Rabu, 31 Januari 2024

Harga Saham Anjlok, BEI Pantau Ketat Saham CGAS dan SMLE

 Pembukaan BEI 2024 (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau dengan ketat perdagangan saham emiten PT Citra Nusantara Gemilang Tbk. (CGAS) dan PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE) karena mengalami penurunan harga saham atau pergerakan saham di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, upaya tersebut dilakukan dalam rangka perlindungan investor pasar modal terutama bagi oemegang saham kedua emiten tersebut.

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, Rabu (31/1).

Diketahui, informasi terakhir mengenai emiten CGAS adalah informasi tanggal 17 Januari 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) tentang laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Baca Juga : Harga Emas Bisa Naik Tinggi di 2024, Ini Ramalan Terbarunya

Mengutip RTI saham CGAS mengalami penurunan selama sepekan ini sebesar 39,59%.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham CGAS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," sebutnya.

Sementara untuk saham SMLE, informasi terakhir mengenai emiten tersebut adalah informasi tanggal 9 Januari 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) tentang pencatatan saham dari penawaran umum.

Mengutip RTI saham SMLE anjlok sebesar 32,73% selama sepekan terakhir.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham SMLE tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ungkapnya.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

 

 

cnbcindonesia.com/market

 

Tak Cuma Nikel, Hilirisasi 7 Komoditas Ini Efeknya Besar ke RI

PT. Equityworld Futures Manado - Bank Indonesia (BI) mulai mendorong adanya program hilirisasi pangan di Indonesia. Tujuannya untuk menjadi katalisator pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, hingga bisa tumbuh 6,1% pada 2028.

Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengatakan, hilirisasi pangan ini mampu menyerap tenaga kerja yang sangat banyak bagi Indonesia, sebab sektor pertaniannya saja telah mampu menyerap 30% dari total tenaga kerja di Indonesia.

"Jadi ini penting dilakukan, sektor pertanian menyerap 30% dari tenaga kerja," kata Aida dalam acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2023 di Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Aida mengatakan, BI pun telah mengidentifikasi tujuh komoditas pangan yang bisa berkontribusi besar bagi perekonomian jika dihilirisasi. Kriterianya adalah dapat menjaga inflasi, memiliki dampak pengganda besar, berdaya saing, dan bisa menyerap tenaga kerja.

Baca Juga : Harga Emas Bisa Naik Tinggi di 2024, Ini Ramalan Terbarunya

Tujuh komoditas itu ialah beras, aneka cabai, bawang, ikan, kelapa sawit, rumput laut, hingga tebu. Untuk hilirisasi beras, aneka cabai, hingga bawang bisa menjadi alat pengendali inflasi, sedangkan sawit, rumput laut, hingga tebu bisa menjadi alat pendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kami sudah identifikasi ada tujuh komoditas dari mulai kita menjaga ketahanan pangan sampai kemudian kita akan kembangkan industri mamin, beras, aneka cabai, bawang perikanan, gula, CPO, dan kemudian adalah dari rumput laut. Jadi ini yang kita perlukan," ucap Aida.

Proses hilirisasi tujuh komoditas itu harus diiringi juga dengan pengentasan faktor-faktor penghambatnya. Misalnya, di sektor pertanian, infrastruktur dan teknologinya masih terbatas pemanfaatannya.

Sedangkan faktor penghambat di sektor kelautan dan perikanan adalah 43% pelabuhan masih berlokasi di Pulau Jawa, dan armada penangkap ikan 90% nya adalah nelayan-nelayan kecil.

"Sehingga kita perlu pembiayaan nanti, untuk bisa meningkatkan hilirisasi pangan ini dan nanti tentu bagaimana kita bantu pemasarannya," tutur Aida.

 

cnbcindonesia.com/market

 

Selasa, 30 Januari 2024

Ada Rapat The Fed, Sri Mulyani Cs Bakal Beri Info Penting Hari Ini

PT. Equityworld Futures Manado - Pasar keuangan kompak ditutup di zona hijau pada perdagangan kemarin, Senin (29/1/2024). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih tinggi atau naik 0,28% di level 7.157,17, dan rupiah perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan menguat 0,06% di level Rp15.805/US$1.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan volatile pada pekan ini karena banyaknya data dan agenda penting sepanjang pekan ini.

Selengkapnya mengenai sentimen dan proyeksi pasar hari ini dan satu pekan ke depan bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini. Dan para investor juga dapat mengintip agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini baik dalam negeri dan luar negeri pada halaman 4.

IHSG pada perdagangan kemarin, Senin (29/1/2024), tercatat turnover IHSG berada di angka Rp9,52 triliun, angka ini lebih rendah dibandingkan pada perdagangan Jumat  (26/1/2024) dengan transaksi Rp10,28 triliun. Turnover Rp9,52 triliun berasal dari volume saham sebanyak 18,72 miliar lembar. Tercatat 216 saham naik, 284 turun dan 264 tidak berubah.

Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin didorong kenaikan lima sektor yakni cyclical menguat 0,31%, basic-industry naik 0,42%, transportasi melesat 1,40%, non-cyclical naik tipis 0,05%, dan industrial terapresiasi 0,07%.

Kenaikan sektor transportasi didorong dari melesatnya saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang naik 8,96% di level Rp73.

Kenaikan saham GIAA didorong dari sentimen positif mengenai Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang atau PKPU Garuda Indonesia yang telah diakui oleh Pengadilan Niaga Internasional Singapura atau Singapore International Commercial Court (SICC). Dengan begitu, SICC mengakui penundaan seluruh proses hukum antara Garuda Indonesia dengan Greylag Entities.

SICC mengakui proses PKPU perseroan Nomor 425/Pdt. Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst sebagai putusan yang sah dan berlaku termasuk dalam yurisdiksi Singapura.

Baca Juga : Joss! Harga Emas Dunia Diramal Pecah Rekor Efek Konflik Geopolitik

Selain itu, penguatan IHSG juga didorong dari kenaikan tiga saham perbankan yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melesat 2,76% di level Rp5.575, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 2,14% di level Rp9.550, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melejit 7,27% di level Rp2.140.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sendiri telah merilis laporan keuangan 2023. Emiten perbankan swasta terbesar di RI milik keluarga Hartono, Bank Central Asia (BBCA), mencatatkan laba bersih konsolidasi senilai Rp 48,6 triliun di sepanjang 2023. Catatan laba tersebut naik 19,4% dibandingkan dengan capaian 2022.

Sementara itu,  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) belum melaporkan hasil kinerja keuangan  2023. Namun dalam paparan Public Expose BRI, Kamis (30/11/2023), Direktur Utama BRI (BBRI) Sunarso memproyeksikan laba mencapai Rp55 triliun hingga akhir 2023.

Kemudian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan melaporkan kinerja keuangan kuartal IV 2023 pada Kamis (1/2/2024) dalam Press Conference Kinerja Triwulan IV 2023.

Dari pasar mata uang, dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,06% di angka Rp15.805/US$1. Penguatan ini terjadi dalam dua hari beruntun sejak 26 Januari 2024.

Penguatan rupiah terjadi di tengah sikap menunggu pelaku pasar perihal suku bunga The Fed yang akan dirilis pada Kamis dini hari pekan ini.

Pasar berekspektasi bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga di level 5,25% hingga 5,5% pada pertemuan mendatang. Namun, yang ditunggu pasar adalah sinyal pemangkasan ke depan.

Sementara ke depan, pasar masih berekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunganya sekitar tiga kali dengan total 75 basis poin (bps). Hal ini menjadi angin segar bagi pasar keuangan domestik termasuk mata uang Garuda karena tekanan yang kian mereda jika hal tersebut benar terjadi.

Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Chatib Basri memperkirakan hal yang sama yakni The Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak 2-3 kali di paruh kedua tahun ini.

Namun, tantangannya defisit AS masih besar, jadi akan ada kebutuhan penerbitan bond yang cukup besar. Kendati demikian, penurunan suku bunga ini seharusnya menjadi sentimen penguat bagi rupiah.

Dari pasar obligasi Indonesia, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun melemah 0,15% di level 6,615% pada perdagangan Senin (29/1/2024). Imbal hasil obligasi yang melemah menandakan bahwa para pelaku pasar sedang mengoleksi surat berharga negara (SBN).  Pelemahan ini berbanding terbalik dengan akhir pekan lalu di mana imbal hasil melonjak cukup tajam.

Wall Street Ditutup Sumringah Jelang Pertemuan The Fed & Rilisnya Laporan Keuangan
 
 

 cnbcindonesia.com/research

 

Tender Offer, Pengendali TBIG Borong Saham 1 Miliar

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT. Equityworld Futures Manado - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) menyampaikan terkait perubahan kepemilikan kepemilikan Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd. (BDIA) pada saham perseroan setelah penawaran tender sukarela.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BDIA sebagai pihak yang melakukan tender suka rela atas saham perseroan, telah meningkatkan kepemilikan dari 17.067.840.623 saham atau sebesar 75,33% menjadi 18.067.840.623 saham atau sebesar 79,75%.

"Transaksi tersebut telah selesai dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2024," tulis manajemen, Selasa (30/1/2024).

Baca Juga : Joss! Harga Emas Dunia Diramal Pecah Rekor Efek Konflik Geopolitik

Adapun BDIA telah membeli sebanyak 1 miliar lembar saham atau setara dengan 4,41%. Sehingga total kepemilikan BDIA di saham TBIG sebanyak 18.067.840.623 saham yang mewakili 79,75% dari modal disetor TBIG.

Saat transaksi pembelian, harga saham TBIG berada di level Rp 2.300 per saham. 

Transaksi tersebut dilakukan secara langsung dengan tujuan untuk berinvestasi.

"Tidak terjadi perubahan pengendali Perseroan sebagai akibat pelaksanaan tender sukarela atas saham perseroan tersebut," pungkasnya.

 

cnbcindonesia.com/market/

 

Senin, 29 Januari 2024

Jangan Takut Dolar AS ke Rp15.800, Ini Alasan Chatib Basri

PT. Equityworld Futures Manado - Menteri Keuangan di era Presiden SBY Chatib Basri mengungkapkan nilai tukar rupiah masih relatif stabil dan depresiasinya belum signifikan jika dibandingkan dengan negara lain.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka menguat di angka Rp15.800/US$ atau naik tipis 0,09%. Penguatan sejalan dengan apresiasi yang terjadi kemarin (26/1/2024) sebesar 0,03%. Minggu lalu, rupiah memang bergerak fluktuatif dan hampir mendekati Rp 15.900/US$.

"Kalau dilihat relative stabil exchange rate kita, kan rangenya ada di kisaran itu, dan saya selalu lihat depresisai rupiah masih relative lebih kecil dari mata uang negara lain, kalau ada penurunan 200 perak, gak apa-apa lah," kata Chatib saat dijumlah di acara IIF, Senin (29/1/2024).

Pasar sendiri tengah menunggu kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) pekan ini. Chatib memperkirakan the Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak 2-3 kali di paruh kedua tahun ini.

Namun, tantangannya defisit AS masih besar, jadi akan ada kebutuhan penerbitan bond yang cukup besar. Kendati demikian, penurunan suku bunga ini seharusnya menjadi sentimen penguat bagi rupiah.

Baca Juga : Pekan Sangat Menentukan Buat Emas, Harganya Bisa Kaya Roller Coaster

"kalau fed itu menurunkan suku bunga, mestinya rupiah bisa menguat, tapi faktor dari exchange rate kan gak hanya itu ada banyak hal," ungkapnya.

Chief Economist Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian mengatakan sentimen dari dalam negeri terkait gejolak politik dan isu mundurnya 15 menteri menjadi penekan utama pelemahan rupiah. Selain itu kembali melemahnya ekspektasi terhadap percepatan pemangkasan suku bunga acuan The Fed turut mendorong wait & see pelaku pasar.

"Seminggu terakhir sentimennya berubah, ada cerita gonjang-ganjing politik yang terjadi di dalam neger dan di satu hal lagi, kita harus aware bahwa The Fed tidak akan secepat itu menurunkan suku bunga, jadinya seminggu terakhir wajar ada koreksi di pasar," ungkap Fakhrul kepada CNBC Indonesia TV.

Menurutnya, pengaruh pelemahan rupiah saat ini, 60% dipengaruhi oleh isu internal dan sisanya 40% eksternal. Kendati demikian, dia menegaskan dampak pernyataan Presiden Joko Widodo yang menuturkan perihal Presiden dan pejabat boleh berkampanye tidak memberikan dampak besar kepada pasar keuangan.

"Yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah isu menteri yang akan mundur," tegasnya.

 

cnbcindonesia.com/market

 

Wow, Investasi di Sini Setahun Bisa Cuan 21% Mau Coba?

PT. Equityworld Futures Manado - Hanya dalam waktu satu tahun, satu reksa dana saham terbukti bisa menghasilkan performa yang sangat baik bahkan mencapai 21%. Tentunya, jika Anda menempatkan uang Rp 5 juta di tahun lalu dan tidak melakukan top up, maka saat ini modal investasinya sudah menjadi Rp 6,05 juta.

Berdasarkan data Edvisor per 26 Januari 2024, dari 10 reksa dana saham yang memiliki kinerja terbaik, reksa dana HPAM Ekuitas Syariah Berkah dan Simas Danamas Saham tampil sebagai pemenang.

Karena dalam setahun, kedua reksa dana tersebut bisa mencatatkan kinerja 21,67% mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan, Indeks ESG Leaders, dan indeks saham lainnya.

Akan tetapi, patut dicermati bahwa kinerja secara tiga tahun HPAM Ekuitas Syariah Berkah juga terlihat impresif yaitu 71,47%. Kinerja ini jelas lebih tinggi daripada Simas Danamas Saham yang sebesar 13,33%.

Baca Juga : Pekan Sangat Menentukan Buat Emas, Harganya Bisa Kaya Roller Coaster

Seperti diketahui, selain HPAM Ekuitas Syariah Berkah, salah satu reksa dana saham syariah besutan PT Henan Putihrai Asset Management juga berhasil menduduki posisi ketiga lantaran kinerjanya tembus 20%.rReksa dana saham dibentuk oleh manajer investasi untuk menciptakan sebuah portofolio dengan returns yang bisa mengalahkan indeks acuan, dalam hal ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), maupun indeks-indeks lain di BEI.

Tentunya, dengan potensi tingkat pengembalian yang cukup tinggi maka risiko berinvestasi di instrumen ini juga terbilang tinggi. Sangat penting untuk melakukan diversifikasi investasi dengan membeli beberapa reksa dana lain sebut saja seperti reksa dana pasar uang, atau pendapatan tetap maupun instrumen di kelas aset lainnya.

 

 

cnbcindonesia.com/mymoney/

Jumat, 26 Januari 2024

Intip Deretan Saham Penguasa Baru dan yang Terdepak dari LQ45

 Seorang karyawan mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/3/2018). IHSG pada perdagangan Rabu (21/3/2018) dibuka menguat 0,27% ke  6.260,18 poin dari penutupan kemarin di 6.243,57 poin. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan hasil evaluasi mayor atau rebalancing terhadap konstituen indeks LQ45 periode 1 Februari hingga 31 Juli 2024. Dalam rebalancing kali ini, ada empat saham baru yang masuk ke indeks paling likuid di BEI. Selain itu, tentunya juga ada empat saham yang keluar dari indeks LQ45.

Dari deretan empat saham yang masuk dan menjadi penghuni baru LQ45, ada saham energi baru dan terbarukan (EBT) yang melantai di BEI tahun lalu dan juga menjadi anak usaha dari PT Pertamina (Persero), yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Selain itu, ada pula emiten produsen baterai kendaraan listrik yang juga melantai di BEI pada tahun lalu yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Kemudian ada emiten menara telekomunikasi Grup Telkom yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, dan terakhir ada emiten distributor barang-barang pengemasan yang juga melantai di BEI pada tahun lalu yakni PT Mitra Pack Tbk (PTMP).

Adapun dari pergerakan keempat saham pada sesi I Jumat (26/1/2024) hari ini kompak melesat setelah dirilisnya rebalancing LQ45 dan masuknya keempat saham tersebut ke indeks LQ45.

Berikut pergerakan empat saham yang resmi masuk ke dalam indeks LQ45.

Ketika ada saham yang masuk dan menjadi penghuni terbaru LQ45, tentunya ada beberapa saham yang juga keluar dari indeks LQ45.

Dari keempat saham tersebut, terpantau ada saham media yakni PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Kemudian ada saham menara telekomunikasi Grup Saratoga yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), selanjutnya ada saham batu bara PT Indika Energy Tbk (INDY), dan terakhir ada saham petrokimia milik Konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Adapun dari pergerakan keempat saham yang terdepak dari LQ45 pada sesi I hari ini terpantau ambles.

Baca Juga : Harga Emas Kembali Naik, Awas Masih Rawan Terpeleset!

Berikut pergerakan empat saham yang resmi keluar dari indeks LQ45.

Pada sesi I hari ini, indeks LQ45 terpantau ambles 1,25% menjadi 947,813. Sepanjang tahun ini (year-to-date/YTD), LQ45 ambles 3,23%.

Sebagai infromasi, BEI pertama kali meluncurkan Indeks LQ45 Indeks LQ45 pada Februari 1977, indeks ini menyeleksi beberapa perusahaan di bursa saham dengan kriteria yang sudah ditentukan,dan sejak itu menjadi salah satu indikator penting dalam dunia investasi saham di Indonesia.

Adapun seleksi yang diterapkan Indeks LQ45 yaituberdasarkan kriteria seperti likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar, kondisi fundamental perusahaan, prospek pertumbuhan, serta beberapa kriteria lain yang ditentukan oleh BEI.

Kriteria-kriteria tersebut yakni saham-saham yang dapat masuk ke dalam LQ45 harus tercatat di BEI minimal tiga bulan terakhir, kondisi saham mempunyai finansial yang sehat disertai dengan prospek pertumbuhan yang baik, perusahaan mempunyai kapitalisasi pasar tertinggi selama 1-2 bulan terakhir.

Terakhir yakni dalam 12 bulan terakhir, saham LQ45 harus tergabung 60 saham dengan nilai transaksi tertinggi dalam pasar reguler.

Tujuan utama dari pembentukan Indeks LQ45 adalah untuk melengkapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi indikator obyektif untuk membantu memonitor pergerakan harga saham bagi investor, analis keuangan, pemerhati pasar dan manajer investasi.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

 

Bursa Asia Pasifik Kebakaran, IHSG Terburuk?

 Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - Mayoritas bursa Asia Pasifik pada perdagangan hari ini, Kamis (26/1/2024) terdampar di zona merah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir sesi I anjlok nyaris 1% ke posisi 7111,84 menjadikannya di urutan ketiga dengan pelemahan terdalam hari ini. Bursa saham Hongkong (Hangseng) menempati urutan pertama dengan anjlok sebanyak -1,36%. Kemudian diikuti Jepang (Nikkei 225) yang ambles 1,34%.

Bursa India juga terpantau koreksi tercermin dari Nifty yang turun 0,51% dan Sensex susut tipis 0,12%. Berikutnya bursa saham China (SSEC) ikut turun -0,11%.

Dari data di atas yang bergerak di zona hijau hanya bursa Korea Selatan, Singapura, dan Australia.

Mayoritas bursa Asia yang ditutup merah ditengarai karena ketidakpastian dari eksternal yang meningkat sejalan dengan sikap wait and see pelaku pasar dari pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) akhir Januari ini.

Sebagaimana diketahui, The Fed akan melaksanakan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 30 - 31 Januari 2024 pada waktu AS, dengan begitu kita akan mendapatkan hasilnya pada 1 Februari dini hari.

Baca Juga : Harga Emas Kembali Naik, Awas Masih Rawan Terpeleset!

Pelaku pasar akan menanti bagaimana keputusan suku bunga AS beserta prospek kapan pemangkasan dilakukan. Sekaligus, mencermati bagaimana pandangan the Fed terkait kondisi ekonomi negeri Paman Sam yang masih panas, apalagi di tengah memanasnya politik dan konflik di Timur Tengah.

Beralih pada proyeksi suku bunga AS, konsensus pasar menurut perangkat FedWatch Tool oleh CME memperkirakan the Fed masih akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini.

Namun, pada pertemuan Maret mendatang proyeksi pemangkasan suku bunga sudah semakin menyusut, saat ini hanya berkisar 40%. Sudah jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi bulan lalu yang menunjukkan optimisme pelaku pasar mencapai lebih dari 80%.
Sebagai catatan, penyusutan proyeksi pemangkasan bunga tersebut disinyalir karena kondisi ekonomi AS yang masih memanas.

Ekonomi AS yang masih panas dicerminkan sejumlah data seperti Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal IV/2023 yang tercatat tumbuh 3,3% secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar sebesar 2% yoy. Kemudian, data inflasi pada Desember lalu yang terpantau naik ke 3,4% yoy lebih tinggi dari perkiraan pasar di 3,2% yoy.

Data tenaga kerja AS juga tak kalah masih ketat, terlihat dari data pekerjaan tercatat di luar pertanian pada akhir tahun lalu yang mencapai 216.000, ini meleset dari perkiraan yang proyeksi sebaliknya turun ke angka 170.000 dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 173.000 pekerjaan.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH
research@cnbcindonesia.com

 

Kamis, 25 Januari 2024

AS Makin Perkasa, Rupiah Dapat Tekanan di Level Rp15.700

Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Dolar Asia, Melawai, Blok M, Jakarta, Selasa, (3/10). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah data manufaktur dan ekonomi AS menunjukkan penguatan di atas ekspektasi pasar.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka melemah di angka Rp15.700/US$ atau naik tipis 0,03%. Meskipun mengalami apresiasi, namun tidak sampai lima menit, rupiah kembali terdepresiasi ke posisi Rp15.715/US$.

Sementara indeks dolar AS (DXY) pada pukul 8.54 WIB naik 0,11% menjadi 103,35. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 103,23.

Semalam, AS telah merilis data PMI Manufaktur Flash yang naik lebih tinggi dari konsensus dan periode satu bulan sebelumnya, yakni dari 47,9 menjadi 50,3.

Sedangkan, PMI Composite AS pada Januari 2024 secara flash menunjukkan ada kenaikan PMI dari 50,9 menjadi 52,3 dan lebih tinggi dari perkiraan yang proyeksi turun ke posisi 50,3.

Baca Juga : Harga Emas Ambruk Nyaris 1%, Semua Gara-Gara Amerika

Nilai PMI manufaktur di atas 50, menunjukkan kondisi manufaktur AS di fase ekspansif.

Data PMI menjadi hal yang penting karena semakin tingginya PMI, maka aktivitas manufaktur AS akan bergerak cukup panas dan berpotensi membuat inflasi semakin sulit dikendalikan.

Dengan kata lain, suku bunga di level saat ini yakni 5,25-5,5% berpotensi ditahan dalam jangka waktu yang lebih lama dan berpotensi menekan mata uang Garuda.

Pelaku pasar pun masih bersikap wait and see khususnya perihal data tenaga kerja yang akan dirilis oleh Biro Ketenagakerjaan AS, salah satunya klaim pengangguran mingguan yang berakhir pada 20 Januari 2024.

Klaim pengangguran tersebut diperkirakan naik menjadi 200.000, dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 187,000. Jika data ini berhasil naik sesuai ekspektasi, ini akan positif bagi pasar keuangan lantaran bisa sedikit meredakan pasar tenaga AS yang masih panas.

Selain itu, investor juga saat ini sedang menunggu suku bunga bank sentral Eropa (ECB) nanti malam.

Berdasarkan konsensus Trading Economics, suku bunga bank Eropa akan tetap bertahan pada 4,5%. Ini akan jadi kali ketiga ECB mempertahankan suku bunga.

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Pemegang Saham Bank, Konsumer dan Obligasi Berpotensi Cuan Tahun Ini

 Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Iklim investasi diperkiarakan akan meningkat tahun ini seiring dengan peryeksi pertumbuhan perekonomian yang makin membaik dibandingkan tahun 2023. Chief Investment Officer Southeast Asia and India, Global Private Banking and Wealth, HSBC James Cheo mengatakan, pasar saham Indonesia akn lebih kuat tahun ini.

"Untuk pasar saham Indonesia, konsensus pendapatan Indonesia diperkirakan akan kuat pada tahun 2024," ujarnya di St Regis Jakarta, Kamis (25/1).

James mengungkapkan, saham-saham perbankan dan konsumer memiliki daya tarik tersendiri tahun ini seiring dengan sentimen positif dari siklus suku bunga AS yang telah mencapai puncak dan inflasi dalam negeri yang masih terkendali.

"Saat ini, kami bullish pada saham Indonesia dengan preferensi pada bank-bank dan perusahaan konsumen tertentu," sebutnya.

Baca Juga : Harga Emas Ambruk Nyaris 1%, Semua Gara-Gara Amerika

Saham perbankan, James menjelaskan, Bank Indonesia yang memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuannya pada tahun ini menjadi katalis positif pada sektor tersebut.

"Kami memperkirakan Bank Indonesia kemungkinan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps di Triwulan ke-2, 25 bps lagi di Triwulan ke-3, dan 50 bps di Triwulan ke-4 - sehingga suku bunga acuan akan turun dari 6% menjadi 5% pada akhir tahun ini," jelasnya.

Selain pasar saham, lanjutnya, pasar obligasi juga menarik karena disebabkan oleh fundamental negara yang kuat, neraca pemerintah yang kuat, dan prospek inflasi yang baik.

"Terkait dengan obligasi, obligasi peringkat investasi BUMN Indonesia tetap menjadi pilihan utama kami di Asia Tenggara," imbuhnya.

"Kami memperkirakan Rupiah akan tetap stabil di 15400 terhadap USD hingga akhir tahun 2024," pungkasnya.


 cnbcindonesia.com/market

Selasa, 23 Januari 2024

Harga Emas Mulai Bikin Cemas, Baru Awal Pekan Sudah Lesu

 Emas. (Dok. Pixabay)

PT. Equityworld Futures Manado - Harga emas bergerak lebih rendah pada awal perdagangan hari ini, setelah lonjakan dua hari beruntun pada pekan kemarin. Kembali melemahnya harga emas karena memudarnya optimisme para pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga.

Pada perdagangan Jumat (19/1/2024) harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,32% di posisi US$ 2029,09 per troy ons. Namun, dalam sepekan, harga emas ambruk 0,96%. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya di mana emas menguat 0,16%. 

Sementara, hingga pukul 06.30 WIB Senin (22/1/2024), harga emas di pasar spot bergerak lebih rendah atau turun 0,10% di posisi US$ 2027,09 per troy ons.

Emas menguat pada perdagangan Jumat, namun bersiap untuk mencatat penurunan mingguan terbesar dalam enam minggu terakhir, karena komentar dari pembuat kebijakan The Federal Reserve (The Fed) sepanjang pekan kemarin menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga lebih awal.

Indeks dolar turun 0,24% di posisi 103,29 pada perdagangan Jumat (19/1/2024), tetapi mencatatkan kenaikan 1% sepanjang sepekan kemarin. Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dibanderol dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing lainnya.

Baca Juga : Harga Emas Mulai Menguat Tapi Belum Sepenuhnya Aman

Analis dari TD Securities, Bart Melek, mengatakan selama sepekan kemarin, pasar telah berspekulasi mengenai waktu penurunan suku bunga The Fed. Kondisi ini tercermin dalam pergerakan harga emas.
Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan pada Jumat bahwa Fed memerlukan lebih banyak data inflasi sebelum keputusan penurunan suku bunga dapat dibuat. Sementara, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic pada hari Kamis mengatakan dasar untuk memulai pemotongan adalah pada kuartal ketiga.

Perangkat Fed Watch Tool CME menunjukkan saat ini para pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 47% pada Maret 2024, turun dari 71% pada minggu lalu.

"Sampai pemangkasan suku bunga memang benar-benar terjadi maka harga emas akan bergerak pada ekspektasi pemangkasan suku bunga hingga pada level harga yang rentan koreksi," tutur analis dari Saxo Bank, Ole Hansen, dikutip dari Reuters.

Dari sisi fisik, pembelian emas di India lesu pada pekan kemarin karena koreksi harga lokal gagal menarik konsumen.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi.


CNBC Indonesia Research

research@cnbcindonesia.com

 

 

Harga Emas Dunia Kembali Jeblok, Kalah Saing dengan Saham?

 Emas. (Dok. Pexel)

PT. Equityworld Futures Manado - Harga emas menguat pada awal perdagangan hari ini, setelah merosot pada perdagangan sebelumnya karena memudarnya harapan pelaku pasar mengenai pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan Senin (22/1/2024) harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,40% di posisi US$ 2020,99 per troy ons.

Sementara, hingga pukul 06.42 WIB Selasa (23/1/2024), harga emas di pasar spot menguat 0,02% di posisi US$ 2021,36 per troy ons.

Harga emas melemah pada perdagangan Senin karena investor dan pelaku pasar mulai pesimis jika bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada Maret mendatang. Hal ini membuat emas kurang menarik sehingga investor mengalihkan investasi ke instrumen lain seperti saham.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menjelaskan siklus teknikal dan reli di pasar saham kemungkinan merupakan dua faktor utama yang membatasi minat beli di pasar emas dan perak melemah.

"Data ekonomi AS yang lebih baik akhir-akhir ini, yang menunjukkan bahwa The Fed mungkin harus menunda penurunan suku bunga lebih lama," ujar Wyckoff, dilansir dari Reuters.
Seperti diketahui, bursa Wall Street mengakhiri perdagangan di zona hijau pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Menghijaunya Wall Street meneruskan tren positif pekan lalu di mana indeks Dow Jones, Nasdaq, dan S&P terbang.

Baca Juga : Harga Emas Mulai Menguat Tapi Belum Sepenuhnya Aman

Emas turun sekitar 1% pada minggu lalu, penurunan mingguan terbesar dalam enam minggu terakhir, setelah The Federal Reserve (The Fed) AS mengatakan perlu melihat lebih banyak data inflasi sebelum penilaian penurunan suku bunga dapat dilakukan dan bahwa dasar pemotongan dimulai pada kuartal ketiga.

Perangkat CME Fed Watch Tool menunjukkan pelaku pasar memperkirakan kemungkinan sebesar 41,6% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya pada Maret 2024. Perkiraan ini lebih rendah dibandingkan dengan lebih dari 70% pada awal minggu lalu.

Investor sedang menunggu laporan awal PMI AS pada hari Rabu, perkiraan PDB awal kuartal keempat yang akan dirilis pada Kamis dan data pengeluaran konsumsi pribadi pada  Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai suku bunga.

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury menguat. Kondisi ini tak menguntungkan emas karena dolar yang menguat membuat emas sulit dibeli sehingga permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil US Treasury membuat emas kurang menarik.

Namun, suku bunga yang lebih rendah akan membuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury melemah, sehingga dapat menurunkan opportunity cost memegang emas. Sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dikoleksi.


CNBC Indonesia Research

research@cnbcindonesia.com

 

Kamis, 18 Januari 2024

Usaha Palugada Ini IPO Incar Rp 146,31 M, Separuhnya Buat Bayar Utang

PT. Equityworld Futures Manado - Perusahaan perdagangan besar alat rumah tangga hingga mainan,  PT Homeco Victoria Makmur Tbk. (LIVE) akan melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak-banyaknya 808.350.000 saham atau paling banyak 17,6% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 25 per saham.

Mengutip prospektusnya, bisnis palugada miliki Sjamsoe Fadjar dan Ellies Kiswoto ini mematok harga penawaran perdana saham Rp136–Rp181. Dengan demikian perseroan akan mendapatkan dana segar sebanyak-banyaknya Rp146.311.350.000.

Selain itu, perseroan juga mengadakan Program Employee Stock Allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 8.350.000 saham biasa atas nama atau sebesar 1,0330% dari IPO untuk program ESA saham kepada karyawan.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Binaartha Sekuritas sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek.

Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebesar Rp25 miliar untuk pelunasan sebagian utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan jatuh tempo.

Baca Juga : Breaking! Harga Emas Terbang Nyaris 1% Setelah Hancur Lebur

Sebesar Rp25 miliar akan dipergunakan untuk pelunasan sebagian utang usaha kepada entitas anak PT Trisinar Indopratama (TSI). Sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk pengembangan usaha dalam bentuk modal kerja.

Sebagai informasi Sjamsoe Fadjar dan Ellies Kiswoto menguasai LIVE melalui PT Homeco Global Investasi yang menguasai 95,49% saham. Secara langsung Sjamsoe dan Ellies, masing-masing, memiliki 0,0002% saham LIVE. 

Setelah IPO, kepemilikan Homeco Global Investasi akan terdilusi menjadi 78,69% dan porsi publik 17,42%.

Adapun jadwal IPO LIVE sebagai berikut:

Masa penawaran awal (Bookbuilidng): 19-24 Januari 2024
Tanggal efektif: 31 Januari 2024
Masa penawaran umum perdana saham: 2-6 Februari 2024
Tanggal penjatahan: 6 Februari 2024
Tanggal distribusi secara elektronik: 7 Februari 2024
Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 12 Februari 2024

 

cnbcindonesia.com/market

Mau IPO, HYGN Tawarkan Saham Rp 135-Rp 145 per Saham

 Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Perusahaan jasa pengelolaan dan penyewaan alat-alat higienitas dan sanitasi ruangan, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk. (HYGN) akan melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan akan melakukan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak-banyaknya 525.000.000 saham atas nama dengan nilai nominal Rp20,00 setiap saham atau setara dengan 20,79% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Mengutip prospektusnya, harga yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp135 sampai dengan Rp145 per saham. Sehingga nantinya perseroan akan mendapatkan dana segar senilai Rp76.125.000.000.

Rencananya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 13,50% atau sebesar Rp8.800.000.000 akan digunakan Perseroan untuk pembelian gudang yang terletak di Jalan Raya Cijayanti, Bogor.

Sekitar 49,20% akan digunakan Perseroan untuk modal kerja guna mendukung strategi perkembangan Perseroan melalui berbagai inisiatif. Sekitar 18,50% akan digunakan Perseroan untuk belanja modal.

Sekitar 10,80% akan digunakan Perseroan untuk penyetoran modal kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Tukang Bersih Indonesia (TBI). Sekitar 8,00% akan digunakan Perseroan untuk penyetoran modal kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Indocitra Pacific (ICP).

Baca Juga : Breaking! Harga Emas Terbang Nyaris 1% Setelah Hancur Lebur

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga melakukan program Pemberian Hak Opsi Pembelian Saham Untuk Manajemen dan Karyawan/ Management and Employee Stock Option Plan (MESOP). Perseroan mengadakan program opsi pembelian saham kepada manajemen dan karyawan (Management and Employee Stock Option Program atau MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 0,60% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak-banyaknya 15.150.000 saham.

Perseroan hanya akan menawarkan opsi MESOP ini kepada sebanyak-banyaknya 20 pihak dan jumlah nilai penawaran dari MESOP tersebut kurang dari Rp5.000.000.000.

Selain itu Perseroan juga mengadakan Program ESA dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya sebesar 1,93% dari jumlah penerbitan Saham Yang Ditawarkan atau sebanyak-banyaknya sebesar 10.100.000 saham.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek.

Berdasarkan prospektus perusahaan, sebelum IPO Hendrik Yong merupakan pemilik 60% saham HYGN. Kemudian Hermes Thamrin menggenggam 25%, Rondy Yunanda 10%, dan Wincent Yunanda 5%.

Setelah IPO kepemilikan saham mereka akan terdilusi. Hendrik menjadi 47,52%, Hermes 19,8%, Rondy 7,92%, dan Wincent 3,96%. Kemudian porsi kepemilikan masyarakat 20,79%.

Adapun berikut jadwal penawaran IPO sebagai berikut:

Masa penawaran awal: 19-24 Januari 2024
Tanggal efektif: 31 Januari 2024
Masa penawaran umum perdana saham: 1-05 Februari 2024
Tanggal penjatahan: 5 Februari 2024
Tanggal distribusi saham secara elektronik: 6 Februari 2024
Tanggal pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia: 7 Februari 2024

 

cnbcindonesia.com/market

Rabu, 17 Januari 2024

Deretan Emiten Ini Ditato Bursa Punya Ekuitas Negatif

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sebanyak 189 perusahaan masuk dalam papan pemantauan khusus, Kamis (18/1/2024). Adapun sebanyak 46 diantaranya mendapat 'tato' di belakang ticker atau kode saham emiten tersebut.

Mereka mendapat 'tato' atau kode E karena masuk dalam kategori emiten dengan ekuitas negatif.

Seperti diketahui, Bursa telah memberlakukan kebijakan ini sejak akhir Desember 2018 yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberlangsungan usaha perusahan tercatat dan menjadi salah satu upaya untuk melindungi investor dari emiten yang sedang bermasalah.

Adapun notasi E, maknanya, laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif. Dengan kata lain, utang perusahaan lebih besar dari asetnya.

Baca Juga : Breaking News! Tiba-Tiba Harga Emas Ambles 2,4%, Ada Apa?

Perlu diketahui, rumus ekuitas adalah aset dikurangi hutang, jadi saat posisi hutang melebihi aset maka ekuitas akan menjadi negatif.

Investor bisa mengunjungi laman resmi BEI untuk mendapatkan daftar emiten yang memiliki notasi khusus. Bisa juga di platform sekuritas biasanya sudah menampilkan notasi khusus.

Sebagai informasi, berikut daftar emiten berekuitas negatif dikutip dari data BEI per Kamis, (18/1/2024):

  1. PT Onix Capital Tbk (OCAP)
  2. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
  3. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI)
  4. PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)
  5. PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
  6. PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA)
  7. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  8. PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN)
  9. PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW)
  10. PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB)
  11. PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX)
  12. PT Bakrie Telecom Tbl (BTEL)
  13. PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI)
  14. PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)
  15. PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP)
  16. PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO)
  17. PT Century Textile Industri Tbk (CNTX)
  18. PT Cowell Development Tbk (COWL)
  19. PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
  20. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
  21. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE)
  22. PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)
  23. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
  24. PT First Media Tbk (KBLV)
  25. PT Net Visi Media Tbk (NETV)
  26. PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT)
  27. PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN)
  28. PT Mahaka Media Tbk (ABBA)
  29. PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS)
  30. PT Indofarma Tbk (INAF)
  31. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
  32. PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
  33. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)
  34. PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW)
  35. PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT)
  36. PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI)
  37. PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL)
  38. PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN)
  39. PT HK Metals Utama Tbk (HKMU)
  40. PT Intraco Penta Tbk (INTA)
  41. PT Modern International Tbk (MDRN)
  42. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT)
  43. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
  44. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY)
  45. PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
  46. PT Singaraja Putra Tbk (SINI)



    cnbcindonesia.com/market

 

Digembok 2 Tahun, Saham Ini Potensi Ditendang Bursa

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan PT Trikomsel Oke Tbk. (TRIO) terhadap potensi delisting yang bisa saja dilakukan pada emiten tersebut.

"Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka masa suspensi saham Perseroan telah mencapai 24 bulan pada tanggal 17 Juli 2021," sebagaimana tertulis di keterbukaan informasi BEI pada Rabu, (17/1/2024).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, berdasarkan nomor I-I tentang penghapusan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di bursa, bursa dapat menghapus saham emiten apabila, mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka.

"Perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai," tulis manajemen BEI, Kamis (20/7).

Baca Juga : Breaking News! Tiba-Tiba Harga Emas Ambles 2,4%, Ada Apa?

Selain itu, juga dapat delisting apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

Pemegang saham TRIO yakni Sukses Perdana 38,25%, Wagita Trust Ltd 25,53%, UOB Kay Hian Pte Ltd 12,97%, PT Tigadari Fiesta 8,69%, Polaris Ltd 8,22%, Masyarakat 6,34%.

Atas hal ini, investor pun diimbau untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Hasil RUPS 13 Januari 2023:

Komisaris Utama : Dedet Yandrinal
Komisaris Independen : Hermin Hartono
Direktur Utama : Sugiono Wiyono Sugialam
Direktur : Jason Alexsander Kardachi
Direktur : Mathew Paul Richards

 

cnbcindonesia.com/market

 

Breaking, IHSG Ambles 1% Jelang Pengumuman BI Rate

 Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ambles hingga 1% pada perdagangan sesi II Rabu (17/1/2024), di tengah sikap wai and see investor menanti keputusan suku bunga terbaru Bank Indonesia (BI).

Per pukul 14:19 WIB, IHSG ambles 1% ke posisi 7.170,3. IHSG pun menyentuh level psikologis 7.100 pada perdagangan sesi II hari ini.

Nilai transaksi IHSG pada sesi II hari ini sudah mencapai sekitar Rp 7 triliun dengan melibatkan 17 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 973.723 kali. Sebanyak 176 saham menguat, 355 saham melemah, dan 231 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi pemberat terbesar IHSG di sesi II hari ini, yakni mencapai 1,82%.

IHSG cenderung volatil karena investor cenderung wait and see menanti kebijakan moneter terbaru dari Bank Indonesia (BI).

Pada hari ini, BI akan mengumumkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari dan juga mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 10 lembaga/institusi memperkirakan secara absolut bahwa BI akan menahan suku bunga acuan (BI rate) di level 6,00%.

Suku bunga Deposit Facility kini berada di posisi 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Jika BI rate benar-benar kembali ditahan di level 6%, maka ini menjadi kali ketiga BI menahan di level tersebut setelah sebelumnya, BI menaikkan suku bunganya pada Oktober 2023 sebesar 25 basis poin (bp) dari 5,75%.

BI kemungkinan besar akan menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah sudah melandainya inflasi Indonesia. 

Baca Juga : Harga Emas Jeblok 1% Lebih, Investor Mulai Was-Was dengan The Fed

Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam beberapa kesempatan menegaskan jika kebijakan moneter kini difokuskan untuk menjaga stabilitas rupiah mengingat inflasi yang sudah terkendali.

Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar hingga investor juga menunggu sinyal BI mengenai kebijakan suku bunga ke depan, terutama kapan BI akan mulai memangkas suku bunga.

Sementara itu, sentimen kurang menggembirakan datang dari China, di mana perekonomian China hanya tumbuh 5,2%pada tahun lalu, berdasarkan data dari NBS.

Hal ini menjadi salah satu pertumbuhan tahunan terlemah China dalam lebih dari tiga dekade terakhir. China sendiri saat ini masih berjuang melawan krisis properti yang melumpuhkan, lesunya konsumsi dan gejolak global.

Angka ini muncul seiring produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat yang sedikit di bawah ekspektasi. PDB selama tiga bulan terakhir tahun 2023 naik hanya 5,2%. Angka tersebut juga berada di bawah perkiraan jajak pendapat Reuters yakni sebesar 5,3%.

Hal ini tentunya juga menjadi kabar kurang baik bagi Indonesia, karena China merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia dan mitra dagang terbesar Indonesia, sehingga lesunya ekonomi China tentu tidak menguntungkan Indonesia.

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

 

Baru 2 Pekan di 2024, RI Kebanjiran Dana Asing US$ 3 Miliar

Pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur bulan Januri 2024 dengan Cakuoan Triwulan. (YouTube/Bank Indonesia)

PT. Equityworld Futures Manado - Investor asing tercatat masih rajin menanamkan modal di pasar keuangan RI.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI mengungkapkan aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio ke pasar keuangan domestik terus berlanjut. 

"Pada Januari 2024 hingga [tanggal] 15 Januari 2024 tercatat [aliran masuk modal asing] sebesar US$ 3 miliar," ungkap Perry dalam konferensi pers Rabu (17/1/2024).

Baca Juga : Harga Emas Jeblok 1% Lebih, Investor Mulai Was-Was dengan The Fed

Sejalan dengan arus modal yang masuk ini, neraca pembayaran Indonesia secara keseluruhan diperkirakan tetap surplus dengan transaksi berjalan surplus 0,1% sampai dengan defisit 0,5% terhadap PDB pada tahun ini.

Bank Indonesia (BI) dalam rapat pertama tahun ini juga kembali menahan suku bunga acuan atau BI rate pada level 6% pada Januari 2024.

Perry juga menyampaikan suku bunga Deposit Facility kini berada di posisi 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

 

cnbcindonesia.com/market

Senin, 15 Januari 2024

Asing Net Buy Rp2,08 T Pekan Lalu, Saham Bank Paling Laris

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup happy weekend pekan lalu. Pada penutupan perdagangan Jumat (12/1/2024), IHSG mencatatkan naik 0,29% di angka 7.241,138.

Namun begitu, IHSG sepanjang pekan lalu mengalami pelemahan 1,49%. Indeks ditutup di zona merah selama tiga hari dalam sepekan, dan hanya ditutup hijau dalam dua hari perdagangan.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sepanjang pekan lalu sebanyak Rp2,08 triliun. Rinciannya, sebanyak Rp1,61 triliun di pasar reguler dan sebanyak Rp466,28 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

 Baca Juga : Harga Emas Melambung, Makin Banyak Orang Borong Karena Perang

Lantas, saham-saham apa saja yang diborong asing yang menadahi tekanan terhadap pergerakan IHSG. Mengutip RTI Business, berikut net foreign buy sepanjang pekan lalu!

1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp501,1 miliar

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp443,4 miliar

3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp372,1 miliar

4. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp205,3 miliar

5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp202,3 miliar

6. PT MD Pictures Tbk. (FILM) - Rp103,6 miliar

7. PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC) - Rp96,2 miliar

8. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp95,0 miliar

9. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) - Rp83,5 miliar

10. PT Bank Jago Tbk. (ARTO) - Rp77,6 miliar

 

 cnbcindonesia.com/market

 

 

Tak Punya Usaha Lagi, Emiten Ini Mau Minggat dari Bursa

PT. Equityworld Futures Manado - Emiten yang semula bergerak di bidang jasa konsultasi bisnis, administrasi dan manajemen, PT Onix Capital Tbk. (OCAP), berencana untuk menghapus pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjadi perusahaan tertutup atau go private. Sebab, perusahaan mengaku sudah tidak lagi memiliki kegiatan usaha dan sejauh ini belum memiliki rencana baru.

Lebih lanjut, saham OCAP termasuk saham tidak aktif diperdagangkan di BEI karena disuspensi sejak tahun 2020 dan telah mencapai batas waktu masa suspensi selama 36 bulan pada tanggal 1 September 2023. Perusahaan pun mengaku belum dapat memulihkan keadaan dan karenanya berniat untuk go private.

"Sehubungan dengan hal ini, Pemegang Saham akan memiliki kesempatan untuk menjual kepemilikan saham dengan harga di atas rata-rata," ujar Corporate Secretary OCAP Mauritius Ray dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (15/1/2024).

Mengenai rencana ini, OCAP akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan Senin (24/1/2024).

Baca Juga : Harga Emas Melambung, Makin Banyak Orang Borong Karena Perang

Perusahaan memperkirakan akan melakukan pembelian kembali atas seluruh saham yang dimiliki oleh pemegang saham masyarakat yang berjumlah 32.784.000 atau sebanyak 12%. Harga pembelian kembali saham sebesar Rp200 per saham, lantas OCAP akan menggelontorkan sebanyak-banyakya Rp6,56 miliar.

OCAP menyampaikan bahwa kas dan setara kas perusahaan tercatat sebesar Rp2,07 miliar per 31 Desember 2022. Untuk menutup kekurangan biaya dalam membeli kembali saham itu, perusahaan berniat menggunakan dana yang berasal dari pinjaman sebanyak-banyaknya sebesar Rp6,56 miliar.

Adapun, saham OCAP bertengger di posisi 159 per saham sejak disuspensi.

Pemegang saham pengendali OCAP adalah UOB Kay Hian Ltd. yang berbasis di Hong Kong dengan kepemilikan saham sebanyak 122.948.000 (45,003%). Kemudian Djajusman Suryowijono tercatat menggenggam 95.625.000 saham (35,002%), Hardjanto Adiwana selaku Komisaris Utama OCAP menggenggam sebanyak 21.843.000 saham (7,995%).

Untuk diketahui, OCAP mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) pada 10 November 2003. Harga penawaran IPO itu adalah Rp200 per saham.

Setahun sebelum disuspensi, OCAP mencapai tingkat harga tertingginya sepanjang sejarah, yakni di posisi 2.100 per saham pada 1 Maret 2019.

 

cnbcindonesia.com/market

 

BI Kabarkan Utang RI Tembus US$400 miliar, Rupiah Turun Tipis

 PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pasca Bank Indonesia (BI) mengumumkan utang Indonesia yang mengalami kenaikan dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan data neraca dagang Indonesia surplus di atas ekspektasi.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup melemah tipis di angka Rp15.550/US$ atau turun sebesar 0,03%.

Sementara DXY pada pukul 14.43 WIB naik 0,04% menjadi 102,45. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (12/1/2024) yang berada di angka 102,4.

Hari ini, BI telah merilis data Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali naik pada November 2023. Hal ini salah satunya dikarenakan pemerintah menarik utang baru dalam bentuk global sukuk senilai US$2 miliar atau Rp31,1 triliun (kurs Rp15.550).

Posisi ULN Indonesia pada November 2023 tercatat sebesar US$400,9 miliar atau sekitar Rp6.237 triliun. Sementara ULN Oktober US$394,4 miliar.

"Perkembangan ULN tersebut terutama disebabkan oleh transaksi ULN sektor publik," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

"Selain itu, posisi ULN pada November 2023 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global yang berdampak pada meningkatnya angka statistik ULN Indonesia valuta lainnya dalam satuan dolar AS," terangnya.

Utang yang semakin meningkat ini memberikan kekhawatiran pelaku pasar atas kemampuan Indonesia dalam mengelola utang dan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kendati demikian, hingga saat ini, utang RI masih cukup terkendali dan aman.

Baca Juga : Konflik Geopolitik Memanas, Harga Emas Bisa Makin Trengginas

Selain itu, hari ini, BPS telah merilis data neraca dagang yang tercatat surplus di atas ekspektasi pasar.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 10 lembaga memperkirakan surplus neraca perdagangan pada Desember 2023 akan mencapai US$1,95 miliar.

Namun pada kenyataannya, neraca dagang Indonesia surplus sebesar US$3,3 miliar pada Desember 2023. Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan US$2,41 miliar pada November 2023.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan surplus pada bulan Desember ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun leibh rendah pada Mei 2022.

"Surplus Desember 2023 ditopang surplus komoditas nonmigas yaitu US$5,2 miliar dengan komoditas penyumbang adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, besi baja," kata Pudji.

Kendati demikian, impor Indonesia tercatat cukup rendah dari tumbuh 3,29% year on year/yoy pada November 2023 menjadi -3,81% yoy pada Desember 2023.

Hal ini juga memberikan sentimen negatif bagi perekonomian Indonesia mengingat peristiwa natal dan tahun baru seharusnya mampu mengangkat konsumsi dan daya beli masyarakat.

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

IHSG Balik Arah Jadi Lesu, 3 Saham Prajogo Masih Jadi Pemberat

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terkoreksi pada perdagangan sesi II Senin (15/1/2024), setelah sempat menghijau di awal perdagangan sesi I hari ini.

Per pukul 13:46 WIB, IHSG melemah 0,39% ke posisi 7.213,076. Hingga hari ini, IHSG masih berada di level psikologis 7.200 dan belum mampu untuk kembali ke level psikologis 7.300.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi II hari ini mencapai sekitaran Rp 5 miliar dengan melibatkan 12 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 801.579 kali. Sebanyak 222 saham menguat, 286 saham melemah, dan 248 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor konsumer non-primer menjadi pemberat IHSG di sesi II hari ini, yakni sebesar 0,65%. Namun, sektor transportasi menjadi penahan koreksi IHSG yakni sebesar 3,55%.

Selain itu, beberapa saham juga memperberat (laggard) IHSG pada sesi II hari ini. Berikut saham-saham yang menjadi laggard IHSG.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Barito Renewables Energy BREN -19,04 4.090 -12,98%
Bank Mandiri (Persero) BMRI -4,54 6.500 -1,14%
Chandra Asri Petrochemical TPIA -4,46 3.400 -4,49%
Barito Pacific BRPT -2,93 1.015 -4,69%
Telkom Indonesia (Persero) TLKM -1,16 4.000 -0,25%
Astra International ASII -1,13 5.550 -0,89%

Sumber: Refinitiv & RTI

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali menjadi saham yang memberatkan IHSG paling besar pada sesi II hari ini, yakni hingga mencapai 19 indeks poin.

Tak hanya BREN, saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga kembali membebani IHSG masing-masing 4,6 indeks poin dan 2,9 indeks poin.

Baca Juga : Konflik Geopolitik Memanas, Harga Emas Bisa Makin Trengginas

Selain itu, saham perbankan terbesar keempat di bursa yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menjadi laggard IHSG pada sesi II yakni sebesar 4,5 indeks poin.

IHSG yang terkoreksi terjadi meski data neraca perdagangan RI periode Desember 2023 kembali mencetak surplus. Badan Pusat Statistik (BPS)mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 3,3 miliar pada Desember 2023. Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan US$ 2,41 miliar pada November 2023.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan surplus pada bulan Desember ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun leibh rendah pada Mei 2022.

"Surplus Desember 2023 ditopang surplus komoditas nonmigas yaitu US$ 5,20 miliar dengan komoditas penyumbang adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, besi baja," kata Pudji.

Surplus pada akhir 2023 diperoleh setelah ekspor Indonesia mencatatkan nilai lebih besar dari impor, yakni ekspor US$ 22,41 miliar dan impor US$ 19,11 miliar.

Surplus ini sejalan dengan proyeksi pasaryang dihimpun CNBC Indonesia dari 10 lembaga. Konsensus ini memperkirakan surplus neraca perdagangan pada Desember 2023 akan mencapai US$ 1,95 miliar. Surplus tersebut lebih rendah dibandingkan November 2023 yang mencapai US$ 2,41 miliar.

Secara kumulatif, BPS mencatat total surplus Indonesia US$ 36,93 miliar hingga akhir 2023. Pudji mengungkapkan surplus ini lebih rendah US$ 17,52 miliar atau 33,46% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Kamis, 11 Januari 2024

Inflasi AS Lebih Panas dari Prediksi, Gimana Nasib Rupiah Hari Ini?

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah terpantau mulai menguat tetapi hari ini masih potensi bergerak volatile karena data inflasi Amerika Serikat (AS) ternyata lebih panas dari yang diperkirakan.

Melansir data Refinitiv, rupiah kemarin, Kamis (12/1/2024) menguat di angka Rp15.545/US$ atau terapresiasi 0,13%. Penguatan ini berbanding terbalik dengan pelemahan yang terjadi kemarin (10/1/2024) sebesar 0,32%.

Kendati rupiah menguat kemarin, data inflasi AS yang Kamis malam (11/1/2024) potensi bisa mempengaruhi gerak rupiah volatile pada hari ini, Jumat (12/1/2024).

Semalam AS mengumumkan data inflasi konsumen (CPI) periode Desember 2023. Inflasi Paman Sam pada akhir 2023 naik menjadi 3,4% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya sebesar 3,1% pada November 2023.

Baca Juga : Inflasi Amerika Boleh Naik, Harga Emas Tetap Menguat, Sorry Ye!

 
Sedangkan secara bulanan (month-to-month/mtm), CPI Negeri Paman Sam pada Desember 2023 juga naik menjadi 0,3%, dari sebelumnya sebesar 0,1% pada November 2023.
Angka ini tentunya lebih tinggi dari konsensus pasar dalam Trading Economics yang memperkirakan CPI AS pada Desember 2023 naik 3,2% (yoy) dan 0,2% (mtm).
Namun untuk inflasi inti AS periode Desember 2023, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif juga cenderung turun sedikit menjadi 3,9% (yoy), dari sebelumnya pada November 2023 sebesar 4%. Angka CPI inti juga lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 3,8%.
Selain inflasi AS, sejumlah data dari China akan mempengaruhi gerak rupiah pada hari ini dengan merilis sejumlah data seperti inflasi dan neraca dagang.

Pada hari ini, Jumat (12/1/2024), China akan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada akhir 2023 atau Desember 2023. Rilis data ekonomi China ini sangat penting dicermati pelaku pasar, pasalnya China merupakan penopang ekonomi Asia, serta mitra dagang ekspor dan impor terbesar RI.


Indeks Harga Konsumen (IHK) China untuk periode Desember 2023 diperkirakan masih akan turun atau mengalami deflasi lebih dalam sebesar 0,7% (yoy), lebih dalam dibandingkan deflasi pada November 2023 sebesar 0,5%.

Deflasi yang terjadi di China ini juga menyebabkan prospek perdagangan ekspor-impor terganggu. Untuk impor China pada Desember 2023 yang akan rilis pada Jumat diperkirakan masih akan terkontraksi sebesar -0,5% yoy, menurut penghimpun data Trading Economics.

Di lain sisi, untuk ekspor China pada Desember 2023 diproyeksi akan ada perbaikan dengan pertumbuhan sekitar 0,9% yoy, dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 0,5% yoy.

Dengan begitu, neraca perdagangan China di akhir tahun 2023 diperkirakan bisa membaik atau meningkat ke US$ 76 miliar, dibandingkan bulan November 2023 sebesar US$ 68,39 miliar.

China adalah motor utama ekonomi Asia, mitra dagang terbesar bagi Indonesia, serta salah satu investor asing terbesar di Indonesia. Lesunya ekonomi China tentu menjadi kabar buruk bagi Indonesia.

Deflasi China menunjukkan kondisi ekonomi negeri Tirai Bambu tersebut masih cukup lesu. Ini terjadi lantaran efek pandemi Covid-19 yang masih menyelimuti negara tersebut serta krisis sektor properti yang belum usai.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, rupiah dalam melawan dolar AS mulai bergerak sideways setelah beberapa hari terakhir melemah. Saat ini rupiah potensi bergerak dalam rentang support Rp15.520/US$ sampai dengan resistance di Rp15.580/US$.

Sebagai informasi, support tersebut didapatkan dari garis rata-rata selama 100 jam atau moving average 100 (MA100) sebagai area target penguatan terdekat. Sementara itu, resistance didapatkan dari garis horizontal berdasarkan high candle 10 Januari 2024 sebagai antisipasi apabila ada pembalikan arah melemah.

 

 

cnbcindonesia.com/market

 

IHSG Hijau Meski AS Kasih Kabar Buruk, Saham Bank Pesta Pora

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali menguat pada perdagangan sesi I Jumat (12/1/2023), meski sentimen pasar global pada hari ini cenderung mengarah ke negatif.

Per pukul 09:33 WIB, IHSG menguat 0,42% ke posisi 7.250,227. IHSG masih bertahan di level psikologis 7.200 hingga sesi I hari ini.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi I hari ini mencapai sekitar Rp 2 triliun dengan melibatkan 4 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 322.431 kali. Sebanyak 190 saham naik, 242 saham turun, dan 225 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor bahan baku dan industri menjadi penggerak IHSG pada sesi I hari ini, yakni masing-masing 0,4%.

Selain itu, beberapa saham juga menopang (movers) IHSG pada sesi I hari ini. Berikut saham-saham yang menjadi movers IHSG.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
Bank Mandiri (Persero) BMRI 13,82 6.650 3,10%
Barito Renewables Energy BREN 8,82 5.125 1,49%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 8,81 5.800 0,87%
Bank Central Asia BBCA 5,17 9.650 0,78%
Barito Pacific BRPT 1,96 1.065 0,47%
Bank Negara Indonesia (Persero) BBNI 1,83 5.625 0,45%
Telkom Indonesia (Persero) TLKM 1,17 4.000 0,25%
Astra International ASII 1,13 5.600 0,90%

Sumber: Refinitiv & RTI

Saham perbankan raksasa atau big four menjadi penopang IHSG pada sesi I hari ini, dengan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi yang paling besar, yakni mencapai 13,8 indeks poin.

Selain BMRI, ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang juga menjadi movers IHSG sebesar 8,8 indeks poin, kemudian PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 5,2 indeks poin, dan terakhir PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 1,8 indeks poin.

Tak hanya itu saja, dua saham Prajogo Pangestu juga kembali menjadi movers IHSG. Adapun tiga saham Prajogo tersebut yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Baca Juga : Inflasi Amerika Boleh Naik, Harga Emas Tetap Menguat, Sorry Ye!

IHSG menguat meski ada kabar kurang menggembirakan dari China dan Amerika Serikat (AS). Dari China, deflasinya pada Desember 2023 memang sudah mulai membaik yakni hanya deflasi 0,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya yang deflasi 0,5% pada November 2023.

Namun, China masih mengalami deflasi hingga akhir 2023. Hal ini juga menyebabkan prospek perdagangan ekspor-impor terganggu. Untuk impor China pada Desember 2023 yang akan rilis pada hari ini juga diperkirakan masih akan terkontraksi sebesar -0,5% yoy, menurut penghimpun data Trading Economics.

Di lain sisi, untuk ekspor China pada Desember 2023 diproyeksi akan ada perbaikan dengan pertumbuhan sekitar 0,9% yoy, dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 0,5% yoy.

Dengan begitu, neraca perdagangan China di akhir tahun 2023 diperkirakan bisa membaik atau meningkat ke US$ 76 miliar, dibandingkan bulan November 2023 sebesar US$ 68,39 miliar.

China adalah motor utama ekonomi Asia, mitra dagang terbesar bagi Indonesia, serta salah satu investor asing terbesar di Indonesia. Lesunya ekonomi China tentu menjadi kabar buruk bagi Indonesia.

Selain China, kabar kurang menggembirakan juga datang dari AS, di mana inflasi konsumen (consumer price index/CPI) periode Desember 2023 kembali memanas yakni naik menjadi 3,4% (yoy), dari sebelumnya sebesar 3,1% pada November 2023, Berdasarkan data dari Biro Statisik AS.

Angka ini tentunya lebih tinggi dari konsensus pasar dalam Trading Economics yang memperkirakan CPI AS pada Desember 2023 naik 3,2% (yoy)

Sementara untuk inflasi inti AS periode Desember 2023 justru cenderung turun sedikit menjadi 3,9% (yoy), dari sebelumnya pada November 2023 sebesar 4%. Angka CPI inti juga lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 3,8%.

Kenaikan CPI AS terjadi karena adanya seasonality natal dan tahun baru. Selain itu, memanasnya konflik di Timur Tengah yang turut menaikkan harga minyak mentah dunia juga berkontribusi menaikkan inflasi Negeri Paman Sam pada akhir 2023.

Memanasnya inflasi AS membuat ekspektasi pasar akan turunnya suku bunga acuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) berpotensi memudar. Namun, ekspektasi tersebut justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch menunjukkan peluang The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bp) naik menjadi 71,8%, lebih besar dari peluang pada Rabu lalu yang mencapai 66,1%, tetapi masih lebih rendah dari peluang sebesar 79% pada pekan lalu.

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

Terbang 6.000%, BEI Langsung Investigasi Saham CUAN

PT. Equityworld Futures Manado - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melakukan penyelidikan terhadap saham milik Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). CUAN telah disuspensi untuk kelima kalinya dalam lima bulan terakhir. Saham milik taipan terkaya RI tersebut nyaris selalu masuk dalam radar pengawasan BEI.

Direktur Penilaian Efek BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan kepada emiten CUAN untuk memberikan penjelasan terkait rencana bisnis ke depan.

"Kami dari listing memiliki kewajiban bertanya terkait dengan performa mereka rencana kedepan," ujarnya saat ditemui di gedung BEI Jakarta, Kamis (11/1).

Sementara, dari sisi transaksi perdagangan, hingga saat ini BEI masih melakukan pemeriksaan investigasi.

Sebagai informasi, pasca suspensi terakhir, otoritas bursa menyebut akan memeriksa perdagangan saham CUAN yang tahun lalu naik hingga 6.000%.

"Pemeriksaannya sedang berlangsung. Kami belum mendapatkan kesimpulan," kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang kepada wartawan, Selasa (9/1).

Baca Juga : Dag Dig Dug, Emas Bergerak Liar Jelang Pengumuman Inflasi AS

Kristian menegaskan, jika ada indikasi manupulasi maka akan dikoordinasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kalau ada temuan indikasi manipulasi, akan kami koordinasikan dengan OJK," tuturnya.

"Laporan yang kami sampaikan akan diperiksa lebih dalam oleh OJK untuk membuktikan indikasi manipulasi yang kami laporkan atas saham tertentu," lanjutnya.

Soal kemungkinan pembukaan suspensi, Kristian mengaku belum bisa menyampaikan kapan pembukaannya. Pasalnya, lamanya suspensi akan tergantung hasil pemeriksaan nanti.

Mengutip data RTI, saham CUAN selama sebulan terakhir terbang sebesar 25,47%. Adapun sejak IPO saham CUAN telah terbang 6.000% dari harga penawaran Rp 220/saham dan kini diperdagangkan di harga Rp 13.425/saham dengan kapitalisasi pasar CUAN saat ini mencapai Rp 150,92 triliun.

Hal ini menjadikan CUAN sebagai emiten batu bara paling berharga kedua di bursa, hanya di belakang Bayan Resources (BYAN) milik Low Tuck Kwong.

Saham CUAN juga merupakan penopang utama laju IHSG tahun ini, karena kenaikan harga saham yang gila-gilaan.

Sebelumnya secara rinci saham CUAN telah disuspensi masing-masing dalam pengumuman BEI tangga 14 Agustus, 16 Agustus, 6 November, 9 November dan teranyar kali ini 19 Desember 2023.

 

nbcindonesia.com/market/

 

United Bike IPO Incar Rp400 M Buat Serius Bisnis Motor Listrik

PT. Equityworld Futures Manado - Produsen United Bike, PT Terang Dunia Internusa Tbk. (UNTD) berencana mencatatkan penawaran umum perdananya atau initial public offering (IPO). Perusahaan bakal menawarkan sebanyak-banyaknya 1.666.666.700 saham baru atau sebanyak 25% dari modalnya.

Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham. Harga penawarannya Rp170 hingga Rp240. Dengan demikian, UNTD mengincar dana segar sebanyak-banyaknya sebesar Rp400 miliar.

Masa penawaran umum berlangsung ada 1 hingga 5 Februari 2024, dan tanggal pencatatan diperkirakan akan jatuh pada 7 Februari 2024. Untuk memuluskan aksinya, perusahaan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek.

Mengutip prospektus UNTD, seluruh dana hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan digunakan untuk modal kerja untuk melakukan pembelian bahan baku sepeda motor listrik dan E-Moped. Antara lain untuk pembelian frame, baterai, dinamo, wheel-set, multi information display (spidometer digital, GPS), brake system, dan suspension.

Baca Juga : Dag Dig Dug, Emas Bergerak Liar Jelang Pengumuman Inflasi AS

"Sehubungan dengan pembelian bahan baku tersebut, Perseroan tidak terikat dalam perjanjian atau perikatan dengan pihak pemasok dan Perseroan dapat memastikan bahwa pembelian bahan baku tersebut akan dilakukan bukan dengan pihak afiliasi melainkan dengan pihak ketiga," dikutip dari prospektus, Kamis (11/1/2024).

UNTD menyatakan akan meningkatkan pembelian bahan baku untuk produksi sepeda motor listrik dan E-Moped dan meningkatkan penjualan di Indonesia sebagai strategi untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar yang signifikan dan memperluas pangsa pasar dalam industri kendaraan listrik yang berkembang pesat.

Terhitung pada 31 Juli 2023, laba periode tahun berjalan UNTD sebesar Rp 46 miliar, naik 114,21% dari perolehan di periode yang sama setahun sebelumnya sebesar Rp21,47 miliar.

Sebelumnya, pada akhir tahun 2022, UNTD membukukan laba periode tahun berjalan sebesar Rp42,09 miliar, naik tipis 2,62% dari setahun sebelumnya sebesar Rp41,01 miliar.

 

cnbcindonesia.com/market/

 

Rabu, 10 Januari 2024

Waskita Rampungkan Bendungan Karian Senilai Rp 1,8 Triliun

PT. Equityworld Futures Manado - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) telah merampungkan Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten. Proyek tersebut juga telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho menjelaskan, proyek PSN tersebut yang menggunakan dana hibah dari Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Selatan dan APBN ini merupakan bendungan terbesar ketiga di Indonesia dan menjadi langkah positif bagi Pemerintah untuk kelola air dan energi.

Proyek bendungan ini memiliki total nilai investasi sebesar Rp1,8 triliun dan dikerjakan secara joint operation bersama DAELIM (Korea Selatan) dengan porsi 51%, Waskita Karya 22% dan Wijaya Karya 27%, sehingga Waskita memiliki porsi sebesar Rp 396 miliar.

Selain memberikan manfaat irigasi bagi 22.000 hektar sawah yang berada di Kota Tangerang, Jakarta bagian Barat dan juga Kabupaten Bogor. Bendungan tersebut juga bermanfaat bagi pengendali banjir di Kabupaten Serang dan Kecamatan Rangkasbitung.

Baca Juga : Harga Emas Naik Tipis-Tipis Aja, Investor Tunggu Informasi dari AS

Bahkan, bendungan ini juga berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik tenaga mikrohidro yang menghasilkan listrik 1,8 MW.

"Bendungan Karian merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional dan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Jatigede, memiliki area genangan seluas 1773 Ha dengan daya tampung bruto sebesar 314,7 juta m3 dan daya tampung efektif sebesar 207,48 juta m3," tutur Hanugroho dalam keterangan resminya, Selasa (9/1).

Ia memaparkan, manfaat diantaranya, dapat menjadi suplesi untuk Daerah Irigasi (D.I.) Ciujung seluas 22.000 Ha, Penyedia air baku untuk Kabupaten Lebak, Kota dan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Provinsi DKI Jakarta sebesar 9,1 m3/detik dan juga sebagai pasokan air baku untuk Kota Cilegon serta Kabupaten Serang sebesar 5,5 m3/detik.

"Seperti yang disampaikan bapak Presiden, Bendungan Karian juga bermanfaat sebagai pengendali banjir dengan kemampuan reduksi sebesar 657,5 m3/detik serta berpotensi menjadi pembangkit energi listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,8 MW. Harapannya bendungan ini juga dapat menjadi destinasi wisata air dan argo ekonomi untuk masyarakat setempat," imbuhnya.

 

cnbcindonesia.com/market

IHSG Ambruk 1,14%, Asing Malah Borong Saham-Saham Ini

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambrol pada perdagangan Selasa (9/1/2023). IHSG ditutup merosot 1,14% ke posisi 7.200,20 pada perdagangan kemarin.

Bahkan, indeks sempat merosot ke 7.180,15 pada posisi terendahnya. Padahal, pada saat dibuka, IHSG sempat naik ke 7.311,63.

Terhitung nilai transaksi mencapai Rp10,32 triliun yang melibatkan 18,45 miliar saham. Terdapat 193 saham naik, 337 saham turun, dan 241 saham stagnan.

Baca Juga : Harga Emas Naik Tipis-Tipis Aja, Investor Tunggu Informasi dari AS

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp304,16 miliar di seluruh pasar. Rinciannya sebesar Rp151,56 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp152,60 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Maka, saham-saham apa saja yang diborong asing dan menadahi tekanan terhadap IHSG? Mengutip RTI Business, berikut net foreign buy perdagangan Selasa.

1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp171,3 miliar

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp91,5 miliar

3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp85,8 miliar

4. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp61,2 miliar

5. PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC) - Rp23,8 miliar

6. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) - Rp12,5 miliar

7. PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) - Rp10,6 miliar

8. PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) - Rp8,1 miliar

9. PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) - Rp7,6 miliar

10. PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) - Rp6,7 miliar

 

cnbcindonesia.com/market

 

Selasa, 09 Januari 2024

Bos BMRI Beberkan Strategi Kunci dan Tantangan 2024

PT. Equityworld Futures Manado - PT Bank Mandiri per September 2023 menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan aset yang tembus Rp 2.000 triliun. Pada bulan kesembilan tahun lalu, emiten bersandi BMRI ini membukukan aset Rp 2.007 triliun atau tumbuh 9,11% secara tahunan (yoy).

Kinerja itu dicapai setelah tiga tahun sebelumnya industri perbankan Indonesia terkena dampak signifikan dari krisis akibat pandemi Covid-19, termasuk Bank Mandiri. Kala itu bank berlogo pita kuning ini melaporkan penyaluran kredit kontraksi 1,68% yoy.

Direktur Utama Darmawan Junaidi mengenang 2020 sebagai periode yang sangat menantang. "Karena kondisi pandemi itu tidak pernah kita alami sebelumnya. Bank Mandiri di akhir 2020 terdampak cukup besar," katanya dalam program Power Lunch, CNBC Indonesia, Selasa (9/1/2024).

Dia pun menjabarkan sejumlah strategi dia terapkan kala itu untuk menjaga kinerja Bank Mandiri. Hal utama yang dia tekankan kepada jajarannya adalah BMRI merupakan bank yang fokus pada segmen korporasi.

Bank pun fokus pada segmen yang justru mendapatkan berkah dari krisis kala itu, yakni komoditas. Selain itu, bank melakukan pemetaan bisnis per wilayah di Indonesia yang masih memiliki ruang gerak di tengah pembatasan sosial.

Kedua, bank meningkatkan kemampuan layanan digital perusahaan. Selain pembangunan infrastruktur, langkah ini dilakukan dengan mendorong seluruh karyawan Bank Mandiri memiliki visi yang sama tentang digitalisasi.

Strategi tersebut terbukti telah berbuah manis. "2021 kita lihat progress yang sangat baik, 2022 juga lebih baik lagi.,dan alhamdulillah 2023 kita tutup dengan kinerja yang terus membaik," katanya.

Pada 2021, laba bersih Bank Mandiri tumbuh 27,41% yoy dan setahun setelahnya melesat 46,9% yoy menjadi Rp 41,17 triliun. Kemudian per September 2023 laba bersih bank naik 27,4% yoy menjadi Rp 39,1 triliun.

Strategi Digital

Darmawan mengatakan, meskipun Bank Mandiri fokus pada segmen korporasi, tetapi bukan berarti melepas layanan kepada nasabah lainnya. Hal ini bisa dilakukan dengan kemampuan digital bank yang meningkat signifikan dalam 3 tahun terakhir.

Saat ini, kata Darmawan, hampir seluruh layanan Bank Mandiri dapat dinikmati melalui ponsel. "Kami bukan digital bank, tapi untuk mendapatkan layanan kami tidak perlu datang ke kantor cabang," katanya.

Baca Juga : Harga Emas Terjun Bebas, Terendah dalam 3 Pekan

Menurutnya, satu target transformasi digital BMRI adalah memberikan pengalaman bahwa layanan perbankan bukan sesuatu yang rumit. "Sekarang lebih kepada teknologi, dan itu merupakan bentuk terobosan Mandiri untuk memberikan layanan point of service," katanya.

Terkait hal tersebut, Bank Mandiri pun telah mengurangi banyak kantor cabang. Pada 2020, bank memiliki 2.583 cabang. Saat ini jumlah cabang mandiri 2.206 unit.
Kendati terjadi penurunan kantor cabang yang signifikan, Darmawan memastikan di bawah kepemimpinannya transformasi digital tidak membuat pengurangan karyawan.

"Sebelum transformasi digital kita sudah mempertimbangkan semua talent yang ada tidak tertinggal melalui Strategic Wokrforce Program, jadi tidak ada yg kita layoff," katanya.

Tantangan 2024

Setelah melewati periode yang penuh tantangan, Bank Mandiri sangat optimistis menyambut 2024. Kendati demikian era suku bunga tinggi pada tahun ini masih akan terasa, setidaknya hingga semester I berakhir.

Darmawan mengatakan, industri perbankan melewati tantangan pada periode 2020-2022 dengan kondisi suku bunga rendah. Memasuki masa pemulihan dari pandemi, suku bunga merangkak naik.

Sepanjang 2023, industri perbankan menghadapi era suku bunga tinggi. " Tapi kondisi 2024 agak beda. Kalau kita bisa melewati semester I ini dengan baik sesuai dengan rencana, Insya Allah semester 2 akan lebih baik lagi," katanya.

Adapun dalam skenario stress test Bank Mandiri ada dua hal yang menjadi perhatian pada tahun ini, yaitu harga minyak dan krisis pangan. Bank pun akan melanjutkan pertumbuhan dengan berbekal petunjuk yang telah disusun berdasarkan hasil uji stres berkala tersebut.

"Sektor mana yang harus hati-hati, dan sektor mana yang kalau masih ada pilihan lain, ya kita tidak masuk. Disiplin seperti ini kita harapkan kondisi portofolio mandiri akan terus membaik," kata Darmawan.

Adapun per September 2023, Bank Mandiri membukukan pertumbuhan kredit sebesar 12,71% yoy menjadi Rp 1.315,92 triliun. Bila dirinci, seluruh segmen kredit Bank Mandiri membukukan kinerja positif. Pertumbuhan tertinggi dicetak oleh segmen komersial, di mana naik 18,55% yoy menjadi Rp 222,3 triliun. Kemudian diikuti oleh SME (small medium enterprise) yang tumbuh 11,73% yoy menjadi Rp 74,16 triliun.

Selaras dengan pertumbuhan kedua segmen tersebut, segmen mikro Bank Mandiri mencetak pertumbuhan 10,09% yoy, menjadi Rp 161,4 triliun. Selanjutnya pada periode yang sama, kredit konsumer mencapai Rp 109,3 triliun, naik 12,04% yoy.

Sementara itu, kredit korporasi Bank Mandiri tetap menjadi tulang punggung perusahaan. Penyaluran ke segmen korporat ini tumbuh 9,55% yoy menjadi Rp 449 triliun.

Adapun pertumbuhan kredit tersebut diiringi dengan kualitas aset yang terjaga. Rasio nonperforming loan (NPL) bank only melandai ke level 1,36% per September 2023. Posisi tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan periode September 2022 yang berada pada level 2,26%.


cnbcindonesia.com/market

 

 

Rupiah Putus Tren Pelemahan 5 Hari Beruntun Gegara Data BI

PT. Equityworld Futures Manado - Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pasca Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) oleh Bank Indonesia (BI) tercatat lebih tinggi pada periode Desember 2023.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup menguat di angka Rp15.515/US$ atau terapresiasi 0,03%. Penguatan ini mematahkan tren pelemahan beruntun yang terjadi selama lima hari terakhir sejak 2 Januari 2024.

Sementara DXY pada pukul 14.47 WIB naik tipis 0,01% menjadi 102,21. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan Senin (8/1/2024) yang berada di angka 102,20.

BI telah merilis data survei konsumen untuk periode Desember 2023 yang mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya. Hal ini tecermin dari IKK Desember 2023 sebesar 123,8, lebih tinggi dibandingkan 123,6 pada bulan sebelumnya.

Baca Juga : Harga Emas Terjun Bebas, Terendah dalam 3 Pekan

Meningkatnya keyakinan konsumen pada Desember 2023 didorong oleh menguatnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). IKE tercatat meningkat terutama pada Indeks Pembelian Barang Tahan Lama. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan tetap kuat ditopang oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan.

Naiknya IKK ini mengindikasikan semakin baiknya konsumsi masyarakat Indonesia dan menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, pelaku pasar juga masih menunggu data ekonomi yang akan dirilis nanti malam oleh AS untuk periode November 2023.

Neraca perdagangan AS pada November 2023 diproyeksi akan mengalami defisit lebih besar mencapai US$65 miliar, dibandingkan defisit bulan sebelumnya sebesar US$64,3 miliar.

Walaupun data yang keluar cenderung laggard, akan tetapi proyeksi pelebaran defisit neraca dagang ini menunjukkan semakin terkontraksinya perdagangan ekspor dan impor di AS.

Bagi Indonesia, AS merupakan negara kedua terbesar yang menyumbang ekspor terbesar setelah China. Sehingga, perkembangan neraca dagang Negeri Paman Sam ini patut dicermati karena akan mempengaruhi perdagangan ekspor-impor Tanah Air.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

 

Senin, 08 Januari 2024

Bursa Buka Suara Soal Gembok Saham CUAN dan KAYU

PT. Equityworld Futures Manado -  Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum membuka gembok saham perusahaan tambang PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), sejak disuspensi pada 19 Desember 2023 lalu.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Manullang mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saham emiten tambang milik Prajogo Pangestu tersebut.

"Masih kita proses jadi belum final tapi in progress," ujarnya di Gedung BEI, Senin (8/1/2023).

Ia pun tidak menampik bila nanti bisa ditindaklanjuti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, Kristian belum bisa memastikan karena pemeriksaan masih dalam proses.

Ia mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan hal tersebut bila memang ada. Menurut Kristian, proses pemeriksaan ini sebentar lagi akan selesai.

"Pokoknya kita dalam perlengkapan perlindungan investor. Kita periksa dan kita pastikan. Kalau kemungkinan bisa ditingkatkan ke OJK, nanti akan ditingkatkan ke OJK kalau memang ada," pungkasnya.

Seperti diketahui, saham CUAN digembok di harga 13.425 per saham pada 19 Desember 2023 lalu. Mengutip data RTI, saham CUAN dalam sebulan terakhir sebelum digembok telah terbang 106,54%, Sejak melantai di bursa, CUAN telah terbang 6.000% dari harga penawaran Rp 220 saham dengan kapitalisasi pasar CUAN mencapai Rp 150,92 triliun.

Baca Juga : Harga Emas Terancam Labil Pekan Ini, Ada Kabar Penting dari Amerika

Di samping itu, BEI kembali menggembok saham PT Darmi Bersaudara Tbk. (KAYU) pada Jumat (5/1/2024) setelah baru sehari suspense dibuka. Mengutip keterbukaan informasi BEI, hal itu disebabkan penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham KAYU, ini juga merupakan bentuk perlindungan bagi investor.

Kristian mengatakan tindakan itu dilakukan dalam rangka perlindungan investor dan bukan merupakan sanksi.

"Itu dalam rangka perlindungan investor, itu namanya tindakan pengawasan. Dan ini bukan sanksi ya, tindakan pengawasan itu adalah untuk peringatan investor," ujarnya.

Namun, berbeda dengan CUAN, BEI belum akan memeriksa saham KAYU. Suspensi ini, kata Kristian, bertujuan untuk cooling down.

Mengutip RTI Business, KAYU ambles 34,18% ke harga 52 pada perdagangan Kamis (4/1/2024). Dalam sepekan terakhir, KAYU tercatat telah ambles 57,02%.

 

 

cnbcindonesia.com/market

 

Minggu, 07 Januari 2024

Emiten Mantan Petinggi BIN IPO, Sempat Terbang Lalu Turun 11%

 Ilustrasi Bursa (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT. Equityworld Futures Manado - PT Citra Nusantara Gemilang Tbk. (CGAS) atau CNG mencatatkan saham perdana alias IPO hari ini, Senin (8/1/2024). Perusahaan ini akan menjadi emiten kedua yang melantai di Bursa pada tahun ini.

CNG melepas sebanyak 531,42 juta saham atau setara 30%. Total pesanan yang masuk mencapai 7,88 miliar saham.

Adapun CGAS memasang harga IPO Rp 338, sehingga meraup dana Rp 179,6 miliar. 

CGAS juga akan mencatatkan sebanyak 265,71 juta waran seri I (CGAS-W). Setiap pemegang 2 saham baru akan memperoleh 1 waran, di mana setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perseroan dengan harga pelaksanaan Rp 306. 

Dalam prospektusnya, CGAS akan menggunakan 90% dana hasil IPO untuk pembangunan LNG (liquefied natural gas) Station di Galian Field Tambun Zone 7 Regional 2. Sebanyak 10% sisanya akan dipakai untuk modal kerja perseroan.

Baca Juga : Harga Emas Terancam Labil Pekan Ini, Ada Kabar Penting dari Amerika

Pada awal perdagangan hari ini, saham CGAS terpantau ambles 11,24% ke harga Rp300 pada perdagangan sesi I pukul 09.03 WIB. Saham sempat dibuka melesat ke harga 442 per saham.

Sementara itu, pemegang saham CNG sebelum IPO terdiri dari PT Petro Asia Energy (46,18%), PT Dharma Mulia Jaya (30,63%), PT Cipta Nyata Gemilang (13%), dan PT Tirta Maritim Nusantara (10,20%).

Tercatat Zaqi Ismail dan Sanjaya adalah pengendali dan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) CGAS. 

Zaqi merupakan putra dari Komisaris Utama CGAS As'at Said Ali. Sebelum menjadi komut di perusahaan milik anaknya, As'at sempat menjadi wakil ketua Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2000-2010. 


cnbcindonesia.com/market