PT. Equityworld Futures Manado - Bank sentral China (PboC) dilaporkan tidak membeli emas pada Mei. Namun, PBoC diyakini akan kembali memborong emas jika harga emas kembali melandai.
Salah satu alasan bank sentral membeli emas adalah perlambatan ekonomi serta krisis properti. Emas adalah aset aman yang bisa menjadi lindung nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan politik.
Bank sentral China juga memborong emas untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap cadangan devisa dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut data World Gold Council, bank sentral China menjadi
salah satu bank sentral yang paling agresif membeli emas. Bank sentral
China terus membeli emas sejak November 2022 atau selama 18 bulan
beruntun dengan total pembelian mencapai 316 ton Cadangan emas China
kini di angka 2.264,3 ton.
Bank sentral China baru berhenti membeli emas pada Mei 2024. Lonjakan harga emas dipicu menjadi salah satu faktornya.
"China diperkirakan masih akan terus membeli emas tetapi
kebijakan mereka tidak membeli emas (di Mei) menunjukkan bahwa mereka
juga manusia. Kenaikan harga emas membuat mereka membayar mahal saat
membeli," ujar Ole Hansen, kepala departemen komoditas Saxo Bank,
dikutip dari Reuters.
Seperti diketahui, harga emas terus melonjak sejak akhir tahun
2022. Sepanjang tahun ini saja, harga emas global sudah terbang 12,14%
ke US$ 2.313 per troy ons pada hari ini, Kamis (13/6/2024) pukul 13.20
WIB.
Lonjakan harga emas disebabkan oleh tiga faktor yakni proyeksi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve (The Fed), ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan aksi borong bank sentral China.
Alasan Kenapa Bank Sentral China Memborong Emas
PBoC mengontrol jumlah emas yang masuk ke China melalui kuota bank komersial. Bank sentral China (PBoC) memborong emas sebesar 224,88 ton pada 2023. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan pada 2022 yang tercatat 62,2 ton. Sepanjang tahun ini, mereka memborong 28,9 ton emas.
Survei Official Monetary and Financial Institutions Forum memperkirakan China akan memborong emas dalam 12-24 bulan ke depan. Salah satu alasan kuat bank sentral China memborong emas adalah meningkatnya risiko dari ketegangan geopolitik.
"Bank sentral tengah gencar membeli emas dan bank sentral China adalah pembeli utama. Sentimen ke emas masih bullish karena ada ketegangan geopolitik dan pemilihan umum. China diperkirakan akan kembali membeli emas," tutur KL Yap, chairman Singapore Bullion Market Association, dikutip dari The Business Times.
Emas adalah aset aman yang dicari saat terjadi ketegangan
geopolitik dan adanya kenaikan risiko. Seperti diketahui, dalam setahun
terakhir sejumlah ketegangan politik meningkat tajam, dari perang
Israel-Hamas, konflik di Laut Merah, hingga konflik Iran-Israel.
Selain ketegangan politik, bank sentral China juga memborong
emas karena perlambatan ekonomi dalam negeri dan melemahnya yuan.
Perlambatan tersebut meningkatkan risiko ekonomi sehingga harus
dimitigasi dengan aset aman.
"Fakta bahwa pembelian emas sedikit di April dan tidak membeli
emas di Mei tidak mengimplikasikan apapun bahwa mereka tidak akan mulai
menghentikan pembelian emas," ujar analis StoneX, Rhona O'Connell.
CNBC INDONESIA RESEARCH
research@cnbcindonesia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar