
Selasa, 29 Juli 2025 – Harga emas bergerak mendatar, tetap mendekati titik terendah dalam tiga minggu terakhir, di tengah meredanya kekhawatiran perang tarif global dan penguatan Dolar AS yang membatasi daya tarik logam mulia ini sebagai aset lindung nilai.
Pada pukul 02:10 GMT, emas spot diperdagangkan di $3.318,79 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 9 Juli di sesi sebelumnya. Sementara itu, futures emas AS naik tipis 0,2% ke $3.317,50.
“Pergerakan emas di kisaran $3.300 masih menjadi area yang diperhatikan pembeli. Meski dalam jangka pendek, kesepakatan dagang dan dolar yang kuat memberi tekanan, dalam jangka panjang peluang kenaikan harga tetap terbuka,” ujar Tim Waterer, Chief Market Analyst di KCM Trade.
Optimisme pasar didorong oleh langkah positif dalam negosiasi dagang global. AS dan China menggelar pembicaraan lebih dari lima jam di Stockholm untuk meredakan ketegangan perang dagang dan memperpanjang gencatan senjata selama tiga bulan. Sementara itu, AS dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan kerangka perdagangan, memangkas tarif impor menjadi 15%—setengah dari ancaman sebelumnya—dan menghindari perang tarif besar yang dapat mengguncang perdagangan global.
Namun, indeks dolar AS yang tetap berada di dekat puncak tertinggi lebih dari sepekan terakhir membuat emas relatif lebih mahal bagi pembeli internasional.
Pasar kini menunggu data penting dari AS pekan ini, termasuk inflasi, laporan pekerjaan, dan hasil rapat kebijakan The Fed yang berlangsung selama dua hari. Ekspektasi saat ini mengarah pada suku bunga tetap, tetapi data makro yang lebih lemah atau tekanan politik terhadap Fed yang mendorong sikap dovish dapat memberikan dukungan baru bagi emas, tambah Waterer.
Untuk logam mulia lainnya, perak spot turun 0,2% ke $38,10 per ons, platinum naik 0,5% ke $1.396,35, sedangkan paladium merosot 1,2% ke $1.231,55.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar