
[9 Februari 2026] | Sumber: News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders
Halo Gold Traders! Mengawali pekan ini, harga emas tampil perkasa dan bertahan di atas level psikologis $5.000. Logam mulia ini didukung oleh kombinasi faktor fundamental yang "pas": permintaan fisik dari Tiongkok yang tak henti, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, serta pelemahan Dolar AS.
🇨🇳 Tiongkok Borong Emas 15 Bulan Non-Stop!
Salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah aksi borong dari People’s Bank of China (PBOC). Data akhir pekan menunjukkan bank sentral Tiongkok kembali menambah cadangan emasnya, mencatatkan pembelian selama 15 bulan berturut-turut. Ini sinyal kuat bahwa permintaan fisik tetap solid di tengah kekhawatiran fiskal global.
🦅 The Fed & Tekanan Politik
Di AS, pasar semakin yakin The Fed akan bersikap lebih dovish di tahun 2026 menyusul data tenaga kerja yang melonggar. Namun, drama politik juga memanas. Tekanan dari Presiden Trump terkait suku bunga dan isu langkah hukum terhadap kandidat ketua The Fed memicu kekhawatiran soal independensi bank sentral. Situasi ini membuat investor mencari perlindungan (hedging) di emas.
⚖️ Faktor Penyeimbang: Geopolitik Mereda?
Meski fundamental mendukung kenaikan, laju emas sedikit tertahan oleh membaiknya sentimen risiko. Ketegangan Timur Tengah mereda setelah pembicaraan tidak langsung AS–Iran berakhir dengan kesepakatan untuk menjaga jalur diplomasi. Alhasil, sebagian aliran dana beralih ke aset berisiko, mencegah emas melesat terlalu jauh.
📅 Fokus Minggu Ini: NFP & CPI
Pasar kini dalam mode wait and see, menahan langkah besar demi menunggu dua data ekonomi AS yang krusial:
Rabu: Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang tertunda.
Jumat: Data Inflasi Konsumen (CPI).
Dua data ini akan menjadi penentu arah selanjutnya: apakah emas akan lanjut reli karena peluang pemangkasan suku bunga membesar, atau justru terkoreksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar