
PT. Equityworld Futures Manado - Aset emas dan bitcoin (BTC) kompak mencetak All Time High baru atau posisi tertinggi sepanjang masa pada awal 2024. Daya tarik emas dan BTC saat ini memiliki nilai tersendiri bagi para investornya.
Emas menjadi instrumen investasi yang terbilang cukup aman dan tahan terhadap inflasi, emas masih mempertahankan posisi pertamanya dalam Top Aset dengan market cap terbesar di dunia mencapai U$14.555 triliun menurut data Companies Market hingga perdagangan Kamis (14/03/2023). Bila dirupiahkan maka nilainya menembus Rp226,69 juta triliun.
Sementara,BTC kini masuk di urutan ke sembilan dalam Top Aset dengan market cap terbesar di dunia dengan berada di atas Meta Platforms (Facebook).BTC kini tercatat market cap sebesar US$1.392 triliun atau sekitar Rp 21,68 juta triliun.
Emas global di pasar spot berhasil mencetak kenaikan tertinggi pada 11 Maret 2024 di posisi US$ 2.182,47 per troy ons. Emas berkali-kali mencetak rekor pada Maret tahun ini.
Baca : Hati-Hati! Harga Emas Bak Roller Coaster Jelang Pengumuman The Fed
Harga emas terus mengalami kenaikan
juga karena didukung oleh melemahnya dolar, serta para investor tetap
berharap akan adanya penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve (The
Fed) pada bulan Juni mendatang meskipun laporan inflasi AS sedang panas.
Dan meningkatnya ketegangan geopolitik membuat permintaan safe-haven
emas batangan tetap utuh.
Sementara Bitcoin (BTC) mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan intraday Kamis (14/3/2024) di posisi US$ 73.803,25 atau setara Rp1,15 miliar rupiah per koin (Rp 15.575/US$1).
Momentum Spot BTC ETF meningkatkan sentimen pasar. Ketika kapitalisasi pasar BTC mencapai titik tertinggi sepanjang masa, sentimen investor berubah menjadi "keserakahan ekstrim," yang diukur dengan indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto.
Meskipun terdapat hambatan makro, harga BTC terus melonjak lebih tinggi, dengan volatilitas dan minat terbuka yang meningkat.
CNBC Indonesia Research
research@cnbcindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar