Harga emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada hari Senin (20/5) karena tren inflasi AS yang melambat meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera melakukan penurunan suku bunga pertamanya, sementara perak mencapai puncaknya dalam lebih dari 11 tahun.
Harga emas di pasar spot naik 1% menjadi $2,439.39 per ons setelah mencapai rekor tertinggi di atas $2440 pada awal sesi.
Emas berjangka AS naik 1,1% menjadi $2,443.30.
Pendorong utama bagi emas adalah melemahnya dolar AS dan sentimen meningkat atas dasar bahwa Federal Reserve diperkirakan akan segera menurunkan suku bunganya, kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan di Capital.com.
Indeks dolar tetap lemah, membuat emas batangan yang dihargai dalam greenback lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Data minggu lalu menunjukkan tanda-tanda menurunnya inflasi dan para pedagang kini memperkirakan peluang 65% penurunan suku bunga AS pada bulan September.
Emas batangan dikenal sebagai lindung nilai inflasi, namun suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Risalah pertemuan kebijakan terakhir The Fed yang dijadwalkan pada hari Rabu bersama dengan komentar dari sejumlah pembicara The Fed akan menjadi perhatian investor untuk minggu ini.
Perak di pasar spot naik 1,3% menjadi $31,89 setelah menyentuh level tertinggi dalam 11 tahun.(mrv)
Sumber : Reuters
Tidak ada komentar:
Posting Komentar