
3 November 2025 |
Harga minyak dunia naik setelah OPEC+ memberi sinyal akan menghentikan kenaikan produksi pada kuartal pertama 2026, usai peningkatan moderat pada Desember. Brent Januari diperdagangkan di atas $65 per barel, sementara WTI Desember mendekati $61.
OPEC+ menyatakan akan menaikkan produksi 137.000 barel per hari pada Desember—sesuai ekspektasi pasar—lalu menahan output dari Januari hingga Maret. Langkah ini menandakan pengakuan terhadap risiko surplus pasokan pada tahun depan, setelah harga Brent sempat anjlok hampir 10% dalam tiga bulan terakhir.
Meski sanksi AS terhadap produsen Rusia sempat memicu kekhawatiran gangguan pasokan, analis menilai pasokan global masih berlimpah. Morgan Stanley menaikkan proyeksi harga jangka pendek, tetapi tetap memperingatkan potensi “surplus substansial”.
Dari sisi geopolitik, situasi juga menambah ketegangan pasar. Serangan drone Ukraina di Laut Hitam membakar kapal tanker dan mengganggu fasilitas milik Rosneft, sementara Presiden Donald Trump mengancam tindakan militer terhadap militan di Nigeria, salah satu produsen utama Afrika.
Pada pukul 16.15 waktu Singapura, Brent naik 0,4% ke $65,01, dan WTI juga menguat 0,4% ke $61,23 per barel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar