
Harga minyak mentah diperdagangkan dalam kisaran sempit pada Senin (1/9) di tengah tarik-menarik antara peningkatan produksi global dan gangguan pasokan akibat konflik Rusia–Ukraina.
Pergerakan Harga
-
Brent: $67,18/barel (-0,44%)
-
WTI: $63,73/barel (-0,44%)
-
Aktivitas pasar relatif sepi karena libur bank di AS.
Faktor Penggerak Pasar
-
Konflik Rusia–Ukraina
-
Rusia meningkatkan serangan drone terhadap infrastruktur energi Ukraina.
-
Ukraina berjanji membalas dengan memperluas serangan ke wilayah Rusia.
-
Ekspor minyak Rusia turun ke 2,72 juta bph (terendah 4 minggu), namun India tetap menjadi pembeli utama meski dikenakan tarif sekunder oleh AS.
-
-
Kenaikan Produksi Global
-
Produksi minyak mentah AS mencapai rekor 13,58 juta bph pada Juni (EIA).
-
Kenaikan suplai global membebani harga, menetralkan risiko disrupsi pasokan.
-
-
Faktor OPEC+ & Kebijakan Fed
-
Brent & WTI mencatat penurunan bulanan pertama dalam 4 bulan (Agustus -6%+).
-
Pasar menanti pertemuan OPEC+ pada 7 September untuk arahan pasokan.
-
Data ketenagakerjaan AS pekan ini akan menjadi penentu arah Fed dan selera risiko investor.
-
Outlook
Harga minyak berpotensi tetap sideways menjelang pertemuan OPEC+ dan rilis data tenaga kerja AS. Tekanan dari lonjakan produksi global membatasi potensi kenaikan, meski risiko geopolitik Rusia–Ukraina masih memberi dukungan pada sisi bawah harga.
News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders
Tidak ada komentar:
Posting Komentar