
Indeks saham Jepang kembali mencatat rekor pada perdagangan Senin (18/8). Dorongan utama datang dari pelemahan yen yang mengangkat saham eksportir, terutama sektor otomotif.
Nikkei 225 naik 0,77% ke 43.714,31, sedangkan indeks yang lebih luas Topix menguat 0,43% ke 3.120,96. Keduanya berhasil menorehkan rekor penutupan tertinggi untuk sesi kedua berturut-turut.
Optimisme investor asing terhadap prospek pertumbuhan korporasi dan ekonomi domestik, ditambah kepastian dampak tarif impor AS, menjadi katalis utama penguatan bulan ini.
“Pasar saham Jepang masih melanjutkan momentum dari pekan lalu. Ekspektasinya, investor asing akan tetap aktif membeli,” ujar Seiichi Suzuki, Kepala Analis Pasar Saham di Tokai Tokyo Intelligence Laboratory.
Saham Fast Retailing menguat 1,28% dan memberi kontribusi terbesar pada Nikkei. Perusahaan teknologi Advantest juga membalikkan pelemahan awal dan ditutup naik 1,48%.
Sektor otomotif tampil menonjol seiring pelemahan yen sekitar 0,2% terhadap dolar AS. Toyota Motor melonjak 1,72% dan Honda Motor naik 1,56%. Melemahnya yen meningkatkan nilai keuntungan ekspor saat dikonversi ke mata uang domestik.
Dari sisi eksternal, kinerja positif Wall Street turut menjadi penopang, setelah Dow Jones mencetak rekor intraday pada Jumat lalu didorong reli saham UnitedHealth dan kabar Berkshire Hathaway menambah kepemilikan sahamnya.
Namun, tidak semua sektor bergerak positif. Indeks perbankan anjlok 1,93%, menjadi yang terlemah di antara subsektor di Bursa Tokyo. Mitsubishi UFJ Financial Group turun 2,55% dan Sumitomo Mitsui Financial Group melemah 2,3%, menghapus penguatan sebelumnya yang sempat didukung ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan.
Teknologi juga terkoreksi. Tokyo Electron jatuh 2,14% dan Sony Group merosot 2,54%, menekan kinerja Nikkei.
Dari total lebih dari 1.600 saham di papan utama Bursa Tokyo, 69% saham menguat, 27% melemah, dan 2% stagnan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar