Senin, 20 Januari 2025

Pemilik Dolar Menangis Karena Trump, Emas Masih Bisa Tertawa

 PT Equityworld Futures Manado - Donald Trump resmi dilantik jadi Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS), Senin (20/1/2025) waktu setempat. Ia akan memimpin Negeri Paman Sam bersama Wakil Presiden James David Vance hingga empat tahun ke depan.

Trump, yang pernah menjabat sebagai presiden AS periode 2017-2020, merupakan sosok yang penuh dengan skandal. Ia juga memiliki beragam aturan kontroversial selama menjabat, seperti tarif, reformasi pajak, kebijakan imigrasi, dan lainnya.

Resmi menjadi Presiden AS, Trump mendeklarasikan darurat energi nasional. Langkah ini untuk mendorong produk energi domestik dengan meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) serta menurunkan biaya di tingkat konsumen.

Trump dikenal dengan fokus pada energi fosil, berbeda dengan era Joe Biden yang justru fokus pada energi bersih untuk memerangi perubahan iklim dan pemanasan global, hingga berjanji untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil di AS.

 

Emas

Meskipun kebijakan tarif Trump nantinya dapat berdampak terhadap kenaikan inflasi di AS dan berpotensi mendorong tingkat suku bunga lebih tinggi, akan tetapi harga emas masih merespon positif usai Trump dilantik.

Pada perdagangan hari ini Selasa (21/1/2025) hingga pukul 11.04 WIB, harga emas di pasar spot terpantau menguat 0,58% di level US$2.724,11 per troy ons. Begitu juga pada perdagangan Senin (20/1/2025) saat Trump dilantik, harga emas justru naik 0,24% di level US$2.708,06 per troy ons.

 

 

CNBC INDONESIA RESEARCH

research@cnbcindonesia.com

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar