
[19 Februari 2026] | Sumber: News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders
Halo Forex Traders! Dolar AS (USD) kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan hari Rabu (18/2). Indeks Dolar (DXY) sukses mencetak penguatan beruntun, naik sekitar 0,6% ke level 97,68, dan membawa Greenback ke posisi tertingginya dalam sepekan terakhir.
🦅 Sinyal "Dua Arah" The Fed yang Mengejutkan
Katalis utama di balik terbangnya Dolar AS berasal dari rilis risalah rapat FOMC yang ternyata bernada lebih "hati-hati" dan tidak lagi mutlak condong ke arah pelonggaran.
Beberapa pembuat kebijakan memang menilai bahwa pemangkasan suku bunga masih masuk akal jika inflasi turun sesuai dengan ekspektasi.
Namun, kejutan sesungguhnya datang dari fleksibilitas bank sentral: sebagian peserta rapat menegaskan bahwa keputusan ke depan perlu dibingkai secara lebih "dua sisi".
Artinya, The Fed masih membuka pintu untuk kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi terus bertahan di atas target.
🌍 Drama Eropa & Efek Domino di Pasar Forex
Sinyal kewaspadaan dari The Fed ini langsung memberikan pukulan telak pada mata uang utama dunia:
Euro (EUR/USD) Terjegal Rumor: Pasangan ini turun sekitar 0,57% ke level 1,1786. Euro makin tertekan oleh rumor politik bahwa Presiden ECB, Christine Lagarde, berpotensi mundur lebih cepat (meski pihak ECB menegaskan belum ada keputusan terkait hal tersebut).
Poundsterling (GBP/USD) Melemah: Poundsterling ikut terseret turun sekitar 0,43% ke 1,3500. Ini terjadi di tengah spekulasi bahwa Bank of England (BoE) akan melonggarkan kebijakan pasca rilis data ekonomi Inggris yang mengecewakan.
Yen (USD/JPY) Jadi Korban Utama: Di kawasan Asia, pelemahan paling terasa dialami oleh Yen, dengan USD/JPY terbang sekitar 0,91% menembus level 154,80.
Aussie & Loonie Tertekan: Arus dana yang kembali memburu Dolar AS membuat AUD/USD melemah sekitar 0,56% ke 0,7047. Sementara itu, USD/CAD merangkak naik sekitar 0,45% ke 1,3699 seiring pasar yang terus menimbang prospek suku bunga Kanada.
📅 Fokus Pasar Selanjutnya
Perhatian para pelaku pasar kini langsung bergeser ke rangkaian data krusial AS berikutnya, terutama data inflasi PCE dan pertumbuhan ekonomi. Rilis data ini akan menjadi hakim penentu: apakah reli Dolar ini akan terus melaju kencang, atau justru mulai kehilangan tenaganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar