
Harga minyak dunia turun pada Rabu (24/9) karena kekhawatiran oversupply kian mencuat, diperparah oleh kebangkitan ekspor Irak–Kurdi melalui jalur pipa Turki sekitar 230 ribu bph.
Penurunan stok minyak mentah AS sempat memberi dorongan, namun pasokan yang melimpah dan potensi pengurangan pemangkasan OPEC+ membuat sentimen bearish lebih dominan.
Analis menilai pelonggaran suku bunga The Fed belum cukup untuk mendongkrak permintaan energi. Dalam waktu dekat, pasar fokus pada data stok EIA, langkah produsen utama, dan indikasi pertumbuhan global untuk mengukur arah harga berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar