Minggu, 18 Februari 2024

Rupiah Lesu Usai Pemilu, BI Buka Suara

 Uang dolar AS dan Rupiah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PT. Equityworld Futures Manado - Mata uang Garuda alias rupiah dibuka melemah 0,1% di angka Rp15.630/US$. Posisi ini semakin memperpanjang tren pelemahan yang telah terjadi pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hasil quick count telah menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dengan perolehan suara di atas 57%. Begitupun dengan hasil real count sementara yang menempatkan keduanya di posisi pertama dengan suara 58% dari sekitar 70% suara yang masuk.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menghijau selama pekan lalu. Sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'ngegas'. Indeks tercatat melesat 1,22% sepanjang pekan lalu. Pada hari Jumat (16/2/2024), IHSG ditutup 0,44% ke posisi 7.335,54. Sayangnya, nasib baik tidak memihak rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto memastikan perkembangan terakhir masih dipengaruhi sentimen global khususnya USD, dimana indeks dolar (DXY) di minggu sebelumnya sempat melemah, namun di pekan lalu agak menguat kembali.

Baca Juga : Harga Emas Tetap Berkilau, Sanggup Bertahan Pekan Ini?

Mata uang Garuda alias rupiah dibuka melemah 0,1% di angka Rp15.630/US$. Posisi ini semakin memperpanjang tren pelemahan yang telah terjadi pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Hasil quick count telah menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dengan perolehan suara di atas 57%. Begitupun dengan hasil real count sementara yang menempatkan keduanya di posisi pertama dengan suara 58% dari sekitar 70% suara yang masuk.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menghijau selama pekan lalu. Sepanjang pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'ngegas'. Indeks tercatat melesat 1,22% sepanjang pekan lalu. Pada hari Jumat (16/2/2024), IHSG ditutup 0,44% ke posisi 7.335,54. Sayangnya, nasib baik tidak memihak rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto memastikan perkembangan terakhir masih dipengaruhi sentimen global khususnya USD, dimana indeks dolar (DXY) di minggu sebelumnya sempat melemah, namun di pekan lalu agak menguat kembali.

 

 

cnbcindonesia.com/market

Tidak ada komentar:

Posting Komentar