Selasa, 07 Oktober 2025

Emas Tembus $4.000, Catat Rekor Baru

 

8 Oktober 2025 |

Harga emas spot akhirnya menembus level psikologis $4.000 per ons, menandai rekor tertinggi baru dalam sejarah perdagangan logam mulia. Emas sempat mencapai $4.021 sebelum stabil di kisaran $4.018 siang waktu Singapura. Dalam dua tahun terakhir, harga emas telah melonjak lebih dari dua kali lipat, dengan return tahunan di atas 50%, melampaui kinerja sebagian besar aset berisiko, termasuk saham.

Kenaikan ini didorong oleh kombinasi shutdown pemerintah AS yang berlarut-larut, kekhawatiran ekonomi global, serta awal siklus pelonggaran The Fed yang menekan imbal hasil riil obligasi AS. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan ideal bagi aset non-yield seperti emas. Dana berbasis emas (ETF) juga mencatat inflow terbesar dalam tiga tahun terakhir, memperkuat momentum reli.

Selain faktor ekonomi, isu independensi The Fed turut mempengaruhi sentimen pasar. Ketegangan politik di AS menimbulkan kekhawatiran bahwa bank sentral dapat dipaksa menurunkan suku bunga lebih cepat, meningkatkan permintaan emas sebagai lindung nilai.

Secara historis, reli besar emas sering terjadi pada masa ketidakpastian ekstrem:

  • $1.000 per ons saat krisis finansial global (2008)

  • $2.000 saat pandemi (2020)

  • $3.000 di tengah perang dagang dan inflasi tinggi (2023–2024)

  • Kini $4.000, di tengah kebuntuan anggaran dan risiko politik AS.

Dari sisi fundamental, bank sentral global tetap menjadi pembeli aktif, terutama sejak 2022 setelah pembekuan cadangan devisa Rusia. Pembelian ini memperkuat permintaan jangka panjang.

Meski kemungkinan konsolidasi jangka pendek bisa terjadi setelah reli masif, faktor-faktor struktural seperti pemangkasan suku bunga, inflow ETF, dan akumulasi emas oleh bank sentral masih menjadi penopang utama tren bullish emas menuju akhir 2025.

 

 News Maker 23 - Indonesia News Portal for Traders

Tidak ada komentar:

Posting Komentar