Kamis, 04 Desember 2025

Dolar Terguncang: Semua Mata Tertuju pada Data Inflasi AS!

 



[5 Desember 2025]Sumber: News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders

Selamat pagi, Trader! Hari ini, pasar valas dibuka dengan pelemahan pada Dolar AS ($DXY) terhadap sebagian besar mata uang G-10. Dolar kini bergerak goyah, menunggu rilis serangkaian data penting dari AS yang akan memberikan konteks lebih lanjut terhadap data ketenagakerjaan yang bervariasi minggu ini.

Indeks Spot Dolar Bloomberg tercatat turun 0,1%. Fokus utama hari ini adalah laporan-laporan kritis yang dapat memengaruhi keputusan The Fed:

  • PCE Inti & Indeks Harga PCE (Pengukur inflasi favorit The Fed)

  • Pendapatan & Pengeluaran Pribadi AS

  • Sentimen Konsumen awal Michigan

πŸ‡―πŸ‡΅ Yen Menguat Drastis: Sinyal Kenaikan Suku Bunga BoJ?

Di saat Dolar melemah, USD/JPY turun 0,1% menjadi 154,92. Pasangan ini bahkan sempat menyentuh level terendah dua minggu di London.

Apa pemicunya? Tokyo memberikan tekanan jual!

Kabar terbaru melaporkan bahwa anggota kunci pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi tidak akan mencoba menghentikan Bank of Japan (BoJ) jika bank sentral tersebut memutuskan untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember. Sinyal hawkish (pengetatan kebijakan) mendadak dari Jepang ini langsung membuat Yen menarik dan menekan Dolar.

🐻 Narasi Bearish Dolar Semakin Kuat

Richard Franulovich, kepala strategi valas di Westpac Banking Corp., menekankan bahwa "Narasi bearish yang kuat kembali menguat pada USD."

Kekhawatiran yang menekan Dolar tidak hanya datang dari data hari ini, tetapi juga mencakup faktor musiman dan politik:

  • Arus Repatriasi & Hedging Akhir Tahun: Kebutuhan likuiditas dan lindung nilai di akhir tahun secara musiman menekan Dolar.

  • Potensi Ketua Fed Baru yang Dovish: Prospek penunjukan Ketua The Fed baru yang cenderung dovish (melonggarkan kebijakan) dan loyalis pada tahun baru semakin memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga ke depan.

πŸ“ˆ Mata Uang Lain Menguat

Imbal hasil obligasi AS (Treasury) terpantau turun kurang dari satu basis poin di seluruh kurva, dengan tenor 2 tahun di 3,52% dan 10 tahun di 4,09%.

Hal ini memberi peluang bagi mata uang lain untuk menguat:

  • EUR/USD naik 0,1% menjadi 1,1653.

  • AUD/USD menguat 0,1% menjadi 0,6615.

Intinya: Dolar kini berada di persimpangan jalan, sangat rentan terhadap rilis data inflasi hari ini. Jika inflasi AS mendingin, tekanan pada The Fed untuk memangkas suku bunga akan meningkat, dan pelemahan Dolar dipastikan berlanjut.


Bagaimana prediksi Anda terhadap data inflasi PCE hari ini, dan apa dampaknya bagi Dolar? Tulis di kolom komentar!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar