Dolar bertahan mendekati level terendah satu pekan karena para pedagang menunggu rilis data utama inflasi AS pada Rabu malam guna mendapatkan petunjuk mengenai waktu penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Sementara dolar Australia dan Selandia Baru menguat.
Di perdagangan Asia indeks Bloomberg Dollar Spot sedikit berubah, yang mendekati level terendah sejak bulan Mei. Imbal hasil Treasury AS juga stabil setelah Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid mengatakan suku bunga bisa tetap tinggi untuk beberapa waktu karena para pejabat menunggu bukti bahwa tekanan harga mulai berkurang.
Data AS pada hari Rabu (15/5) diperkirakan menunjukkan kenaikan harga konsumen stabil di 0,4% bulan ke bulan di bulan April, namun melambat menjadi 3,4% tahun ke tahun dari 3,5% di bulan Maret, menurut survei ekonom Bloomberg.
Pasangan AUD/USD naik 0,3% menjadi 0,6645 sebagai respons terhadap laporan bahwa Tiongkok sedang mempertimbangkan proposal agar pemerintah daerah di seluruh negeri membeli jutaan rumah yang tidak terjual, dalam upaya ambisius untuk menyelamatkan pasar properti yang tertekan.
Sementara pertumbuhan upah Australia melambat untuk pertama kalinya sejak parahnya pandemi pada tiga bulan pertama di tahun ini. Hal ini merupakan hasil positif bagi RBA yang tetap mewaspadai tekanan harga dalam perekonomian.
Pasangan NZD/USD naik 0,3% menjadi 0,6056. Untuk pasangan USD/JPY diperdagangkan sedikit berubah di level 156,44.(yds)
Sumber: Bloomberg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar