Rabu, 06 Maret 2024

IHSG Berhasil Bangkit, 8 Saham Big Cap Ini Jadi Penopangnya

PT. Equityworld Futures Manado - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan sesi I Rabu (6/3/2024), setelah selama empat hari beruntun tertekan.

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG menguat 0,4% ke posisi 7.276,39. Meski berhasil menguat, tetapi IHSG belum mampu untuk kembali ke level psikologis 7.300 dan kini masih bertahan di level psikologis 7.200.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi I hari ini mencapai sekitar Rp 4 triliun dengan melibatkan 12 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 752.529 kali.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penopang IHSG pada perdagangan sesi I hari ini, yakni sebesar 1,84%.

Beberapa saham juga menjadi penopang (movers) IHSG pada sesi I hari ini. Berikut saham-saham yang menjadi movers IHSG.

Emiten Kode Saham Indeks Poin Harga Terakhir Perubahan Harga
GoTo Gojek Tokopedia GOTO 10,42 68 7,94%
Bank Mandiri (Persero) BMRI 4,56 7.075 0,71%
Barito Renewables Energy BREN 3,88 6.000 1,69%
Bank Central Asia BBCA 3,44 9.850 0,51%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 2,94 6.150 0,41%
Chandra Asri Pacific TPIA 2,88 4.830 1,90%
Astra International ASII 2,26 5.150 0,98%
Sumber Alfaria Trijaya AMRT 1,87 2.760 1,47%

Sumber: Refinitiv

Sejalan dengan sektor teknologi yang menjadi penopang terbesar IHSG, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga menjadi top movers IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 10,4 indeks poin.

Selain itu, beberapa saham perbankan raksasa juga menjadi movers IHSG, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 4,6 indeks poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 3,4 indeks poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 2,9 indeks poin.

Baca Juga : Harga Emas Catat Rekor Demi Rekor, Ini 5 Faktor Pemicunya

IHSG berhasil menguat, setelah empat hari sebelumnya tertekan karena minimnya sentimen positif di global dan investor cenderung wait and see.

Meski IHSG berhasil menguat, tetapi investor masih menanti rilis data ekonomi dan agenda penting di global pada pekan ini.

Investor menanti pernyataan ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell perihal ekonomi AS dan suku bunga.

Sebagai catatan, beberapa bulan terakhir telah terjadi perubahan dinamika antara pasar keuangan dan The Fed mengenai kecepatan serta waktu perkiraan penurunan suku bunga tahun ini.

Pasar harus menyesuaikan pandangan kolektif mereka dari bank sentral yang sangat akomodatif menjadi bank sentral yang lebih hati-hati dan penuh pertimbangan.

Pasar saat ini cenderung sedang mengumpulkan informasi kapan The Fed akan mulai melakukan penurunan suku bunga dan berapa banyak penurunan suku bunganya.

Mereka juga menanti tindakan The Fed selanjutnya terkait pandangan terhadap inflasi dan bagaimana Powell akan mengungkapkan hal tersebut.

Lebih lanjut, malam nanti juga akan dirilis data yang bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan suku bunga The Fed, yakni data pembukaan lowongan baru.

Berdasarkan konsensus Trading Economics pembukaan lowongan pekerjaan pada Januari akan melandai ke 8,9 juta dari 9,03 juta.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

market@cnbcindonesia.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar