
[13 Maret 2026] | Sumber: News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders
Halo Gold Traders! Nasib kurang baik kembali menimpa pergerakan emas. Pada perdagangan hari Kamis (12/3), harga logam mulia ini terpaksa anjlok lebih dari 1%. Tekanan hebat datang dari Dolar AS yang makin perkasa, diiringi memudarnya harapan pemangkasan suku bunga akibat "hantu" inflasi yang kembali dihidupkan oleh perang di Timur Tengah.
Emas Spot: Turun 1,1% ke level US$5.118,16 per troy ounce.
Emas Berjangka (Kontrak April): Ditutup melemah 1% di US$5.125,80.
Apa saja sentimen utama penggerak pasar hari ini? Berikut ulasannya:
π΅ Dolar & Yield "Menjepit" Emas
Indeks Dolar (DXY) sukses mencetak reli penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut. Efeknya jelas: emas yang berdenominasi Greenback menjadi semakin mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga daya tariknya langsung meredup.
Menurut Phillip Streible (Chief Market Strategist Blue Line Futures), ada tiga pukulan telak bagi emas saat ini: Indeks Dolar yang tinggi, yield US Treasury yang merangkak naik, dan absennya pemangkasan suku bunga The Fed. Meski konflik memicu aliran safe haven, sentimen tersebut masih tertutup oleh kuatnya Dolar.
π’ Drama Timur Tengah: Tanker Terbakar & Minyak Melesat
Di sisi geopolitik, situasi semakin mencekam. Laporan terbaru menyebutkan dua kapal tanker terbakar di perairan Irak—sebuah eskalasi yang diyakini sebagai serangan Iran untuk memperketat pasokan energi.
Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah menyatakan sumpah balasan, mempertahankan blokade di Selat Hormuz, dan mengancam basis-basis AS.
Efek Domino: Ketegangan ini mendorong harga minyak mentah naik tajam. Lonjakan harga energi otomatis mengerek biaya transportasi dan produksi, yang berujung pada meningkatnya tekanan inflasi global.
π¦ Harapan dari Bank Sentral: Masih Borong Emas!
Meski sedang tertekan, emas masih punya "pelindung" fundamental yang kuat: aksi borong dari Bank Sentral dan arus masuk ETF yang masih positif sepanjang tahun.
Kejutan datang dari Bank Sentral Chile yang dilaporkan melakukan pembelian emas besar-besaran pertamanya sejak tahun 2000. Cadangan emas mereka melonjak drastis menjadi US$1,108 miliar pada Februari (naik gila-gilaan dari hanya US$42 juta pada bulan Januari), setara dengan 2,2% dari total cadangan mereka.
π Rapor Merah Logam Lainnya
Keluarga logam mulia lainnya turut terseret arus pelemahan hari ini:
Perak: Turun 1% ke US$84,90 per ons. (Catatan: Analis BMI memprediksi perak bisa mencapai rata-rata US$93 pada 2026 berkat tingginya permintaan investasi, meski ada sedikit risiko di sektor panel surya dan perhiasan akibat harga tinggi).
Platinum: Melemah 1,1% ke US$2.145,75.
Palladium: Merosot 1% ke US$1.620,86.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar