
[11 Maret 2026] | Sumber: News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders
Halo Gold Traders! Awan mendung di pasar logam mulia perlahan mulai menyingkir. Harga emas (XAU/USD) sukses memantul naik pada perdagangan Selasa (10/3), diperdagangkan di kisaran US$5.187 per troy ounce (naik lebih dari 0,5%).
Kenaikan emas ini disponsori oleh melemahnya Dolar AS yang sejalan dengan kejatuhan dramatis harga minyak mentah. Apa yang sebenarnya memicu pergerakan ekstrem ini?
π️ Sinyal "Damai" Trump Bikin Minyak Anjlok 14%
Drama geopolitik masih menjadi sutradara utama pergerakan pasar:
Sinyal De-eskalasi: Presiden AS Donald Trump memberikan isyarat mengejutkan bahwa operasi militer AS di Iran bisa segera berakhir. Spekulasi meredanya konflik ini langsung memicu aksi jual masif di pasar energi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bahkan dilaporkan merosot tajam sekitar 14% hanya dalam sehari!
Realita Pentagon: Namun, kewaspadaan harus tetap dijaga. Menteri Pertahanan Pete Hegseth justru menyebut hari Selasa kemarin sebagai "hari paling intens" untuk serangan di dalam Iran. Artinya, ketidakpastian di lapangan sebenarnya masih sangat tinggi, meski narasi pasar sudah terlanjur bergeser.
Di sisi kebijakan, para menteri energi G7 sepakat untuk menunda pelepasan cadangan minyak strategis, memilih untuk menunggu hasil penilaian menyeluruh dari International Energy Agency (IEA) sebelum mengambil tindakan.
π¦ Tarik Tambang The Fed & Ketahanan Data AS
Dari sisi fundamental makro, bayang-bayang inflasi energi membuat pelaku pasar mulai membuang jauh-jauh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang agresif. Pasar swap kini hanya memproyeksikan total pemangkasan sekitar 40 bps saja hingga akhir tahun.
Sikap kehati-hatian ini juga didukung oleh data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan:
Penjualan rumah existing berhasil naik 1,7% pada bulan Februari (berbalik dari kontraksi di bulan sebelumnya).
Rata-rata 4 mingguan klaim ketenagakerjaan (ADP Employment Change) juga meningkat menjadi 15,5 ribu.
π Malam Penentuan: Rilis Data Inflasi (CPI)
Fokus utama seluruh pelaku pasar malam ini (Rabu) akan tertuju pada rilis data krusial: Inflasi AS (CPI) bulan Februari.
Proyeksi Konsensus: Inflasi utama diperkirakan tertahan stabil di 2,4% (YoY), sementara inflasi inti (Core CPI) diproyeksikan tetap di level 2,5% (YoY).
Kesimpulan: Rilis data CPI malam ini akan menjadi hakim penentu. Hasil ini akan menyetir ekspektasi suku bunga ke depan dan memicu volatilitas lanjutan, baik untuk pergerakan emas, Dolar AS, maupun aset berisiko lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar