Rabu, 27 Agustus 2025

Oil Falls Despite US Pressure on India Over Russian Crude

 


Harga minyak global kembali melemah, meski AS meningkatkan tekanan diplomatik dan perdagangan terhadap India terkait pembelian minyak Rusia.

Pergerakan Harga

  • Brent: turun 0,8% ke $66,86/barel (Oktober settlement)

  • Brent (Nov. kontrak aktif): -0,8% ke $63,91/barel

  • WTI (Oktober delivery): -0,9% ke $63,59/barel

Faktor Utama

  • Tekanan AS ke India: Washington menggandakan tarif impor India menjadi 50% dan menyebut pembelian minyak Rusia sebagai "Modi’s war". Namun, kilang India tetap berencana melanjutkan pembelian untuk pengiriman Oktober ke depan.

  • Pasokan Global: Kekhawatiran surplus meningkat setelah OPEC+ melonggarkan pembatasan produksi dan produsen non-OPEC juga menambah pasokan.

  • Permintaan Global: Perang dagang diperkirakan menekan konsumsi energi, menambah tekanan bearish.

Perspektif Analis

  • ING: Surplus pasokan jadi alasan outlook pasar tetap bearish. Upside risk hanya datang jika ada sanksi sekunder yang lebih ketat pada Rusia.

  • Citigroup: Perkirakan Brent rata-rata $66 di Q3 dan $63 di Q4, dengan dampak oversupply semakin terasa.

Data Domestik AS

  • Refinery runs: turun ke level terendah sejak awal Juli.

  • Cushing inventories: menurun untuk pertama kali dalam 8 minggu.

Outlook

Secara keseluruhan, arah harga minyak masih cenderung bearish akibat risiko oversupply dan pelemahan permintaan global. Namun, perkembangan sanksi baru terhadap Rusia dan tensi geopolitik dapat menjadi pemicu volatilitas jangka pendek.


News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders

Tidak ada komentar:

Posting Komentar