Senin, 16 Maret 2026

πŸ“‰ Dolar Lesu, Minyak Jatuh ke $100! Sentimen "Risk-On" Kembali Kuasai Pasar?

 



[17 Maret 2026] | Sumber: News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders

Halo Forex Traders! Awal pekan ini membawa angin segar bagi aset berisiko. Dolar AS (USD) terpaksa memperpanjang tren pelemahannya, berbarengan dengan harga minyak Brent yang merosot ke level $100 per barel pada perdagangan Senin (16/3).

Kondisi ini mencerminkan adanya pergeseran sentimen pasar dari mode defensif (safe-haven) beralih kembali ke mode risk-on (berani mengambil risiko).

πŸ¦… Dolar Tergelincir & Manuver Trump di Hormuz

Efek dari kembalinya selera risiko ini sangat terasa pada pergerakan Dolar AS. Bloomberg Dollar Spot Index anjlok sekitar 0,7%—mencetak rekor penurunan terbesarnya dalam hampir dua bulan terakhir—setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan pada hari Jumat pekan lalu.

  • Faktor Pemicu: Menurut analis dari Credit Agricole, rebound sentimen risiko ini salah satunya dipicu oleh seruan Presiden AS Donald Trump yang menuntut negara-negara NATO untuk ikut turun tangan membuka kembali jalur Selat Hormuz.

  • Respons Dingin: Namun, respons dari para sekutu AS ternyata masih "hangat-hangat kuku". Hal ini menjadi sinyal bahwa opsi Trump untuk menekan harga energi semakin terbatas, sebuah kondisi yang mulai mengancam elektabilitas Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.

⚔️ Awas Jebakan! Geopolitik Sebenarnya Masih Panas

Meski pasar sedang risk-on, para trader pantang untuk lengah. Risiko geopolitik sama sekali belum hilang.

  • Iran dengan tegas membantah klaim Trump mengenai pembicaraan gencatan senjata.

  • Sebaliknya, Teheran justru melancarkan serangan baru di kawasan Teluk Persia yang dampaknya cukup fatal hingga memaksa penghentian sementara penerbangan di bandara utama Dubai.

πŸ“Š Yield Turun, Mata Uang Mayor Pesta Pora

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun terpantau turun 6 bps ke kisaran 4,22%. Turunnya yield ini ibarat mencabut rem bagi mata uang utama lainnya untuk berpesta mengalahkan Dolar AS:

  • Yen Jepang (USD/JPY): Sempat tergelincir 0,5% ke kisaran 158,99 (turun dari level tertingginya sejak Juli 2024 di 159,75). Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, melempar peringatan keras bahwa otoritas siap melakukan intervensi. Area 160 kini resmi menjadi "zona merah" intervensi!

  • Euro (EUR/USD): Melesat tajam sekitar 0,9% menembus level 1,1518.

  • Poundsterling (GBP/USD): Ikut menguat sekitar 0,8% ke level 1,3333.

  • Dolar Kanada (USD/CAD): Turun sekitar 0,3% ke 1,3675, merespons data inflasi Kanada bulan Februari yang melambat lebih besar dari perkiraan.


πŸ”— Profil Perusahaan

πŸ”— Ilustrasi Transaksi

πŸ”— Hubungi Kami

πŸ”— Legalitas Perusahaan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar