
[27 Februari 2026] | Sumber: News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders
Halo Forex Traders! Menutup pekan ini (Jumat, 27/2), pasangan mata uang USD/JPY kembali melanjutkan pelemahannya untuk hari kedua berturut-turut di sesi Asia. Harga terpantau meluncur ke area 155,65 merespons rilis data inflasi Tokyo.
Namun hati-hati, pergerakan pekanan pair ini sebenarnya masih menunjukkan kecenderungan positif (naik) untuk dua minggu beruntun. Pasar dinilai perlu waspada sebelum mengambil posisi besar untuk berasumsi bahwa koreksi dari puncak dua pekan pada hari Rabu akan terus berlanjut.
📊 Inflasi Tokyo Melandai, BOJ Tetap Hawkish
Data terbaru menunjukkan inflasi inti Tokyo—indikator krusial yang dipantau pasar—turun di bawah target 2% Bank of Japan (BOJ) untuk pertama kalinya sejak tahun 2024.
Meski inflasi melandai, angkanya masih berada di atas rata-rata historis. Hal ini, dikombinasikan dengan nada hawkish dari para pejabat BOJ, menjaga ekspektasi bahwa ruang pengetatan kebijakan secara bertahap masih terbuka.
Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan sikap dasarnya untuk tetap menaikkan suku bunga jika proyeksi ekonomi dan inflasi terwujud.
Anggota Dewan BOJ Hajime Takata juga sepakat bahwa kenaikan suku bunga lanjutan perlu dilakukan secara gradual.
🛑 "Rem" Penguatan Yen: Faktor Politik & Fiskal
Laju penguatan Yen tidak akan berjalan mulus tanpa hambatan. Ada beberapa sentimen penahan:
Kehati-hatian PM Takaichi: Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dilaporkan meminta Gubernur BOJ untuk berhati-hati terhadap pengetatan moneter tambahan.
Kesehatan Fiskal: Kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan fiskal Jepang dinilai dapat membatasi agresivitas aksi beli Yen.
Dolar Masih Kuat: Dolar AS sendiri masih kokoh bertahan di dekat level tertinggi bulanannya, membuat penurunan USD/JPY rawan tertahan.
🦅 The Fed "Keras Kepala", Dolar Ogah Turun
Di seberang lautan, Dolar AS mendapat "bensin" dari pasar yang terus memangkas ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Risalah rapat FOMC Januari menunjukkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru memangkas bunga. Fakta mengejutkannya: mereka bahkan sempat membahas kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi enggan mendingin! Sikap kaku The Fed ini sukses menjaga USD tetap kuat sekaligus menahan kepanikan pasar atas dampak kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump.
📅 Fokus Malam Ini: Rilis Data PPI AS
Arah USD/JPY selanjutnya akan sangat bergantung pada sesi Amerika Utara malam ini. Fokus utama pasar akan tertuju pada rilis data Producer Price Index (PPI) AS dan komentar lanjutan dari para pejabat FOMC.
Kesimpulan Intraday: Dengan latar belakang fundamental yang saling tarik-menarik—BOJ yang hawkish vs Dolar yang kokoh—pasar menilai penurunan lanjutan pada USD/JPY kemungkinan besar akan diperlakukan sebagai peluang "Buy on Dip" (dibeli saat turun). Skenario ini berlaku selama tidak ada kejutan ekstrem dari data AS nanti malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar