi Low Tuck Kwong, hingga Robert Budi Hartono dan Michael Hartono (Duo Hartono).

Berdasarkan laporan Forbes Real Time Billionaires, kekayaan Prajogo mencapai US$ 37,2 miliar atau mencapai Rp583,6 triliun. Prajogo berada di peringkat 1 daftar orang kaya di RI sekaligus orang paling kaya ke-32 di dunia.

Di posisi kedua ada pemilik PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yaitu Low Tuck Kwong yang memiliki harga kekayaan US$ 26,8 miliar atau setara Rp420,4 triliun. Ia sebelumnya menjadi orang terkaya pertama sebelum Prajogo menyalipnya.

Baca Juga : Sikap Powell, Bikin Investor Emas Ketar-Ketir

Kekayaan Low Tuck Kwong sangat volatil dikarenakan oleh sejumlah hal. Sumbernya tidak terdiversifikasi dan nyaris secara eksklusif berasal dari BYAN, artinya pergerakan saham BYAN akan sangat mendikte jumlah harta Low Tuck Kwong.

Di posisi ketiga dan keempat ada dua bersaudara R. Budi Hartono dan Michael yang kekayaannya terdaftar secara terpisah. Kedua bersaudara ini mendapatkan sebagian besar kekayaan mereka dari investasi mereka di Bank Central Asia.

Budi Hartono memiliki harta kekayaan sebesar US$ 24,5 miliar. Sedangkan Michael "Bambang" Hartono memiliki kekayaan senilai US$ 23,4 miliar. Keluarga ini pertama kali menjadi kaya raya dari tembakau dan masih menjadi salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.

Berikut daftar 5 orang terkaya Indonesia, dikutip dari Forbes Real Time Billionaire per 13 November 2023:

1. Prajogo Pangestu - US$37,2 miliar (Rp583,6 triliun)
2.Low Tuck Kwong - US$26,8 miliar (Rp420,46 triliun)
3. R. Budi Hartono - US$24,5 miliar (Rp384,38 triliun)
3. Michael Hartono US$23,4 miliar (Rp367,12 triliun)
5. Sri Prakash Lohia - US$8,4 miliar (Rp131,78 triliun)

 

 

cnbcindonesia.com

 

Kamis, 09 November 2023

Saham Ini Paling Banyak Dilepas Asing Kemarin


PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bangkit ke zona hijau. Indeks ditutup naik 0,50% di 6.838,233 pada perdagangan sesi II Kamis (10/11/2023).

Tercatat nilai transaksi kemarin sebesar Rp7,76 triliun dengan volume transaksi sebanyak 15,19 miliar saham. Ada 253 saham naik, 286 saham turun, dan 216 saham jalan di tempat.

Sementara itu, investor asing kemarin tercatat melakukan penjualan saham bersih (net sell) sebesar Rp 466,88 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp213,80 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp253,08 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Baca Juga : Emas Ditolong Perang, Harganya Gak Anjlok Meski Fed Galak

Maka demikian, saham-saham apa saja yang dibuang asing kala IHSG bangkit? Mengutip RTI Business, berikut net foreign sell hari Kamis.

1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp67,5 miliar

2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp58,1 miliar

3. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp52,9 miliar

4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp29,3 miliar

5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp25,5 miliar

6. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp18,2 miliar

7. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp16,0 miliar

8. PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) - Rp12,3 miliar

9. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) - Rp10,1 miliar

10. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp9,6 miliar

 

 

cnbcindonesia.com/market

Ada Rezeki Nomplok, Ini Ramalan Ekonomi RI di Akhir Tahun

 infografis Pertumbuhan Ekonomi RI Era Jokowi

PT. Equityworld Futures Manado - Kalangan ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini masih mampu tumbuh di atas 5% secara tahunan (yoy), meskipun pada kuartal III-2023 pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 4,94% dari kuartal II-2023 yang masih mampu tumbuh 5,17%.

Ekonom senior yang juga merupakan mantan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menjelaskan potensi terjaganya pertumbuhan ekonomi di atas 5% atau teparnya 5,1% hingga akhir tahun karena adanya potensi tumbuhnya konsumsi, dipicu penyelenggaraan pesta politik Pemilu atau Pilpres 2024 yang memasuki masa kampanye akhir November 2023.

"Pemerintah juga sudah mengatakan belanja pemerintah akan naik, karena program strategis nasional sudah mau selesai, jadi pasti ada itu, lalu ada soal politik. Belanja politik yang naik mudah-mudahan ada trade off menutup sedikit pelemahan di kuartal IV," ucap Anny dalam program Profit CNBC Indonesia dikutip Selasa (7/11/2023).

Kendati begitu, ia mengatakan, berdasarkan pola musimannya, kuartal III dan IV biasanya pertumbuhan ekonomi memang akan lebih rendah dibanding kuartal II. Diperburuk dengan potensi tekanan inflasi akhir tahun yang memperlemah konsumsi masyarakat, terutama komoditas pangan yang tengah memasuki masa tanam dan diperburuk dengan efek el nino.

"Ini yang mungkin perlu kita antisipasi penurunan daya beli di kelas bawah miskin yang impactnya langsung ke kesejahteraan mereka dan kelas menengah yang incomenya terkoreksi karena faktor suku bung dan exchange rate yang membebani porsi incomenya dan karena kenaikan harga pangan," kata Anny.

Sementara itu, ekonom senior DBS Group Research, Radhika Rao memperkirakan, pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2023 berpotensi tumbuh di level 5%. Terutama karena rata-rata pertumbuhan kuartal I-III 2023 yang masih di level 5,1% tak jauh berbeda dari ekspektasi DBS.

Ia mengatakan, potensi pertumbuhan tersebut serupa dengan yang diperkirakan Anny, yakni ada masa kampanye Pemilu atau Pilpres 2024 yang datang seperti 'durian runtuh' berpotensi mendorong konsumsi. Meskipun, ada tekanan melonjaknya inflasi pada harga-harga pangan karena efek berkepanjangan el nino hingga kuartal I-2024, berdasarkan perkiraan BMKG.

Baca Juga : Emas Ditolong Perang, Harganya Gak Anjlok Meski Fed Galak

"Pada kuartal terakhir tahun ini, di luar base effect, kami memperkirakan dimulainya periode kampanye pra-pemilu akan memberikan dorongan pada konsumsi, bahkan ketika investasi greenfield tergelincir ke dalam mode wait and see," tuturnya.

"Secara keseluruhan, kami masih nyaman dengan perkiraan pertumbuhan 5% untuk tahun ini," ucap Raditya.

Adapun tim ekonom Bank Mandiri memperkirakan, pertumbuhan ekonomi indonesia hingga akhir tahun masih bisa di atas 5%, dengan perkiraakn proyeksi sebesar 5,04%. Ditopang oleh kinerja variabel-variabel domestik, lantara variabel eksternal akan tertekan pelemahan ekonomi global.

"Mengingat perlambatan ekonomi global dan meningkatnya volatilitas di pasar global masih dapat terjadi hingga akhir tahun," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro.

Ia memperkirakan, penopang pertumbuhan akhir tahun masih akan didorong oleh belanja pemerintah, melalui paket kebijakan ekonomi, termasuk dalam bentuk bantuan sosial yang digulirkan untuk meredam pelemahan konsumsi akibat tekanan inflasi pangan.

Kementerian Keuangan menurutnya juga telah menyatakan bahwa pengeluaran di kuartal akhir 2023 dapat mencapai Rp 1.155 triliun. Dengan asumsi defisit fiskal mencapai 2,30%, ia memperkirakan likuiditas fiskal neto (belanja pemerintah - pajak - penerbitan utang) dapat mencapai Rp 454 triliun.

"Dengan demikian, hal ini selain akan mendorong stimulus konsumsi rumah tangga, juga akan meningkatkan likuiditas di sektor perbankan yang saat ini masih dalam kondisi yang relatif ketat. Selain itu, dana pemerintah daerah di perbankan diperkirakan akan menurun di kuartal III, yang mengindikasikan penggunaan dana untuk infrastruktur dan belanja lainnya yang juga dapat mendukung perekonomian," ucap Andry.

Ia pun memperkirakan, kinerja investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) akan terus meningkat di sisa tahun ini, seiring dengan proyek-proyek infrastruktur dari Program Strategis Nasional (PSN) dan Ibu Kota Negara (IKN) yang diupayakan untuk mencapai target di tahun politik. Namun demikian, risiko tetap ada terutama pada investasi asing yang akan bergantung pada kondisi ekonomi global ke depan.

"Secara keseluruhan, kami mempertahankan perkiraan kami bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi 5,04% pada 2023, menurun secara moderat dari pertumbuhan 5,31% yang terlihat pada tahun 2022," kata Andry.

 

cnbcindonesia.com

 

 

 

Selasa, 07 November 2023

Awas Kaget! Rupiah Diramal Bakal Jadi Segini

PT. Equityworld Futures Manado -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Selasa (7/11/2023). Rupiah kembali ke posisi kisaran Rp 15.600/US$ setelah awal pekan ini mampu menguat di kisaran atas Rp 15.500/US$.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah kembali ke level psikologis Rp15.600/US$ atau melemah 0,42% dan bahkan menyentuh titik terlemahnya yakni Rp15.628/US$. Hal ini berkebalikan dengan penutupan perdagangan kemarin yang menguat 1,21% ke level Rp 15.535.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, rupiah memang berpotensi bergerak ke level Rp 15.600/US$ karena pengaruh tekanan eksternal. Ia menjelaskan, kurs dolar hari ini menguat terhadap mata uang G-10 didorong imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi.

"Yield UST naik seiring meningkatnya pasokan obligasi yang berasal dari penerbitan obligasi korporasi. Trader juga masih mengevaluasi masa depan kebijakan moneter di tengah penerbitan obligasi baru," ucap Josua dikutip dari keterangannya, Selasa (7/11/2023).

Ia juga mengingatkan, meskipun The Fed kemungkinan telah menyelesaikan kenaikan suku bunganya, suku bunga diperkirakan akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama. Departemen Keuangan AS pun telah memulai penerbitan utang baru dalam jumlah besar melalui serangkaian tiga lelang yang dimulai pada Selasa.

Kondisi ini membuat Index Dolar (DXY) naik 0,18% menjadi 105,22, sedangkan yield UST naik 7 basis points (bps). The Fed puk menurutnya telah mengumumkan bahwa sektor perbankan AS melaporkan standar pinjaman yang ketat dan permintaan pinjaman yang lebih lemah pada kuartal III-2023, meskipun masih sedikit membaik dibandingkan kuartal II-2023.

Baca Juga : Penguasa Amerika Mau Bersabda, Harga Emas Mundur Dulu

"Hal ini menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan moneter dari The Fed telah mempengaruhi sektor kredit di Amerika. Pasar saham AS masih ditutup menguat di tengah aksi jual di pasar obligasi. DJIA, S&P500, dan NASDAQ ditutup menguat masing-masing sebesar 0,10%, 0,18%, dan 0,30%," ucapnya.

Dari sisi domestik, Josua melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun melemah pada kuartal III-2023 menjadi 4,94% yoy, melambat dari pertumbuhan pada kuartal II-2023 yang sebesar 5,17% yoy. Pendorong utama melambatnya pertumbuhan pun menurut Josua berasal dari belanja pemerintah yang mengalami kontraksi sebesar 3,76% yoy.

"USD/IDR diperkirakan akan berada di rentang 15.500-15.600," tutur Josua.

Meski hari ini rupiah mengalami tekanan, Myrdal meyakini pergerakannya masih berpotensi positif atau tak akan melemah kembali ke level Rp 15.700. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di level Rp 15.400-Rp 15.650 ditopang aliran modal asing yang masih kuat masuk RI.

"Untuk USD/IDR masih positif trennya karena investor asing masih akan masuk di pasar saham dan obligasi negara. Proyeksi hari ini USD/IDR: 15.400-15.650," tegas Myrdal.

Data Bank Indonesia (BI) berdasarkan transaksi 30 Oktober-2 November 2023, investor asing mencatat net buy sebesar Rp4,07 triliun di pasar SBN, jual neto Rp2,84 triliun di pasar saham, dan Rp1,61 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Dengan kata lain total capital inflow sebesar Rp2,83 triliun.

Capital inflow tercatat cukup baik sejak pekan ke-4 Oktober. Pada data transaksi 23-26 Oktober 2023, total capital inflow sebesar Rp1,04 triliun didominasi oleh net buy SBN Rp2,18 triliun.

Sebagai informasi, rupiah ditutup di angka Rp15.625/US$ atau melemah 0,58% hari ini. Hal ini memutus tren penguatan yang terjadi tiga hari beruntun. Sementara indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB naik tipis 0,28% menjadi 105,51. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan kemarin (6/11/2023) yang berada di angka 105,21.

Pagi tadi Bank Indonesia (BI) telah merilis data cadev yang hampir sesuai dengan proyeksi pasar. Posisi cadev Indonesia pada akhir Oktober 2023 tetap tinggi sebesar US$133,1 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir September 2023 sebesar US$134,9 miliar.

Penurunan posisi cadev tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai langkah antisipasi dampak rambatan sehubungan dengan semakin meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

 

cnbcindonesia.com/market

 

 

Bos Bank Ini Teriaki Perang di Mana-Mana, Sebut Krisis

 Chairman dan CEO Morgan Stanley, James Gorman. (AP Photo/Patrick Semansky/ File Foto)

PT. Equityworld Futures Manado - Meningkatnya ketidakpastian geopolitik disebut-sebut dapat menguji ketahanan pasar keuangan dan menyebabkan krisis sektor keuangan selanjutnya. Padahal industri terkait masih rentan terhadap pengetatan peraturan.

Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh para pemimpin perbankan global. Mereka menyuarakan kekhawatiran mereka melalui KTT Investasi Pemimpin Keuangan Global yang diselenggarakan oleh Otoritas Moneter Hong Kong, Selasa (7/11/2023).

Ketua dan CEO Morgan Stanley, James Gorman, menyebut pemicu krisis keuangan global berikutnya kemungkinan besar datang dari bidang geopolitik atau politik. "Tantangan terhadap demokrasi di beberapa negara di dunia cukup jelas," kata Gorman tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip Reuters.

CEO Deutsche Bank, Christian Sewing, juga mengatakan sebagian besar pasar telah tangguh dalam menghadapi peristiwa global. Namun ketenangan apa pun rentan terhadap risiko peristiwa baru.

"Ketakutan terbesar saya adalah eskalasi geopolitik lagi - dan itu bisa terjadi cukup cepat - dan pasar pada suatu saat benar-benar kehilangan ketenangannya dan kemudian terjadi peristiwa pasar," kata Sewing.

Baca Juga : Penguasa Amerika Mau Bersabda, Harga Emas Mundur Dulu

Komentar tersebut muncul ketika konflik Israel-Gaza. Sementara perang Rusia-Ukraina berlarut-larut dan ketegangan China-Amerika Serikat terus meningkat meskipun terdapat upaya untuk mendekatkan para pemimpin kedua negara adidaya tersebut.

Di sisi lain, para pemimpin perbankan global dalam acara tersebut juga menyuarakan keprihatinan mereka dengan menolak serangkaian peraturan perbankan yang lebih ketat.

Dikenal luas sebagai "Basel Endgame", perombakan besar-besaran yang akan mengarahkan bank untuk menyisihkan miliaran modal lagi untuk menjaga terhadap risiko telah dilakukan pada Juli.

"Meskipun kami ingin sistemnya aman dan sehat, ketika saya melihat aturan-aturan ini, saya pikir mereka bertindak terlalu jauh," kata Kepala Eksekutif Goldman Sachs David Solomon dalam panel terpisah, mengacu pada pengetatan peraturan perbankan.

"Jika diterapkan, sesuai dengan garis besarnya, ini merupakan tambahan pengetatan ekonomi yang signifikan pada sistem pada saat saya tidak berpikir hal tersebut merupakan kepentingan terbaik bagi aktivitas dan pertumbuhan ekonomi," tambah Solomon.

Di AS, regulator perbankan telah mengumumkan proposal besar-besaran untuk memberlakukan aturan permodalan yang lebih ketat bagi pemberi pinjaman besar, menyusul penarikan bank-bank kecil pada awal tahun ini. Sementara industri berpendapat bahwa tidak ada pembenaran untuk peningkatan modal yang signifikan.

 

 cnbcindonesia.com/market

 

Top! Amar Bank Manfaatkan AI Biar Gen Z Mau Nabung

PT. Equityworld Futures Manado -  Presiden Direktur PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), Vishal Tulsian, menyebut teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mampu mendorong penguatan digitalisasi dan meningkatkan akuisisi nasabah. Untuk itu, Amar Bank memanfaatkan teknologi ini dalam menjaring nasabah baru, khususnya generasi Z (Gen Z).

"Ketika bertemu nasabah, banyak dari mereka ingin menabung. Bahkan Gen-Z, yang memiliki reputasi yang buruk karena mereka impulsif dan boros. Mereka sebenarnya ingin menabung tetapi butuh bantuan untuk mengelola keuangannya mengingat banyak yang harus mereka lakukan. Di sinilah teknologi AI kami membantu mereka untuk menabung," ungkap Vishal dalam Road to CNBC Indonesia Awards 2023 Best Digital Banks, Selasa (7/11/2023).

Melalui pemanfaatan AI, ungkap Vishal, Amar Bank menciptakan produk yang membantu nasabah generasi muda dalam menabung secara konsisten. Contohnya adalah dengan fitur 'Celengan' yang bisa digunakan nasabah untuk menaruh dana dengan berbagai tujuan.

Di samping itu, bank digital dengan tagline tagline 'save now, spend later' ini juga merilis produk inovatif Brankas yang menawarkan keamanan bagi para nasabah. Sehingga mereka tidak khawatir ketika menaruh dananya di bank digital.

Baca Juga : Harga Emas Jatuh! Tenang Masih Bisa Tembus US$ 2.000 Asal….

"Karena jika sesuatu terjadi, mereka khawatir tabungan yang sudah lama mereka simpan akan hilang. Atau jika ponsel mereka hilang dan kata sandinya diretas, apa yang akan terjadi? Kekhawatiran ini wajar. Kami membuat produk bernama Brankas. Jika nasabah kehilangan ponsel, lupa kata sandi, kehilangan kartu debit dan kata sandinya, uang yang ada di Brankas tidak bisa ditarik," papar dia.

Untuk diketahui, Amar Bank juga menawarkan kolaborasi embedded banking dan financing yang bersifat plug-and-play untuk pemain non-bank. Hal ini memungkinkan mitra AMAR dapat menyediakan layanan perbankan kepada konsumen mereka seperti pembayaran, pengajuan pinjaman atau account checking, di dalam aplikasinya.

Kolaborasi ini menyasar untuk melayani beragam industri, termasuk P2P, Agrikultur, Logistik, e-commerce, dan lainnya. Beberapa produk dan layanan keuangan yang ditawarkan mencakup built-in banking features, configurable properties, banking standard security, dan pre-approved credit limit for platform users.

 

cnbcindonesia.com

IHSG Balik Melemah, 6 Saham Ini Jadi Pemberatnya

PT. Equityworld Futures ManadoIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada perdagangan sesi I Selasa (7/11/2023), di mana investor mulai merealisasikan keuntungannya setelah menguat tiga hari beruntun.

Per pukul 10:10 WIB, IHSG melemah 0,62% ke posisi 6.836,366. IHSG sepertinya gagal untuk mencoba menembus kembali level psikologis 6.900 pada pagi hari ini.

Sekitar 70 menit setelah dibuka, nilai transaksi indeks sudah mencapai sekitaran Rp 2,7 triliun dengan melibatkan 7,9 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 376.258 kali. Sebanyak 200 saham menguat, 290 saham melemah dan 207 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor konsumer non-primer menjadi pemberatnya yakni sebesar 0,81%.

Selain itu, beberapa saham juga memperberat IHSG pada sesi I hari ini. Berikut saham-saham yang menjadi laggard IHSG pada sesi I hari ini.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Telkom Indonesia (Persero) TLKM -11,71 3.550 -2,74%
Bank Mandiri (Persero) BMRI -6,88 5.875 -0,84%
Bank Central Asia BBCA -6,59 8.950 -1,10%
Astra International ASII -4,52 5.825 -1,69%
GoTo Gojek Tokopedia GOTO -2,08 74 -2,63%
Adaro Energy Indonesia ADRO -1,84 2.470 -2,37%

Sumber: Refinitiv & RTI

Saham telekomunikasi berkapitalisasi pasar besar yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi pemberat terbesar IHSG pada sesi I hari ini, yakni mencapai 11,7 indeks poin.

IHSG terkoreksi setelah selama tiga hari beruntun menguat, sehingga investor mulai merealisasikan keuntungannya pada hari ini.

Di lain sisi, investor juga sepertinya mulai menimbang dari rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 yang berada di bawah 5%.

Data yang dirilis kemarin oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia melandai dan untuk pertama kalinya sejak kuartal III-2021 berada di bawah 5%.

BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada periode itu tumbuh 4,94% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) tumbuh 1,60%, dan secara kumulatif tumbuh 5,05%.

Baca Juga : Harga Emas Jatuh! Tenang Masih Bisa Tembus US$ 2.000 Asal….

Selain itu, investor juga akan memantau rilis data cadangan devisa (cadev) RI pada Oktober 2023 yang akan dirilis pada hari ini. Cadangan Devisa (cadev) Indonesia pun akan segera diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) pagi hari ini dan diproyeksikan masih cukup tinggi.

Sebelumnya, data BI menunjukkan posisi cadangan devisa per akhir September 2023 mencapai US$ 134,9 miliar, turun dari bulan sebelumnya US$ 137,1 miliar.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jumat pekan lalu menjelaskan penurunan cadangan devisa terjadi karena kebutuhan untuk menahan tekanan global.

"Dulu naik sampai US$ 139 miliar cadev saat inflow besar dan ekspor kita besar seperti itu, nah kita gunakan saat tentu saja ada tekanan-tekanan global seperti ini ya wajar itu adalah penurunan," terangnya.

Sementara menurut konsensus Trading Economics memproyeksikan bahwa cadev Indonesia akan menurun menjadi US$ 133 miliar dan diperkirakan cadev tersebut dipakai salah satunya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang sempat melemah signifikan khususnya sepanjang Oktober.

Sementara dari global, investor juga akan memantau data Neraca dagang China periode Oktober 2023 yang akan dirilis pada hari ini.

Neraca dagang China September tercatat sebesar US$ 77,71 miliar, dari sebelumnya US$ 82,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara konsensus memperkirakan akan terjadi kenaikan neraca dagang China menjadi US$ 81,95 miliar dan semakin memperpanjang tren surplusnya.

Ekspor dari China pun diproyeksikan masih rendah meski mulai ada perbaikan yakni terkontraksi 3,1% yoy dari periode sebelumnya yang kontraksi 6,2% yoy. Begitu pula dengan impor yang masih cukup rendah namun diekspektasikan lebih baik yakni kontraksi 5,4% yoy dari periode sebelumnya kontraksi 6,2% yoy.

Data ini menjadi penting dan perlu mendapat perhatian sebab China merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia.

Maka dari itu, jika ekspor-impor China sudah mengalami perbaikan, maka permintaan terhadap barang dari Indonesia akan mengalami perbaikan pula hingga perekonomian Indonesia pun akan terkerek naik.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH